
Olivia tiba di kantor tepat pada waktu makan siang, Ia segera menghampiri rekannya.
" Oliva kau dari mana saja ? " Rekannya bertanya
" Aku sedang ada urusan, sekarang aku akan ke ruangan Kendra. Kau tetap disini " Olivia berlari menuju lift. Tapi, belum sempat kaki nya melangkah masuk ke dalam lift, sebuah tangan menariknya kasar hingga tubuhnya membentur dinding.
" Siapa yang seberani ini padaku, " Kalimat Olivia terpotong.
" Aku. " Suara Chila terdengar menggeram. " Apa yang bisa kau lakukan terhadap ku, apa kau ingin memecatku ? " Chila menatap Olivia tajam.
Olivia terdiam,
" Kau pikir ini perusahaan milik orang tua mu ? Sesuka hati kau datang dan pergi, kau pikir kau bos disini ? "
" Aku akan mengadukan mu kepada Kendra, atas perlakuanmu padaku " Ancam Olivia
Chila tertawa
" Kau pikir aku takut ? Siapa kau bagi Tuan Kendra ? Apa kau saudaranya, keluarganya, atau istrinya ? " Chila kembali tertawa. " Kau hanya karyawannya, sama seperti aku dan kami semua. Kau tak terlihat bagi Tuan Kendra, dan kau tak ada nilainya di mata Tuan Kendra. " Chila kembali tertawa
Ting....
Suara lift khusus berbunyi, tampak beberapa orang keluar dari dalam lift tersebut, termasuk Kendra.
Senyum tersungging di bibir Olivia melihat Kendra. Ia segera berjalan mendekat memasang wajah memelas meminta pembelaa.
Kendra berhenti sejanak melihat keramaian yang terjadi di depan lift karyawan.
Chila tampak membungkukkan tubuhnya.
" Apa yang terjadi ? " Tanya Kendra kepada Chila
" Kendra, lihat karyawan kamu ini. Dia kurang ajar sekali pada ku " Ucap Olivia dengan gaya manja, yang membuat Chila dan teman temannya ingin muntah.
" Apa kau bisa menjelaskan ? Tanya Kendra kepada Chila
" Saya hanya menegur anak buah saya karena datang terlambat Tuan, dan akan menghukumnya. " Jelas Chila dengan masih kepala tertunduk.
" Baiklah, lanjutkan. " Kendra berjalan meninggalkan mereka. Ia mendengar Olivia berteriak memanggil namanya, tapi Ia tetap berlalu seolah olah tak mendengar namanya dipanggil.
Chila tertawa yang diikutu pegawai OB, dan beberapa pegawai Cleaning Service. Mereka tetawa puas melihat Tuan Kendra tidak memperdulikan Olivia yang memanggilnya.
" Apa kau sudah puas berteriak Nona ? Tuan tidak mendengarkan mu, lebuh baik kau kembali ke meja mu, dan mulailah bekerja " Ucap Chila dengan nada mengejek.
" Aku akan membalas kalian semua. " Ucap Olivia pergi meninggalkan Chila, menuju kembali ke meja receptionis dengan perasaan kesal bercampur malu.
" Aku akan menunggu saat itu Nona " Chila kembali tertawa. " Sudah kembali ke pos kalian, dan kemabali bekerja. " Perintah Chila pada anak buahnya.
" Apa kau ingin makan sesuatu ? " Tanya Vans kepada Hummairah. Ia melihat Hummairah tampak tak menyentuh makanannya.
" Tidak, aku hanya ingin pulang " Jawab Hummairah singkat.
" Katakan apa yang kau inginkan selain pulang ? "
__ADS_1
" Aku hanya ingin pulang, dan berkumpul bersama keluargaku. " Suara Hummairah terdengar lirih.
" Aku tau kau sedang mengandung, setidaknya kau memikirkan janin yang ada di dalam perut mu. Ia membutuhkan nutrisi untuk tumbuh, jangan membuatnya kelaparan karena kau keras kepala. "
Hummairah tercengang dari mana Vans tau bahwa dirinya sedang hamil.
Hummairah menatap Vans dengan penuh tanda tanya.
" Apa ! Kau bingung mengapa aku bisa tau kalau kau sedang hamil ? "
Hummairah kembali memalingkan wajahnya menatap jendela.
" Aku tau, karena waktu kau kubawa kesini kau kan baru pulang dari rumah sakit. Lagi pula apa yang tidak kau ketahui tentang mu ? " Ucap Vans santai.
" Makanlah, aku tak mau sampai kau sakit. Pikirkan juga anak yang ada di dalam kandunganmu. " Vans keluar dari kamar Hummairah kemudian mengunci pintunya.
Hummairah menatap piring yang berisi makanan dihadapannya. Kemudian mencoba untuk memakannya.
Oliva pulang kerumah dan langsung kedalam kamar Cristien.
" Tante, sepertinya kita harus menelpon Vans agar Ia segera membawa Hummairah dari kota ini. " Gerutu Olivia
" Apa yang terjadi ? " Tanya Cristien bingung
" Dikantor tadi aku dipermalukan oleh karyawan rendahan yang berlagak seperti bos. Bahkan Kendra tidak memperdulikan aku, Ia bahkan tidak mendengarkan saat kau memanggilnya. " Kesal Olivia
" Sudahlah Olivia, jangan hanya bisa mengerutu. Vans juga berusaha membujuk Hummairah yang saat ini sedang melakukan aksi mogok makan. " Terang Cristien
" Seperti biasa, Dia meminta pulang. Dan itu tidak akan mungkin terjadi, karena kalau sampai Dia pulang kamu tau apa yang akan terjadi. "
Tak lama kemudian Vans masuk dan ikut bergabung bersama mereka.
" Ada apa ? " Tanya Vans bingung.
" Apa yang kau lakukan disini ? " Tanya Olivia bingung
" Pulang " Jawab Vans santai
" Mengapa kau meninggalkan Hummairah sendirian disana ? " Olivia bertanya lagi
" Apa kau kira Dia bisa kabur ? " Vans mengeluarkan kunci rumah " Aku juga menyewa beberapa penjaga dirumah itu. Jadi, Hummairah tak kan mungkin bisa kabur.. " Vans tertawa senang.
" Baguslah, aku senang mendengarnya. " Jawab Olivia
Kendra pulang kerumah tepat waktu makan malam. Ia melewati ruang makan disana angota keluarga sedang memulai makan malam.
" Kendra sayang, ayo makan malam dulu bersama kami Nak, " Ucap Mama
" Tidak Ma, terimakasih Kendra tidak lapar. " Berjalan lurus menuju tangga. Naik keatas dan masuk ke kamarnya dan menutup pintu.
Semua terdiam melihat Kendra. Kakek berdiri.
" Silahkan lanjutkan, aku sudah kenyang. " Kakek berlalu meninggalkan meja makan, tak lama disusul Nanny, Papa, kemudian terakhir Mama juga beranjak dari meja makan. Tinggal mereka bertiga yang masih belum beranjak dari meja makan.
__ADS_1
" Apa kita juga harus pergi dari sini tante ? " Tanya Olivia
" Untuk apa ? Biarkan saja mereka, ayo makan " Mereka melanjutkan makan malamnya dengan tenang.
Didalam kamar, Kendra menatap keluar jendela.
" Kamu dimana sayang ? Apa kamu baik baik saja sekarang ? Bagaimana dengan anak kita, apa Dia sehat ? " Kendra berbicata sendiri.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu.
" Boleh kami masuk sayang ? " Tanya Nanny
Kendra tersenyum dan mengangguk.
Nanny, berjalan masuk kemudian yang lain juga ikut masuk.
Kakek membawa Kendra duduk di sofa kamar,
" Kau tidak apa apa Nak ? " Tanya Kakek merangkul bahu Kendra.
" Kendra baik Kek "
" Semua usaha telah kita lakukan, kita hanya menunggu hasil. " Jawab Kakek
" Kapan Kek ? Kapan masa itu Kek ? " Kendra berucap lirih.
" Sabarlah Nak, semua akan kembali seperti semula. " Hibur Kakek
" Kendra butuh istri Kendra Kek, dimana Dia sekarang ? "
Suasana hening sejenak, tatkala bunyi ponsel Kendra berdering. Kendra menyambar dan segera menjawab panggilan itu.
" Hallo "
" .... "
" Bagus, terus awasi rumah itu. Berikan laporan padku segera jika kau menemukan gerak gerik yang mencurigakan. " Kendra menutup telponnya.
" Ada apa Nak ? " Tanya Nanny
" Orang orang ku menemukan sebuah rumah yang tak berpenghuni, tapi dijaga ketat oleh beberapa orang. "
" Apa kamu mencurigai seseorang ? " Papa bertanya
" Ada Pa, tapi Kendra akan memastikannya dulu "
" Baiklah, sekarang istirahatlah besok akan ada banyak hal yang akan kamu temui. " Kakek beranja dari tempat duduknya dan keluar, begitu juga yang lainnya.
" Jaga kesehatan kamu Nak, ingat kamu punya Kiano yang membutuhkan kamu. Dan kamu masih punya kami yang mendukung kamu " Ucap Mama menahan tangisnya.
" Terimakasih Ma, " Kendra memeluk Mama nya erat.
bersambung....
__ADS_1