CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
52


__ADS_3

Hari ini Kendra mengantar anak dan istrinya ke kantor, senyum Kiano kebahagian terpampang di wajahnya.


" Hari ini Daddy tidak boleh ingkar janji ya, "


" Baik boss, " Ucap Kendra mengangkat tangannya.


Semua tertawa lepas, termasuk Hummairah.


Hummairah berharap kali ini Kendra tidak mengingkari janji kepada putranya.


Sampai di kantor, Hummairah turun dari mobil. Kendra turun dengan menggendong Kiano, dan berjalan mengantar mereka menuju ke ruangannya.


Kendra masuk dan terkejut melihat ruangan Hummairah yang di sulap menjadi taman bermain oleh Kiano.


" Baiklah, Daddy ke kantor dulu yaa. Nanti siang Daddy kesini lagi "


" Oke, " Ucap Kiano. Kemudian mencium tangan Ayahnya


Hummairah pun melakukan hal yang sama,


Siang hari ini, ketika semuanya telah siap Kiano menunggu di depan ruangan Ibunya.


Hingga anak itu tertidur di depan pintu, Hummairah merasa iba terhadap putranya. Hummairah memindahkan anaknya ke kamar yang ada di dalam kantor. Setelah itu Hummairah keluar


Tak lama kemudian Sakinah masuk.


" Maaf Nyonya Tuan Ilham ada diluar "


" Suruh masuk aja Nah "


Sakinah mempersilahkan Ilham masuk, dan Sakinah pun ikut masuk.


" Assalamualaikum, "


" Waalaikumsalam "


" Tidak keluar makan siang ? "


" Tidak, sebenarnya mau ajak Kiano main makan keluar, Kiano nya tidur.


Tiba tiba seseorang keluar


" Ummi, Daddy udah datang ? " Sambil mengucek matanya


Hummairah dan Ilham menoleh ke belakang.


" Belum sayang, mungkin Daddy sibuk lagi " Jawab Hummairah mencari alasan.


Tampak rona kekecewaannya terpancar dari wajah anak itu.


" Hai.... Tampan siapa nama kamu ? Ucap Ilham memecah keheningan.


" Kiano Om, "


" Baiklah Kiano, nama Om Ilham. Om temannya Ummi kamu, bagaimana kalau kita pergi keluar. Kamu mau kemana ? "


" Mau ke Time Zone Om "


" Oke, kite berangkat sekarang "


" Sungguh ? " Wajah Kiano tampak langsung berbinar cerah "


" Tentu saja, ayo kita berangkat " Ilham meraih tubuh Kiano dan gendongan nya, meletak kan Kiano duduk di pundaknya.


" Jangan Kak, kamu kan sibuk. Lagian kamu kesini mau bahas masalah kerja sama kan ? "


" Sudahlah Ra, kita hibur keponakan ku dulu. Baru kita berbicara tentang kerja sama. Lagi pula kita bisa membicarakan nya, disana nanti. " Ilham berjalan keluar dari ruangan Hummairah, dengan suara tawa Kiano yang riang.


Hummairah akhirnya menyerah dan mengikuti


" Sakinah, ayo ikut " Perintah Hummairah pada asisten nya.


Sakinah mengikuti Hummairah dari belakang, Ia tak lupa membawa perlengkapan ana asuhnya.


Mereka tiba di arena bermain yang terletak di sebuah Mall terbesar di kota itu.


Ilham menemani Kiano bermain, Hummairah dan Sakinah hanya melihat dari luar arena.


Tiba tiba mata Hummairah menangkap sosok seseorang yang Ia kenali.


" Mas Kendra " Tanpa Hummairah sadari bibirnya menyebut nama itu.


Kendra sedang berbelanja bersama Olivia,


Akhirnya mereka pulang. Ilham mengantarkan Hummairah kembali ke kantornya.


" Makasih ya Kak "


" Untuk ? "


" Untuk hari ini, dan untuk semua yang kamu lakukan pada Kiano "


" Hey... Ayolah dia putra mu, berarti di juga keponakan ku. Jadi tak kan jadi masalah untuk ku "

__ADS_1


" Hemmm.... Baiklah, aku pulang dulu Kak. Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam, hati hati Ra. Jangan lupa, aku disini selalu ada untuk membantu mu. "


" Iya, aku tau. Kau adalah Kakak yang terbaik untuk ku. "


Hummairah masuk ke dalam mobil, dan meninggalkan Ilham.


" Kau berhak bahagia Ra, Kendra akan menyesal telah menyia nyiakan mu. "


Ilham pun masuk kedalam mobilnya, kemudian meninggalkan pelantaran hotel.


Hummairah tiba di rumah tepat pukul 9 malam, Ia disambut oleh mertua dan tante Christien.


" Baru pulang Ra ? " Tanya Mama


" Iya, Ma. Tadi Kiano ngajak pergi ke arena bermain dulu. "


" Selalu menuruti kemauan anak, mau jadi apa naka kami kalau apa apa kamu turuti. " Sela Tante


" Sudahlah Christien, biarkan saja mungkin Hummairah ingin menghibur dan membahagiakan anaknya dengan cara membawanya ke arena bermain."


" Masih banyak cara membahagiakan anak, berada di rumah mengasuh dan menemani nya juga bisa bikin anak bahagia. "


" Sudah cukup Christien.... Sudah Ra, cepat naik ke kamar kamu. Bawa anak kamu istirahat. " Lanjut Mama


Hummairah mengangguk dan pergi meninggalkan mertuanya.


Hummairah mendengar bagaimana mertuanya di berikan ceramah oleh Tante Christien.


Sesampai di kamar Kiano, Hummairah segera mengganti pakaian anaknya. Setelah selesai giliran Ia membersihkan diri.


Tak lama kemudian Hummairah keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar setelah mandi. Ia pergi ke walk closet, untuk mengambil baju tidurnya. Kemudian beranjak tidur.


Tepat pukul 2 dini hari, Hummairah merasakan seseorang masuk kedalam kamarnya. Hummairah perlahan membuka matanya.


" Mas kamu baru pulang ? " Tanya Kendra


" Iya, aku sibuk banget seharian ini sayang " Ucap Kendra mengelus kepala istrinya, dan ketika Kendra ingin mengecup nya, Ia segera mengelak.


Kendra terkejut dengan perlakuan istrinya.


" Kenapa sayang ? "


" Kamu dari mana ? " Tanya Hummairah lembut


" Aku dari kantor "


" Sayang, aku gak bohong. Aku benar benar dari kantor "


Hummairah menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum miris.


" Jawab aku jujur, kamu dari mana ? "


" Sayang, aku udah jujur lho. Aku memang berada di kantor seharian ini "


" Kamu bohong Mas, aku tau kamu bohong "


" Aku gak bohong. Aku jujur....


" Aku tadi sempat menelpon ke kantor kamu, sekretaris kau bilang kau sedang keluar. "


" Oh ya, aku hampir lupa. " Ucap Kendra menepuk keningnya " Tadi aku memang ada meeting di luar "


" Meeting di Mall bersama Olivia ? "


Kendra terkejut dan membelalakkan matanya.


" Mau jawab apa ? Apa ada alasan lain lagi ? "


" Sayang itu aku.... "


" Cukup Mas.... Cukup. Cukup kamu bohongin aku, bohongin anak kamu. " Air mata Hummairah sudah tak terbendung lagi.


Kendra hanya bisa tertunduk dan terdiam


" Apa kamu tau, Kiano menunggu kamu sampai lelah dan tertidur. Apa kamu tau bagaimana aku mencari cara agar Dia tidak kecewa. Dan apa kamu tau, apa yang akan terjadi seandainya Dia tau mengapa Daddy membatalkan janji padanya hanya karena menemani wanita yang terus terusan mengaku menganggapnya sebagai adik, padahal di luar itu semua ada rasa tersimpan di hatinya ? "


Kendra masih terdiam dan berkata sedikitpun.


" Kamu udah kelewatan Mas, mulai besok aku akan pergi dari rumah ini. Dan tinggal di apartemen milik Kakek. " Ucap Hummairah berlalu


" Jangan begitu Ra, aku gak bisa tanpa kamu dan Kiano. "


" Kalau begitu, usir Olivia dan tante keluar dari rumah ini "


Sekali lagi Kendra terkejut


" Aku tak bisa melakukannya Ra. "


" Kalau begitu, bersiaplah hidup tanpa aku dan Kiano. " Hummairah keluar dari kamarnya dan menuju kamar putranya kemudian mengunci nya.


Kendran mengikuti dari belakang

__ADS_1


" Ra... Ra.. Buka pintunya sayang, kita bisa dibicarakan ini baik baik. " Kendra masih saja mengetuk pintu kamar Kiano, tapi sedkit pun tak ada jawaban dari Hummairah.


Akhirnya Kendra meninggalkan kamar itu dan kembali ke kamarnya.


Pagi hari Hummairah telah siap dengan semua barang bawaannya.


" Sayang pikirkan lagi keputusan kamu " Pujuk Mama


" Ara udah memutuskan Ma, Ara akan bawa Kiano bersama Ara dan tinggal di apartemen milik Kakek. Selama Olivia ada disini Ara akan pergi dari sini. "


" Baguslah kalau kamu sudah sadar, kenapa gak dari dulu aja perginya. "


" Cukup Christien, jangan ikut campur dengan urusan keluarga ku " Ucap Mama menahan air matanya


Kiano terdiam berada dalam gendongan Hummairah.


Lusy yang khawatir segera naik ke atas dan menggedor pintu kamar Kendra.


Tak lama Kendra pun keluar dari kamarnya.


" Ada apa Lusy ? "


" Nyonya Tuan... Nyonya Muda mau bawa Den Kiano pergi "


Mendengar perkataan Lusy Kendra bergegas turun kebawah.


" Ra, kamu mau kemana ? " Tanya Kendra


" Seperti yang aku katakan kemarin Mas, aku akan bawa Kiano bersamaku. "


" Jangan Ra, kamu tau kan aku gak bisa tanpa kamu dan Kiano "


" Sudahlah Kendra biarkan Dia pergi, istri tidak berguna seperti itu jangan di pertahanankan. " Ucapan Tante serta merta membuat hati Hummairah pedih.


Tiba tiba


" Siapa yang tidak berguna ? " Ucap seseorang.


Semua menoreh ke arah suara


" Ilham ? " Ucap semuanya


" Ya, aku disini. Kenapa kaget ? "


Melihat Ilham, Kiano langsung meluncur dari gendongan Ummi nya, dan berlari menuju Ilham dan memeluknya.


Ilham pun tanpa sungkan langsung memeluk dan menggendongnya.


" Hai tampan ? Kemana kita hari ini ? "


" Ayo kita naik motor hari ini Paman " Ajak Kiano


" Sesuai permintaan pangeran. "


" Ayo Sakianah " Ajak Hummairah pada asistennya, kemudian masuk ke mobilnya.


Sementara Kiano berada di mobil Ilham.


Kendra mencoba menghentikan langkah Hummairah.


" Sayang dengarkan aku dulu, kita bicara baik baik ya ! " Kendra memohon " Kamu jangan pergi, aku mohon jangan pergi lagi. "


" USIR MEREKA, MAKA AKU AKAN TETAPBBERADA DISINI !!! "


Kendra terdiam.


" Kenapa ? kamu tak bisa melakukannya ? "


" Maafkan aku sayang. Aku... " Belum sempat Kendra melanjutkan


" Maka jangan cegah aku pergi " Ucap Hummairah tegas. " Jalan Pak " Perintah Hummairah kepada supir.


*bersambung


aku kasih visualnya Kiano yaaa


Ini Kiano lagi nungguin Deddy nya.


Lucu yaas... Gemezzzz aku


Jangan lupa VOTE


Jangan lupa LIKE


Dan kasi aku Boom Bintang Lima


thank you


I LOVE U ALL


i*


__ADS_1


__ADS_2