CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
195.


__ADS_3

Nyonya Sofia begitu sedih saat mendengar kabar dari keluarga Kendra tentang penolakan Kanayah, Nyonya Sofia menjadi pendiam dan enggan berbicara pada siapapun termasuk suami dan putranya.


"Mama gak mau bicara pada kamu, kalau kamu belum berhasil membuat Kanayah jadi menantu Mama, dan Mama juga bakal mogok makan kalau kamu pun ikutan menolak perjodohan ini." ancam Nyonya Sofia.


"Ma... jangan seperti anak kecil, putri mereka menolaknya, mungkin ia sudah memiliki pasangan sendiri." pujuk Nathan.


"Putri keluarga Kendra itu tidak seperti gadis lain yang sukanya pacaran, mereka memiliki bekal ilmu agama yang kuat dari kedua orang tuannya."


"Oh ya.... lantas kenapa dia membangkang ucapan orang tuanya."


"Itu karena yang Kanayah masih belum mau menikah dan masih ingin melanjutkan pendidikannya."


"Ma... kalau hanya pendidikan dan karir, setelah menikah juga bisa dikejar Ma. Banyak kok istri temannya Nathan yang tetap kuliah meskipun telah berkeluarga, bahkan memiliki anak."


"Benarkah..."


"Iya Ma.. untuk apa Nathan bohong."


"Baiklah, kalau begitu Mama mau kamu janji sama Mama."


"Janji? janji apa Ma?"


"Kalau misalnya Mama bisa membujuk Kanayah jadi menantu Mama, maka kamu harus menerima dia jadi istri kamu."


"Hemmm... baiklah, Nathan janji. Tapi jika dia masih menolak juga, Mama harus menyerah dan biarkan Nathan menentukan pilihan."


"Oke... sepakat." Nyonya Sofia mengulurkan tangan dan menjabat tangan putranya.


"Itu tidak akan berhasil Mama." gumam Nathan dalam hati.


"Kamu lihat saja apa yang akan Mama lakukan agar Kanayah jadi menantu Mama Nathan. Kamu tidak akan bisa menolak apalagi menghindar."


"Kamu lihat saja apa yang akan Mama lakukan, agar Kanayah jadi menantu Mama Nathan, dan kamu tidak akan bisa menolak dan menghindarinya."


Keduanya sama-sama menyeringai licik dan larut dalam pikirannya.


.....


"Maaf Nyonya, ada Non Kayla." ucap pelayan.


"Suruh masuk aja Mbak." jawab Hummairah yang langsung menghentikan kegiatannya.


"Assalammu'alaikum Mi." sapa Kayla memeluk dan mencium tangan Hummairah.


"Waalaikumsalam... ayo masuk Kay, apa kabar?"


"Baik Mi."


"Duduk Kay...." ucap Hummairah mempersilahkan tamunya.


"Gini Mi, kedatangan aku kesini mau ngundang Ummi dan seluruh keluarga disini untuk datang di pernikahan aku dan Juna lusa nanti."


"Kamu mau menikah? Selamat ya Kay, Ummi senang sekali mendengarnya."


"Iya Mi, untuk iti Kayla yang datang sendiri ngundang Ummi dan keluarga."


"Iya.. Insyaallah Ummi dan yang lain akan pergi."


"Kirana dan Fachri juga ya Mi, Kayla udah gak nyimpan nomernya lagi."


"Iya nanti Ummi sampaikan."


"Kalau gitu, saya permisi dulu ya Mi. Juna dan putrinya lagi nungguin saya di kantornya." Kayla mencium tangan Hummairah dan Hummairah pun memeluknya.


"Iya sayang, hati-hati ya. Semoga lancar sampai hari H."


"Aamiin... makasih ya Mi." Kayla pun keluar meninggalkan Hummairah sendiri ditaman.


"Assalammu'alaikum." ucap Kendra dan Kiano bersamaan.


"Waalaikumsalam... kalian udah pulang." Hummarah menyambut suaminy dan mencium tangannya.


"Kayla dari sini Mi?" tanya Kiano sambil mencium tangan Umminya.


"Iya, ketemu ya?"


"Iya, ngapain dia kemari Mi?" tanya Kiano lagi.


"Ciee... yang ngepoin mantan." ledek Daddy Kendra.


"Daddy... aku gak kepoin dia."


"Lalu?"


"Mau tau aja, ngapain dia kesini."


"Sama aja ucup." jawab Kendra gemas dengan putranya.


"Sudah... Kayla kesini mau ngundang kita sekeluarga ke acara nikahannya dia." jelas Hummairah menengahi.


"Kayla mau nikah? sama siapa?" tanya Kiano bingung.


"Sama Juna, atasannya di kantor." jawab Hummairah.

__ADS_1


"Oh ya... lalu si Kai Zhuo bagaimana?"


"Itu bukan urusan kita, yang jelas dia ngundang dan kita wajib datang kalau tidak ada halangan yang berarti." tutur Hummairah.


"Sayang... aku mau mandi, kita ke kamar yuk!" ajak Kendra sambil mengedipkan matanya.


Hummairah menganggukan kepalanya.


"Daddy mau mandi... mandi aja, ngapain ngajakin Ummi." Kiano mulai memancing Daddy nya.


"Daddy kalau bukan Ummi kamu yang mandiin, Daddy gaj akan mandi." jawab Kendra.


"Daddy lebay banget sih, biasanya waktu Ummi ke rumah Opa Daddy mandi sendiri juga." Kiano kembali memancing.


"Itu beda, kalau Ummi kamu ada dirumah Daddy maunya Ummi kamu harus mandiin Daddy."


"Alaah... bilang aja Daddy.."


"Sudah cukup, Kiano kamu masuk ke kamar dan temui istri kamu yang seharian ini gak bangun."


"Apa? Ummi serius, ya udah Kiano ke kamar dulu deh." Kiano pun berlari ke kamarnya menemui istrinya.


"Mas, ayo ke kamar."


"Siap Nyonya." Kendra pun mengikuti langkah istrinya dan masuk ke kamarnya.


.....


Kiano membuka pintu kamar perlahan, kemudian berjalan masuk dan menutup pintu kembali. Ia meletakan tas, membuka jasnya dan melepas semua atributnya. Kiano pun berjalan masuk ke kamar mandi, setelah selesai ia mendekati istrinya yang masih terlelap diranjangnya.


Kiano memebelai lembut wajah Zavira, kemudian mengecup kening dab pipinya. Perlahan mata Zavira terbuka dan tersenyum menatap wajah suaminya.


"Kamu udah pulang Mas?" tanya Zavira dengan suara serak.


"Iya... aku juga udah mandi, udah wangi nih." Kiano mendekatkan tubuhnya ke hidung Zavira.


Zavira menciumnya dan tersenyum, perlahan tangan Zavira terulur dan memeluk Kiano erat.


"Sayang.. aku pakai baju dulu ya." ucap Kiano membelai rambut istrinya.


"Gak usah... aku suka kamu begini, wangi." Zavira makin mengeratkan pelukannya.


"Sayang jangan begini, kalau begini si Jon bisa bangun."


"Terserah.. mau si Jon, si Bob, si Unyil, siapa pun dia aku gak peduli. Yang penting aku suka kamu dalam keadaan begini, kamu kelihatan SEXY."


"Benarkah? Kalau begitu, biarkan aku akan tidur disampingmu, kalau si Jon bangun kamu harus siap-siap menidurkannya." jawab Kiano menyeringai.


Kiano pun memeluk Zavira dalam dekapannya dan mulai memejamkan mata.


.....


"Kamu udah bicara sama Kanayah sayang?" tanya Kendra.


"Sudah Mas." jawab Hummairah singkat.


"Apa jawaban Kanayah?'


"Dia menolak dengan keras."


"Aku udah menduganya, Kanayah itu anaknya keras kepala."


"Iya... sama seperti Daddynya." goda Hummairah mencolek pipi suaminya.


Kendra menangkap tangan istrinya dan menariknya hingga duduk diatas pangkuannya. Kendra memegang tengkuk istrinya kemudian ******* bibir Hummairah tanpa ampun. Lidah Kendra telah menerobos masuk dan bermain didalam mulut Hummairah. Perlahan tangan Kendra menarik retsleting baju istrinya, Kendra mengalihkan ciumannya turun keleher jenjang Hummairah dengan tangan yang kini mulai aktif menggerayangi setia inci tubuh istrinya.


Terdengar lenguhan dari yang keluar dari bibir Hummairah yang sedari tadi berusaha ia tahan dengan menggigit bibirnya. Kendra tersenyum mendengar desahan istrinya, ia semakin semangat melanjutkan kegiatannya. Kendra menghempaskan tubuh Hummairah ke ranjang dan mulai menindihnya. Permainan masih berlanjut, hingga mereka sama-sama mencapai puncak kenikmatan, tubuh Kendra luruh di atas Hummairah dengan napas yang tidak beraturan, dan keringat membasahi seluruh tubuhnya.


Kendra tersenyum dan mengecup kening istrinya, Hummairah beranjak bangun.


"Kamu mau kemana?" tanya Kendra kembali memeluk pinggang Hummairah posesive.


"Aku mau mandi, bentar lagi masuk magrib." Hummairah menarik handuk yang tergeletak dilantai, yang sebelumnya Kendra gunakan.


"Sebentar lagi." Kendra kembali menarik Hummairah berbaring disisinya.


"Aku mau mandi.... tuh liat ini udah jam berapa, bentar lagi magrib."


"Ya udah, ayo kita mandi bareng."


"Gak ada, mandi bareng yang ada aku bakal di kerjain lagi." tolak Hummairah.


"Gak ko, beneran."


"Bener ya..." ujar Hummairah.


"Iya... " seringai Kendra licik.


"Ya udah ayo..." Hummairah beranjak dan masuk kedalam kamar mandi, di ikuti oleh Kendra dari belakang nya.


Disaaat Hunmairah lengah, Kendra pun kembali melancarkan aksinya.


"Mas, katanya cuma mandi lho." seru Hummairah.

__ADS_1


"Iya mandi..."


"Kamu udah janji lho..."


"Aku bo'ong.." dan Kendra pun kembali mengerjai istrinya hingga lemas tidak berdaya.


.....


Semua sibuk dan bersiap untuk pergi ke pernikahan Kayla.


Kirana, Fachri serta kedua orang tua Fachri telah tiba disana, tidak lama kemudian Kendra dan keluarganya tiba di tempat pesta. Kirana pun mengajak keluarga suaminya untuk bergabung dengan keluarganya.


Saat merek asyik berbincang, tiba-tiba satu keluarga menyapa mereka. Keluarga Jhonson juga diundang dipesta itu, mereka pun menghampiri Keluarga Kendra.


"Selamat malam Tuan dan Nyonya Kendra, Tuan dan Nyonya Reza beserta yang lainnya." sapa Nyonya Sofia ramah. Kemudian matanya tertuju pada Kanayah yang sedari tadi tampak cuek dan tidak menikmati acaranya.


"Selamat malam Tuan dan Nyonya Jhonson, senang bisa bertemu kembali disini." ujar Kendra.


Dan mereka pun kembali berbincang.


"Oh ya... perkenalkan ini Nathan putra kami." ujar Nyonya Sofia memperkenalkan Nathan pada semuanya.


Nathan pun menyalami satu persatu, hingga tiba giliran wanita dikeluarga Kendra. Nathan dibuat heran dengan perilaku sopan tapi aneh dimata Nathan, mereka tidak mau bersalaman dengan seseorang yang bukan anggota keluarganya. Nyonya Kendra, anak perempuan dan menantu perempuannya. Begitu juga dengan anak dan menantu laki-lakinya, mereka juga tidak mau bersentuhan dengan perempuan mana pun kecuali sanak saudaranya.


Mata Nathan tertuju pada sosok manis yang berdiri diam dibelakang Kendra. Kanayah menganggukan kepala dan tersenyum tipis, kemudian kembali bersembunyi dibalik badan Daddynya. Nathan mengernyitkan dahi dan tersenyum sembari menggelengkan kepala.


"Apa kabar Nath?"


"Baik.. anda sendiri bagaimana Tuan Kendra."


"Alhamdulillah baik, bagaimana bisnis lancar?"


"Masih lancar Tuan, dan tidak ada masalah." jawab Nathan.


Mereka pun kembali mengobrol setelah Kiano dan Fachri ikut bergabung, Kanayah menghampiri Daddy Kendra.


"Daddy... pulang yuk, udah malem."ajak Kanayah.


Mata Nathan kembali menatap dalam pada Kanayah, Kiano dan Fachri saling berpandangan dan saling memberi kode.


"Sebentar sayang, kita pamit pada tuan rumah dulu. Kamu ajak Ummi dan Kakak kamu ya." ucap Kendra lembut. Kanayah mengangguk dan berjalan menjauh dari mereka.


Selepas kepergian Kanayah, Kiano dan Fachri mendekati Nathan.


"Cantik ya..." ucap Kiano.


"Iya..." jawab Nathan yang masih memperhatikan Kanayah.


"Siapa yang cantik?" Fachri ikut-ikutan bertanya.


"Itu.. gadis yang tadi." jawab Nathan tanpa sadar.


"Itu namanya Kanayah, adik bungsu gue." seru Kiano langsung diiringi gelak tawa ia dan Fachri. Nathan yang bari sadar dikerjai oleh Kiano dan Fachri pun, ia pun menggaruk kepalanya menahan malu.


"Mau mendekatinya?" tanya Kiano.


"Boleh?" tanya Nathan.


"Tentu saja." jawab Kiano.


"Tapi kan Kanayah galak Ki." tambah Fachri.


"Oh ya?" Nathan terkejut.


"Galak juga kalau sama orang yang gak dikenal, kalau udah kenal gak akan kayak gitu kok." Kiano memberi semangat.


"Benarkah?"


"Coba saja."


"Oke..."


"Nathan... kami akan pulang, sampai ketemu lagi." ujar Kendra menjabat tangan Nathan.


"Iya Tuan, saya juga sudah mau pulang." jawab Nathan


"Oh ya... mulai sekarang jangan panggil saya Tuan. Cukup panggil saya Om."


"Oke... tidak masalah."


"Kami pamit dulu."


"Hati-hati Om."


Mata Nathan kembali menatap Kanayah yang tidak mau jauh dari Daddynya. Nathan juga terkejut saat Mamanya dan Kanayah saling berpelukan dan Mamanya mencium Kanayah.


"Kenapa Mama bisa sedekat itu sama Kanayah?" Nathan pun berjalan mendekati mereka.


Mata Nathan beradu pandang dengan Kanayah, tapi Kanayah segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.


bersambung.


Hayoooo...

__ADS_1


si Nathan udah mulai suka sama Kanayah tuh....


__ADS_2