CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
75


__ADS_3

" Mas, "


" Heemmmm "


" Mas tidak ke kantor hari ini " Tanya Hummairah pada Kendra yang masih berada dalam pelukan suaminya.


" Tidak, aku akan menemani mu hari inj, seharian " Jawab Kendra mengecup puncak kepala istrinya.


" Kenapa, disini kan ada Mama, Nanny, Kakek, Sakinah dan banyak lagi "


" Mereka semua pergi keluar hari ini "


" Kemana ? "


" Menjenguk Medinah dirumah sakit "


" Aku ikut ya " Hummairah keluar dari pelukan.


" Tidak " Kendra menariknya kembali. " Kamu harus tetap dirumah hingga kamu benar benar sehat. "


" Tapi aku udah sehat "


" Tidak, kamu boleh keluar hanya untuk konsultasi. Itu pun harus pergi dengan ku " Kendra mengecup hiding mungil istrinya.


Hummairah kembali memeluk tubuh Kendra dan menghirup dalam dalam aroma tubuhnya.


" Dimana Kiano ? " Tanya Hummairah


" Sudah pergi sekolah bersama Sakinah diantar oleh supir "


" Viktor ? "


" Viktor masih dalam pemulihan, jadi masih belum bisa bawa mobil. "


Hummairah mengangguk dan mengeratkan lagi pelukannya.


Saat mereka asik bercanda, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.


Tok.... Tok.... Tok...


Kendra beranjak berdiri dari tempat tidur, Ia bingung siap yang berani mengganggu waktunya bersama istrinya.


Setelah Ia memastikan Hummairah selesai memasang jilbabnya, Ia segera membuka pintu kamar.


Ceklek...


Seorang pelayan yang terlihat ketakutan karena mengganggu majikannya.


" Ada apa ? " Tanya Kendra


" Maaf Tuan, dibawah ada Polisi. Katanya mau ketemu sama Tuan " Pelayan itu menjawab dengan terbata.


" Baiklah tunggu sebentar, jangan lupa buatkan minuman untuk mereka. "


Pelayan itu mengangguk dan bergegasa menjalankan perintah Tuan nya.


Kendra menutup pintu, dan masuk ke kamar mandi.


Saat keluar dari kamar mandi Hummairah melambaikan tangannya kepada Kendra, agar Ia menghampiri Hummairah.


" Apa ? Tanya Kendra heran


Hummairah tak menjawab pertanyaan suaminya, Ia langsung memeluk dan menghirup dalam dalan aroma tubuh Kendra yang baru selesai mandi.


" Sudah selesai ? " Tanya Kendra


Hummairah menggeleng.


" Dibawah polisi sedang menunggu ku "


Mata Hummairah membulat.

__ADS_1


" Mau apa mereka " Masih asyik mencium dada bidang Kendra


" Perkembangan masalah penculikan kamu " Kendra perlahan melepaskan pelukan tangan Hummairah.


" Aku temui mereka dulu ya, kamu tunggu disini. " Kendra berjalan menuju lemari mengambil pakaian santainya.


Selesai berpakaian Kendra melirik kearah Hummairah yang telah terlelap, Kendra menghampiri dan mengecup keningnya.


Cristien dan Olivia sangat terkejut dengan kedatangan polisi.


Mereka tampak ketakutan, terlebih Cristien.


Cristien kebih tegang saat melihat Kendra keluar dari kamarnya dan turun menemui para petugas itu.


" Selamat pagi Tuan, maaf sudah mengganggu istirahat anda " Ucap seorang perwira tertinggi.


" Tidak apa apa. Ada apa, apa ada perkembangan dari kasus penculikan istri saya ? "


" Begini Tuan, untuk kasus itu kami memang belum bisa menemukan saudara Vans. Tapi ada sesuatu yang kami temukan setelah semalam anggota kami berhasil menangkap pelaku penabrak Dokter Medinah. " Jelas petugas itu.


Wajah Cristien memucat mendengar laporan petugas kepada Kendra.


Lalu salah satu dari mereka memberikan Kendra sebuah map, Kendra meraih map tersebut dan membukanya.


" Ini apa ? Tanya Kendra


" Itu adalah keterangan dari pelaku, mereka berjumlah 4 orang, 2 yang mengikuti Dokter Medinah, dan 2 lagi yang menabraknya. "


" Jadi, apa mereka mengaku siapa yang menyuruh mereka ? "


" Setelah kami melakukan introgasi, akhirnya mereka mengaku. Dan yang menyuruh mereka adalah saudara Vans. "


Kendra mengepalkan tangannya menahan amarahnya.


" Terus lanjutkan pencarian, aku mau Vans tertangkap hidup hidup. Dan proses Dia secara hukum yang berlaku, aku tidak jadi menarik kasus penculikan atas istriku. " Ucap Kendra lantang.


" Baiklah Tuan, kalau begitu kami permisi dulu Tuan. " Mereka pun pamit undur diri.


Cristien terlihat cemas setelah mendengar pernyataan Kendra.


" Kendra Tante ingin bicara " Ucap Cristien tergagap.


Kendra kembali duduk, Olivia pun ikut duduk bersama mereka.


" Ada apa Tante ? " Tanya Kendra dingin.


Cristien mengumpulkan keberaniannya untuk mulai bicara.


" Kendra apa benar kamu akan meneruskan kasus penculikan Hummairah " Tanya Cristien penuh ketakutan


" Iya Tante, aku akan melanjutkan kasus ini. "


" Tapi kan Kendra kau tahu, Vans itu kan saudara sepupu kamu apa kamu juga tidak memikirkan itu "


" Apa Vans juga tidak memikirkan iru sebelum melakukan kejahatannya. Dia menculik istriku, oke aku bisa memaafkan nya. Tapi kemarin Dia hampir mencelakai nyawa orang lain. "


" Tapi Kendra, kamu kan tau mungkin Vans hanya ingin menakutinya.. "


" Menakuti, Tante bilang mencelakai orang hingga orang itu cidera berat Tante bilang menakuti. Apa harus sampai orang itu mati baru Tante bilang itu serius. "


" Kendra Tante mohon, jangan seperti itu. Kamu pikirkan lagi, Tante tidak mau kalau sampai Vans masuk penjara. " Ucap Cristien meneteskan air mata.


" Maaf Tante, tidak untuk kali ini. " Kendra mengakhiri ucapan nya dan berjalan naik keatas menuju kamarnya.


Olivia juga terlihat ketakutan.


Bagaimana ini, kalau Vans sampai tertangkap dan masuk penjara maka aku juga akan terseret. Aku harus segera menyelamatkan diri, aku akan bilang pada Kendra bahwa aku akan membantunya. Dan aku akan memberitahu Kendra dimana Vans bersembunyi, untuk itu aku akan selamat dari tuntutan Kendra. Dan aku akan kembali merayunya, aku tahu istrinya sedang tidak sehat jadi aku akan jadi penawar dahaganya.


Olivia tersenyum licik.


Tanpa Cristien ketahui Olivia mengikuti Kendra naik keatas.

__ADS_1


" Kendra " Panggil Olivia


Kendra menghentikan langkahnya dan membalikkan badan.


" Ada apa ?


" Ada sesuatu yang mau aku kasi tahu "


" Apa, kalau berkenaan dengan memaafkan Vans lupakan. Aku tak akan pernah merubah keputusan ku. " Kendra berucap dingin


" Bukan, bukan itu. Aku akan memberitahu mu tentang Vans "


Kendra mengernyitkan alisnya.


" Ikut dengan ku " Kendra berjalan menuju ruang kerjanya.


Setelah mereka masuk kedalam


" Apa yang ingin kau bicarakan. "


" Sebelum aku mengatakannya, aku mau kamu berjanji untuk melindungiku dari Vans dan Tante Cristien. "


" Baiklah, tapi aku tidak berjanji jika seandainya kau juga terbukti bersekongkol. "


Olivia mengangguk tanda mengerti.


" Katakan apa yang kau ketahui "


" Sebenarnya Vans lah yang merencanakan penculikan terhadap Hummairah. " Olivia pun menceritakan semuanya, tapi Ia tidak memberitahu Kendra bahwa Ia juga ikut terlibat dalam kejadian itu.


" Kecelakaan yang menimpa Medinah, apa kau juga tau rencana Vans ? " Tanya Kendra


" Iya, aku mendengar Tante menelpon Vans dsn merencanakan semuanya. Tante juga yang memberitahu Vans Medinah keluar dari rumah ini menuju rumah sakit. "


Tanpa Olivia sadari Kendra telah merekam ucapannya.


" Apa kau tahu, dimana Vans bersembunyi ? "


" Tentu saja aku tahu, " Olivia mulai melancarkan aksinya untuk merayu Kendra.


Kendra yang sudah tahu akan hal itu, hanya mengikuti alur permainan Olivia.


Olivia mendekati Kendra dan memeluknya dari belakang. Kendra tidak bergeming, Ia sebenarnya jijik dengan Olivia, tapi demi mencari tahu keberadaan Vans Kendra harus menahan semua rasa muaknya.


" Vans berada disuatu tempat, Ia tinggal disebuah rusun yang sederhana. " Tangan Olivia menyusuri tidap lekuk tubuh Kendra.


Kendra membalik badannya, dan tersenyum kepada Olivia. Kendra mengelus pipi Olivia, mengusap bibirnya dengan jari.


Mendapat perlakuan seperti itu Olivia merasa mendapat lotre, Ia merasa berhasil menjalankan rencananya untuk merayu Kendra.


" Katakan padaku, dimana alamatnya " Kendra masih memainkan jarinya di bibir Olivia.


Olivia pun menyebut suatu daerah diluar kota, Kendra sudah merasa mendapat apa yang Ia mau.


Kendra memberi kecupan di pipi Olivia.


" Terimakasih atas apa yang kau lakukan hari ini. " Kendra keluar dari ruang kerjanya.


Olivia tersenyum senang karena Kendra menciumnya.


Kendra masuk kedalan kamarnya, langsung masuk ke kamar mandi, menyikat gigi, berkumur, dan menempelkan odol ke bibirnya. Ia ingin menghilangkan jejak Olivia tubuhnya.


Kendra menelpon pelayan untuk naik ke kamarnya. Hummairah terbangun, Ia heran melihat suaminya uring uringan.


" Mas, kamu kenapa ? Bibir kamu, itu apa ? "


Saat Kendra akan menjawab, pelayan datang. Kendra membawa pakaian yang Ia gunakan tadi dan menyerahkan ke tangan pelayan.


" Buang pakaian ini, kalau kau mau kamu boleh ambil untuk saudara mu " Ucap Kendra tegas dan kembali menutup pintu.


Aku benar benar jijik, bagaimana aku menghilangkan jejak ini.

__ADS_1


Kendra meliaht Hummairah sedang menatap nay bingung. Ia tersenyum licik, Kendra segera mencuci bibirnya kemudian mendekati istrinya. Ia segera menyerang istrinya dengan ciuman, hingga wanita itu kesulitan berbafas.


__ADS_2