
"Pokoknya kamu pulang, temani Ummi ambil surat kelulusannya Kirana." perintah Hummairah pada Kiano putranya.
"Iya Ummi, iya Kiano pulang. Ya udah, sudah dulu ya, Kiano mau lanjut ngampus lagi nih. Assalamualaikum Mi." Kiano menutup telponnya.
Kiano menghela napas panjang, Fachri yang melihat hal itu segera mendekatinya.
"Kenapa lagi?" tanya Fachri.
"Ummi nyuruh aku pulang." jawab Kiano.
"Terus, kenapa lu kayak dilema gitu?"
"Aku males kalau harus ke sekolahnya Kirana."
"Kenapa dengan Kirana?"
"Lusa Kirana ambil amplop kelulusan, Daddy lagi gak ada. Ummi paling gak mau pergi kalau gak ada salah satu dari kami."
"Oh ya, aku ikut ya. Temanin kamu, biar disana kamu ada temannya." Fachri merayu Kiano.
"Modus lu, bilang aja mau ketemu Kirana."
"Tuh langsung paham heheee..." gelak Fachri
"Ya udah pesan tiket sekarang." perintah Kiano.
Ponsel Kiano kembali berdering, Kiano segera melirik nama si pemanggil. Kening Kiano berkerut, nomor tidak dikenal.
"Hallo, siapa nih?" tanya Kiano ketus.
"Hai Tuan sombong, buka pintu apartemen mu, aku ada diluar." ucap suara dari seberang, kemudian menutup telponnya.
Kiano mengernyitkan dahi nya heran. Tidak lama kemudian terdengar bel pintu apartemen Kiano berbunyi.
Kiano pun beranjak untuk membuka pintu. Kiano mengernyitkan alisnya, menatap seseorang yang adad di hadapannya.
"Cari siapa?" tanya Kiano.
Mata gadis itu menatap Kiano dalam. "Aku nyariin kamu, nih ponsel yang kemaren kau ganti." gadis itu memberikan sebuah bungkusan berisi sebuah handphone keluaran terbaru.
"Maaf, kamu siapa? Kenapa kamu kasih saya handphone?" tanya Kiano.
"Kamu gak ingat aku, aku yang kemaren nabrak kamu di bandara Jepang." kenang gadis itu.
Kiano pun mencoba kembali mengingat.
"Oh." hanya iti yang bisa keluar dari mulut Kiano.
"Oh" cuma Oh?" tanya gadis itu heran.
"Terus aku mesti gimana?" tanya Kiano.
"Aku mau minta maaf soal itu dan aku...."
"Aku sudah maafkan, dan soal ponsel terimakasih. Aku ga butuh lagi, sebab aku udah beli." ucap Kiano yang langsung masuk dan menutup pintu.
"Dasar gadis aneh." Kiano masuk kedalam kamarnya.
Fachri keluar dari kamarnya dan mendengar suara bel pintu, dna segera membuka pintu.
"Cari siapa?" tanya Fachri.
"Kok beda?" tanya gadis itu bingung.
Fachri ikut bingung dengan pertanyaan gadis itu. "Kamu kesini cari siapa?" tanya Fachri.
"Aku mau ketemu sama yang tadi."
"Oh dia, dia lagi tidur." jawab Fachri santai.
"Bangunin dong!" pinta gadis itu manja dan mulai mendekati Fachri.
"Jaga jarak!" teriak Fachri.
"Kenapa, aku bersih tau."
"Terserah, yang jelas jangan dekat-dekat." seru Fachri. "Eh kamu tau gak, cewek tuh gak boleh datang ke tempat cowok sembarangan kayak gini." ujar Fachri.
"Masa sih, aku udah biasa tuh." jawab gadi itu santai. "Oh ya kita kan belum kenalan. Kenalin nama aku Zee, kalau kamu dan teman kamu siapa?" Zee mengulurkan tangan nya
"Nama gue Fachri, dan teman gue nanti gue tanyain boleh gak kasih tau namanya ke orang-orang." jawab Fachri tanpa melihat Zee.
__ADS_1
"Sebenarnya aku udah tau namanya."
"Lha kenapa lu nanya lagi."
"Aku pengen kenalan langsung sama dia."
"Bisa gila gue ngeladenin nih cewek, mana pakaiannya kekurangan bahan dimana mana. Bisa luntur imna gue, gak boleh gue harus kuat demi hijrah gue. Lebih baik gue masuk." gerutu Fachri dalam hati.
"Kalau gak ada yang penting lagi, gue mau tidur ngantuk." Fachri masuk dan menutup pintu.
"Lu ladenin tuh cewek?" Kiano sudah berdiri dibelakang.
"Kaget gue. Mau bagaimana lagi."
Besok kalau dia datang lagi nyariin gue, bilang gue gak ada." ucap Kiano tegas.
"Oke." Fachri pun masuk ke kamarnya.
......
Kayla ingin menghubungi Kiano, tapi ia masih ragu apakah Kiano sudah memaafkannya.
"Melamun kay?" tanya seseorang yang berhasil membuyarkan lamunan Kayla.
"Kai Zy, gak aku lagi kangen sama Mama dna Papa." bohong Kayla.
"Benarkah, bukan kangen Kiano?" pancing Kai Zhou.
Kayla tersenyum tipis.
"Untuk apa lagi kamu memikirkannya Kay, sedangkan dia tidak pernah memikirkan kamu. Kalau dia memikirkan kamu sudah tentu dia akan segera menelpon dan meminta maaf padamu." ucap Kai Zhou
Kayla pun sependapat dengan Kai Zhou, sebab ini bukan murni kesalahannya. Seharusnya Kiano harus lebih mengerti akan dirinya, dan membiarkannya dengan pilihan hidupnya sendiri.
"Mau makan siang?" tawar Kai Zhou pada Kayla.
"Boleh, aku juga udah lapar." Kayla pun beranjak dari duduknya dna segera berjalan menyusul langkah Kai Zhou.
Sampai disebuah restoran, Kai Zhou segera mencari tempat untuk mereka kemudian memesan makanan. Kai begitu perhatian pada Kayla, ia benar-benar menyukai kayla. Tapi sebenarnya Kayla belum bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang Kiano, Kayla ingin tetap disini dna mengembangkan sayap nya disini tapi ia juga menginginkan Kiano sebagai pendamping hidupnya.
Katakanlah Kayla egois, hingga ia menginginkan semuanya. Ia menolak kemauan orang tua nya untuk jadi abdi negara atau setidaknya jadi seseorang yang bisa melanjutkan cita-cita kedua orangtua nya, seperti kedua Kakaknya.
Untuk itu lah Kayla ingin mempertahankan dirinya disini, apa pun yang terjadi Kayla akan tetap bertahan disini.
"Selamat siang." sapa seseorang.
Kayla pun mengangkat wajahnya, mata Kayla membulat saat tahu siapa yang menyapa mereka.
"Anda masih disini Tuan Kendra?" tanya Kai Zhou.
"Ya, lusa baru saya akan kembali ke Indonesia. Kalian keluar makan siang?" tanya Kendra.
"Ya, biasa menyenangkan hati calon istri saya." ujar Kai Zhou tersenyum pada Kayla.
Kayla diam tidak berani mengangkat wajahnya menatap Kendra.
Kendra tersenyum. "Ya sudah seharusnya, sayang sekali istri saya jauh, kalau tidak sayan juga akan membawanya kemari untuk makan disini."
"Apa anda yakin istri anda sedang merindukan anda Tuan Kendra?" tanya Kai Zhou.
Kendra tersenyum kembali. " Anda belum pernah bertemu dengan istri saya Kai Zhou, dia tipe wanita yang setia pada satu pria. Jika saya sedang berada jauh darinya, maka ia akan menjaga hati dna cintanya hanya untuk saya. Dan dia juga bukan wanita yang gampang untuk dibawa kemana-mana, kalau tidak ada saya dirumah, dia tidak akan meninggalkan rumah tanpa ijin dari saya. Itulah beda nya istri saya dan wanita anda. Permisi, selamat siang." Kendra pun pergi dari hadapan Kai Zhou dan Kayla.
Kayla terdiam, ia merasa ditampar oleh ucapan Kendra, semua apa yang dikatakan Kendra benar. Tapi Kayla masih teguh pada pendiriannya, maka ucapan Kendra barusan ia anggap angin lalu.
.......
Rumah Kendra dikejutkan dengan kedatangan keponakan dari mendiang alm. suami Nanny, Medinah mulai ketakuatan, tapi Hummairah menenangkannya.
"Na, bawa sikembar ke kamar dan jangan keluar." perintah Ummi nya.
Kirana pun membawa sikembar ke atas dna masuk kedalam kamar milik Kanaya, si pemilik tidak ada disana. Kanaya telah dikirim Kendra masuk sekolah militer sesuai permintaannya.
Dibawah Hummairah menyambut tamu dengan senyumnya.
"Silahkan duduk." ucap Hummairah.
Sudah basa basi nya, kami kesini mau ketemu Ilham. Dimana dia, bilang sama dia jangan sembunyi."
Hummairah masih tersenyum." Tapi Ilham sedang tidak ada disini." jawab Hummairah.
"Jangan bohong, saya tau anak dan istrinya saja ada disini, tentu dia juga ada disini."
__ADS_1
"Ilham sedang berada dikantornya saat ini."
"Kantornya dari mana, itu perusahaan milik paman saya. Seenak nya saja dia mengakuinya."
"Anda salah paham, Ilham tidak bermaksud untuk mengakui bahkan menguasai. Ilham hanya dipercaya mengelolah nya, Ilham juga kerja disana."
Medinah keluar dari dalam dan duduk disamping Hummairah.
"Nah ini istrinya, kamu juga kabur kesini ya?" celetuk salah satu diantara mereka.
"Dia tidak kabur saya yang memanggil mereka kemari." jawab Hummairah.
"Kamu siapa, kenapa dari tadi banyak bicara." tanya seseorang yang lebih tua diantara mereka.
"Saya menantu dari keluarga ini, saya istrinya Kendra Adi Utama Malik." jawab Hummairah mengangkat wajahnya.
Semua orang terkejut mendengar penuturan Hummairah. Tampak diantara mereka ada yang berbisik-bisik.
Mereka pun kembali membahas masalah perusahaan, hingga salah satu diantara mereka membentak Hummairah. Tapi Hummairah masih bisa menghadapinya, hingga orang itu mendorong Hummairah hingga jatuh membentur tembok.
Dan pada saat yang bersamaan Kiano, Fachri, dan Ilham tiba disana. Melihat Ummi nya di dorong jatuh membuat Kiano berang.
"Heyyy...." teriak Kiano yang langsung menghampiri orang itu, dan mendorongnya. Kiano mengamuk seperti orang kesetanan, Fachri dan Ilham mencoba melerai Kiano yang masih mencekik orang itu hingga kesulitan bernafas lagi.
"Kak hentikan Kiano, dia bisa membunuh orang kalau dibiarkan." seru Hummairah.
Ilham dan Fachri pun kembali mencoba menenangkan kiano yang masih belum melepaskan orang yang telah mendorong Ummi nya.
Kirana tiba-tiba turun dari atas saat mendengar keributan, melihat Kakaknya yang sedang beringas, ia pun mendekati Ummi nya.
"Mi, hanya Ummi yang bisa menghentikannya. Ayo Mi." Kirana menuntun Ummi nya me dekati saudaranya.
"Kiano sayang, Ummi tidak apa-apa Nak. Ayo tenangkan diri, nyebut Nak. Astagfirullahal'adzim." ucap Hummairah menyadarkan putranya.
Perlahan Kiano pun menjadi tenang, dan melepaskan cekikannya dileher orang itu.
"Kirana, Fachri bawa Kiano kembali ke kamarnya." perintah Hummairah.
Kirana dan Fachri pun segera membawa Kiano yang masih mengatur napasnya ke atas.
"Sudah, baiklah aku akan menyerahkan pada kalian semuanya. Tidak akan ada yang akan aku sisa lan lagi, aku sudah menghubungi pengacara dan ini surat perjanjian." ucap Ilham.
"Tapi Kak...." seru Hummairah.
"Tidak Rah, kali ini aku mohon dengarkan aku. Aku tidak mau kau dan keluarga mu terlibat."
"Tapi bagaimana dengan Nanny?"
"Aku yang akan menjelaskannya kepada Nanny, sekarang aku akan mengurus ini semuanya." Ilham pun menandatangani selembat surat, kemudian menyerahkannya kepada mereka.
"Baiklah, kami permisi." Mereka pun pergi meninggalkan rumah Hummairah.
"Me, dimana anak-anak?" tanya Ilham.
"Mereka di atas." jawab MEdinah.
"Jemput mereka, kita pulang sekarang." ucap Ilham.
"Tapi Kak, bukannya kalian lebih baik disinu dulu. Aku takut mereka akan kembali datang." seru Hummairah.
"Tidak Ra, aku akan membawa keluarga ku pulang. Dan lebih baik kamu pergi menemui Kiano Ra, dia pasti masih emosi." ucap Ilham pada Hummairah.
Medinah turun bersama si kembar, dan mereka pun pamit untuk pulang.
Hummairah menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka akan seperti ini jadinya.
*Bersambung
Hai... hai... hai...
aku Icha Mawik baca juga karya kedua ku ya
judulnya MENGEJAR CINTA SANG ASISTEN.
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak like dan komen di tiap eps nya, vote dan Boom lima BINTANG.
Terimakasih
salam sayang author selalu
**I LOVE U ALL***
__ADS_1