
Kendra masih menatap layar laptop nya, Ia menyelasaikan laporan yang Ifan kirimkan.
Suara tangis Kirana menyadarkannya, kemudian Ia melirik jam di dinding ruang kerjanya.
Tepat pukul satu malam, Ia tersenyum menutup laptopnya kemudian membereskan berkas kerjanya. Ia meregangkan ototnya, kemudian berjalan keluar dari ruang kerja menuju kamar utama.
Ceklek.....
Kendra membuka pintu kamar perlahan, Ia melihat istrinya sedang memberi ASI pada putrinya.
Kendra berjalan mendekat menghampiri kemudian duduk di samping Hummairah.
" Belum tidur mas ? " Tanya Hummairah
" Baru selesai ngerjakan tugas kantor sayang " Mengelus pipi Hummairah kemudian memberi kecupan lembut disana.
" Tidur dan istirahatlah mas, besok kan kamu mesti ke kantor "
" Iya sayang, ini baru mau naik ke ranjang. "
Hummairah tidur ditengah antara kirana dan Kendra. Setelah Kirana tidur, mereka pun memejamkan mata. Dan masuk kedalam mimpi masing masing.
Pukul empat pagi, Hummairah terbangun. Setelah mengumpulkan semua kesadarannya, Ia pun beranjak dari ranjang, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sehabis menunaikan kewajibannya, Hummairah turun dan mulai ritual nya didapur.
Setelah yakin semuanya beres, Ia pun naik ke atas untuk membangunkan suaminya.
" Mas, bangun udah pagi. " Hummairah menggoyang goyangkan tubuh Kendra.
" Mas, bangun " Ucap Hummairah pada Kendra.
Sambil berlalu menghampiri Kirana, menyusui dan mengganti pempers nya.
Kendra menggeliat dibawah selimut, Ia meraih tangan Hummairah kemudian menciumnya.
" Sayang.... " Panggil kendra
" Heemmmm..... " Hummairah hanya menoleh sekilas.
Sekali lagi Kendra memanggilnya.
" Sayang... "
" Ya.... Sebentar ya, ini nanggung mau ganti pempers nya Kirana dulu, udah penuh ini "
Kendra masih menggulung dirinya didalam selimut, dan belum beranjak dari ranjang.
Selesai mengganti pempers Kirana dan menyusuinya, Hummairah pun meletakkan kembali Kirana dalam box nya.
Hummairah berjalan mendekati ranjang, kemudian menarik selimut yang membalut tubuh Kendra.
" Lho mas, kok masih dalam selimut si... Ayo bangun udh jam berapa ini ? "
Kendra tak menghiraukan ucapan Hummairah.
" Sayang... Morning Kiss " Pinta Kendra
Hummairah menggelengkan kepalanya.
" Bangun dan mandi dulu "
Masih tidak mengindahkan perkataan istrinya.
" No.... Morning Kiss dulu, baru aku bangun " Pinta Kendra. " Ayolah sayang.... Sekali aja, pliss " Rengek Kendra seperti anak kecil.
Hummairah menghela nafas kasar, kemudian mendekat.
Kendra tersenyum dan membenarkan posisinya.
__ADS_1
Kendra mengangkat jari telunjuknya, menunjukan dimana Hummairah harus menciumnya. Kendra menunjuk ke arah pipinya kiri dan kanan.
Hummairah pun mengikuti arahan jari Kendra mencium pipi nya. Kendra tersenyum mendapat ciuman dari Hummairah, kemudian Ia pun bergegas masuk ke kamar mandi.
Hummairah turun ke bawah sambil menggendong Kirana, dan meletakkan kembali putrinya kedalam stroller.
Kendra turun dengan wajah yang segar, Ia tersenyum melihat anak dan istrinya.
" Selamat pagi sayang ? " Sapa Kendra dan tak lupa seperti biasa Kendra selalu mencium pipi istrinya.
Kemudian Kendra menyapa putrinya.
" Hai princes ? " Kendra mencium pipi gembul putrinya.
" Duduk mas " Hummairah mengambilkan sarapan untuk Kendra.
" Kangen juga sama si sulung, kira kira dia lagi apa yaa ? " Ucap Kendra di sela sela suapannya.
" Kemarin Nanny mengirimkan pesan dan poto Kiano di ponsel ku. " Hummairah menunjukan ponselnya pada Kendra.
Kendra meraihnya, Ia melihat wajah putranya di dalam ponsel tersebut sedang berjalan jalan.
" Mereka membawa Kiano jalan jalan, Kiano disana diperlakukan seperti pangeran. " Ucap Hummairah.
" Benarkah ? " Tanya Kendra tersenyum tak percaya.
" Disana anak kecil cuma Kiano, jadi semua keinginannya selalu di penuhi. " Hummairah bercerita sambil menggelengkan kepala.
" Kamu keberatan ? "
" Bukan keberatan mas, aku takut Kiano jadi manja. "
" Tenang kita semua bisa mengatasi semua itu. " Menggenggam tangan istrinya.
Hummairah mendengus kesal.
" Baiklah, aku berangkat ya. " Kendra pamit pada istrinya.
" Princes, Daddy berangkat ke kantor dulu ya. Kamu temani Ummi dirumah. " Kambali mencium pipi gembul nya.
Selepas kepergian Kendra, Hummairah pun mengunci pintu dan membawa Kirana naik ke lantai atas.
*****
Samuel berada di kantornya, Ia menarik laci meja kerjanya. Ia mengambil sebuah photo dan menatapnya, senyum tipis melengkung di bibirnya.
Tapi tak berapa lama senyum itu kembali pudar, dan berganti dengan wajah dingin.
" Sam, aku perlu bicara pada mu " Rebeca menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Apa kau tidak pernah diajari etika, sebelum masuk ketuk pintu terlebih dahulu. " Ucap Samuel ketus.
" Ayolah Sam, aku istri mu. Apa salahnya aku masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. " Jawab Rebeca.
" Ya, kau benar. Kau adalah istri ku, istri di atas selembar kertas. "
" Sam, jaga ucapan mu " Rebeca mulai tak bisa menahan amarah nya.
" Sudahlah, katakan apa yang kau inginkan. "
" Aku ingin bertanya, apa benar kau membiarkan Medinah menikah dengan pemuda itu "
" Kalau ya, memang apa urusanmu ? "
" Sam, kita tak tau seluk beluk keluarga pemuda itu. Bisa jadi Ia hanya akan mempermainkan Medinah, setelah mendapat apa yang Ia inginkan Medinah pun di campakannya.
" Apa peduli mu terhadap hidup Medinah, bukankah kau tak pernah benar benar menyayanginya ? "
" Sam, dia juga sudah kuanggap seperti putri ku. "
__ADS_1
" Huuh.... Putri, yang kau perlakukan tidak adil iya ? "
" Sam, aku hanya meminta mu membatalkan pernikahan itu, dan..... "
" Dan apa ? Dan menggantikan posisi Medinah dengan Jessica maksud mu ? "
Rebeca terdiam, bibirnya tak bisa lagi berkata apa apa.
Apa ! Dia tau rencana ku, tapi darimana dia tau ? Tidak mungkin si bodoh Jessica yang memberitahunya akan ? "
" Kenapa kau terdiam, apa perkataan ku semuanya benar ? "
" Tidak Sam bukan begitu maksud ku, aku hanya tidak mau kalau sampai Medinah salah dalan memilih calon. Kau tau kan, Medinah itu putri mu. Kau seorang pegusaha sukses, bisa saja dia ingin memanfaatkan Medinah untuk menguasai semuanya. "
Samuel tersenyum sinis. " Benarkah, apa mungkin kau yang takut jadi gelandangan kalau sampai Medinah dan pemuda itu menguasi harta ku. " Ucap Samuel dengan nada mengejek.
" Cukup Sam, perhatikan kata kata mu kalau sedang berbicara padaku. Kau tau aku bisa apa kalau sampai kau bertindak macam macam padaku atau putriku. " Ancam Rebeca
" Kau tidak bisa berbuat lain, selain mengancam ku. Tapi, kau tak usah khawatir, lambat laun aku akan menemukan bukti siapa saja dalang dari kecelakaan yang merenggut nyawa istriku. " Sam berlalu meninggalkan Rebeca di ruangan itu sendiri dengan perasaan kesal.
Kau tak akan pernah bisa menemukan bukri itu Sam, tidak akan pernah.
Rebeca menyeringai licik.
*****
Hari bahagia Sakinah dan Viktor sudah di depan mata.
Semuanya telah tampil sempurna.
" Waaah.... Mama cantik sekali, dan bajunya serasi dengan Kakek " Puji Ilham
" Benarkah, ini baju buatan Hummairah " Jawab Kakek bangga.
" Oh ya..... Jadi Hummairah bisa menjahit baju ? " Tanya Medinah
" Tentu saja, kalau aku tidak salah Hummairah pernah ikut kelas menjahit saat masih di kampung nya. "
Wajah Medinah berubah, yang semula ceria menjadi sedikit murung. Tapi, Ia bisa menyembunyikan nya.
Mengapa aku masih merasa sedih setiap kamu membicarakan Hummairah Ham, padahal aku tau kau hanya sekedar bercerita. Tapi, mengapa aku masih belum bisa menerima. Apa aku terlalu egois, aku juga punya masa lalu, kau bisa menerima masa lalu ku. Tapi, mengapa aku kesal setiap kali kau bercerita tentang masa lalu mu, terutama Hummairah.
Semua jadi ikut penasaran dengan sosok Hummairah.
Dan semua orang pun membicarakannya.
Ilham mengetahui perubahan wajah Medinah, Ia segera mengalihkan pembicaraan ke topik lain.
" Baiklah, karena semua nys sudah siap, sepertinya kita harus segera berangkat ke hotel. " Ujar Ilham
Mereka semua pun beranjak dari duduk masing masing menuju mobil masing masing pula.
Medinah ikut berjalan bersama Olivia, tapi Ilham menahan tangannya.
" Ada apa ? "
" Apa kau marah ? "
" Marah ? Kenapa ? "
" Aku membicarakan tentang Hummairah ? "
Iris mata coklat itu membulat kemudian tersenyum.
" Tidak, aku tidak marah " Medinah menangkup wajah Ilham dan mengecup hidung bangir nya.
" Waaah, sudah mulai pintar yaaa... " Ucap Ilham menggoda Medinah.
Medinah tertawa, " Sudahlah, ayo berangkat aku lihat Viktor sudah tidak sabar untuk melihat pengantin wanitanya.
__ADS_1
Merak semua pun berangkat ke hotel, tempat dilaksanakan nya pesta.
Bersambung