
Cristien berjalan keluar dengan perasaan was was, sesekali Cristien menoleh, dan mengitari sekitarnya. Ia berjalan menuju sebuah pos penjaga yag telah tak terpakai.
" Vans, ini Mommy. Kamu dimana ? " Christine memanggil Vans setengah berbisik.
Vans mengintip dari sela sela persembunyian nya, memastikan tidak ada orang yang mengikuti Ibunya, Vans keluar dari persembunyian ny.
Cristien berjalan mendekat, dan masuk kedalam pos setelah melihat bayangan Vans.
" Mommy datang dengan siapa ? " Tanya Vans
" Mommy datang sendiri sayang " Cristien segera memberikan bungkusan yang Ia bawa kepada putranya.
Vans meraih dan langsung memakannya dengan lahap.
Ada rasa perih di hati Cristien melihat putra kesayangannya menjadi seperti ini.
Tanpa Cristien sadari air mata membasahi pipinya. Cepat Ia menyeka air matanya.
" Setelah ini kau akan kemana Vans ?
" Aku berencan pulang, dan menemui Daddy Mom. Aku akan meninggalkan negara ini dan.... " Vans tiba tiba terdiam tak melanjutkan kata katanya.
" Dan apa Vans ? "
" Aku akan melupakan Hummairah Mom, aku akan memulai menata hidupku menjadi lebih baik. Dan aku berharap aku bisa menemukan gadis seperti Hummairah "
Cristien terperangah mendengar perkataan Vans, Ia tidak menyangka Vans berubah secepat itu.
" Vans, apa Hummairah sebaik itu di matamu ?"
" Hummairah itu baik Mom, Ia tak hanya cantik wajah, tapi juga hatinya bersih Mom. "
" Apa maksudmu "
" Dia adalah wanita pertama yang membuat aku benar benar jatuh cinta Mom, Kendra beruntung mendapatkannya. "
Cristien semakin sedih, Vans begitu bersemangat menceritakan Hummairah. Gadis yang selama ini tidak Ia sukai.
Tib tiba...
" Jangan bergerak " Polisi menodongkan pistolnya kearah Vans.
Vans tak bisa bekutik lagi, Cristien begitu terkejut.
" Ada apa ini, Pak polisi tolong lepaskan putra ku " Cristien menangis memohon.
" Akhir dari perjalanan mu Vans " Ucap Kendra dingin.
" Kendra Tante mohon maafkan Vans, dan lepaskan Dia. Dia tidak bersalah " Air mata Cristien seperti air hujan yang turun dengan derasnya, dan tak bisa di bendung lagi.
" Maafkan Kendra Tante, untuk kali ini bukan Kendra yang akan menghukum Vans. "
" Tapi Dia sepupu mu Kendra "
" Sekali lagi maaf Tante, Kendra tidak bisa berbuat banyak. Bawa Dia. " Perintah Kendra.
Tangan Vans di borgol dan dibawa keluar, Kendra mengikutinya dari belakang.
Disaat para polisi lengah, tiba tiba Vans menyenggol perut petugas disebelahnya, dan melarikan diri lagi.
Semua panik.
" Vaans, jangan lakukan itu Vans.. " Teriak Kendra yang berusaha mengejarnya.
Doorr....
Polisi sudah mengeluarkan tembakan peringatan, tapi Vans tetap tidak mengubrisya dan tetap berlari.
Doorr... Terdengar suara tembakan ke dua
Akhirnya polisi terpaksa melepaskan tembakan di kakinya.
Cristien menjerit melihat kaki putranya tertembak.
Dengan langkah kaki terseok seok, Vans masih berusaha kabur. Dan tembakan terakhir tepat mengenai bagian dada sebelah kirinya. Semua terperangah, dan terdiam.
" Vaaaaans... " Teriak Kendra berlari menghampirinya.
Kendra meraih tubuh Vans dan membawanya kepangkuaannya.
Cristien semakin histeris melihat putranya bersimbah darah.
" Vans, ayo bertahan. Aku tau kau kuat, ayo Vans. Aku sudah bilang padamu, jangan lakukan itu. " Ucap Kendra yang memangku Vans.
" Cepat telpon ambulance " Perintah Kendra
" Maafkan aku Kendra, aku bersalah pada mu " Vans terbata. "
" Kamu jangan banyak bicara dulu, simpan tenaga mu " Perintah Kendra
Vans tersenyum menahan sakit.
Tak lama kemudian ambulance tiba dan segera membawa tubuh Vans menuju rumah sakit terdekat.
Tiba dirumah sakit Vans langsung dibawa keruang IGD.
Cristien tampak cemas dengan keadaan putra kesayangannya.
Kendra menelpon rumah untuk memberitahu istri dan keluarganya agar mereka tidak cemas.
Vans sudah dialihkan ke ruang operasi.
Kendra duduk disamping Cristien, menemaninya.
" Berdoalah Tante, agar semuanya baik baik saja. "
Kendra berjalan menjauh dan menelpon Ilham.
" Hallo, Ham aku sekarang berada dirumah sakit "
" .... "
" Tidak aku dan yang lain baik baik saja. Tapi, Vans... "
" .... "
" Vans tertembak saat akan melarikan diri lagi. "
"..... "
" Dirumah sakit Ini, dimana Medinah dirawat. "
" ..... "
" Oke, baiklah. "
****
" Ada apa ? " Tanya Medinah pada Ilham yang terdiam setelah menerima telpon.
" Vans tertembak "
"Apa ? Bagaimana ceritanya ? "
" Dia berusaha kabur lagi dari pengejaran "
Medinah menghela nafas panjang.
" Ada apa ? "
" Tidak.... Aku hanya tak tau harus senang atau sedih mendengar berita ini "
*****
" Maaf Tuan, ada telpon dari Tuan muda " Ucap pelayan memberikan telpon pada Kakek
Dan Kakek pun mulai berbicara di telpon dengan Kendra.
Tak lama kemudian Kakek menutup telponnya.
" Ada apa Mas " Tanya Nany
__ADS_1
" Vans masuk rumah sakit, karena tertembak "
Semua terkejut mendengar cerita Kakek, Viktor yang baru pulih hanya bisa tertunduk dan diam.
Sakinah menghampirinya, dan mengusap pundaknya.
*****
Sementara dirumah sakit, Vans telah selesai di operasi. Dan sudah dipindahkan keruangan ICU, Vans saat ini dalam keadaan koma.
Menemani putranya didalam.
Kendra masuk kedalam menemui Cristien
" Tante, Kendra pulang dulu untuk ganti baju. Setelah itu Tante juga pulang ya. Nanti Kendra akan menyuruh Sakinah menggantikan Tante disini. "
" Tidak perlu Kendra, biarkan Tante bersamanya disini. Tante akan menjaganya, kamu pulang saja. Tidak perlu khawatirkan Tante. "
Kendra mengerti dengan keadaan Cristien, Kendra pun berjalan keluar dari ruangan itu dan pulang kerumah.
*****
Kendra tiba dirumah dini hari, semua orang telah lelap tertidur.
Kendra berjalan perlahan masuk ke kamarnya, Ia melihat Hummairah sudah berada dialam mimpinya.
Kendra segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan mengganti pakaiannya yang terkena noda darah.
Selesai mandi kendra hanya menggunakan boxer nya, dan naik ketempat tidur. Ia mulai memejamkan matanya, sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Merasa dipeluk Hummairah pun membalikkan badannya menghadap ke arah Kendra, dan masuk kedalam pelukannya.
" Kamu udah pulang " Ucap Hummairah yang masih dengan mata tertutup.
" Kamu belum tidur ? "
" Tadi udah, kebangun dengar kamu mandi " Mengeratkan pelukan
Kendra tersenyum dan membalas memeluk lebih erat lagi. " Kamu wangi, aku suka " Celetuk Hummairah.
Kendra kembali tersenyum dan memeluk tubuh wanita yang Ia cintaI dan mulai memejamkan matanya.
*****
" Aku boleh ke ruangan Vans ? " Tanya Ilham pada Medinah
Medinah tercenngang.
" Hei... Kenapa bengong ? Aku bertanya, apa aku boleh menemui Vans di ruangannya ? "
" Kamu minta ijin dari ku ? " Heran
" Memang ada orang lain lagi disini "
" Sejak kapan ? Biasanya kamu tak pernah minta ijin "
" Baik, aku pergi dulu ya "
" Hei.... Aku ikut "
" Tidak, tidak... Kamu harus tetpa disini, jaga kondisi kamu "
" Tapi kan... "
" Tidak ada tapi tapi, dengarkan aku sekali ini saja.... "
Medinah menatap punggung Ilham hingga menghilang di balik pintubyang tertutup.
Medinah menghela nafas panjang.
" Sampai kapan aku harus seperti ini Ham, menunggu mu untuk membuka hati untuk ku. " Medinah tersenyum getir.
Ilham menghisap rokok dan menghembuskan asap nya ke udara.
Apa yang aku lakukan, mengapa aku jadi seperti ini. Apa aku belum bisa benar benar melupakan dan menghilangkan Hummairah dari pikiran dan hatiku. Kenapa begitu sulit untuk aku membuang semua kenangan tentang Hummairah.
Ilham menghela nafas kasar.
Aku akan menata hati ku kembali, dan aku akan coba menerima kehadiran Medinah dalam hati dan hidup.
Ilham tersentak karena suara teriakan, Ia melihat Cristien menjerit histeris hingga pingsan, melihat itu Ilham segera menghampiri.
" Dokter apa yang terjadi ? "
" Anda siapa ? " Tanya Dokte
" Saya saudara pasien. "
" Kondisi pasien menurun, mungkin luka tembak di dadanya. Tapi kami akan melakukan yang terbaik. "
" Lakukan yang terbaik Dokter "
Ilham duduk di kursi tunggu depan ruangan, sedangkan Cristien sudah di bawa keruangan sebelah untuk istirahat.
Ilham ingin menelpon Kendra, tapi segera Ia urungkan niatnya.
Tiba tiba seorang suster menghampirinya.
" Anda keluarga pasien ? "
" Ya saya ada apa Sus ? "
" Pasien terus menyebut nama Hummairah, bisa anda membawanya datang kemari ? "
Ilham terperangah.
" Tuan... Anda tidak apa apa ? "
" Ya, saya tidak apa apa. Saya akan memanggil Hummairah. " Suster mengangguk dan kembali masuk kedalam ruangan.
Ilham segera menelpon Kendra.
" Hallo, Kendra Vans kritis "
" ..... "
" Kendra,,,, Vans ingin bertemu dengan Hummairah, bisa kau membawa istrimu bersama mu datang kemari ? "
" .... "
" Baiklah aku tunggu "
Ilham menutup telponnya.
Selang beberapa waktu kemudian, Kendra dan keluarganya tiba di rumah sakit.
Mereka langsung menuju ruangan dimana Vans dirawat. Disana Ilham dan Cristien sudah menunggu mereka.
" Vans ada didalam " Ucap Ilham pada Kendra
Kendra mengangguk dan berjalan masuk.
Kendra menatap Vans dengan perasaan iba, Kendra mendekat kepada Vans dan memegang tangannya.
Mata Vans sedikit terbuka
" Kendra.... Kamu,,, datang,, " Vans berbicara terbata bata
" Ya, aku disini. Istirahatlah, simpan tenaga mu untuk berkelahi dengan ku. " Kendra coba menghiburnya.
Vans tersenyum. Ia kembali mengambil nafas untuk berbicara.
" Kendra bolehkah aku, bertemu dengan Hummairah untuk terakhir kalinya. " Suara Vans kembali tersengal.
" Aku ingin minta maaf dengan nya. Aku mohon Kendra. "
" Aku akan membawa istriku kesini, tapi kau harus berjanji padaku, kau tak akan membawanya pergi lagi. Dan kau harus segera sembuh "
" Aku tidak akan membawanya, aku hanya ingin bertemu dengannya untuk meminta maaf dan mengucapkan terimakasih. "
" Baiklah, aku akan memanggilnya "
__ADS_1
" Kendra bawa juga Mommy ku kesini "
Kendra keluar ruangan, Ia berusaha menahan air matanya. Kendra berjalan mendekat kepada Hummairah.
" Vans ingin bertemu dengan mu. Apa kamu mau menemuinya ? " Kendra mengelus pipi istrinya, Hummairah tersenyum dan mengangguk.
" Tante, Vans juga ingin bertemu Tante " Kendra menuntun Hummairah berjalan masuk, di ikuti Cristien.
" Vans, aku sudah membawa mereka. "
Vans kembali membuka matanya. Ia memandang satu persatu.
" Mom, Aku minta maaf karena selama ini selalu menyusahkan mu "
" Jangan bicara seperti itu sayang, kamu putra Mommy, Mommy sayang pada mu. " Air mata Cristien sudah tak terbendung lagi.
" Mom, sampaika pada Viktor aku minta maaf. Dan sampaikan padanya bahwa aku sangat menyayanginya. " Suara Vans tersengal.
" Mommy akan sampaikan pada Viktor "
" Vans Hummairah sudah ada disini " Ucap Kendra
Vans menatap wajah Hummairah, kemudian tersenyum
" Ra,,,, aku minta maaf ya, " kembali suara Vans tersengal. " Aku mohon Ra, kamu mau kan maafkan aku ? "
" Aku sudah memaafkan mu Vans, jauh sebelum kamu memintanya. " Jawab Hummairah tersenyum
" Terimakasih sudah mau menjadi sahabat terbaik ku, "
Tiba tiba Vans sesak.
Kendra memanggil Dokter dan segera membawa istrinya keluar dari sana.
Tak lam kemudian Dokter keluar dengan wajah sedih.
" Maafkan Tuan, kami sudah berusaha semaksimalnya, tapi Tuhan berkehendak lain. Saudara Vans meninggal dunia "
Semua terkejut mendengar pernyataan Dokter, Cristien jatuh pingsan.
*****
Jenazah Vans dibawa kembali ke kediaman Malik, dan akan dikirim kembali ke negara nya. Menggunakan jet pribadi milik Kendra.
Semua tampak sibuk, mengurus pengiriman jenazah.
Sedangkan Cristien dan Viktor akan pulang menggunakan pesawar penumpang.
Cristien dan Viktor tampak sibuk mempersiapkan kepulangan mereka.
Sakinah tampak diam seribu bahasa, Ia tidaj tau dengan perasaannya. Ia merasa sedih karena Viktor akan pulang.
Hummairah mengetahui hal itu menghampiri Sakinah.
" Sakinah.. " Yang dipanggil masih asyik dengan lamunannya. " Sakinah " Hummairah menyentuh pundaknya barulah Sakinah tersadar
" Ya, Nyonya butuh sesuatu ? " Sakinah gelagapan.
" Kamu melamun ? "
" Tidak Nyonya, maaf saya.... "
" Kamu memikirkan Viktor ? "
Sakinah gelagapan untuk menjawab pertanyaan majikannya.
" Nyonya saya... " Sakinah tak mampu melanjutkan kata katanya
" Aku akan berbicara pada Viktor " Hummairah berlalu meninggalkan Sakinah.
" Jangan Nyonya... Saya mohon " Teriak Sakinah
Cristien sedang berpamitan pada Tuan rumah
" Tuan, terimakasih atas kebaikan anda selama kami berada dirumah ini. Saya mau minta maaf, seandainya selama saya dan anak anak berada disini telah berbuat salah. " Ucap Cristien lirih
" Sudahlah Nyonya Cristien, kami sudah melupakan semuanya. Dan kami juga minta maaf kalau kami juga ada salah pada anda. " Jawab Kakek
Cristien berpamita kepada satu persatu anggota keluarga.
Tiba giliran Hummairah.
" Ra, Tante.... " Cristien tak mampu melanjutkan kata katanya.
Hummairah memeluk tubuh Cristien, dan menyeka air matanya.
" Aku sudah memaafkan semuanya Tante, aku menghormati Tante seperti aku menghormati Mama dan Nanny. Tak ada sedikit pun aku menyimpan dendam di hati ku untuk Tante dan Vans. " Hummairah kembali memeluk Cristien.
" Terimakasih Ra, kamu memang gadis yang baik. Kendra beruntung menjadikan kamu sebagai istrinya. "
Hummairah tersenyum.
" Tante, mau kah Tante mengabulkan permintaan ku sebelum Tante pulang ? "
Semua terkejut.
" Kamu mau apa, katakan Tante senang jika Tante bisa mengabulkannya. " Ucap Cristien semangat
" Bisakah Tante mengajak Sakinah juga ? "
Cristien terkejut dan membulatkan matanya, Ia tak mengerti dengan permintaan Hummairah.
" Maksudmu apa Ra ? " Tanya Cristien bingung
" Viktor dan Sakinah telah menjalin hubungan selama ini, apa Tante tega membiarkan mereka hidup berjauhan ? " Jawab Hummairah
" Apa jadi..... "
Semua tersenyum,
" Ya, Cristien ada baiknya kau membawa Sakinah untuk menemanimu. " Ucap Maya sang adik.
Cristien menatap Sakinah yang menundukkan kepalanya.
" Sakinah.... Kemarilah " Cristien mengulurkan tangannya.
Sakinah memperhatikan satu persatu wajah majikannya, semua menunduk untuk mengijinkannya.
Sakinah mendekat kepada Cristien
" Sakinah kamu mau ikut pulang bersama kami ? " Tanya Cristien
Sakinah kembali memandang satu persatu wajah orang orang yang ada disana.
" Nyonya "
" Keputusan ada ditangan kamu Sakinah. " Ucap Hummairah.
" Bagaimana Viktor, apa kamu setuju kalau Sakinah ikut pulang bersama kalian ? "
Viktor menatap wajah Sakinah, berharap Sakinah mau ikut bersama mereka.
Akhirnya Sakinah pun mengangguk tanda setuju.
" Ayo Sakinah saya akan bantu kamu berkemas. " Hummairah menarik tangan Sakinah.
Setelah berpamitan mereka pun berangkat.
" Kamu, kenapa tidak ikut pulang bersama Tante Cristien " Hummairah tiba tiba berkata pada Olivia
Olivia terdiam dan membelalakkan matanya, Ia tak percaya Hummairah secara tak langsung mengusirnya secara terang terangan.
" Aku.... aku akan tetap disini, karena aku kan bekerja dikantor Kendra. " Jawab Olivia gugup
" Oh, kalau begitu kamu harus segera mencari tempat tinggal. Dan segera pergi dari sini, aku tak suka ada orang luar berada ditengah tengah keluarga ku " Hummairah berjalan meninggalkan Olivia yang menggeram sendiri.
*bersambung
jangan lupa Like
dan Boom lima bintang yaa
__ADS_1
I LOVE U ALL*