CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
102


__ADS_3

" Sayang senin depan Kiano libur, bagaimana


kita pulang ke kampung. Kelihatan nya Ayah juga sudah kangeb sama rumah nya, kita sekalian cari tukang untuk merenovasi rumah Ayah. " Ajak Kendra.


" Boleh mas, aku juga udah lama gak ziarah ke makam Ibu. Jadi bisa sekalian " Ucap Hummairah senang.


" Iya, nanti aku ikut temeni kamu yaaa "


Hummairah tersenyum dan menganggukkan kepala.


*****


Seminggu kemudian.


Kendra dan keluarganya sudah berada di kampung.


Kendra bersama Ayah mertuanya pergi menemui para tukang yang akan memperbaiki rumah mertuanya.


Mereka berbincang bincang serius, dan sesekali terdengar gelak tawa diantara mereka.


Setelah menemui kata sepakat, mereka pun pamit pulang.


Dalam perjalan pulang, Kendra dan Firman bertemu dengan Ardi dan Ratna.


" Mas Firman " Sapa Ardi


Firman tersenyum ramah.


Mereka pun berjabat tangan.


" Dari mana Mas ? " Tanya Ardi


" Ini, dari rumahnya Pak Dito " Jawab Ayah


Ardi mengerutkan dahi nya, karena Ardi tau kalau Dito adalah seorang tukang. Jadi apa yang dilakukan Firman hingga pergi menemui Dito.


" Mas Firman ngapain kesana ? "


" Menemani Kendra menemui Dito "


Ardi dan Ratna menatap seseorang yang sedari tadi berdiam diri tanpa banyak bicara. Kendra berdiri dibelakang Ayah mertuanya.


" Oh, ada nak Kendra. Kami sampai pangling " Ucap Ratna basa basi


Ardi dan Ratna sebenarnya tudak memiliki muka lagi, setelah apa yang telah dilakukan oleh Intan.


Dengan rasa tak enak hati, mereka pun menyapa Kendra.


" Apa kabar nak Kendra ? " Tanya Ratna


" Baik " Jawab Kendra singkat.


" Oh ya mas, dimana Hummairah ? " Tanya Ardi


" Ada dirumah, bersama anak anaknya. "


" Ayah, seperti nya kita telah terlalu lama keluar. Lebih baik kita segera pulang, kasihan Hummairah pasti kerepotan harus menjaga Kiano dan Kirana. " Ujar Kendra


" Kirana siapa ? " Tanya Ratna.


" Kirana itu anaknya Hummairah yang masih kecil. " Jelas Firman


" Oo..... Jadi Hummairah sudah punya anak lagi ? " Ratna kembali bertanya.


Firman mengangguk dan tersenyum.


" Kalau begitu kami permisi dulu, mau pulang " Ujar Firman pamit.


Mereka pun melanjutkan perjalanannya.


Tak lama kemudian mereka pun telah tiba dirumah. Mereka disambut oleh teriakan Kiano dari dalam rumah.


" Daddy, Kakek.... " Teriak Kiano.


Tak lama kemudian Hummairah datang membuka pintu.


" Assalammu'alaikum " Ucap Kendra dan Ayah.


" Waalaikumsalam " Hummairah mencium tangan kedua pria yang Ia sayangi itu.


" Kok dikunci sayang ? " Tanya Kendra heran


" Kiano kabur terus mas, mau nya main di dekat kolam ikan. Aku takut dia nyemplung " Ujar Hummairah gemas.


Kendra tersenyum melihat tingkah istrinya.


" Makan siang dulu mas, temani Ayah. " Ujar Hummairah pada suaminya.


" Sebentar sayang, aku mau mandi dulu. Gerah soalnya " Jawab Kendra yang berjalan kebelakang menuju kamar mandi.


Tak lama kemudian Kendra keluar dari kamar mandi.


Ayah telah duduk dimeja makan, dan Hummairah sedang melayani nya.


Kendra melihat Kirana yang sedang tertidur di dalam ayunan buatan sang Kakek.


" Ayo mas makan " Ajak Hummairah.

__ADS_1


Kendra tersenyum dan mendekat.


" Iya, kamu udah makan sayang ? " Tanya Kendra yang duduk di meja makan bersama Ayah.


" Udah tadi mas, sambil nyuapin Kiano " Jawab Hummairah yang sedang melayani Kendra.


Ayah tersenyum melihat anak dan menantunya saling rukun.


Setelah selesai makan, Kendra berbicara sebentar dengan mertuanya.


" Sayang, aku tidur ya.... " Ucap Kendra masuk kedalam kamar.


" Iya mas, aku beresin ini dulu. " Jawab Hummairah di dapur.


Setelah selesai, Hummairah segera bergegas masuk kedalam kamar.


Kiano telah pulas tertidur di kasurnya sendiri.


Melihat Hummairah masuk, Kendra segera memanggilnya.


" Sini.... " Panggil Kendra


" Sebentar " Hummairah melepas jilbabnya, dan berjalan mendekat ke arah tempat tidur, dan naik ke atas ranjang.


Kendra tersenyum, dan langsung memeluk istrinya kemudian tertidur.


*****


" Kiano kok ikut sama Hummairah pulang kampung yaa " Rengek sang Oma


" Iya, coba aja biarkan Hummairah dan Kendra saja yang pergi mengantar Pak Firman pulang. Biar Kiano dan Kirana tinggal bersama kita disini, menemani kita. "Tambah Nanny.


Kakek dan Papa hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan dua ratu penghuni Mansion.


Ilham dan Medinah turun dari tangga, mereka saling pandang. Melihat kelakuan para tetua mansion.


Mereka pun segera bergabung duduk dimeja makan.


Medinah melayani Ilham, kemudian duduk menikmati sarapan nya.


" Me, " Panggil Nanny pelan


Medinah menghentikan sejenak, dan menatap Nanny.


" Kamu, kapan ya punya anak "


Uhuk... Uhuk.... Uhuk...


Ilham tersedak mendengar ucapan Ibu angkat nya.


Yang lain panik melihat Ilham yang susah payah.


" Ilham gak apa apa Tante "


" Nanny kok nanya itu si ? " Ucap Mama.


" Kenapa, aku kan hanya bertanya. " Ucap Nanny tanpa beban.


" Iya, tapi kan Ilham dan Medinah baru saja satu bulan lebih menikah, mana mungkin secepat itu. " Jelas Kakek


Wajah Nanny tampak cemberut.


" Mama doain Ilham ya, semoga Ilham bisa memberi Mama cucu secepatnya. Agar Mama tidak dan yang lainnya kesepian di tinggal Kiano dan Kirana. " Ilham menghibur Mama.


Nanny tampak senang.


" Me,.kita harus lebih giat lagi sepertinya. " Ilham menggoda istrinya.


Wajah Medinah merona merah menahan malu.


" Tapi untuk itu, kalian harus pergi berbulan madu " Ujar Mama


Ilham dan Medinah saling tatap.


" Benar, sebaiknya kalian pergi berbulan madu. Kalian mau pergi kemana ? " Tanya Nanny bersemangat.


" Ilham masih sibuk Nanny, dan Medinah juga masih menangani pasien nya dirumah sakit, dan klinik. " Jelas Ilham


Wajah Nanny kembali murung.


Medinah melotot kepada Ilham, baiklah. Kami akan pergi berbulan madu. " Ilham menyerah.


Wajah Nanny kembali cerah.


" Baiklah sayang, kamu mau berbulan madunk mana ? " Tanya Ilham pada istrinya.


Kini giliran Medinah yang kebingungan untuk menjawab.


" Bagaimana kalau kalian pergi mengunjungi Tuan Samuel " Usul Nanny.


Ilham dan Medinah saling berpandangan.


" Setelah dari sana kalian bisa mampir kemana lagi gitu, pokoknya pulang bawakan kami kabar gembira. " Nanny antusia


" Tapi bagaimana dengan urusan kantor Ma, Mama kan tahu setiap akhir bulan akan ada rapat direksi " Kilah Ilham


" Kamu jangan khawatir, urusan kantor Mama yang akan menghendel semuanya. " Jawab Nanny tenang.

__ADS_1


Ilham dan Medinah menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.


Ilham dan Medinah pun segera berangkat bekerja.


Sepanjang perjalanan Ilham dan Medinah hanya terdiam membisu, mereka sama sama berada di dalam pikiran masing masing.


Tiba tiba Ilham menghentikan mobilnya, dan menepi. "


" Me " Ilham buka suara


Medinah menoleh ke arah suaminya.


" Kamu jangan terlalu memikirkan perkataan Mama ya... "


" Perkataan Mama ? Perkataan Mama yang mana ya ? " Tanya Medinah bingung


" Itu perkataan Mama yang masalah anak "


Medinah tersenyum dan menggenggam tangan Ilham.


" Aku tidak marah sama perkataan Mama, dan wajar saja Mama ngomong gitu ke kita. Karena kamu adalah anaknya, dan Mama punya harapan penuh sama kamu. Kamu tahu sendiri kan, sejak Kendra dan Hummairah memutuskan membawa keluarganya untuk pindah rumah, kamu tidak lihat Mama, Kakek, Om dan Tante kesepian.


Karena setelah Ilham dan kamu beranjak dewasa, dirumah itu kembali sunyi. Kehadiran Kiano dan Kirana seakan memberi warna di hidup mereka. " Jelas Medinah


" Jadi kamu gak tersinggung dengan ucapan Mama ? " Tanya Ilham


Medinah menangkup wajah suaminya dan tersenyum.


" Ya, gak lah. " Medinah terkekeh


" Makasih ya "


" Makasih, untuk apa ? " Medinah bingung


" Untuk bisa mengerti aku, dan menerima semua tentang aku "


" Iya, " Medinah kembali terkekeh. " Ayo jalan, nanti kesiangan " Ucap Medinah


Ilham tersenyum dan mengecup kilas bibir istrinya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan.


*******


Sam pergi kepenjara menemui Rebeca, Ia di temani oleh Zian.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya petugas pun keluar membawa Rebecca.


Penampilan Rebecca tampak menyedihkan, Ia tampak acak acakan dan terlihat lebih kurus. Dengan kepala tertunduk Rebecca duduk di bangku yang telah disiapkan petugas.


Sam dan Zian duduk di depan Rebecca.


" Apa kabar mu, Becca ? " Tanya Sam


" Apa pertanyaan itu pantas kau tanya kan Sam ? Kamu bisa lihat sendiri bagaimana keadaan ku. " Jawab Medinah


Sam menghembuskan nafas nya.


" Aku ingin menyampaikan kabar tentang Jessica " Ucap Sam


" Apa yang terjadi pada Jessica ? Sam, Jessica baik baik saja kan ? " Rebecca panik


" Petugas rumah sakit tempat Jessica dirawat melaporkan, bahwa Jessica mencoba untuk kabur. "


" Apa !!! " Rebecca terdiam


" Saat ini Jessica diawasi dengan ketat, karena Jessica juga sempat melukai beberapa petugas dan suster yang merawat nya.


Rebecca tertunduk lesu.


" Jessica terpaksa mereka pisah dengan pasien lain, karena takut akan melukai pasien lain. " Zian menambahkan


" Sam, aku mohon sama kamu. Tolong jaga anak ku, hanya dia yang aku punya saat ini. " Air mata Rebecca telah tumpah.


" Aku menganggap Jessica seperti putri ku, tentu saja aku akan merawatnya " Jawab Sam.


" Terimakasih Sam, aku tidak tau bagaimana membalas semua kebaikan mu "


" Jadilah orang baik setelah keluar dari sini, hanya itu cara mu untuk membayar semua nya. " Jawab Sam


" Aku janji Sam, aku akan berjanji pada mu "


Sam tersenyum.


Bersambung


segini dulu yaaa


maaf kemarin gak sempat up


author sibuk akhir akhir ini.


jangan lupa untuk terus mendukung author yaa


minta **VOTE DAN BOOM LIMA BINTANG


Terimakasih

__ADS_1


I LOVE U ALL**


__ADS_2