
"Pulanglah sayang, aku merindukanmu." ucap Kendra saat menelpon Hummairah yang sedang berada di Amerika untuk mengunjungi Kiano.
"Mas, aku baru saja sampai disini sudah kamu suruh pulang?" seru Hummairah.
"Sayang, aku hampa tanpa kamu tau."
"Jangan mulai seperti anak yang lagi kasmaran Mas, ingat kita udah tua." ujar Hummairah.
"Kan kamu tau, aku terlambat dan tidak sempat merasakan kasmaran saat kita masih muda dahulu." gerutu Kendra.
Hummairah diam dan tersenyum saat mendengar penuturan dari suaminya.
"Sayang, kenapa kamu diam? Kamu pasti sedang mengingat masa kita dulu kan?" goda Kendra.
Hummairah tersenyum. "Sudah jangan di bahas lagi, itu sudah berlalu." ucap Hummairah.
"Disana kedengarannya ramai sekali sayang." tanya Kendra.
"Iya, ada teman-temannya Kiano." jawab Hummairah.
"Apa ada calon menantu kita?" tanya Kendra.
"Menanti kita? Siapa?" Hummairah bingung.
"Itu si Fachri."
"Oh, Fachri." Hummairah tergelak.
"Kayak nya dia suka deh sama Kirana, bagaimana menurut kami sayang?"
"Entahlah, yang penting aku udah bilang sama Kirana, bahwa dia harus serius dulu di pendidikannya. Masalah jodoh sudah ada yang atur, gak mesti di cari juga." tutur Hummairah.
"Kamu yang terbaik sayang." puji Kendra.
"Kamu tidak sibuk Mas?" tanya Hummairah
"Ada meeting satu jam lagi, kenapa sayang?"
"Tidak, kamu sudah makan siang Mas?"
"Belum... aku tidak berselera." jawab Kendra murung.
"Mas, kamu makan tepat waktu ya. Kalau kamu sakit siapa yang bakalan ngurusin kamu disana."
"Iya sayang, aku bakalan makan nanti." jawab Kiano.
"Makan sekarang, aku tutup dulu telponnya ya. Kamu makan sekarang." titah iya .
"Sayang, aku akan suruh Ifan beliin aku makan siang. Kamu juga disana jangan lama-lama ya." pujuk Kendra.
"Iya jika urusan disini udah selesai aku bakalan pulang." ucap Hummairah.
"Ya udah aku tutup telponnya ya.... I love u."
"Love u too." Hummairah pun menutup telponnya.
Kiano memeluk Ummi nya dari belakang. "Cieee... Ummi yang abis nelpon pacarnya, wajah nya malu-malu meong." goda Kiano.
"Nakal ya, udah berani godain Ummi nya." Hummairah menjewer telinga Kiano.
"Aduuh... Ummi sakit, Kiano kapok gak akan lagi." seru Kiano.
Tristan dan Dion tawa tergelak melihat telinga Kiano dijewer Ummi nya.
"Tarik lagi Tante, biar telinga Kiano panjang kayak meteran." ujar Tristan berkelakar.
......
Keesokan harinya, seperti biasa Hummairah terbangun tepat pukul 4 subuh. Hummairah pun segera membangunkan Kiano untuk menjadi Imam sholat subuh, dengan mata yang masih terpejam Kiano berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kiano pun memimpin dengan menjadi Imam untuk Ummi nya.
Setelah selesai sholat, Hummairah menyiapkan sarapan untuk putranya sebelum pergi kuliah.
Kiano turun dari kamarnya, ia sudah tampak menawan dengan tampil kasual.
"Selamat pagi Ummi." Kiano mencium pipi Ummi nya.
"Pagi sayang? Ayo sarapan dulu." ajak Hummairah.
Kiano pun duduk dan mulai menyantap sarapannya.
Saat Kiano sedang menikmati sarapannya, terdengar bel pintu berbunyi.
"Biar Kiano aja Mi." ucap Kiano bergerak sambil menyeruput kopi latte nya.
Kiano pun berjalan menuju pintu.
Ceklek....
Mata Kiano terbelalak saat melihat siapa yang ada dibalik pintu.
"Hai..." sapa Zee sumringah dan langsung masuk kedalam.
"Mau apa kamu pagi-pagi kesini?" tanya Kiano ketus.
"Aku nemuin kamu lah, apa lagi." jawab Zee santai dan duduk di sofa.
"Mau apa?"
"Aku akan udah bilang, aku ingin dekat sama kamu."
Kiano memejamkan matanya menahan kesalnya, ia mulai jengah dengan ulah dan tingkah Zee.
"Pergi dari sini." ucap Kiano.
Kiano tidak mau Ummi nya salah paham dengan keadaan sekarang ini, lagi pula Zee memakai pakaian yang akan membuat Ummi nya mengucapkan Istighfar panjang.
"Ki, aku baru datang. Bikinin minum atau ajak sarapan kek. Oh ya, aku belum sarapan." Zee pun menerobos masuk kedalam hingga sampai diruang makan.
"Pergi dari sini." Kiano menarik lengan Zee kasar.
"Aww.... sakit Ki, kamu kok kasar banget sih sama cewek." Zee meringis mengelus lengannya.
Kiano menoleh kanan kiri melihat keberadaan Ummi nya, beruntung saat itu Ummi nya sudah selesai makan.
"Pergi dari sini sekarang." Kiano mulai hilang kesabaran.
"Tenang Ki, aku akan pulang bareng kamu ke kampus." Zee duduk di kursi makan.
Yang ditakutkan Kiano pun terbukti, Ummi nya muncul dari dalam kamar mandi bawah.
Kiano memejamkan matanya saat melihat Ummi nya berdiri dihadapannya.
Mata Hummairah langsung menatap kehadiran Zee disana.
Mata Zee menangkap sosok Hummairah yang muncul dari dapur. Zee memperhatikan penampilan Hummairah dari ujung kaki hingga kepalanya yang tertutup jilbab. Zee tersenyum mengejek busana yang Hummairah gunakan.
"Hei kamu... tolong bikinin aku jus jeruk dong, tapi jangan pake es ya." ucap Zee memerintah Hummairah.
Mata Kiano berkilat merah, tapi Ummi nya menahannya.
"Kamu denger gak sih, apa kamu tuli ya?" Zee masih tidak memperhatikan mimik wajah Kiano yang telah merah padam, jika bukan karena Ummi nya mungkin Kiano sudah melempar gadis keluar dari apartemen.
"Hei... kamu tuli ya?" Zee mulai emosi sebab Hummairah tidak juga bergeming dari posisinya.
Kiano mengepalkan tangannya, tubuh Kiano telah bergetar hebat. Ia hampir tidak bisa mengontrol emosinya.
Akhirnya Zee tidak bisa lagi menahan kesalnya terhadap Hummairah, ia pun menghampiri Hummairah.
"Hei... dasar pemalas, kamu mau mau kerja gak, aku akan patahkan kaki dan tangan kamu." Zee pun menarik kasar jilbab Hummairah, hingga membuat Kiano berang dan tidak mampu lagi menahan emosinya.
"Heyy...." tanpa pikir lagi Kiano langsung menampar wajah Zee, dan menyeret Zee keluar dari rumahnya. Kiano melempar Zee keluar dari apartemennya.
"Jangan pernah kau menunjukan wajah mu dihapan ku, dan jangan pernah datang kesini lagi." Kiano beranjak masuk tapi Zee menahan lengannya.
"Ki, kamu busa kasar sama aku cuma demi bela perempuan gak jelas itu." ucap Zee tudak terima.
"Wanita tidak jelas, kamu bilang dia tidak jelas. Kamu tau yang kamu sebut wanita tidak jelas itu, dia adalah surga ku, dunia ku, kebahagiaan ku, dan segalanya bagi ku." Kiano menghempaskan tangan Zee dan masuk kemduian menutup pintu.
Zee terperangah tidak percaya. "Awas kau Kiano, aku akan balas semua perbuatan kamu pada ku." ujar Zee kemudian meninggalkan aparu Kiano.
Didalam apartemen, Kiano sedang merawat dahi Ummi nya.
"Maafin Kiano Mi." ucap Kiano setengah terisak.
__ADS_1
"Sayang Ummi gak apa-apa, tenanglah."
Kiano duduk bersimpuh dihadapan Hummairah.
"Kiano sayang, lihat Ummi." Hummairah mengangkat Kiano agar duduk disampingnya.
"Ummi gak apa-apa, ini luka kecil. Jangan sedih lagi ya, kamu kan anak laki-laki, masak cengeng." hibur Hummairah.
Kiano memeluk Ummi nya.
"Ki, kalau Ummi boleh tau. Siapa gadis itu, apa pacar kamu?" tanya Hummairah.
"Bukan Mi, Kiano pun gak tau dia siapa."
"Kamu kenal dia?" tanya Hummairah.
Kiano menggelengkan kepalanya. "Kiano pertama kali bertemu dengannya di bandara Jepang, itu juga gak sengaja."
"Jadi kok dia bisa tau kamu tinggal disini?"
"Kiano gak tau Mi, Kiano aja bingung."
"Apa mungkin dia salah satu fans kamu?"
"Fans apa Mi, Kiano ini bukan seleb." Kiano terkekeh.
"Kamu siap ke kampus?" tanya Hummairah pada putranya.
"Gak, Kiano akan ijin hari ini. Kiano takut nanti dia datang lagi." ujar Kiano.
"Kamu gak usah khawatir, Ummi baik-baik aja disini."
"Gak, pokoknya hari ini Kiano mau libur dan nemanin Ummi seharian." ujar Kiano memeluk Ummi nya.
Hummairah tersenyum dan mengusap punggung putranya.
......
Praank...
Kendra melempar gelas ditangannya, Kendra marah besar saat mendapat laporan dari anak buahnya yang ia perintahkan untuk mengikuti istrinya ke Amerika.
Kendra menelpon istrinya.
"Sayang." sapa Kendra.
"Assalamualaikum Mas." jawab Hummairah.
"Kamu baik-baik aja sayang." tanya Kendra ia tau saat ini pasti istrinya tidak akan memberitahukan hal yang baru saja menimpanya.
"Aku baik Mas. Kamu sendiri mengapa belum tidur, ini sudah jam berapa. Kamu kan mesti ke kantor besok." tutur Hummairah.
Kendra terkekeh mendengar ocehan istrinya, sungguh saat ini ia sangat merindukan ocehan istrinya. Ingin rasanya Kendra terbang malam ini untuk memeluk istrinya.
"Mas, kamu masih disana?"
Kendra tersadar dari lamunannya, ia pun tersenyum.
"Aku masih disini sayang." jawab Kendra.
"Istirahatlah Mas, besok kamu harus ke kantor lagi. Ingat jaga kesehatan selama aku tidak ada, nanti kalau kamu sakit siapa yang akan mengurus mu." ucap Hummairah lirih.
"Aku tau sayang, aku menelepon mu cuma mau bilang. Aku merindukan mu." aku Kendra yang benar-benar tidak bisa jauh dari istrinya.
"Aku akan menyelesaikan masalah disini secepatnya dan setelah itu aku akan menjemputmu."
"Baiklah, aku tunggu." ucap Hummairah.
"Oke sayang, aku tutup dulu telponnya. Aku akan tidur sekarang, mengumpulkan tenaga untuk besok. I love u."
"Love u too." Hummairah tersenyum dan menutup telponnya.
Kiano tersenyum melihat kemesran orangtuanya yang terjalin begitu mesra, ia beruntung memiliki orangtua yang saling mencintai, dan juga masih menunjukan sisi keromantisannya. Hingga keluarga mereka bisa seharmonis ini.
Kiano berjalan mendekati Ummi nya.
"Ummi Kiano keluar sebentar ada urusan, tapi bentar lagi ada Fachri yang akan nemanin Ummi disini." ucap Kiano.
"Sayang gak perlu khawatir, Ummi gak apa-apa di tinggal sendiri. Lagi pula kasian Fachri, dia mesti bolak balik. Dan dia juga pati sibuk." tolak Hummairah.
Hummairah menatap putranya, kini ia tahu Kiano mewarisi sikap posesif dari Kendra. Hummairah tersenyum ia juga senang kini Kiano lebih bertanggungjawab.
"Baiklah terserah kamu sayang." ucap Hummairah tersenyum.
Tidak lama kemudian Fachri pun tiba disana, dan Kiano pun segera berangkat dan menitipkan Ummi nya bersama Fachri.
....
Karir Kayla semakin gemilang, di tambah kini ia telah menjadi asisten pribadi Ayah Kai Zhou. Ia semakin sibuk dan mulai melupakan masalahnya dengan Kiano, ia mulai mendampingi Kai Zhou pertemuan baik dalam maupun luar negeri.
"Kayla kamu tulis di dalam agenda, kita akan ke Amerika untuk menghadiri pertemuan besar disana. Dan jangan lupa pesan tiket pesawat dari sekarang." titah Tuan Yan.
"Baik Paman." jawab Kayla.
Memang sejak Kai Zhou dekat dengan Kayla, Tuan Yan menyuruh Kayla memanggilnya dengan sebutan Paman.
"Baiklah, kamu boleh keluar. Panggil Kai Zhou kemari."
Kayla mengangguk dan segera keluat dari ruangan, dan segera memanggil Kai Zhou.
Kayla menghampiri meja Kai Zhou, dan memberitahunya.
Kai Zhou pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruangan Ayahnya.
"Papa memanggil ku?" tanya Kai Zhou.
"Duduklah Kai, ada yang ingin aku katakan pada mu." ucap Tuan Yan.
Kai Zhou pun duduk di hadapan Ayahnya.
"Lusa kita akan ke Amerika untuk pertemuan bisnis, akan ada kejutan untuk Kayla disana." ucap Tuan Yan.
"Maksud Papa?"
"Aku akan memperkenalkan Kayla pada rekan bisnis ku dan pada semua orang, sebagai calon istri mu, menantu keluarga Yan." ucap Tuan Yan.
Kai Zhou tersenyum mendengar penuturan Ayahnya, ia pun meninggalkan ruangan Ayahnya dengan senyum kebanggan. Ia bahagia bisa mendapatkan dukungan sepenuhnya dari sang Ayah.
Kai Zhou pun mendekati Kayla.
"Sayang, lusa kau akan ikut aku dan Papa ke Amerika." ucap Kai Zhou.
Wajah Kayla bersemu merah mendengar Kai Zhou memanggilnya sayang.
"Jangan panggip aku dengan sebutan itu jika di kantor, aku tidak mau ada omongan yang tidak enak nantinya." ucap Kayla sambil menoleh kanan kiri.
"Jangan perdulikan ucapan mereka, memang benar adanya kau adalah pacar ku, calon istri ku, menatu keluarga ini. Apa yang salah dari ucapan ku memanggil mu sayang."
"Terserah." Kayla tidak mau lagi berdebat melawan Kai Zhou.
Kai Zhou tersenyum sambil mengusap kepala Kayla.
Dua hari berikutnya, Kayla sedang bersiap mempersiapkan barang bawaannya. Saat memilah barang bawaannya, ia pun menemukan barang pemberian Kiano.
Kayla terdiam dan mengingat masa bahagia mereka, karena terlalu sibuk Kayla melupakan perihal Kiano. Kayla pun meraih ponselnya mencoba menghubungi nomor Kiano, tapi sudah beberapa kali ia menghubungi nomor Kiano, nomor tidak tersambung.
"Apa kamu sudah melupakan aku Ki, sebegitu nya kamu membenci aku hingga tidak mau menerima telpon dari ku, bahkan nomor ku pun kamu hapus dari daftar kontak mu." gumam Kayla.
Kayla pun segera menyimpan barang pemberian Kiano kedalam kardus dan menempatkannya dilemari penyimpanan.
Tidak lama kemudian Kai Zhou pun menjemputnya dan segera menuju bandara.
.....
"Selama aku disana tolong kamu handle semua urusan disini Ham, dan Ifan jika ada masalah apa pun cepat kamu hubungi Ilham." ucap Kendra sebelum berangkat ke Amerika.
Ifan hanya menganggukan kepalanya, sedangkan Ilham tersenyum dengan tingkah Kendra. Sekarang Ilham tahu bahwa Kendra tidak bisa lama berada jauh dari Hummairah.
Kendra akan memberikan kejutan untuk istrinya, ia akan menghadiri pertemuan antar pengusaha seluruh dunia. Untuk pertemuan kali ini, Kendra akan mengajak serta istrinya untuk memenuhi undangan.
Kendra siap berangkat menuju bandara sekarang, setelah berpamitan pada Ilham Kendra pun segera meninggalkan Indonesia untuk menuju Amerika.
Setelah belasan jam kemudian, Kendra pun tiba ditujuannya, ia tiba pukul empat sore. Ia memesan taxi dan segera meluncur ke apartemen Kiano, yang dulu nya adalah apartemen miliknya.
Kendra pun mencoba menelpon istrinya, untuk menjahilinya.
__ADS_1
"Hallo sayang." sapa Kendra.
"Assalamualaikum Mas." ucap Hummairah.
"Waalaikumsalam, sayang. Kamu lagi apa?" tanya Kendra.
"Lagi minum teh sama Kiano dan teman-temannya, kamu sendiri lagi ngapain?"
"Aku lagi mikirin kamu, dan rencananya aku mau nyusulin kamu kesana."
Hummairah tersenyum mendengar ucapan suaminya.
"Kenapa, kamu tidak percaya kalau aku saat ini bisa muncul dihadapan kamu sekarang?"
"Mas, kamu gak bilang sekarang kamu lagi dalam perjalanan ke sini kan?" Hummairah mulai cemas.
"Kalau ya, apa kamu mau memberikan aku hadiah?" tanya Kendra.
"Kamu mau apa?"
"Kita akan bulan madu lagi, hanya kita tanpa anak-anak. Bagaimana?"
"Baiklah, jika dalam satu jam kamu bisa sampai disini aku setuju." ucap Hummairah.
"Oke, sayang aku pegang ucapan mu. Baiklah, aku tutup dulu." Kendra pun memutus sambungan telpon telponnya, sebab ia telah sampai di apartemen Kiano.
Kendra sudah tidak sabar melihat wajah terkejut istrinya saat melihat ia sudah berada dihadapannya.
Sementara di dalam apartemen milik Kiano.
Kiano menghampiri Ummi nya dan bertanya.
"Kenapa Mi, Daddy ngebucin lagi?" tanya Kiano.
"Apa lagi yang bisa Daddy kamu lakukan kalau lagi nelpon Ummi." Hummairah tergelak.
"Apa yang Daddy katakan kali ini?"
"Daddy akan tiba disini setengah jam lagi katanya, jika benar maka Daddy akan ajak Ummi honeymoon lagi." Hummairah tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Asyik dong Tante, ajak kita juga ya!" celetuk Tristan.
"Enak aja, gue anak aja pasti gak di ajak. Apalagi elu." gerutu Kiano.
"Masa sih?" sambung Dion mengejek Kiano.
"Udah pernah terjadi sekali, dulu waktu gue lagi ikut kompetisi lomba Tae Kwon Do di Sepang. Ummi yang dampingin gue, Kirana dan Kanaya tinggal sama Daddy sebab mereka tidak bisa dapat ijin. Jadi pas hari terkhir setelah final, Daddy gue juga ngomong gitu ke Ummi. Setelah selesai pertandingan gue pulang ke asrama bersama Ummi, ternyata Daddy udah ada disana. Apa lagi Daddy ngebucin deh, akhirnya gue disuruh pulang bersama rombongan dari sekolah, dab mereka lanjut terbang ke Singapura. Sedih gue." cerita Kiano membuat Tristan, Fachri dan Dion tertawa ngakak, sedangkan Hummairah hanya tersenyum.
"Kasian amat lu Ki." gelak Tristan.
"Iya, kalu gue jadi lu pasti udah nangis bombay disana." sambung Dion.
"Senang ya, kalau memiliki pasangan walau sudah berumur tapi bisa mesra." puji Fachri kepada orangtua Kiano.
Saat mereka sedang asyik bercerita terdengar suara bel apartemen, mereka pun terdiam dan saling berpandangan.
"Ini pasti Daddy." ucap Kiano.
"Gak mungkin secepat itu." ucap Fachri.
"Coba lu buka Tris." ucap Dion.
Tristan pun beranjak dan membuka pintu.
Ceklek...
Pintu terbuka Tristan tersenyum lega, sebab bukan Daddy nya Kiano yang datang.
Mereka pun kembali melanjutjan cerita.
Tidak lama kemudian terdengar suara bel pintu, kali ini Hummairah menyuruh Kiano yang membuka pintu.
Fachri pun bergegas berlari ke pintu dan membukanya.
Mata Fachri terbelalak melihat siapa yang sedang berdiri di hadapannya.
Kendra tersenyum melihat Fachri, kemudian mata Kendra menatap seseorang yang berdiri jauh dibelakang Fachri.
"Daddy." teriakan Kiano membuyarkan lamunan Fachri.
"Maaf, masuk Om." ucap Fachri salah tingkah.
Kendra masuk kedalam langsung menhampiri istrinya, Hummairah sendiri tersenyum melihat Kendra mendekatinya.
Hummairah meraih tangan suaminya dan menciumnya, dan Kendra pun mengecup kening istrinya, seperti yang biasa mereka lakukan dirumah.
"Dari sana jam berapa?" tanya Hummairah.
"Dari sana siang, cuma pesawat nya sempat di Delay, makanya terlambat. Kalau gak udah nyampe dari tadi." Kendra mengusap kepala istrinya. Bisa Hummairah rasakan kerinduan dimata Kendra yang tidak bisa lagi ia sembunyikan.
"Istirahatlah, akau akan siapkan air hangat untuk mandi." ucap Hummairah pada suaminya. "Kalian lanjutjan obrolan kalian ya, Ummi mau urus bayi tua Ummi dulu." bisik Hummairah pada keempat pemuda di depannya.
Mereka pun tersenyum menutup mulutnya menahan tawa, belum lama terdengar suara Kendra dari atas.
"Sayang, handuk ku mana?" teriak Kendra.
"Sebentat Mas." Hummairah pun beranjak menaiki tangga.
"Tuh kan, Daddy gue gak bisa lepas dari Ummi. Semua harus Ummi yang turun tangan." ujar Kiano.
.......
Didalam kamar Hummairah menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya, sesat kemudian Kendra keluar dari kamar mandi.
Hummairah tersenyum melihat suaminya yang hanya menggunakan handuk, tubuhnya masih sempurna seperti dulu, sebab Kendra selalu menjaga bentuk tubuhnya dengan baik dan selalu rajin berolahraga serta menjaga pola makannya.
Hummairah mengulurkan tangannya ke arah suaminya, Kendra pun menyambutnya dengan senyum merekah.
Mereka pun berpelukan untuk melepas rindu setelah hampir satu minggu mereka berpisah.
"Daddy kangen Ummi, tidur sendiri, makan sendiri, untung gak nyuci baju sendiri kalau gak, Daddy bakal nyanyi lagu Caca Handika." Kendra mulai dengan ke bucinannya.
Hummairah tersenyum. "Kalau Daddy disini perusahaan siapa yang pegang kendali?" tanya Hummairah.
"Ada Ifan sama Ilham, mereka aku suruh handle semua." Kendra mulai menyusuri tubuh istrinya.
"Oh ya Ummi ingat, waktu dirumah Daddy ingin ngomong sesuatu tentang Kayla, apa itu?" Hummairah mengingatkan suaminya akan suatu hal yang ingin ia ceritakan kepada istrinya.
"Sepertinya Kiano sudah gak punya hubungan lagi sama Kayla!" ucap Kendra yang masih asyik menyusuri tubuh istrinya, dan tangannya kini mulia berada di tempat favoritnya.
"Maksudnya, mereka udah putus?" tanya Hummairah.
"Mungkin."
"Dari mana Daddy tau." kini Hummairah yang mulai tidak bisa mengontrol pergerakan Kendra.
"Wakti di Jepang, Daddy bertemu Kayla. Dan Ummi tau, dia sedang bersama anak dari seorang pengusaha sukses di Jepang. Daddy dengar dari mereka Kayla bekerja di perusahaan mereka, dengan bantuan anak si pemilik perusahaan yang telah lama menyukai Kayla."
"Tapi, mungkin itu hanya salah paham."
"Gak mungkin Mi, Daddy dengar sendiri orang itu menyebut Kayla sebagai calom istri dari anak mereka dan calon menantu idaman keluarga mereka." Kendra menggigit leher Hummairah dan menyisakan tanda merah di leher istrinya.
"Tapi kok Kiano gak pernah cerita sama Ummi ya." Hummairah memejamkan matanya saat bibir panas Kendra kembali menyentuh belakang telinganya.
"Gak mungkin Kiano cerita ke kita, kamu kan tau Kiano. Dari dulu paling percaya pada Adiknya Kirana, dan Daddy yakin Kirana tau semuanya." kini Kendra membanting Hummairah ke tempat tidur kemudian mencium bibirnya.
Hummairah membalas setiap sentuhan yang diberikan oleh Kendra, hingga mereka pun larut dalam sebuah permainan untuk melepas kerinduan mereka setelah beberapa hari terpisah. Kendra akui ia kini tidak bisa lagi jauh dari istrinya, wanita yang selama ini memberikan nya kebahagiaan dan ketenangan lahir dan batin.
Mereka pun melanjutkan aktifitas mereka, perjalanan panjang tidak dirasakan Kendra sedikitpun, malah membuta kendra semakin bersemangat. Ia merasaa kembali muda saat bersama istrinya, ia tidak malu menunjukan kemesraan mereka dihadapan anak-anak dan khalayak ramai. Bagi kendra memiliki istri seperti Hummairah adalah keberuntungan yang sangat didalam kehidupannya.
*Bersambung...
Terimakasih autor ucap kan untuk like dan komen disetiap eps nya, vote, bintang rate. jangan lupa untuk terus dukung karya author hingga menjadi top ranking.
Baca juga karya author yang kedua judulnya
**MENGEJAR CINTA SANG ASISTEN.
baru sampai eps 20 masih hangat.
Terimakasih.
salam sayang dari author selalu
I LOVE U ALL***
__ADS_1