CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
135.


__ADS_3

Kiano tiba di bandara Tokyo, Jepang tepat , pukul 12 malam. Kiano langsung menuju kosan milik Kayla malam itu juga.


Kiano sampai di kosan Kayla. Kiano memencet bel pintu, beberapa kali Kiano menekan bel tapu belum juga nampak seseorang membukakan pintu. Kiano pun memaklumi kondisinya, Kayla pasti telah tertidur lelap.


Tidak berapa lama kemudian, terdengar suara kunci pinti di putar dan seseorang membuka pintu.


Kiano tersenyum saat melihat Kayla yang masih mengucek matanya.


"Assalamualaikum." ucap Kiano memberi salam.


Kayla tampak mengumpulkan kesadaran, saat mendengar suara Kiano mata Kayla langsung fokus terhadap objek di depannya.


"Ki... Kiano?" ujar Kayla tidak percaya.


"Surprise..." ucap Kiano.


Tanpa menunggu lagi, Kayla pun langsung masuk kedalam pelukan Kiano.


Mereka berdua berpelukan erat sembari melepas rindu.


"Kay, kamu gak ijinkan aku masuk?" tanya Kiano.


Kayla tersenyum dan segera menarik tangan Kiano untuk masuk.


"Kamu jahat ih, kok gak ngasi tau mau datang." seru Kayla.


"Ini juga mendadak, si Fachri yang ngasi ide." jawab Kiano yang berjalan masuk kedalam.


"Dari sana jam berapa?" tanya Kayla penasaran.


"Dari rumah jam 10 pagi, pesawat berangkat jam 11 siang." jawab Kiano.


"Kamu duduk dulu aku siapin minuman hangat, kamu lapar gak? Aku masakin kamu sesuatu ya!" ucap Kayla.


"Gak perlu, aku capek. Mau langsung istirahat aja, tapi sebelumnya aku mau mandi dulu." Kiano pun berjalan menuju kamar mandi milik Kayla.


Kayla membawa ransel Kiano ke ke kamarnya, mengeluarkan isinya kemudian menyusunnya kedalam lemari. Kiano keluar dari kamar mandi dan menghampiri Kayla.


"Mau langsung istirahat Ki?" tanya Kayla.


Kiano mengangguk dan naik ke atas tempat tidur Kayla, Kayla mengkuti dari belakang dna juga ikut naik ke atas tempat tidur.


Sebab hanya ada satu tempat tidur disana, mereka pun masuk kedalam selimut dan mulai memejamkan mata.


.......


Hari ini Kirana mengikuti turnamen Wu Shu, dia telah bersiap diantar oleh Kendra serta Ilham.


"Sudah siap sayang?" tanya Kendra.


"Sudah Daddy." jawab Kirana yang baru selesai memasang sepatunya. "Ummi sama Mama gak ikut?" tanya Kirana.


"Ummi lagi gak enak badan sayang, jadi biar Mama yang jagain Ummi dirumah." jawab Ilham.


Kirana menganggukan kepalanya.


"Kirana pamit sama Ummi dulu ya." Kirana pun berlari ke atas dan masuk kedalam kamar Ummi nya untuk berpamitan.


"Ku liat Ham, anak gue yang ini casing nya aja cewek, tapi isi nya cowok." Kendra menggelengkan kepalanya.


"Gak apa-apa Ken, kalau udah waktunya jatuh cinta nanti juga berubah." gelak Ilham.


"Dia gak mau Ham, dia patuh sama Ummi nya. Dari awal masuk SMP hingga hampir selesai masa SMA, belum pernah sekalipun temannya datang ke rumah." Kendra menyeruput kopinya.


"Tapi kalau keluar rumah dan hang out bersama teman-temannya pernahkan?" tanya Ilham penasaran dengan sosk Kirana. Sebab Ilham hanya lebih dekat dengan Kiano, sedangkan Kirana setelah gadis itu remaja, ia seperti mulai menjaga jarak dengan orang terutama lawan jenisnya.


"Kirana tidak pernah keluar rumah Ham, dia hanya keluar jika Kiano mengajaknya. Selepas dari itu semua, ia lebih memilih diam di rumah." kenang Kendra.


"Mungkin dia seperti Ummi nya dulu." ucap Ilham.


Kendra pun teringat dengan sosok Hummairah, wanita yang kini mendampinginya dan yang telah memberikan kebahagiaan untuknya. Hummairah selalu menjaga jarak dengan lawan jenisnya, dan lebih banyak menghabiskan waktu dirumah.

__ADS_1


"Yuk Dad, Pa, Kirana udah siap." ucap Kirana yang datang menghampiri Kendra.


"Ayo sayang." Ilham dan kendra pun pergi mendampingi Kirana kali ini.


Didalam mobil kedua pria dewasa di depannya sedang sibuk membahas masalah saham dan sebagainya, sedangkan Kirana sibuk dengan ponselnya. Sekilas terbit senyum tipis di wajahnya.


Tiba ditempat pertandingan, mata Kirana menangkap seseorang yang baru-baru ini ia kenal.


"Dad, itukan Ka Fachri." tunjuk Kirana pada pemuda yang menghampirinya.


Kendra serta Ilham pun menoleh ke arah telunjuk Kirana. Fachri mendekat ke arah mereka.


"Selamat pagi Om Kendra, Om Ilham." Fachri menjabat dan mencium tangan kedua nya, seperti yang selalu Kiano dan Kirana lakukan.


"Selamat pagi." jawab Kendra dan Ilham kompak.


"Kok kamu ada disini?" tanya Kendra.


"Lagi ada urusan disini, dan teringat dengan kompetisi Kirana. Jadi sekalian aja datang." jelas Fachri.


"Sudah penjelasannya nanti saja, sekarang kita masuk dulu biarkan Kirana menpersiapkan dirinya." tutur Ilham.


Mereka pun masuk kedalam gedung pertandingan, dan Kirana masuk segera bergabung dengan tim nya. Sementara itu pria pendukungnya bergabung duduk di kursi penonton.


Dan seperti biasanya Kendra selalu menjadi pusat perhatian, tidak hanya remaja seumuran Kirana yang terpesona tapi para guru dan wali murid juga tidak mau ketinggalan mencuri pandang pada Kendra.


Ilham dan Fachri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat mereka yang masih terpikat oleh pesona Kendra.


"Kamu lihat Fachri, kamu tidak akan bisa melawan pesona dari calon mertua mu." ucap Ilham.


Fachri hanya bisa menggaruk kepalanya tidak gatal mendengar ucapan dari Ilham.


......


Kayla terbangun saat mendengar suara bel pintu kosan nya, ia pun bergeser sedikit dari sisi Kiano yang masih terlelap. Kayla memang hanya menyewa kosan dengan satu kamar untuk menghemat pengeluarannya, jadi setiap Kiano datang mengunjunginya maka salah satu diantara mereka akan tidur di sofa.


Tapi karena disana sedang musim dingin, Kayla menyuruh Kiano untuk pindah ke atas tempat tidur.


"Ada yang datang, aku mau buka pintu." jawab Kayla yang melepaskan diri dari pelukan Kayla.


Kayla pun masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, setelah itu ia pun berjalan keluar untuk membuka pintu.


Setelah Kayla keluar dari kamar, Kiano pun masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Kayal membuka pintu, dan dikejutkan dengan kedatangan Kai Zhou.


"Kai Zhou?" ucap Kayla.


"Selamat pagi.... aku bawakan sarapan untukmu." ucap Kai Zhou.


"Siapa Kay?" tanya Kiano yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi.


Mata Kiano menatap tajam ke arah Kai Zhou yang masih berdiri di depan pintu. Aura dingin menyelimuti kamar kosan Kayla.


"Masuk Kai." ucap Kayla mempersilahkan Kai Zhou masuk. "Aku buatin minum untuk kalian." lanjut Kayla.


"Kay, ini kiriman bingkisan dari Ibu ku untuk mu." ujar Kai Zhou sambil menyerahkan bingkisan pada Kayla.


Kiano hanya diam memperhatikan.


"Kay, siang ini kamu jadikan pergi sama keluargaku, ke Osaka siang ini." Kai Zhou sengaja mengatakan itu di depan Kiano.


Kayla membawa nampan berisi minuman dan isi dari bingkisan yang di bawa oleh Kai Zhou.


"Bagaimana Kay, kamu tidak lupa kan?" tanya Kai Zhou lagi.


"Eeh... itu..." Kayla menjawab dengan terbata.


"Kamu pasti lupa, makanya aku datang kemari pagi ini. Untuk mengingatkan kamu." Kai Zhou menikmati teh nya.


Kiano masih diam tidak bersuara, ia hanya memperhatikan tingkah Kayla dan Kai Zhou.

__ADS_1


"Baiklah Kay, aku pamit sekarang. Nanti siang aku akan menjemput mu, ingat bersiaplah. Aku permisi pulang." Kai Zhou beranjak dari duduknya dan melirik ke arah Kiano dengan penuh kemenangan.


Setelah Kai Zhou pulang, Kiano pun beranjak dari duduknya dan memasukan pakaiannya kedalam ranselnya.


Kayla yang melihat itu segera menghampiri.


"Ki, kamu mau kemana?" tanya Kayla.


"Pulang." jawba Kiano singkat.


"Ki, kamu kan baru tiba tadi malam."


"Ngapain aku disini, toh juga gak ada artinya kan. Lebih baik aku pulang." Kiano menutup ransel, kemudian mengetik ponselnya untuk memesan tiket kembali ke Amerika.


"Ki, kita bisa bicarain ini baik-baik."


"Bicara apa lagi Kay, aku datang jauh-jauh hanya untuk bertemu denganmu dan menghabiskan waktu kita bersama kayak dulu. Tapi apa sekarang Kay, kamu malah akan pergi bersama keluarga nya. Apa sudah sedekat itu hubungan kalian?"


"Ki, kamu kan tau aku magang di perusahaan keluarganya Kai Zhou, dan aku..."


"Cukup Kay, pasti kamu mau aku mengerti kamu kan? Aku gak ngerti kamu yang mana Kay."


"Ki, ini bisa kita selesaikan dengan baikan, kamu gak harus pulang sekarang. Aku janji aku akan pulang secepatnya jika urusan disana sudah selesai."


"Nungguin kamu pulang, ngapain aku nungguin kamu kayak orang bodoh disini, semantara kamu senang-senang dengan keluarga baru kamu. Terutama yang kamu bilang teman baik kamu."


"Ki, udah aku bilang aku dan Kai Zhou itu gak ada apa-apa. Kami cuma berteman dan rekan sesama kerja."


"Orang bodoh sekali pun bisa melihat tatapan nya padanu Kay, apa kamu tidak tau. Atau sebenarnya kamu tau, tapi kamu pura-pura tidak tau."


"Terserah kamu mau bilang apa, yang jelasa aku dan Kai Zhou tidak ada apa-apa, dan aku mohon jangan pulang Ki."


"Baik." Kiano kembali meletakan ranselnya. "Aku tidak akan pulang, tapi aku juga mau kamu tidak pergi. Bagaimana apa kamu setuju?"


Kayla terdiam.


"Tidak bisa menjawab Kay? Aku sudah tau apa yang akan kamu lakukan." Kiano meraih kemabali ranselnya dan menyangkutkannya ke pundak.


"Ki, jangan pulang kau mohon sekali lagi sama kamu."


"Aku hanya meminta kau jangan pergi, maka aku akan tetap disini."


"Aku perginya cuma sebentar Ki."


"Sebentar atau lama bagiku sama Kay, aku pasti akan menunggu."


"Ki, jika kamu pulang maka aku akan...."


"Kamu akan apa Kay? Sekarang aku yang akan membuat mu memilih, pilih tetap disini atau pulang bersama ku ke Indonesia."


"Tapi aku kuliah disini Ki, dan setelah selesai magang Ayah Kai Zhou akan menarik ku menjadi karyawan tetap di perusahaannya."


"Baiklah, maka aku tau sekarang jawabannya." Kiano melangkah keluar. "Kay, asal kamu tau... aku menyesal dulu mendukung mu untuk kuliah disini, kalau aku tau akan begini. Lebih baik aku mendukung kedua orang tua mu, yang menyuruhmu masuk akademik. Ternyata rencana orang tua itu memang selalu benar, aku menyesal Kay." Kiano pun keluar dari kamar kosan Kayla.


Tinggallah Kayla sendiri, ia tidak tau harus berbuat apa.


Hai... Hai...


Aku Icha Mawik jangan lupa baca juga karya kedua ku ya judulnya


MENGEJAR CINTA SANG ASISTEN.


jangan lupa untuk tinggalin jejak ya.


like dan komen di tiap epsd nya


Vote rate lima bintang nya


Aku tunggu ya...


Terimakasih

__ADS_1


I LOVE U ALL


__ADS_2