CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
82


__ADS_3

Medinah mengerjapkan matanya, Ia merasa sebuah beban berat menimpa perutnya.


Ia mencoba mengumpulkan kesadarannya.


Menatap sekeliling, kemudian matanya membulat setelah melihat siapa yang terbaring di sebelahnya.


Medinah segera memeriksa pakaiannya, ternyata masih lengkap. Ia pun bernafas lega, Ia kembali menoleh ke arah sampingnya.


Ia menatap wajah pria yang selama ini Ia cintai, Ia mengelus lembut wajah pria itu.


" Apa kau sudah puas ? "


Mata Medinah membulat, Ia segera menarik tangannya.


Ilham membuka matanya dan tersenyum.


" Selamat pagi " Ucap Ilham sambil mengecup kening Medinah.


Medinah pun mematung.


" Apa tidur mu nyenyak ? " Tanya Ilham lagi


Medinah mengangguk, Ia masih belum sepenuhnya sadar dari keterkejutan nya.


" Kenapa kau ada disini ? "


" Heemmm... Apa kau ingin aku tidak disini ? "


" Bukan..... Maksud ku kenapa kamu bisa tidur disini "


" Dirumah ini tidak ada kamar lagi, lagi pula Zian yang menyuruh ki tidur dikamar ini bersama mu " Ilham mengembangkan senyum manis di wajahnya.


" Bisa lepaskan ? " Pinta Medinah


Ilham malah mengeratkan pelukannya dinpinggang Medinah.


" Ham, aku mau bangun mandi "


" Mau mandi bersama ku ? " Goda Ilham


Wajah Medinah bersemu merah.


" Tidak, terimakasih " Medinah beranjak bangun saat Ilham melonggarkan pelukannya.


Tapi, tiba tiba Ilham kembali menarik tangan Medinah hingga kembali terhempas ketempat tidur, Ilham menahan Medinah dalam kungkungannya.


Mata mereka bersitatap, wajah Medinah sudah merah padam.


Ilham mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan.


Ilham mengecup bibir ranum Medinah, pelan dan semakin dalam. Kini lidahnya telah bermain didalam rongga mulut Medinah, mengabsen setiap sisi, dan bermain dengan lidah Medinah.


Ilham melepaskan pagutannya dibibir Medinah kemudian tersenyum.


" Morning Kiss " Ucap Ilham kembali mengecup singkat bibir Medinah


Dengan nafas yang masih tersengal, Ia Medinah masih di posisinya.


" Apa kau mai lagi ? " Goda Ilham dengan tampang jahilnya.


Dengan wajah merah padam Medinah segera masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu.


Dibalik pintu, Medinah meraba dadanya yang berdegub kencang. Ia masih mengingat kejadian tadi, apa yang Ia lakukan. Apa Ia telah jadi murahan karena tidur dengan seorang pria yang belum jadi suaminya.


Tapi Ia mencintai pria itu, tapi apakah pria itu juga mencintainya.


Pikiran Medinah kalut, Ia frustasi dengan semua rasa di hatinya.


Suara ketukan pintu menyadarkan nya.


Tok....


Tok.....


Tok.....


" Me ,kau baik baik saja ? " Tanya Ilham


" Ya, aku baik baik saja "


" Lekaslah selesaikan mandi mu, kita akan jalan jalan keluar hari ini "


" Baiklah, aku akan selesai sebentar lagi "


Tak selang berapa lama Medinah pun keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya.


Ilham telah menunggunya di depan pintu kamar mandi.


Ilham mendekat, kemudian mengelus pipi Medinah.


" Kau baik baik saja " Tanya Ilham


Medinah menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


" Tunggu aku dibawa, heemmm. " Ilham mengecup kening Medinah, kemudian masuk ke kamar mandi.


Medinah kembali meraba dadanya, merasakan debaran jantungya saat berada didekat Ilham.


Ilham turun kebawah untuk sarapan, Medinah, Zian, dan sang istri serta putri mereka telah menunggu.


" Selamat pagi semua " Sapa Ilham


" Selamat pagi, apa tidur mu nyenyak ? " Tanya Zian


" Tentu saja, ada Dia disamping ku " Ujar Ilham menggoda Medinah.


Wajah Medinah kembali memerah bak kepiting rebus.


" Bagaimana rencana hari ini " Tanya Ilham pada Zian


" Aku sudah mengatur pertemuan kalian dengan Paman Sam, dan Dia menyetujuinya kalau kalian bisa menemuinya di kantor. " Jelas Zian pada Ilham.


" Apa Kak, Papa ingin bertemu dengan kami ? " Tanya Medinah tidak percaya


" Tentu saja, apa kau tak percaya pada ku ? "


" Aku percaya Kak, karena sedari dulu hanya kau yang sedari dulu selalau mewujudkan impian ku. " Ucap Medinah senang " Terimakasih ya Kak "


" Pukul bera temu janji hari ini " Tanya Ilham lag


" Pukul 2 setelah makan siang, di kantornya. " Jawab Zian lagi


" Baiklah, karena pagi ini tidak ada kegiatan aku akan jalan jalan mengitari kota " Ucap Ilham.


" Perlu teman? " Tanya Zian sembari melirik Medinah


" Sepertinya hari ini Dia akan sibuk, Dia akan pulang ke apartment nya untuk membereskan sisa barang, dan kemudian mengirimkannya ketempat ku. "


" Baiklah, aku juag tak bisa menemanimu hari ini ada pekerjaan yang tak bisa aku tinggalkan atau pun di wakilkan. " Ucap Zian menyesal


" Tidak apa apa, aku bisa mengatasinya. " Jawab Ilham.


Mereka pun kembali menyantap sarapan mereka.


*****


Norman mendatangi kediaman Malik bersama putri semata wayangnya dan juga Olivia.


" Silahkan duduk Tuan, sebentar saya akan memanggilkan Tuan besar. " Ucap pelayan.


Olivia tampak gugup sekali, tak lam kemudian Tuan Malik dan keluarganya hadir termasuk Kendra dan Hummairah dan menyapa mereka.


" Selamat malam, ada apa ni ? Aku harap kalian membawa kabar bahagia " Ucap Kakek bercanda.


" Kami kesini memang membawa kabar bahagia, "


" Benarkah ? Kabar apa itu ? " Tanya Nanny semangat


" Kami, memutuskan untuk menikah pada akhir bulan ini " Ucap Norman


Semua terkejut senang.


" Benarkah, selamat ya kami senang mendengarnya. " Jawab Nanny


" Untuk itu Oliv kesini mau pamit, mas Norman mengajak Oliv untuk bertemu Mama dan Papa dan meminta restu mereka. Oliv mau minta maaf seandainya selama ini Oliv sudah berbuat salah dan banyak menyusahkan keluarga ini, terutama Hummairah. Ra maafin aku ya, aku udah pernah jahat sama kamu. Aku udah pernah bikin kamu hampir berpisah sama Kendra, " Ucap Olivia penuh sesal


" Sudah Liv, aku sudah maafin kamu, sebelum kamu memintanya. Mulailah hidup baru Liv, jadilah istri dan Ibu yang baik untuk keluarga mu. " Ucap Hummairah


" Terimakasih Ra, aku tau kamu memang wanita yang baik, Kendra sangat beruntung menjadikan mu istrinya. " Ucap Olivia tulus.


" Kapan kalian akan kembali ? " Tanya Kendra


" Mungkin Lusa " Jawab Norman.


" Kalian bisa pergi bersama kami " Ucap Kakek


" Memangnya kalian mau kemana ? " Tanya Olivia heran


" Minggu depan Viktor anak Tante Cristien akan menikah, jadi kami akan pergi. Kecuali Hummairah, Kendra dan baby Kirana " Uaco Nanny lemas


" Benarkah ? Viktor akan menikah dengan siapa ?" Tanya Olivia antusias


" Siapa lagi kalau bukan Sakinah " Jawab Hummairah


" Mereka jadi berdua ? " Tanya Olivia tak percaya


" Tentu saja jadi " Jawab Nanny


" Dan Tante Cristien.... ? "


" Cristien menyetujuinya, bahkan Sakinah telah berada disana sekarang " Jawab Mama


" Baiklah kami akan pergi bersama kalian " Jawab Olivia.


" Baiklah kalau sudah sepakat, aku akan menyiapkan jet pribadi keluarga untuk kalian. " Kendra beranjak dari duduknya dan menelpon seseorang.


" Ra, kenapa kamu tidak ikut ? " Tanya Olivia

__ADS_1


" Tidak Liv, Kirana masih terlalu kecil untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Mau pulang ke tempat Ayah juga aku tunda, kemungkinan Ayah yang akan kami boyonh kemari. " Jelas Hummairah.


" Tapi Kiano ikut kan Ummi " Tanya Kiano


Hummairah hanya menganggukkan kepalanya.


" Kiano ikut Ra ? " Tanya Olivia lagi


" Oma dan Opa nya memaksa, mau bagaimana lagi " Jawab Hummairah pasrah


" Sabar ya Ra " Olivia setengah tertawa.


*****


Ilham berjalan menyusuri pertokoan sepanjang kota Kanada. Ia membawa kamera nya untuk mengabadikan moment perjalanannya.


" Ilham " Tiba tiba seseorang menyapa nya dengan akrab.


Ilham menoleh dan melihat siapa yang memanggil namanya.


" Anda ? "


" Aku Jessica "


" Oh ya, saudaranya Medinah "


" Tidak Dia bukan saudara ku " Jawab Jessica ketus


" Baiklah " Ilham malas meladeni


" Apa yang kau lakukan disini ? " Tanpa di suruh Jessica duduk di kursi tepat didepan Ilham


" Berjalan jalan, menyusuri kota dan mencari sesuatu untuk oleh oleh "


" Aku tau tempat cendramata yang bagus, mau ku temani ? " Tanya Jessica


" Baiklah "


Mereka pun beranjak dari tempat tersebut menuju suatu tempat yang menjual cinderamata.


Mereka tiba di satu tokoh oleh oleh, tak lupa Ilham memphoto nya dan mengirimkannya kepada Nanny. Ilham mulai memilih.


" Ilham bagaimana dengan yang ini, " Jessica menunjukkan satu gantungan kunci.


Ilham hanya tersenyum.


Tiba tiba ponselnya Ilham berseri.


" Ya Me, ada apa ? " Ucap Ilham lembut


"..... "


" Sedang di tokoh oleh oleh, kenap kau ingin sesuatu ? "


" ..... "


" Aku akan membelikan sesuatu untuk Kiano, dan juga adiknya "


"...... "


" Ya, Hummairah sudah melahirkan. Bayi nya perempuan. "


"..... "


" Baiklah, tidak memberikan ku sesuatu "


" ...... "


" Aku juga mencintai mu " Ucap Ilham sengaja kemudian menutup telpon.


" Dari siapa ? " Tanya Jessica


" Medinah " Jawab Ilham singkat


" Ham, kamu yakin ingin menikah dengan Medinah ? "


" Tentu saja, ada apa ? Apa kau keberatan ? "


" Dia itu bukan gadis yang baik, Dia itu liar sama seperti mendiang Ibunya.... "


Tangan Ilham mengepal menahan kesal, Ia benar benar marah saat mendengar Jessica menjelek jelekan Medinah.


***Bersambung


kasih aku like, vote, dan boom bintang lima dong biar semangat ku membara


jangan lupa komen motivasi nya agar aku bisa menjadi lebih baik lagi.


tapi komen motivasi yang membangun yaaaa


heheheee...


I LOVE U ALL***

__ADS_1


__ADS_2