
" Apa kau ingin sesuatu ? " Vans bertanya pada Hummairah, karena sudah beberapa hari ini Ia tidak memakan makanannya.
" Aku ingin pulang " Jawab Hummairah singkat.
Vans tertawa renyah.
" Kalau itu, aku tak kan pernah mau mengabulkan nya. "
" Lantas untuk apa kau bertanya apa yang aku inginkan. " Air mata Hummairah tumpah, Ia kembali menangis. " Aku hanya ingin bertemu anak dan suamiku " Dengan suara bergetar
" Kalau kau kembali pada suamimu, apa yang bisa aku dapatkan ? "
" Kau boleh ambil semua apa yang kau inginkan "
" Apapun. Bagaimana kalau yang ku inginkan itu dirimu ? Apa kau bisa memberikan dirimu padaku ? "
" Kau gila Vans. " Air mata Hummairah kembali mengalir.
" Kau benar, aku memang sudah gila. Gila karena menyukai istri dari adik sepupu ku. " Vans kembali tertawa.
" Banyak gadis lain yang lebih baik dari pada aku Vans, mengapa harus aku ? "
" Kau benar, tapi tidak ada yang sama dengan mu. Mereka semua itu egois, hanya memikirkan diri mereka dan kesenangan mereka. Tapi tidak denganmu, kau berbeda dari mereka. " Vans kembali tertawa
Merak terdiam, berada di dalam pikiran masing masing.
Tak lama kemudian suara adzan berkumandang, Hummairah beranja dari duduknya.
" Keluarlah, aku ingin menunaikan kewajibanku. " Usir Hummairah
Vans tergelak. " Kau tau apa yang membuat gadis gadis bodoh diluar sana berbeda dengan mu ? Hummairah memandang Vans dengan mengerutkan kening.
" Ini.. " Vans menunjuk kebelakang mengisyaratkan suara adzan.
" Maksudmu ? "
" Kau begitu taat, pada Tuhan mu, dan pada suami mu yang berengsek itu. " Vans menggeram
Hummairah meninggalkan Vans, dan masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan diri.
Vans pun keluar dari kamar itu dan memberikan ruang untuk Hummairah beribadah.
" Aku tak kan melepaskan mu Hummairah, tidak akan. Walau apapun yang terjadi. " Vans meninggalkan kamar Hummairah.
" Ada perkembangan apa ? " Kendra menerima telpon dari anak buahnya.
" ..... "
" Baiklah, teruskan pencarian. " Kendra menutup telponnya.
Ilham menepuk pundaknya.
" Kapan kau datang ? " Tanya Kendra
" Barusan, saat kau menerima telpon. Apa ada perkembangan ? "
" Belum " Jawab Kendra singkat
" Anak buah ku pun belum memberikan laporannya. "
Kendra mengusap wajahnya kasar kemudian membuka layar ponselnya, yang tertampil wajah istrinya sebagai wallpaper nya.
__ADS_1
" Tenanglah, istri mu pasti di temukan. Hanya masalah waktu, kau juga harus menjaga kondisi tubuh mu. Dan, Kiano kau juga harus memikirkannya, dia masih kecil masih membutuhkan perhatian. Terutama perhatian dari mu, saat ini dia membutuhkan mu disisi nya. " Ucap Ilham
" Aku mengerti Ham. Tapi apa yang akan aku katakan saat dia bertanya dimana Ummi nya ? "
Ilham terdiam menatap Kendra, tiba tiba Kiano menghampiri mereka. Kiano datang bersama Medinah
" Daddy... "
Kendra meraih tubuh putranya kedalam pelukan dan menggendong nya.
" Daddy nangis ? Daddy kok cengeng, Ummi bilang anak laki laki itu tidak boleh cengeng. Ummi bilang kalau anak laki laki lagi sedih harus segera ambil wudhu, dan sholat. Minta sama Allah agar semua kesedihan ini cepat berlalu. " Ucap Kiano polos.
Kendra kembali memeluk erat tubuh putranya, air matanya tumpah mengalir deras di pipinya.
Ilham dan Medinah tersenyum melihat kedekatan Ayah dan anak ini.
Cristien dan Olivia pergi menemui Vans di villa nya.
Villa itu tampak sepi, Cristien segera menekan bel.
Ting.... Tung...
Mata Vans membulat ketika Ia mendengar suara bel pintu. Hummairah tersenyum, Ia berpikir seseorang datang untuk menyelamatkannya dan membawanya keluar dari sini.
Vans menghentikan kegiatan makan nya, lalu menyeret Hummairah masuk kedalam kamar.
" Lepaskan aku Vans, aku masih ingin makan. " Ucap Hummairah mencari alasan agar Ia tetap berada disana.
" Tidak, kau akan makan di kamar. " Vans membawa Hummairah masuk kedalam kamarnya, kemudian memberi peringatan pada Hummairah.
" Jangan mencoba untuk bersuara, jika kau berani melakukannya, aku akan buat perhitungan dengan mu. " Vans keluar dari kamar Hummairah dengan membanting pintu.
Braak...
Vans mengintip dicela tirai jendela, terlihat Olivia dan Ibunya. Vans segera berlari membuka pintu.
Ceklek....
" Apa yang kalian lakukan disini ? " Vans menatap sekeliling.
" Aman Vans, kamu sudah pastikan itu.." Cristien berlenggang masuk, dan Olivia mengikutinya.
" Dimana dia ? " Tanya Cristien
" Dikamar nya "
" Apa dia baik baik saja ? "
" Tentu saja, aku memperlakukannya dengan baik. "
" Syukurlah, Mommy dengar dia sedang hamil. "
" Benarkah ? Pantas saja Ia memilih milih dalam makanan. Ternyata Ia sedang mengandung, dan Ia pasti sedang mengidam. " Ucap Vans mengusap usap dagu nya.
" Kau harus berhati hati Vans, saat ini Kendra dan Ilham sedang memperluas pencariannya. Si Ilham itu menyewa anggota Interpol segala. " Ucap Olivia
" Selama kalian tidak membuka mulut kalian, tak akan ada yang tahu. " Ucap Vans menatap tajam kepada keduanya.
" Kau tenang saja, kami tahu apa yang harus kami lakukan " Jawab Cristien
" Bagaimana dengan mu Olivia, apa kau sudah berhasil mendekati Kendra ? " Tanya Vans
__ADS_1
" Boro boro mau dekat, baru saja aku ingin menghampirinya Kendra sudah menjauh. Melihat aku saja Ia tidak mau. " Gerutu Olivia
" Hahahaa... Sepertinya kau harus lebih bekerja keras untuk menaklukan hati Kendra "
" Bagaimana dengan mu, apa kau juga sudah berhasil merebut hati Hummairah ? " Olivia bertanya kepada Vans
Wajah Vans kembali muram, " Belum, gadis itu sangat sulit didekati. Tapi, tak mengapa aku ingin lihat, sejauh mana Ia bertahan dengan keputusannya. "
Kendra kembali ke kantor ditemani oleh Ilham dan Medinah.
Tiba didepan meja receptionis.
" Dimana petugas receptionis yang satunya ? " Tanya Kendra
" Nona Oliva belum datang Tuan ? " Jawab Receptionis 1
" Apa ? Kamu menyebutnya Nona ? " Tanya Ilham terkejut
Receptionis itu menunduk
" Siapa yang bertanggung jawab untuk kalian ? "
" Mbak Chila Tuan ? "
" Panggil Chila untuk masuk ke ruangan ku, sekarang " Perintah Kendra sambil berlalu.
Ilham menatap wajah receptionis itu ketakutan.
" Jangan khawatir, ini bukan salah mu. Kau hanya menjalankan tugas, kembalilah bekerja " Ilham pun berjalan menyusul Kendra ke ruangannya.
Tak lama Chila masuk menemui Bos nya.
" Anda memanggil saya Tuan ? " Chila membungkuk kan badannya.
" Kemana perginya salah satu bawahan mu ? " Tanya Kendra
" Maksud Tuan Olivia ? "
" Iya, dimana Dia ? "
" Belum datang Tuan, tadi memang Dia ada menghubungi saya. Dia mengatakan bahwa akan datang terlambat karena ada urusan. " Jawab Chila
" Tapi Dia berangkat pagi pagi sekali " Ilham menimpali
Kendra terkejut dengan pernyataan Ilham.
" Kami serius Ham, ? " Tanya Kendra
" Serius lah, Dia pergi bersama Tante Cristien. Meraka pergi dengan terburu buru. " Terang Ilham
" Chila aku perintahkan padamu, mulai saat ini jangan berikan pada nya kelonggaran apapun. Aku memberi mu wewenang, jika Olivia melakukan kesalahan kau langsung memberikan sanksi padanya, tanpa harus menunggu keputusan ku. Kau paham ? Ucap Kendra
" Baik Tuan " Chila membungkukkan badannya.
" Chila, aku juga ada satu tugas untuk mu. Kau suruh salah satu teman mu, mendekati Olivia untuk mengawasinya. " Perintah Kendra
" Baik Tuan, saya mengerti. Kalau begitu saya permisi " Chila keluar meninggalkan ruangan Bos nya.
Ilham menatap Kendra bingung
" Apa yang kau rencanakan Kendra ? " Tanya Ilham
__ADS_1
Kendra tersenyum penuh misteri.
bersambung