
Tiba di rumahnya,Kendra langsung masuk menuju kamarnya.
Saat Ia akan masuk kedalam kamarnya, langkahnya terhenti oleh seseorang yang memeluknya dari belakang.
Kendra yang terkejut segera membalik badannya dan melihat siap orang yang memeluknya.
" Oliv ? "
" Kendra, kamu dari mana aja ? Aku seharian ngehubungi kamu, tapi kamu gak angkat telpon dari aku. "
" Aku sibuk, dan sekarang aku capek banget mau istirahat, karena besok aku akan berangkat ke Singapura pagi pagi sekali. " Kendra melepaskan pelukan Olivia dan masuk ke kamarnya kemudian menutup dan mengunci kamarnya.
******
Hummairah baru saja keluar dari kamar mandinya, saat Ia sedang mengeringkan rambutnya. Ponselnya berbunyi notifikasi pesan.
Daddy
Selamat malam, selamat tidur semoga mimpi indah. Dan jangan lupa mimpiin aku yaa ..
Hummairah tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.
Ting.
Kembali sebuah pesan masuk
Daddy
Kenapa tak di balas, apa kamu udah tidur.
Hummairah mengehela nafas.
Ting.
Daddy
Jangan dekat dekat dengan Ilham, dan jangan biarkan dia terlalu sering berkunjung. tidak enak dilihat orang.
Hummairah tersenyum membaca pesan dari Kendra.
Me
*Iya...
Udah wejangannya ? Aku ngantuk, mau tidur. kamu juga harus bangun pagi kan ?
Daddy
send*
Saat ini Kendra telah berada di Singapura. Kakek mengajak Hummairah ikut bersama nya pulang ke mansion keluarga.
Hummairah turun dan masuk dalam mansion, semua pelayan heboh menyambut kedatangan Nyonya mereka.
Kehebohan itu pun menarik perhatian Tante Cristien, yang segera turun ke bawah untuk mencari tau.
" Ra, kamu pulang sayang " Tanya Mama yang lansung berlari memeluk menantu kesayangannya, dengan tangis haru wanita setengah baya itu terus saja mencium wajah menantu nya
" Mana Kiano ? " Tanya Mama
" Kiano ada sama Sakinah Ma, nanti juga nyusul. "
" Ayo masuk sayang, Mama kangen sekali sama kamu "
" Iya Ma, Ara juga kangen sama Mama. Ara kangen sama kue buatan Mama. "
" Iya, nanti Mama buatkan. Kamu masuk dulu "
Mama membawa masuk Hummairah ke dalam rumah.
__ADS_1
" Masih punya nyali juga kamu kemari, apa kamu gak punya malu. " Ucap Tante yang tiba tiba muncul.
" Sudahlah Cristien, jangan bikin ulah lagi. Aku sedang menyambut menantu ku pulang kerumah ini. " Jawan Mama tegas
" Menantu, yang mana ? Yang ini kamu bilang menantu, penampilan seperti pelayan, dasar kampungan. Wanita kampung itu tidak pantas ada disini.. " Hina Tante
Hummairah tersenyum
Tak lama kemudian Olivia juga hadir disana.
" Mau apa Lu kemari ? " Tanya Olivia
" Sudah Olivia, jangan memperkeruh suasana. " Jawab Mama yang masih menuntun Hummairah masuk kedalam.
" Tante, tante tau gak. Kemarin aku nelpon Kendra, tapi si wanita kampung ini dengan lancang nya menjawab telpon dari ku untuk Kendra... "
Tiba tiba terdengar suara bariton dari arah luar.
" Siapa yang kamu bilang kampungan dan lancang ? "
Semua yang ada disana, menoleh kearah suara itu berasal.
" Papa " Ucap Mama kepada Kakek
" Ya, aku. Aku sudah kembali kemari. "
" Lusy, suruh mang Diman menurunkan barang barang yang ada di mobil.." Perintah Nanny.
" Baik Tuan. " Lusy bergegas melaksanakan perintah Tuan nya.
" Yang lainnya, bikin kan kami sarapan. Tuan kalian sudah datang apa kalian tidak mau menjamu nya ? " Ucap Nanny lagi.
Semua pelayan pun kembali ke tugasnya masing masing.
Kakek duduk di meja makan menunggu makanan datang.
" Apa yang terjadi di rumah ini selama aku tidak ada ? " Tanya Kakek pada Mama menantunya.
" Kakak ku tidak bertanya pada mu Nyonya Cristien. Kakakku bertanya pada Stella, menantu nya. " Jawab Nanny
Cristien membeku terdiam.
" Ra, bikin kan Kakek wedang jahe.." Perintah Nanny
Hummairah mengangguk dan bergegas berjalan menuju dapur, disana ada beberapa pelayan yang sibuk memasak
" Ada yang bisa saya bantu Nyonya Muda ? " Pelayan 1
" Tidak, lanjutkan pekerjaan kalian. Saya hanya ingin membuat kan Kakek dan Nanny wedang jahe. "
" Baik Nyonya. " Pelayan tersebut melanjutkan pekerjaannya. Sementara Hummairah juga mengerjakan tugasnya.
Setelah selesai Hummairah membawanya kepada Kakek.
" Ini Kek, " Hummairah menyuguhkan wedang nya.
" Terimakasih. " Jawab Kakek
" Hanya gadis kampung yang bisa membuat wedang seenak ini. " Ucap Kakek menikmati wedang buatan Hummairah
" Benar Kak, kalau gadis kota, palingan tau nya belanja, ngabisin uang orang tuanya. Setelah menikah menghabiskan uang suaminya, untung kita menikahkan Kendra sama Hummairah ya Kak. " Kenang Nanny
Wajah Olivia memerah, Ia tau perkataan Nanny di tujukan untuk dirinya.
" Kakek, Nanny apa kabar ? " Sapa Olivia gugup
" Baik, terimakasih " Jawab Kakek singkat dengan senyum
" Seperti yang kamu lihat, kami baik. Makanya kami ada disini, terimakasih atas perhatiannya. " Ucap Nanny
__ADS_1
" Ra, dimana Kiano ? " Tanya Mama
" Kiano ada sama Sakinah Ma, masih di apartemen. Tadi waktu kami kemari, Kiano nya masih tidur. Jadi ditinggal.
" Kenapa tidak di bawa RA, kan kasian tinggal sendirian. "
" Kalau mau kemana mana itu, anak di bawa jangan terlalu percaya sama pelayan atau babysitter. Nanti kenapa kenapa siapa yang mau disalahkan. " Ucap Tante Cristien
" Tenang saja Tante, saya sudah percaya sama Sakinah. " Jawab Hummairah
" Kamu itu kalau di bilangin selalu saja menjawab, apa jadinya anak jaman sekarang tidak pernah mendengar apa yang orang tua katakan. " Jelas Tante Cristien
" Nyonya Cristien, anda tenang saja. Sakinah itu dulu nya juga pelayan dirumah ini, karena di usir dari rumah, makanya Dia bekerja dan tinggal bersama Hummairah. " Jelas Nanny panjang lebar.
Tante Cristien terdiam mendengar penjelasan dari Nanny.
Tiba tiba seseorang turun dari lantai atas
" Selamat pagi.... Wah,,, ramai sekali. " Ucap Viktor yang langsung bergabung di meja makan.
" Kamu.... Bikin kan aku omelet, sekarang " Perintah Viktor kepada salah satu pelayan.
Semua saling berpandangan.
Viktor menatap satu persatu wajah orang orang yang ada di hadapannya. Matanya tertuju pada gadis berjilbab di depannya.
" Waah..... Diantara sekian banyak orang disini, hanya kamu yang menyejukkan mata ku " Ucap Viktor kepada Hummairah
Hummairah membulatkan matanya, lalu menatap wajah Kakek yang mengeras.
" Viktor, perkenalkan ini Kakeknya Kendra, ini adik dari Kakeknya Kendra, dan yang ini adalah istrinya Kendra. Namanya Hummairah " Mama menjelaskan pada Viktor.
" Dia... Gadis ini istrinya Kendra ? " Viktor tertawa terbahak. " Aku kira gadis seperti apa yang berhasil membuat Kendra jatuh cinta dan bertekuk lutut dihadapannya. " Viktor kembali tertawa.
" Semakin banyak orang tidak waras di rumah ini " Ucap Kakek yang beranjak meninggalkan ruang makan.
" Hentikan Viktor.. " Ucap Cristien
" Sorry, Mom Aku tak menyangka istrinya Kendra seperti ini... " Ucapan Viktor di potong Hummairah
" Istrinya Kendra kampungan maksudmu atau wajahnya tak secantik super model ? " Ucap Hummairah tersenyum.
" Bukan,,, bukan begitu maksudku. Aku tidak menyangka saja, Kendra akhirnya bisa berubah. "
" Setiap manusia bisa berubah, tergantung manusia itu sendiri mau berusaha berubah atau tidak. " Jelas Hummairah sembari tersenyum.
Tak lama kemudian Sakinah datang membawa Kiano
" Ummi... " Kiano berlari masuk ke pelukan Ibunya.
" Nyonya, ini ponsel Nyonya. Maaf, tadi saya terpaksa menjawab telpon Nyonya. Soalnya telponnya berdering terus " Jelas Sakinah
" Iya, tidak apa apa. Memangnya siapa yang menelpon ? " Tanya Hummairah
" Tuan Kendra, Tuan bilang ingin berbicara pada Nyonya.
Tanpa ada yang menyadari seseorang memperhatikan sosok polos Sakinah.
*Bersambung
segini dulu ya
semoga suka
jangan lupa like
komen di setiap eps nya
**BOOM BINTANG LIMA bantu author nya naik ranking.
__ADS_1
I LOVE U ALL***