
Fachri dan keluarganya pun pamit undur diri dan kembali, Mia memeluk dan mencium Kirana. Hummairah bisa melihat bagaimana Mia sangat menyayangi Kirana putrinya. Fachri dan Kirana pun hanya boleh bertemu melalui telepon, mereka masih ingin menyelidiki masalah yang mereka hadapi.
Tiba dirumah mereka, Fachri langsung masuk ke kamarnya, setelah membersihkan diri ia segera mengirimkan pesan pada Kirana. Ia pun tersenyum saat mendapat balasan dari Kirana. Fachri kembali mengerjakan tugas kantor yang ia tinggalkan tadi, setelah mendapat email dari asistennya.
Saat mereka makan malam, Luna pun pulang sambil menggendong Andrew yang telah tertidur. Ia segera meletakan Andrew di sofa panjang, Luna pun ikut duduk makan malam bersama mereka, ia dudui disamping Fachri.
"Aku udah selesai.." ucap Fachri beranjak dari duduknya.
"Iya sayang, kamu istirahat saja kamu pasti capek seharian ini." ucap Mia pada putranya.
"Kamu dari mana saja Luna?" tanya Mia lagi.
"Jalan-jalan tante.. menghibur Andrew, kalian tau kan berdiam diri dirumah itu membosankan. Apalagi untuk anak sekecil Andrew, dia butuh teman dan hiburan.
"Tapi tidak perlu sampai jam segini kamu baru pulang, kasian anak kamu." ujar Mia lagi.
"Kalau tante kasian, suruh dong Fachri cepat nikahin aku, jadi aku gak perlu lagi bawa Andrew keluar." jawab Luna.
"Cukup!!!" ucap Reza memotong ucapa Luna. "Kami sudah menawarkan padamu, berikan Andrew pada kami, dan kami akan memberikanmu imbalan yang tidak sedikit."
"Tapi aku tidak mau om, aku mencintai Fachri dan aku mau menikah sama Fachri." jawab Luna.
"Tapi Fachri sudah memiliki calonnya sendiri." ujar Mia.
"Masih calon tante, bukan istri. Sedangkan aku, aku telah memiliki anak bersama Fachri, memberikan kalian cucu laki-laki penerus keturunan kalian." lanjut Luna.
"Sudah, hari sudah malam... Besok kita lanjutkan lagi, bawa anak kamu ke kamar, kasian dia." ucap Reza.
Luna pun segera menggendong putranya dan membawanya ke kamar. Mia dan Reza menghela napas panjang. Mereka pun berajak masuk ke kamar mereka.
.....
"Ummi Nana, Zaki mau buah." ucap Zaki pada Kirana, Kirana membiasakan Zaki memanggilnya Ummi, ia tidak suka dipanggil Tante.
"Iya sayang, kamu mau buah apa? Ummi potongin." jawab Kirana.
Zaki pun segera memilih buah yang ia inginkan, dan Kirana pun mulai memotong dan memasukannya kedalam mangkuk, kemudian membawakannya ke ruang tivi dan memberikannya kepada Zaki.
"Kamu gak kemana-mana hari ini Na?" tanya Ummi Hummairah.
"Gak Mi..." jawab Kirana.
"Kamu temani Ummi belanja ya..."
"Boleh Mi."
"Zaki juga ikut ya Oma.." sambung Zaki.
"Iya... Zaki boleh ikut, ajak Mommy juga."
Mereka pun bersiap untuk pergi, diantar oleh supir.
Tiba dipusat perbelanjaan, mereka pun mulai
Setelah selesai berbelanja, mereka memutuskan untuk makan siang disakah satu food court yang ada di dalam Mall tersebut.
"Mommy.. Zaki, mau main." ucap Zaki saat selesai makan.
"Iya, sayang ayo." ajak Zavira.
Sambil menunggu Zaki bermain, Hummaira bersama anak dan menantunya berbincang hangat.
Ponsel Kirana berdering, panggillan dari Fachri.
Hummairah dan Zavira tersenyum melihat Kirana yang beranjak dari duduknya dan menjauh dari mereka.
"Assalammu'alaikum Kak." ucap Kirana.
"Waalaikumsalam.. kamu lagi dimana, kok rame kedengarannya?"
"Lagi di Mall, nemanin Ummi belanja. Ada apa Kak?"
"Gak... kangen aja sama kamu."
"Hemmm... kumat."
Terdengar Fachri terkekeh. "Kamu udah makan siang?"
"Nih lagi bareng sama Ummi dan Zavira."
__ADS_1
"Aku ke situ ya..."
"Ngapain?"
"Nyamperin kamu lah... ngapain lagi, lagian aku udah kangen sama kamu."
"Hemmm.. kumat lagi."
"Ya udah... aku kesana ya, kamu kirim lokasi kamu nanti."
"Iya..."
"Na..."
"Iya, apa lagi?"
"I love u..."
"Assalammu'alaikum." Kirana pun menutup telponnya sembari tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Bruuk...
Tiba-tiba Kirana menabrak seseorang.
"Astagfirullah..." Kirana jatuh terduduk.
"Aduh... maaf, maaf.." ucap orang itu.
Kirana mengusap lengannya, dan mencoba berdiri.
"Mari aku bantu.." ucap orang itu.
Kirana berasa mengenal suara itu, ia pun segera mendonggakan wajahnya ke atas untuk melihat si pemilik suara.
"Kirana.." ucap orang itu.
Mata Kirana membesar saat ia tahu siapa yang ada dihadapannya, ia pun segera berdiri.
"Lucas..."
"Iya, ini aku Lucas. . Aku senang kamu saja ingat padaku." ujar Lucas
"Iya Mi, Nana gak apa-apa."
"Maaf tante saya benar-benar gak sengaja." ucap Lucas.
"Iya tidak apa-apa." jawab Hummairah "Ayo sayang kita kembali kesana."
Hummairah pun membawa Kirana kembali menghampiri Zavira dan Zaki. Lucas mengikutinya dari belakang, dan bergabung bersama mereka.
"Maaf kamu siapa?" tanya Hummairah. " Kenapa mengikuti kami."
"Maaf tante saya Lucas... saya teman sekolahnya Nana waktu di SMA."
"Iya Mi, dia temen Nana sekolah dulu."
"Oh..." Hummairah kembali memeriksa putrinya.
Fachri pun tiba ditempat Kirana dan sempat heran siapa pria yang bersama mereka. Fachri segera mendekat dan menghampiri mereka.
"Assalammu'alaikum."
"Walaalikumsalam...." jawab mereka serentak.
"Ada ap ini? Kok rame?" tanya Fachri.
"Kirana tadi jatuh didepan sana." tunjuk Zavira.
"Oh ya... tapi gak apa-apa kan, sayang kamu gak luka kan?" tanya Fachri khawatir.
"Kirana gak apa-apa nak Fachri, kamu duduk dan tenangin diri dulu." ujar Hummairah.
Fachri melirik ke arah Lucas.
"Ummi... dia siapa?"
"Ini Lucas, dia yang tadi nabrak Luna." jawab Hummairah.
Mata Fachri menatap tajam ke arah Lucas yang sedari tadi menatap Kirana.
__ADS_1
"Lucas ini juga temennya Kirana saat SMA dulu Kak." jelas Kirana.
"Oh...." jawab Fachri singkat. Tapi Fachri bisa merasakan kalau Lucas menyukai Kirana. Itu terlihat dari tatapan Lucas saat menatap Kirana.
"Aku sahabat Luna baik Luna, kami dulu sangat akrab." ucap Lucas buka suara.
"Oh ya... sedekat apa kalian dulu?" tanya Fachri penasaran.
Kirana bisa merasakan ada nya ketegangan antara Fachri dan Lucas pun, akhirnya mencoba menengahi mereka.
"Kak Fachri, temani Nana nyari barang yuk!" ajak Kirana.
Hummairah yang paham dengan keadaan pun akhirnya mengiyakan ucapan Kirana.
"Iya Fachri, tadi Kirana ingin beli sesuatu." ujar Hummairah.
Fachri menganggukan kepalanya, ia pun berdiri dari duduknya, disusul oleh Kirana yang tidak lupa berpamitan.
"Mi, Nana pergi bentra ya.. Za, titip Ummi ya."
Zavira dan Hummairah menganggukan kepalanya.
"Lucas, aku duluan ya." ucap Kirana.
"Baiklah.. aku juga mau pamit, aku masih ada urusan." Lucas beranjak dari duduknya.
"Baiklah, Kirana, sampai ketemu lagi."
Lucas pun berjalan meninggalkan mereka, Kirana pun mengajak Fachri.
"Ummi, kalau mau pulang... pulang duluan aja, biar nanti Kirana Fachri yang antar." ujar Fachri.
"Ya, udah kalau begitu. Ummi sama Zavira pulang duluan, kasian Zaki udah ngantuk kayaknya." ucap Hummairah.
Hummairah pun mengajak Zavira dan Zaki untuk pulang, sedangkan Kirana bersama Fachri.
"Ingat.. sebelum sore harus sudah ada dirumah." ucap Hummairah.
......
"Oma... Andrew boleh minta buatin susu?" ucap Andrew pada Mia.
"Baiklah sayang.. ayo duduk disana ya." tunjuk Mia.
Andrew pun duduk dimeja makan, Mia segera membuatkan susu untuk Andrew dan memberikannya pada Andrew. Mia menatap lirih Andrew, ia merasa iba pada anak itu.
"Mama kamu masih tidur sayang?" tanya Mia pada Andrew.
"Iya Oma.." jawab Andrew sambil menghabiskan susu nya.
Mia mengelus kepala Andrew.
"Selamat pagi Ma.." sapa Fachri mencium pipu Mama nya.
"Pagi sayang, ayo sarapan." ujar Mia.
Fachri pun duduk di depan Andrew.
"Selamat pagi Daddy." sapa Andrew.
Fachri tersentak saat mendengar Andrew menyapanya. Ia menatap anak itu lekat kemudian menoleh kearah Mama nya. Mia menganggukan kepalanya, Fachri pun hanya membalas sapaan Andrew dengan senyuman.
"Papa kemana Ma?" tanya Fachri.
"Jogging katanya."
"Tumben."
Mia dan Fachri pun tersenyum.
"Selamat pagi...." ucap Luna sambil menguap.
Ia pun ikut duduk bersama Fachri dan Mama nya.
"Fachri udah selesai Ma." ucap Fachri mengelap mulutnya.
"Tapi sayang, kamu baru saja sarapan." ucap Mia.
"Fachri sudah tidak berselera, Fachri pamit ke kantor Ma." ia pun mencium tangan dan pipi Mama nya, kemudian segera berjalan keluar
__ADS_1
Bersambung