CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
112


__ADS_3

"Kiano kamu sudah siap sayang, Daddy udah nungguin tuh " ucap Hummairah pada putranya.


"Sebentar Ummi " jawab Kiano yang segera menghabiskan sarapannya.


"Sayang, jangan lupa bekal nya dimakan ya " Hummairah memberikan putranya peringatan.


"Baik Ummi, Kiano berangkat sekolah dulu ya " Kiano pun segera berpamitan kepada satu persatu orang dirumah itu, kemudian berlari mendahului Daddy nya.


"Kendra juga pamit ya semuanya " Kendra pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Kiano.


"Arah antar kedepan mas " Hummairah beranjak dari duduknya.


Ia membawakan tas kantor milik suaminya.


Tiba didepan pintu, Hummairah memberikan tas kerja miliknya, kemudian merapikan penampilan Kendra.


"Aku berangkat dulu ya, kamu hati hati - hati dirumah " Kendra mengecup kening istrinya


"Iya, mas juga hati - hati dijalan ya. Jangan lupa makan siang " Hummairah mencium tangan Kendra.


Setelah melambaikan tangan, Hummairah pun masuk kedalam dan melanjutkan kewajibannya yang lain.


"Ra, kamu beri ASI dulu Kirana nya Ra. Mama dan Nanny mau ajak Kirana jalan keliling komplek " ujar Mama


Hummairah segera menyusui Kirana, setelah dirasa cukup, Ia pun memberikan Kirana pada mertuanya.


Mama dan Nanny pun segera berjalan menuju keluar sambil mendorong troli Kirana.


Papa juga sudah berangkat ke kantor, kini tinggal Kakek dan Ayah yang masih berada diruang makan.


"Ayo Pak Firman kita pindah ke taman belakang. Udara pagi sepertinya masih sejuk dan segar. " Kakek mengajak Ayah pindah


Sekarang tinggal Hummairah dan para pelayan yang membantu Hummairah membereskan meja makan.


Hummairah di hampiri salah seorang pelayan.


"Maaf Nyonya muda, ada telpon dari Nyonya Medinah "


Dengan antusias Hummairah segera meninggalkan dapur dan berjalna menuju ruang tengah.


"Assalamualaikum Me " sapa Hummairah


"Waalaikumsalam Ra, kamu apa kabar ? "


"Alhamdulillah Me aku baik baik aja, kamu dan keluarga disana bagaimana, semuanya sehat ? "


"Iya, Ra kami disini baik baik saja. Keluarga disana juga sehat kan Ra "


"Iya Me, alhamdulillah kami semua disini baik baik saja. Apa ada kabar gembira Me ? "


"Iya Ra, aku berhasil menyatukan Mama dan Papa ku kembali. Keluarga ku kembali utuh seperti dulu Ra, aku bahagia sekali Ra "


"Alhamdulillah Me, aku senang dengar nya. Jadi bagaimana sekarang, apa mereka sudah berbaikan ? "


"Sepertinya akan butuh waktu Ra, tapi tidak apa apa, cepat atau lambat aku yakin Papa akan memaafkan Mama Rebeca. "


"Aamiin, aku doakan yang terbaik untuk keluarga mu. Jadi Me, bagaimana apa sudah ada kabar gembira dari kalian ? "


"Maksudnya ?"


"Ya, apa keponakan ku sudah ada disana ? "


Medinah terdiam sesaat, wajahnya merona.


Ilham melihat hal itu kemudian menghampiri sang istri. Dan mengambil alih telpon.


"Hallo Ra " ucap Ilham


"Assalamualaikum Kak, Kakak apa kabar "


"Waalaikumsalam, aku baik Ra. Bagaimana kabar Nanny, Kakek, Om dan Tante "


"Kami semua sehat Kak, alhamdulillah. Kami sedang menunggu kabar baik dari kalian, kapan kalian akan kembali ke Indonesia "


"Setelah urusan disini selesai Ra, besok kami berencana akan mengunjungi Jessica. "


"Benarkah, apa tidak apa apa Kak "


"Tenang saja, aku akan berada disisi Medinah. Aku akan selalu menjaganya.


"Aku senang mendengarnya Kaka, dan Kak bagaimana dengan Mama nya, apa benar - benar Ia sudah berubah "

__ADS_1


"Ya, semua karena kasih sayang Medinah. "


"Aku senang mendengarnya Kak, mudah - mudahan semua yang dilakukan Medinah menjadi kabaikan untuk keluarganya. "


"Aamiin, terimakasih. Baiklah sekarang sudah pukul 10 malam, kami mau istirahat dulu. Sampaikan salam kami untuk semuanya, selamat malam, assalamualaikum " Ilham menutup telpon.


"Waalaikumsalam " jawab Hummairah meletakan kembali gagang telpon.


Hummairah tersenyum dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


*****


Medinah, Ilham, Samuel dan Rebeca pergi mengunjungi Jessica dirumah sakit tempat Jessica dirawat.


Tiba didepan ruangan dimana Jessica dirawat, tampak beberapa perawat berlari ada yang keluar dengan memapah teman sesama perawat yang tampak terluka.


Dab beberapa Dokter juga masuk kedalam ruangan itu.


Rebeca menahan salah satu perawat yang akan masuk kedalam ruangan itu.


"Maaf, permisi apa yang terjadi didalam ? " tanya Rebeca


"Pasien didalam kembali mengamuk Nyonya, dan melukai tiga orang perawat yang sedang bertugas mengawasinya. " jelas perawat itu.


"Boleh kami masuk melihatnya, kami keluarga nya. " ucap Rebeca sedih.


Perawat itu nampak berpikir sejenak.


"Saya akan bertanya kapada Dokter yang berada di dalam "


Rebeca menganggukan kepalanya, perawat itu pun berjalan masuk kembali keruanga.


Rebeca tampak sedih, Medinah segera menghampirinya.


"Mama jangan sedih ya, Dinah yakin Jessica pasti bisa sembuh " hibur Medinah


"Terimakasih sayang " Rebeca memeluk Medinah.


Ilham dan Samuel tersenyum melihat nya, kemudian mereka pun berjalan mendekat.


"Kami semua ada disini untuk mendukung Mama " ucap Ilham memeluk Rebeca dikanan dan Medinah di kiri bahu nya.


Samuel pun memeluk Medinah.


"Maaf, keluarga pasien Jessica " tanya perawat tersebut


"Ya, suster kami keluarganya " jawab Ilham


"Silahkan ikut saya, Dokter ingin bertemu dengan orang tua pasien. "


"Biar aku saja yang pergi menemui Dokter " ucap Sam.


Rebeca menganggukan kepalanya, Ia pun berjalan masuk ke ruangan dimana Jessica dirawat bersama Ilham dan Medinah.


Disana terlihat Jessica terikat ditempat tidurnya, masih meronta berusaha melepaska diri. Jessica terdiam saat melihat kedatangan Rebeca, dan Medinah.


Tapi mata Jessica tertuju pada satu sosok yang berdiri di belakang Medinah.


"Ilham... " ucap Jessica


Senyum berkembang dibibir Jessica saat Ilham membalas senyum nya.


Jessica yang awalnya meronta tib tiba menjadi tenang.


"Ilham kamu udah datang, kamu mau jemput aku kan ? " tanya Jessica


Ilham terdiam dan memandang kearah Medinah.


Medinah tersenyum dan mengijinkan Ilham untuk mendekati Jessica.


Ilham berjalan perlahan mendekati Jessica.


"Hai Jessie, apa kabar ? " sapa Ilham ramah


Jessica tersenyum senang saat Ilham mendekatinya.


Mereka pun mengobrol akrab layaknya sahabat lama yang baru bertemu kembali.


Para dokter dan perawat tak percaya dengan perubahan emosi Jessica.


Ia tertawa dan berbicara dengan normal, taj nampak seperti orang yang mengalami gangguan jiwa.

__ADS_1


"Ilham, aku mendengar kabar bahwa kau dan Medinah telah menikah. Itu benar Ham ? "


Ilham terdiam sejenak, kemudian menoleh kearah Medinah dan mengangguk perlahan.


Jessica terdiam menatap Medinah kemudian tersenyum.


"Dia berhak mendapatkan seseorang yang baik seperti kamu, karena dia juga orang baik. "


Jessica terdiam dan menundukan kepalanya.


"Jessie kamu tidak apa apa " tanya Ilham cemas


Dokter dan perawat mulai mendekati Jessica, mereka khawatir Jessica akan mengamuk seperti biasanya.


Tapi diluar dugaan, Jessica tidak memperlihatkan reaksi apa pun. Ia bahkan terlihat seperti orang normal.


"Jessie kamu baik baik saja kan ? " tanya Rebeca yang perlahan mendekati putrinya.


"Aku tidak apa apa Ma " jawab Jessica sembari tersenyum. "Kemarilah Dinah " panggil Jessica.


Medinah pun perlahan mendekati, tapi Ilham tetap berada disisi istrinya.


"Selamat atas pernikahan kalian, aku senang akhirnya kalian bisa bersama " icap Jessica.


"Terimakasih Jessie, aku harap kau segera pulang dan berkumpul bersama kami. " ucap Medinah


"Apa aku masih pantas berada diantara kalian ? " tanya Jessica menunduk


"Kita semua keluarga Jessie, kau selalu jadi bagian dari kami "


"Aku berjanji, jika aju sembuh dan diperbolehkan pulang aku akan menjadi orang baik "


"Kami semua akan menunggu pulang Jessie, aku akan memberikan mu perintah untuk menjaga Mama dan Papa " tambah Medinah


"Kau juga harus berjanji satu hal padaku. " ujar Jessica


"Apa itu ? "


"Saat aku pulang nanti, aku mau kalian sudah memberiku kabar gembira "


"Kabar gembira apa ? "


"Aku mau saat aku pulang nanti, aku mau kau sudah memberiku keponakan yang lucu "


"Kalau soal itu, aku yang akan berjanji pada mu " timpal Ilham


Semua pun tertawa, terlebih saat melihat wajah Medinah yang merona merah.


Pada saat bersamaan Sam dan Dokter yang menangani Jessica pun masuk, mereka heran dan bertanya apa yabg terjadi.


"Papa " sapa Jessica


Samuel dan Dokter pun berjalan mendekat.


Dokter itu segera memeriksa keadaan Jessica.


Ia meminta perawat nya membawa laporan kesehatan Jessica.


Dan segera meninggalkan ruangan.


"Pa, maafkan Jessie ya. Jessie selalu nyusahin Papa, dan Jessie selalu jahat sam Medinah "


Samuel tersenyum, dan mengelus pipi Jessica.


"Papa sudah memaafkan kamu, Papa harap kamu segera sembuh dan pulang kerumah untuk berkumpul bersama sama seperti dulu. "


"Jessie janji Pa, Jessie akan pulang "


"Papa akan menunggu "


Ilham merangkul bahu Medinah dan menatap wajah istrinya yang bahagia.


*Aku tak salah telah memilih mi menjadi bagian dari hidup ku Me, aku berjanji senyum ini akan selalu terukir di wajahmu.


Bersambung..


tinggal satu eps lagi cerita CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA akan segera Tamat ya.....


jangan lupa VOTE, dan BOOM LIMA BINTANG untuk dukung author nya...


jangan lupa baca juga karya teman ku ya

__ADS_1


MENDADAK MENJADI MAMA MUDA*


__ADS_2