
Beberapa bulan kemudian, perut Hummairah semakin membesar. Hari ini kendra akan mengantarnya memeriksakan kandungannya.
" Kamu sudah siap sayang " Tanya Kendra
Hummairah mengangguk, dan segera berjalan keluar kamar.
Mereka berjalan beriringan.
Sebelum berangkat mereka tak lupa menghampiri Kiano yang akan berangkat kesekolah.
" Assalammu'alaikum anak Ummi. Udah siap berangkat ? Tanya Hummairah pada putranya
" Sudah Ummi. "
" Hai tampan, "
" Hai Daddy. Daddy tidak ke kantor hari ini " Tanya Kiano.
" Tidak sayang, hari ini Daddy akan menemani Ummi ke Dokter untuk periksa "
" Dokter nya Aunty Medinah ya ? "
" Iya sayang " Kendra meraih putranya dalam gendongannya.
" Bekal Kiano sudah siap Mbak ? Tanya Hummairah pada pengasuh Kiano.
" Sudah Nyonya, "
" Ayo kita turun sarapan. " ajak Kendra yabg menggendong Kiano.
Mereka pun turun bersama.
Kendra menarik kursi untuk Hummairah.
" Selamt pagi Oma, Opa, Oma uyut, Opa uyut " Sapa Kiano
" Selamat pagi sayang " Ucap mereka serentak menjawab sapaan pangeran kecil mereka.
" Selamat pagi sayang. Kalian jadi ke Dokter hari ? " Tanya Mama
" Iya Ma, udah bikin janji tadi sama Medinah. " Jawab Hummairah
" Kamu yang mengantar Kendra ? "
" Iya Ma, kebetulan Kendra hari ini tidak ada jadwal temu janji. Jadi semua bisa di handle sama Ifan. "
Mama tersenyum, melihat Hummairah memakan sarapannya. Nafsu makan Hummairah sudah kembali malah meningkat.
Tubuh Hummairah semakin berisi, pipinya menjadi semakin chubby.
Ditengah lahapnya Hummairah menyantap makanannya, tiba tiba Olivia datang dan ikut bergabung.
Hummairah sontak menghentikan makan nya, Ia menyorong piringnya dan mengajak Kendra bergegas berangkat.
" Sayang kamu udah selesai sarapannya ? " Tanya Hummairah kepada putranya Kiano.
Kiano mengangguk, dan segera meminum susunya.
"Mbak, sudah waktunya berangkat sekolah Kiano nya. " Kiano mencium tangan Hummairah. Dan Hummairah menciun pipu putranya. " Hati hati ya sayang, belajar yang benar dn rajin oke "Hummairah mengacungi putranya dengan dua jempol.
Kemudian Kiano berpamitan pada yang lainnya.
Setelah Kiano berangkat Hummairah pun mengajak Kendra.
" Ayo mas kita berangkat " Ucap Hummairah
" Tapi, sayang makanan kamu masih tersisa " Jawab Kendra
" Tidak, aku sudah hilang selera "
Mama dan yang lain saling berpandangan, dan mengangguk kan kepala agar Kendra menuruti kemauan istrinya.
" Ya sudah, ayo berangkat " Kendra beranjak dari duduknya dan berjalan mengiringi Hummairah dari belakang.
Hummairah berhenti sejenak, tapi Kendra memilih melanjutjan langkahnya.
" Kamu.... Kapan kamu akan pergi dari sini, apa tidak punya malu menjadi benalu dirumah orang lain. Keluarga bukan, kerabat bukan, kenal juga terpaksa. Aku tidak mau tau, pokoknya sepulang aku nanti kamu harus sudah angkat kaki dari rumah ini. " Hummairah berlalu meninggalkan meja makan.
Semua orang dibuat terperagah oleh ulah Hummairah.
Hummairah memang sedikit berubah semenjak kehamilan nya, mungkin pengaruh hormon kehamilan. Dulu Ia adalah orang yang lemah lembut dan penyayang, sekarang berubah menjadi lebih ketus judes dan galak terhadap orang yang tidak Ia sukai.
Hummairah masuk kedalam mobil, Kendra sudah menunggunya di dalam mobil.
" Kok lama ? " Tanya Kendra sambil memasangkan sabuk pengaman.
" Lagi ngusir kecoa ngesot dirumah. " Jawabnya ketus
" Memang dirumah kita ada kecoa ? Pasti Lusy tidak membersihkan rumah dengan baik " Kata Kendra polos.
" Bukan kecoa itu, "
" Kecoa yang mana ? "
" Itu kecoa betina yang ada dirumah, gak punya malu udah di usir masih aja bertahan. " Kesal Hummairah
Kendra tau arah pembicaraan Hummairah, Ia pun tersenyum.
" Kenapa si kok benci banget sama Olivia ? "
" Aku gak suka " Jawab Hummairah singkat
" Gak suka kan pasti ada alasannya "
" Pokoknya aku gak suka "
" Iya aku tau, tapi kan .... "
" Kok kamu banyak tanya si mas, kamu gak terima aku gak suka sama Dia ? "
" Bukan begitu sayang, aku kan cuma... " Belum habis Kendra menjelaskan Hummairah turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam.
" Tuh kan salah lagi, Ibu hamil emang susah di mengerti. " Kendra berjalan turun dari mobil mengikuti istrinya.
Di depan pintu Hummairah berpas pasan dengan Olivia.
Dengan sengaja Hummairah menabrak bahu nya.
Olivia tampal melotot ke arah Hummairah.
" Apa... Gak terima, angkat kaki dari sini " Hummairah berlalu meninggalkan Olivia dalam keadaan kesal.
Kendra hanya berlalu tanpa memperdulikan Olivia.
" Gak jadi ke Dokter sayang " Tanya Mama
" Gak jadi, mas Kendra bikin bete' "
Kakek, Nanny, dan Mama menatap bingung. Tak lama kemudian Kendra berlari mengejar istrinya.
" Ada apa Kendra ? " Tanya Kakek
" Biasa Kek, ngambek lagi " Jawab Kendra berlalu.
Mereka hanya menggeleng gelengkan kepala.
*****
Ilham datang mengunjungi Medinah di apartment nya.
" Sudah siap ? " Tanya Ilham
" Iya, tapi kita gak langsung kerumah sakit "
__ADS_1
" Kenapa ? Ilham bingung
" Kita akan kerumah Kakek, untuk memeriksa Hummairah "
" Bukannya kalian janjian dirumah sakit ? " Ilham masih bingung.
" Gak jadi, janjian dirumah aja "
" Kenapa ? "
" Bumil lagi ngambek "
" Lagi ? Apa lagi kesalahan Kendra kali ini ? " Ilham tertawa renyah. " Ayo segera berangkat, aku sudah tidak sabar melihat wajah Kendra yang dingin itu harus menghadapi istrinya "
Ilham dan Medinah pun berangkat menuju ke kediaman Malik.
*****
Ilham dan Medinah telah tiba, mereka melihat semua sedang berkumpul diruang tengah.
" Assalammu'alaikum " Ucap Ilham dan Medinah bersamaan.
" Waalaikumsalam "
" Medinah masuk sayang " Ucap Nanny
" Kalian dari mana ? " Tanya Kakek
" Dari rumah Kek, mau perikasa Hummairah " Medinah menjawab.
Ilham duduk disamping Nanny. " Bumil ngambek lagi Tante ? "
" Seperti biasa " Jawab Mama
" Biarkan, biar Kendra merasakannya. Sewaktu Hummairah hamil Kiano, Kendra tak tau apa pun. Dan kemarin Dia sudah berjanji akan melakukan apa pun di kehamilan Hummairah kali ini " Kakek tersenyum
Medinah pun ikut tertawa " Baiklah, saya akan ke atas untuk memeriksa. Doakan semoga tidak terjadi perang dunia " Semua serentak menggelak tawa mendengar ucapan Medinah.
*****
" Sayang, aku bukan belain Dia. Tapi aku cuma .... "
" Cuma apa ? Cuma gak terima kalau aku ngomongin yang jelek tentang Dia iya ? "
Kendra kehilangan kata katanya, Ia menghembuskan nafasnya.
Tak lama kemudian.
Tok.... Tok... Tok....
Kendra berjalan membuka pintu. " Hai, masuklah "
Medinah masuk dan terkejut melihat suasana kamar seperti kapal pecah.
" Apa yang terjadi ? " Tanya Medinah
" Maaf Medinah, kamu harus melihat pemandangan ini " Ucap Kendra
Medinah menggeleng " Dimana bumil itu ? " Tanya Medinah
" Kamar mandi " Jawab Kendra sembari membereskan kekacauan dikamarnya.
Hummairah keluar dari kamar mandi. " Me, kamu sudah datang ? "
" Iya, apa yang terjadi ? "
" Aku lagi mau mengusir kecoa betina, tapi kecoa jantannya gak terima. Habis deh " Hummairah bercerita sambil melirik Kendra.
Medinah yang tahu itu, hanya bisa menggeleng dan tersenyum. " Ayo kita mulai "
Medinah mengeluarkan perlengkapannya.
*****
" Tapi kalau aku pergi dari sana, aku tak bisa lagi berdekatan dengan Kendra lagi. Apa yang harus aku lakukan " Olivia menggerutu kesal
*****
" Selesai. " Ucap Medinah
" Apa semuanya baik baik saja Me ? " Tanya Kendra yang mengelus perut Hummairah.
" Tenang, semua baik baik saja. Bayi kalian sehat, ini pemeriksaan terakhir. Karena Hummairah hanya tinggal menghitung hari, untuk melahirkan. " Medinah menjelaskan.
Kendra tampak lega. " Syukurlah, aku senang banget sayang mendengarnya "
" Senang ya aku gak apa apa ? " Tadi kamu marah marah " Celetuk Hummairah
" Siapa yang marah marah sayang, aku gak marah marah "
" Tuh barusan, kau ngomelin aku "
" Yang mana.... Salah melulu aku nya " Kendra hanya menarik nafas dan bersabar.
Medinah tak tahan untuk tertawa " Sumpah ya, kalian itu lucu. Ibu hamil gak boleh terlalu pemarah lho, takutnya nanti mempengaruhi tekanan darahnya. "
" Tuh dengerin sayang, gak boleh cepat marah. " Timpal Kendra
" Kamu yang selalu bikin aku naik marah mas, apa lagi ngegliat muka kecoa betina itu eeghh, gemes pengen cakar " Ucap Hummairah geram
Medinah dan Kendra saling berpandangan kemudian menggeleng.
*****
" Bagaimana Ham, apa kamu jadi melamar Medinah dimalam ulang tahun kamu nanti ? " Tanya Nanny
Ilham tercegat diam " Ilham belum tau Ma, masih berpikir takut ... "
" Takut apa Ham ? " Tanya Kakek
" Takut salah langkah, kemudian takut ditolak "
" Takut ditolak bagaimana, Mama lihat sendiri kalau Medinah itu suka sama kamu. " Terang Nanny
" Ilham takut menghadapi keluarganya Ma, "
" Maksudmu ? " Semua bingung
" Ilham dan Medinah sudah berteman lama, tapi belum pernah sekali pun Ilham mendengar Medinah bercerita tentang keluarganya kepada Ilham. "
" Masa si Ham, kamu belum pernah di ajak main kerumah nya ? Tanya Mama
" Iya, Tante. Setiap Ilham membahasnya Ia pasti mengalihkan pembicaraan kelain. Ilham juga pernah memancingnya, dengan bercerita tentang keluarga Ilham, mau itu keluarga Ilham yabg sesungguhnya maupun keluarga ini. Ia hanya jadi pendengar yang baik, tanpa menyela apa yang Ilham bicarakan " Cerita Ilham
" Pasti ada sesuatu yang terjadi, kita harus mencari tahu. " Ucap Nanny
" Mama kenapa penasaran sekali dengan Medinah, sampai harus memaksa Ilham segera menikah. "
" Mama juga pengen punya cucu sendiri Ham, dari kamu. Mama suka ngiri liat Tante Maya kamu menimang dan menggendong Kiano."
Cerita Nanny.
" Kamu bilang kemarin tidak mau dipanggil Oma, karena terlalu tua. Kakek menggoda Nanny.
" Itu dulu mas, sebelum aku tau klo jadi Oma itu ternyata menyenangkan. Waktu Kendra kecil aku tak bisa menghabiskan banyak waktu karena aku terlalu sibuk dengan bisnis dan keluarga ku. " Sesal Nanny
" Tapi sekarang aku tidak takut lagi dibilang tua, aku sudah siap jadi Oma dari anak Ilham "
Semua menggeleng dan tersenyum mendengar penuturan Nanny.
*****
Olivia pergi makan siang diluar sendirian, Ia termenung. Ia segera tersadar dari lamunannya saat seseorang menepuk pundaknya.
__ADS_1
" Olivia ? "
" Ya , anda siapa ya ? " Olivia memperhatikan orang itu dengan seksama.
" Nama ku Norman, rekan bisnis Kendra " Orang itu mengulurkan tangannya untuk berjabat.
Olivia menyambut uluran tangan itu. " Saya tidak mengenal anda " Ujar Olivia.
" Kamu memang belum pernah kenal saya, tapi saya sangat mengenal kamu. "
" Benarkah ? "
" Kamu masih tinggal dirumah Kendra kan ? "
" Iya, masih. Tapi sekarang sedang mencari tempat tinggal, aku mau pindah dari sana "
" Kenapa, bukankah tinggal didekat orang yang kita cintai itu menyenangkan ? "
Olivia membelalakkan matanya " Dari mana anda tahu kalau saya... " Tak mampu melanjutkan.
" Saya sudah bilangkan kalau saya tahu semua tentang kamu " Orang itu tersenyum " Ini karti nama saya, telpon saya jika kamu perlu sesuatu. " Sembari menyerahkan selembar kartu kecil dari dalam dompetnya.
Dan meninggalkan Olivia yang kebingungan.
*****
" Me, aku ngomong sesuatu sama kamu boleh ? " Tanya Ilham saat mengantar Medinah kembali kerumah sakit.
Medinah menghentikan langkahnya untuk keluar dari mobil kemudian duduk kembali.
" Kamu mau ngomong apa ? " Tanya Medinah
" Aku mau kamu janji kamu tidak akan marah. " Medinah menganggukkan kepalanya.
Ilham menarik nafas mencoba untuk memulai. " Me, selama aku kenal kamu, kamu tidak pernah bercerita tentang keluarga kamu. "
Wajah Medinah langsung berubah pucat. " Aku harus buru buru Ham, ada pasien gawat. " Medinah ingin segera turun untuk menghindar dari topik pembicaraan yang Ilham bahas.
" Me, dengerin aku dulu. Aku gak tau ada apa antara kamu dan keluarga kamu, yanga pasti aku ingin mengenal kamu lebih dekat. Aku ingin menjalin hubungan yang serius dengan mu Me. " Ilham menjelaskan
" Hubungan yang seperti apa Ham, bukankah kita sudah berhubungan sekarang ? "
" Maksudku, bukan hubungan seperti ini Me. Aku ingin serius menjalin suatu hubungan dengan mu, maka dari itu aku ingin mengenal keluarga mu. "
" Untuk apa Ham ? Bukankah dengan begini kita sudah merasa nyaman dengan hubungan kita yang sekarang. "
" Tidak Me, aku juga ingin mempunyai hubungan seperti Kendra dan Hummairah. Aku ingin membina rumah tangga dengan mu Me. "
Medinah begitu terkejut mendengar pernyataan Ilham. " Apa kamu serius Ham ? "
" Apa aku pernah main main selama ini Me ? "
" Baiklah, aku aku akan membawa mu bertemu mereka. Tapi, setelah kamu bertemu mereka aku akan memberimu waktu untuk berpikir dan membuat keputusan. "
" Maksudmu apa Me ? "
" Tak bisa ku jelaskan, nanti kamu akan tahu sendiri. Aku berangkat dulu, kamu hati hati ya " Medinah keluar dari mobil, dan berjalan masuk menuju pintu rumah sakit tanpa menoleh kebelakang.
Ilham hanya bisa menatap punggung Medinah hingga menghilang di balik tembok.
Apa maksudmu Me, ada rahasia apa tentang keluarga mu hingga kau tak mau membaginya dengan ku.
Aku telah membuka hatiku untuk mu Me, sekarang kau lah yang mengisi relung hati ini Me. Ilham
Sesampai di ruangannya, Medinah terduduk lemas dikursinya.
Ia menatap langit langit di ruangannya. Sesekai memejamkan matanya.
Maafkan aku Ham, aku belum siap membawa mu pada mereka. Aku tak yakin setelah kau bertemu mereka, apa kau akan tetap pada pendirian mu semula. Atau malah mundur, aku juga belum siap jika suatu saat kau menolak kehadiran ku lagi. Medinah
*****
" Kamu belum pergi juga ? " Hummairah berkata kepada Olivia saat melihat wanita itu datang untuk makan malam.
Kendra ingin menyela ucapannya, tapi mengurungkan niatnya karena dipelototi Hummairah.
" Aku akan pindah lusa Ra, besok pagi aku akan ijin pada Kendra untuk berangkat ke kantor agak siang. Soalnya aku akan melihat lokasi tempat tinggal ku " Jelas Olivia panjang lebar.
" Bagus, kenapa harus ijin sama mas Kendra. Bukannya ada Chila, Chila kan atasan kamu "
" Iya besok aku akan ijin pada Chila " Olivia menahan dongkol nya.
" Aku sudah kenyang, " Hummairah bangkit dari duduknya, dan berjalan naik ke kamarnya.
" Kendra cepat susul istri mu, nanti Dia ngambek lagi. " Perintah Mama
Kendra segera menghabiskan makanannya, dan segera menyusul istrinya ke atas.
" Kenapa Hummairah berubah jadi seperti itu ya, dirumah ini hanya Olivia yang di musuhi nya. " Tambah Nanny
" Olivia jangan masukin kehati ucapan Hummairah Ra ya, mungkin itu pengaruh hormon kehamilannya. " Ucap Mama menghibur Olivia
" Iya Tante "
" Ayo lanjut lagi makan nya. "
" Kamu benar besok mau pindah ?" Tanya Nanny
" Iya Nanny, tadi sudah tanya tanya harga dan besok tinggal survey lokasinya. "
" Bagus, hiduplah dengan layak. Jangan mengulang kesalahan lagi, jika menemukan yang cocok seriuslah menjalankannya. " Nasihat Kakek
" Iya Kek, terimakasih. " Jawab Olivia dengan senyum.
*****
Kendra masuk kedalam kamar, Ia melihat Hummairah sedang mengganti bajunya.
Perut buncitnya seakan menjadi daya tarik bagi Kendra.
Kendra mendekat dan mengelus perut buncit Hummairah dan menciumnya.
Kendra membawa Hummairah duduk disamping ranjang, dan Ia duduk dibawahnya.
Kendra mendekatkan kepalanya ke perut Hummairah, Ia merasakan pergerakan didalamnya.
" Dia bergerak sayang " Ucap Kendra penuh semangat.
Hummairah tersenyum mengelus kepala Kendra
" Apa Kiano dulu juga seperti ini ? "
" Malah lebih aktif, Ia pernah membuat perut ku mengeras. Dan seisi rumah gempar karena perut ku miring kekiri. " Kenang Hummairah
" Aku merasa tidak beruntung, tidak bisa menghabiskan waktu bersama mu dulu. " Kendra mengecup kening istrinya.
" Sudahlah mas, jangan di ungkit lagi. Sekarang kan kita sudah berkumpul bersama. Ada kamu, aku, Kiano, dan adik Kiano "
Kendra tersenyum dan menatap wajah Hummairah, Ia mengelus lembut wajah istrinya.
Kendra membawa Hummairah naik diatas ranjang dan membaringkannya. Kemudian ikut rebah disisi istrinya.
" Mas, buka bajunya " Pinta Hummairah
Dengan tersenyum Kendra menuruti kemauan istrinya.
Hummairah pun masuk kedalam pelukan Kendra, dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Kendra.
Mereka pun tertidur pulas setelah melakukan aktifitas malam.
*Bersambung
jangan pernah lupa untuk tetap meninggalkan jejak ya
__ADS_1
aku tunggu Vote nya, Like nya, komen penyemangatnya, dan tentu saja Boom bintang lima*