
Sepulang dari mansion Kakek, Kiano mengajak Kayla, Fachri, dan Kirana jalan-jalan.
Mereka memutuskan pergi nonton bioskop.
"Oh ya Ki, besok rencananya aku akan pulang dulu ke rumahku. Setelah melihat keluarga mu, aku jadi merindukan mereka." ujar Fachri jujur.
"Baiklah, perlu aku temani?" tanya Kiano.
"Apa kamu tidak sibuk besok?" tanya Fachri lagi.
"Tidak, besok aku, akan mengajak Kayla dan Kirana juga. Bagaimana, kalian mau ikut kan?" tanya Kiano sembari melirik ke arah kedua gadis yang ada di hadapannya.
"Aku gak bisa!" seru Kirana.
"Kenapa?" tanya Kiano dan Fachri bersamaan.
Kirana mengangkat alisnya dengan ekspresi terkejut.
Kiano dan Kayla segera menoleh ke arah Fachri yang mulai salah tingkah.
"Maksudku...." Fachri tidak bisa mengatakan alasan dari ucapannya.
Kiano dan Kayla tersenyum melihat Fachri yang mulai salah tingkah.
"Besok aku lagi mengikuti babak penyisihan, untuk pertandingan Wu shu." ujar Kirana mengatakan alasannya.
"Kamu ikut turnamen lagi Na?" tanya Kayla.
"Iya Kak, doain ya!" pinta Kirana.
"Pertandingannya kapan Na?" tanya Kiano.
"Sekitar dua minggu lagi Kak, Kakak nonton ya" ucap Kirana tersenyum.
"Siip, gue bakalan doain lu lolos babak penyisihan dan menang di turnamen lagi. Aamin..." ujar Kiano memberikan support untuk adiknya.
Saat mereka larut dalam obrolannya, tiba-tiba ponsel Kayla berdering. Kayla membuka tas kecilnya dan mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.
Kayla melihat nama si pemanggil yang tertera dilayar ponselnya " Kai Zhou".
Kayla beranjak dari duduknya dan berjalan agak menjauh dari Kiano dan lainnya.
Kiano menyipitkan matanya curiga saat melihat Kayla menjauh dari mereka, Kayla berbicara menggunakan bahasa Jepang dan Inggris, dan Kiano tahu Kayla mendapat telpon dari siapa.
Kiano pun berdiri dan menghampiri Kayla, Kiano juga semapt mendengar percakapan mereka.
"Gak bisa Kai, kamu pulang saja dulu. Aku akan menyusul besoknya, lagi pula aku masih punya urusan disini." ucap Kayla.
Kayla masih belum menyadari kehadiran Kiano, yang sedari tadi berdiri di belakangnya dan mendengarkan percakapannya.
"Kai, aku tidak mau lagi Kiano salah paham dengan hubungan kita. Aku dengan susah payah meyakinkan nya, jadi aku mohon jangan buat hubunganku dan Kiano tambah runyam." Kayla pun menutup panggilannya.
Kayla terkejut saat ia melihat Kiano telah berdiri di belakangnya.
"Ki, kamu disini?" tanya Kayla gugup.
"Aku sudah dari tadi disini, dan mendengarkan semua percakapan kalian." jawab Kiano dingin.
"Ki, aku bisa jelasin semuanya. Asalkan kamu percaya sama aku." tutur Kayla.
"Aku percaya sama kamu, selalu, dan selalu percaya. Tapi jangan pernah sesekali kamu menghianati kepercayaan ku." jelas Kiano.
"Aku akan pulang besok." ucap Kayla.
__ADS_1
"Apa?"
"Ya Ki, aku akan pulang besok... ada masalah yang harus aku urus disana."
Rahang Kiano mengeras, ia mengepalkan tangan menahan kesalnya.
"Kamu bilang akan pulang lusa Kay." suara Kiano terdengar tertahan.
"Ya, seharusnya tapi aku juga tidak tau jika dosen ku menelpon dan memajukan pertemuan."
Kirana dan Fachri masih duduk ditempat semula, mereka menatap dua sejoli yang sedang berbicara dari kejauhan.
"Apa yang terjadi pada mereka?" tanya Fachri.
"Sepertinya mereka bertengkar lagi Kak." jawab Kirana santai.
"Lagi?" Fachri heran.
"Jangan jeran Kak, mereka memang seperti itu semenjak keduanya memutuskan LDR an."
"Jadi mereka sering begini?"
"Ya gitu, tapi biasanya gak lama Kak. Nyantai aja Kak."
"Kok gitu?" Fachri bingung.
"Nana udah biasa berada di posisi ini, kita tinggal ikut alur mereka aja."
"Siapa?" tanya Fachri.
"Nana." jawab Kirana.
"Siapa?" Fachri bertanya lagi.
"Nana...." Kirana baru menyadari ucapannya.
"Maksudnya aku... aku udah biasa."
"Tadi gak ngomong gitu."
"Tau ah..." Kirana pergi menghindari Fachri.
Fachri tertawa geli dengan tingkah Kirana.
"Nana... sepertinya bisa jadi panggilan akrab." ucap Fachri tersenyum dan menyusul Fachri.
Kiano dan Kayla memutuskan untuk menyusul Kirana dan Fachri menuju mobil, mereka pun memutuskan untuk mengantar Kayla pulang dna kemudian pulang kerumah.
......
"Kamu lagi apa sayang?" tanya Kendra pada istrinya, yang sedari tadi berulang kali mengintip dari jendela kamarnya.
"Sayang... kamu denger aku gak sih?" Kendra mengulangi ucapannya.
"Aku lagi nungguin anak-anak pulang Mas." jawab Hummairah.
"Tenang sayang, mereka pergi sama Kiano dan Fachri juga."
"Kamu kok gak khawatir sih Mas?" Hummairah kesal.
Kendra mendekati istrinya yang masih berdiri di dekat jendela, Kendra memeluk Hummairah dan mengurungnya kedalam dekapannya.
"Mas..."
__ADS_1
"Sebentar ya." Kendra memejamkan matanya sesaat dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya.
Tidak berada lama terdengar suara deru mobil masuk kedalam halaman rumah.
Kendra segera membuka matanya, saat Hummairah melepaskan pelukannya.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Kendra.
"Karena anak-anak udah pulang, aku mau tidur. Selamat malam Mas." Hummairah pun berjalan menuju tempat tidurnya, naik dan mulai memejamkan matanya.
Kendra pun menyusul istrinya dan ikut berbaring disisi Hummairah, Kendra menarik Hummairah agar masuk dalam pelukannya. Kendra mengecup kening istrinya. "Selamat malam sayang." Kendra mengecup bibir Hummairah dan mengeratkan pelukannya. Hummairah tersenyum dan memejamkan matanya.
.......
Keesokan paginya, posel Kiano berdering berulang kali. Tapi Kiano tidak menggubrisnya, telpon itu dari Kayla yang ingin berpamitan padanya.
Dibawah semua orang sudah berkumpul di meja makan.
"Sarapan dulu sayang." ajak Hummairah pada putrinya Kirana.
"Iya Mi." Kirana pun duduk tepat di hadapan Fachri.
"Ikut penyisihan Na?" tanya Kendra.
"Iya Dad, doain ya!" pinta Kirana.
"Daddy selalu doain semua yang terbaik untuk kalian anak-anak Daddy." tutur Kendra.
"Terimakasih Daddy." jawab Kirana manja.
"Nak Fachri, kamu jadi pulang hari ini?" tanya Hummairah.
"Iya Tante, udah kangen sama keluarga." jawab Fachri.
"Kamu mau pulang? Sama siapa?" tanya Kendra.
"Iya Om, rencananya mau sama Kiano. Tapi gak tau, Kiano nya jadi ikut atau tidak." Fachri mencuri pandang ke arah Kirana.
"Kakak kamu kok belum turun juga Na, apa belum bangun ya?" tanya Hummairah.
"Tenang aja Mi, Kak Kiano masih tidur. Tadi Kak Fachri juga udah bangunin." Kirana memberikan kode pada Fachri.
"Iya Tante, Kiano masih tidur." jawab Fachri.
"Apa dia sakit ya?" tanya Hummairah cemas.
"Sayang, sejak putra mu pulang, aku merasa dirumah ini aku sudah tidak dipedulikan lagi. Kamu udah gak sayang ya sama aku, suami kamu?" tutur Kendra mengalihkan pembicaraan.
Mata Hummairah membulat saat mendengar ucapan Kendra. Kirana menggelengkan kepalanya saat mendengar drama perdebatan kedua orang tuanya. Fachri tersenyum sendiri melihat orang dewasa di hadapannya ini sedang ribut.
Fachri lalu membayangkan jika seandainya orang tuanya bersikap seperti keluarga ini.
Fachri tidak pernah melihat kedua orang tuanya duduk bersama menghabiskan waktu bersama saat hari libur.
"Nana udah selesai, duluan ya!" Kirana pamit pada kedua orang tuanya.
"Aku juga." ucap Fachri yang juga beranjak dari duduknya dan menyusul Kirana berjalan keluar.
Fachri terkejut sekaligus takju melihat Kirana pergi ke sekolah menggunakan motor.
"Kamu sekolah pakai ini?" tanya Fachri terkejut.
"Iya Kak, kenapa? aneh ya?" tanya Kirana heran.
__ADS_1
Fachri menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
Bersambung