
Hampir satu minggu Kendra berada di luar negeri, dan hampir setiap malam Ia menelpon istri dan anaknya, hanya untuk sekedar
bertanya kabar dan bercerita kegiatannya selama disana. Hummairah dengan sabar mendengar keluh kesah Kendra.
Pagi ini saat semua keluarga berkumpul di ruang makan, Hummairah turun dari kamarnya karena mendengar suara mertuanya. Ia memang tidak tahu bahwa Papa mertuanya sudah kembali.
" Papa... " Semua menoleh ke arah Hummairah. " Papa, kapan pulang ? Kok Ara gak tau. " Hummairah mencium tangan mertuanya.
" Kemarin siang, dan memang Papa kecapekan langsung tidur. "
Hummairah pun duduk di samping mertuanya,sedari tadi Vans memperhatikan sosok Hummairah.
Gelagat Vans terbaca oleh Kakek, Kakek segera memberi kode kepada Nanny.
" Ra, ini Vans anaknya Tante Cristien, Dia datang bersam mertua mu kemarin. " Ucap Nanny memperkenalkan
Vans langsung berdiri dan mengulurkan tangannya untuk berjabat, Hummairah segera menangkup kedua tangannya sembari tersenyum.
Vans segera menarik tangannya, Ia heran dan terus memperhatikan Hummairah.
Kakek, Nanny, Papa, Mama, semuanya Ara
duluan yaa... Ada meeting pagi soalnya. " Ucap Ara pamit pada semua, tak lupa Ara mencium tangan para tetua dirumah. Kemudian Ia memanggil Sakinah.
"Sakinah, Kiano sudah siap ? Ucap Hummairah kepada Sakinah. " Lho, kok Kiano belum siap ? "
" Anu, Nyonya Tuan muda kecil gak mau ikut. Katanya mau tinggal dirumah sama Opa dan Oma nya. "Jawab Sakinah.
" Sudah Ra, biarkan Kiano tinggal bersama kami. Kamu tidak perlu khawatir, Dia aman bersama kami. " Ucap Papa yang langsung menggendong cucunya.
" Baiklah. Sayang jadi anak baik selama sama Ummi gak ada, oke ? " Hummairah memberikan nasihat kepada putranya
" Oke, Ummi " Jawab Kiano.
" Ya, sudah Ummi pergi dulu. Sakinah bilang Mang Diman, suruh siapkan mobil. " Perintah Hummairah.
" Mang Diman gak ada Nyonya, pagi pagi sekali sudah kebegkel, betulin mobil yang satu nya. " Jawab bI surti
" Astagfiullah, iya lupa " Ucap Hummairah menepuk keningnya.
" ya , udah Ara pakai taxi online aja. " Ucap Hummairah
" Biar aku aja yang antar Kakak Ipar. " Ucap Viktor yang segera berjalan menghampiri Hummairah.
" Kamu bisa nyetir ? Tanya Hummairah
" Bisa dong, tenang saja. "
" Tapi kamu gak ada kegiatan lain ? "
" Justru itu Kak, aku pengen cari kegiatan biar gak bosan, lagi pula aku pengen jadi orang yang berguna jadi gak di bilang makan minum dan tinggal gratis disini. " Viktor menundukkan kepalanya.
" Baiklah, ayo berangkat. Sakinah kamu ikut. " Perintah Hummairah pada asistennya
" Saya Nyonya ? Tapi, Tuan muda kecil bagaimana ?
" Pergilah Sakinah, biar Tuan muda mu kami yang jaga. " Ucap Papa.
Hummairah berangkat bersama Sakinah, dan Viktor. Hummairah Viktor menyukai Sakinah, dan ingin mendekatinya.
Tiba di kantor, Hummairah turun
" Alhamdulillah, sampai. " Hummairah keluar dari mobil. " Kalian jangan kemana mana lagi, langsung pulang ya. " Hummairah memberi peringatan.
" Iya, Nyonya. " Jawab Sakinah.
" Siap Kakak ipar, " Viktor menjalankan mobilnya meninggalkan
Hummairah segera masuk kedalam kantornya.
" Selamat pagi Nyonya, ada paket untuk anda. Sudah saya simpan di ruangan anda. " Ucap sekretaris nya.
Hummairah hanya mengangguk dan tersenyum, sembari tetap berjalan menuju lift untuk naik keatas.
Sampai di ruangannya, Ia melihat sebuah kotak terletak diatas mejanya.
__ADS_1
Hummairah penasaran dan segera membukanya, tapi sebelumnya Ia melihat pengirimnya.
" K " Itu Inisial dari si pengirim, tak perlu mencari tahu Hummairah sudah paham pasti Kendra yang mengirimkannya.
Hummairah segera membukanya. Mata Hummairah membulat melihat isi dari kotak tersebut. Isi dari kotak itu adalah sebuah mukenah berbahan sutera, berwarana abu abu. Warna kegemaran Kendra.
Tak lama kemudian ponselnya berbunyi. Panggilan video
" Assalamualaikum, " Ucap Kendra
" Waalaikumsalam, " Kawab Hummairah tersenyum
" Kenapa tersenyum. ? "
Hummairah menggelengkan kepalanya.
" Sudah di terima hadiah nya ? "
Hummairah mengangguk
" Suka ? "
Hummairah kembali menganggukkan kepala dan tersenyum
" Kamu lagi sariawan ? "
Hummairah menggeleng cepat.
" Belum gosok gigi ? "
Hummairah menggeleng dan mengernyitkan alisnya.
" Kenapa hanya menjawab dengan anggukan kepala dan menggeleng ? "
Hummairah kembali tersenyum.
" Kamu lagi sibuk ? "
" Iya, ada meeting sebentar lagi. " Hummairah tampak menyiapkan berkas berkas yang akan di bawa nya.
" Kenapa belum mulai ?
" Memangnya Ilham kemana ? "
" Kak Ilham sedang keluar kota selama dua minggu. "
Senyum cerah terpancar dari wajah tampan Kendra. Setidaknya selama dua minggu kedepan Ia tak perlu khawatir tentang istrinya dari bayangan Ilham.
Tak lama kemudian sekretaris Hummairah mengatakan bahwa meeting akan segera dimulai.
" Sudah dulu ya "
" Iya, "
" Hati hati disana. Assalamualaikum " Hummairah menutup telponnya. Hummairah segera meninggalkan ruangannya dan keluar menuju ruang meeting.
" Kita mampir di cafe depan sebentar ya. " Ajak Viktor kepada Sakinah
" Jangan Tuan, saya harus segera pulang. Kasian Tuan muda kecil. "
" Sakinah, kalau kita lagi berdua gini, jangan panggil Taun yaaa. Panggil nama aja, di panggil Tuan aku berasa tua sekali. "
Sakinah tercengang,
" Maksudnya ? "
" Ya,, kalau kita lagi berdua kayak gini. Panggil aku dengan nama ku saja. " Viktor coba menjelaskan pada Sakinah. " Kamu panggil aku Viktor, oke ? "
" Maaf tuan, itu tidak sopan. Anda kan keluarga majikan saya. " Jawab Hummairah sopan
" Aku hanya keluarganya, dan aku bukan majikan mu."
" Maaf, saya tidak bisa. " Lama Hummairah terdiam. " Bisa kita pulang sekarang Tuan ? "
Viktor terdiam, Ia menatap Sakinah lekat. Akhirnya Viktor membawa Sakinah pulang.
__ADS_1
Tiba dirumah, Viktor menahan tangan Sakinah ketika akan keluar dari mobil.
" Tunggu, kamu mau kan berteman sama aku ? "
Mata Sakinah terbelalak.
" Aku tak pernah punya teman yang tulus, teman ku hanya mau berteman dengan ku saat aku memiliki segalanya. " Viktor menundukkan kepalanya sedih.
Sakinah merasa terenyuh,
" Baiklah, saya mau menjadi teman anda. Tapi, saya tetap memanggil anda dengan sebutan Tuan. Saya tidak mau di bilang pembantu yang tak sadar diri. " Ucap Sakinah
" Baiklah, berteman ? " Viktor mengulurkan tangan nya.
Sakinah menyambut uluran tangan itu dengan senyaman manisnya.
Mereka pun turun dari mobil, tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari atas.
Tepat pukul tujuh Hummairah baru sampai di rumah.
Semau orang sedang makan malam.
" Assalamualaikum. " Ucap Hummairah mengucap salam.
" Waalaikumsalam, baru pulang sayang ? Ayo ikut makan sekalian " Ajak Nanny.
Hummairah hanya tersenyum berjalan menghampiri keluarga nya, dan tak lupa menyalaminya satu persatu para tetua di keluarga itu.
" Ara mandi dulu ya, gerah soalnya. " Hummairah berjalan menuju tangga.
" Kamu tidak makan duku Nak ? " Tanya Kakek lembut.
" Nanti saja Kek, "
" Mama akan siapkan makan malam kami, dan mengantarkan nya ke kamar mu. Kamu makan di kamar saja ya sayang. " Ucap Mama
" Gak usah Ma, nanti Ara bisa makan sendiri. "
" Tidak sayang, Kamu tidak boleh sampai telat makan. " Ucap Nanny.
" Iya, baiklah. Kiano mana ? " Hummairah teringat dengan putranya.
" Kiano bersama Sakinah dikamar nya. " Jawab Mama.
" Ya, sudah Ara ke kamar dulu yaa " Hummairah pamit dan segera naik keatas menuju kamarnya.
Vans yang sedari tadi memperhatikan Hummairah hingga Hummairah masuk ke kamarnya.
Selesai makan malam, semua membubarkan diri.
Disebuah kamar tampak Cristien, Olivia, dan Vans sedang berbicara serius.
" Aku muak tante, semua orang dirumah ini lebih mengutamakan si gadis kampungan itu. " Ucap Olivia.
" Tante juga merasa begitu, mengapa semua orang di rumah ini begitu sayang pada gadis kampung itu. "
" Kita harus cari cara agar bisa menendangnya kelaur dari rumah ini. " Olivia menambahkan.
Tiba tiba mata Cristien dan Olivia melirik kearah Vans yang tersenyum sendiri.
" Vans, apa yang kau pikirkan ? Kenapa kau dari tadi tersenyum sendiri. ? " Tanya Cristien pada putranya.
" Kenapa Kendra harus memiliki istri secantik Hummairah ? " Ucap Vans tanpa sadar
Mata Cristien dan Olivia terbelalak.
" Maksud kamu Vans, jangan bilang kamu menyukai Hummairah. " Tanya Cristien setengah tak percaya
" Iya... Kenapa, ada yang salah ? " Jawab Vans santai.
Cristien mengepalkan tangannya, Ia benar benar kesal pada putranya.
" *bersambung
jangan lupa vote untuk bantu author naik ranking.
__ADS_1
Kasi rating Bintang Lima yaa
**I LOVE U ALL***