
Akhirnya Kendra mengikuti rencana Kakek, Kendra menelpon Intan
" Intan Aku setuju dengan syarat dari mu "
" Waaah.... Benarkah ? "
" Temui aku di hotel ARKIANDRA sekarang, "
" Baiklah, tapi aku ingin kau membawa serta Hummairah. Agar Aku bisa melihat Dia menangis saat kau menandatangani surat cerainya. "
" Baiklah, aku akan mengirimkan alamat nya padamu. Tapi jangan lupa bawa Kiano bersama mu. Aku ingin mempertemukan nya dengan Hummairah untuk terakhir kalinya. "
" Baiklah... Apa pun untuk mu "
Kendra menutup telponnya,
" Intan setuju Kek, tapi Intan menyuruh ku membawa Hummairah juga. "
" Baiklah, kita segera mempersiapkan semuanya. Ayo semuanya siap pada posisi kalian.
Hotel sebenarnya ditutup untuk umum, tapi Kakek memerintahkan seluruh anak buahnya menyamar menjadi pagawai dan staf hotel serta pengunjung.
Hummairah dan Kendra telah duduk di salah satu meja di restoran hotel. Hummairah tampak cemas, Kendra sesekali menggenggam tangan Hummairah untuk memenangkannya.
Tak lama kemudian sosok yang di tunggu muncul, Intan tampak mendorong kereta bayi. Hummairah ingin menghampiri tapi di tahan oleh Kendra. Saat Intan mendekat, Intan memasang senyum yang merekah dan menggendong Kiano.
" Hai Kak, apa kau merindukan ku ? "
Hummairah ingin sekali memeluk Kiano yang berada di pelukan Intan.
" Jangan bodoh Hummairah, kau akan segera bercerai dengan Kendra. Jadi jangan berharap aku akan menyerahkan anak ini kepadamu. " Intan tersenyum sinis.
" Aku mohon Intan, ijinkan aku memeluknya sekali saja, aku merindukannya Intan " Air mata Hummairah tak bisa lagi Ia bendung, ketika melihat buah cintanya dalam pelukan Intan.
" Cepat tandatangani suray itu, aku akan mengijinkan mu menggendong nya, tapi setelah itu kau pergi tinggalkan tempat ini "
Hummairah segera mengambil kertas tersebut dan menandatanganinya.
" Sudah... Aku sudah tandatangan, sekarang ijinkan aku menggendong nya Intan " Pinta Hummairah memohon.
Intan segera memberikan Kiano pada Hummairah. Hummairah segera memeluk dan mencium buah hatinya, betapa Ia merindukan putranya ini. Tak henti hentinya Hummairah mencium putranya, Kendra memeluk keduanya. Sesekali mengecup puncak kepala Hummairah yang tertup jilbabnya.
" Sudah cukup !!!! " Intan merampas Kiano dari tangan Hummairah, seketika balita itu menangis sejadi jadinya.
" Biarkan Hummairah memeluknya beberapa saat lagi Intan " Pinta Kendra
" Baiklah,, karena kau meminta Kak. Sebagai calon istri yang baik aku akan menuruti permintaan mu "
Intan memberikan Kiano kembali pada Hummairah.
__ADS_1
Kendra memberi kode pada Hummairah agar membawa Kiano agaj menjauh dari mereka. Sementara itu Kendra membuat Intan sibuk dengan mengajaknya berbicara tentang pernikahan mereka.
Setelah Kendra merasa Hummairah membawa Kiano telah jauh dari jangkauannya, dan tentu saja disana telah menunggu beberapa bodyguard Kakek yang langsung membawa Hummairah dan Kiano pergi lewat jalan keluar yang lain.
Kendra di beri kode oleh anak buah Kakek yang menyamar sebagai pelayan restoran
" Jadi bagaimana Kak, bisa kita ke KUA sekarang ? "
" Jangan terburu buru Intan, aku masih ada hal yang ingin aku bicarakan padamu."
" Apa kau ingin bertanya pada ku tentang permainan ku di atas ranjang ? "
Kendra menggeleng kepala, dan terlihat jijik mendengar perkataan Intan.
" Kau tau, aku begitu jijik melihat mu. Membayangkan aku menikah dan tidur seranjang dengan mu membuat ku ingin memuntahkan semua isi perutku "
" Aku tidak peduli, toh kalau aku jadi istri mu kelak mau tak mau suka tak suka kau harus menerima ku, hidup bersama ku dan terpenting kau akan tidur bersamaku. Aku sudah membayangkan besok pagi saat kau membuka mata, aku telah berada di pelukan mu. " Intan tersenyum penuh kemenangan
Kendra tersenyum tipis dan menggeleng.
" Kau tidak pernah bertemu dengan seseorang, terutama wanita yang tidak tau malu seperti mu " Ucap Kendra menunjukkan ketidaksukaan nya.
" CUKUP KENDRA !!! Jangan pernah lagi menghina ku, karena saat ini putra mu ada ditangan ku "
" Oh ya ? Dimana dia ? "
Intan baru menyadari bahwa Hummairah tidak ada disana. Seketika wajah Intan berubah merah padam.
" Yang pasti mereka telah berada ditempat yang aman dan jauh dari jangkauan mu. " Jawab Kendra dengan senyum kemenangan.
Intan mengamuk dan membalik meja, tapi dengan sigap Dia segera ditangkap oleh polisi yang sudah berada disana sedari tadi.
" Lepaskan aku, aku tidak bersalah " Teriak Intan.
Tak lama kemudian seluruh keluarga Malik bermunculan.
" Cukup Intan, sudah cukup kamu membuat kekacauan di keluarga kami. " Bentak Kakek
" Kendra, aku mencintaimu, Kendra aku akan menjadi istri yang baik, bahkan lebih baik dari Hummairah. Aku akan memberikan mu banyak anak yang lebih dari Hummairah. " Intan berteriak dan berusaha memberontak untuk melepaskan diri.
" Bawa dia dari sini, hukum dia sesuai prosedur hukum yang berlaku. "
Ucap Kendra
Polisi segera membawa Intan pergi dari tempat itu, Intan masih terus menjerit histeris.
" Ayo kita pulang, Hummairah dan Kiano pasti sedang menunggu kita " Ucap Papa
Mereka segera pulang kerumah untuk bertemu Kiano, betapa mereka sangat merindukan balita itu.
__ADS_1
Sesampai dirumah, mereka segea mencari keberadaan bayi tersebut. Mereka menuju kamarnya, disana merek tidak mendapatkan Kiano disana.
" Kendra tau kemana Kiano sekarang. Ayi iku ! " Ajak Kendra kepada keluarganya.
Kendra menuju ke kamarnya dan Hummairah.
Ketika mereka sampai di depan kamar, Kendra membuka pintu. Kendra melihat naka dan istrinya tertidur di ranjang, Kendra menatap wajah Hummairah yang tertidur tenang. Hummairah memeluk bayi kecilnya yang juga tertidur pulas dalam dekapannya.
" Ayo kita keluar, biarkan mereka tidur. " Ucap Nanny mengajak yang lain untuk keluar dari kamar.
" Kendra, sebaiknya kamu tetepa disana. Temani mereka. " Peringatan Mama.
Kendra mengangguk dan tersenyum.
Kendra masuk kembali kedalam kamarnya, Kendra berjalam mendekati istri dan anaknya, kemudian ikut berbaring disamping putranya kemudian memejamkan mata dan tertidur.
Hummairah tersadar dari tidurnya ketika Ia mendengar suara adzan ashar berkumandang lewat ponsel pintarnya. Ia segera bangun dan melihat Kendra tertidur di samping putranya, Hummairah tersenyum melihat anak dan suaminya tidur dengan posisi yang sama. Wajah yang begitu dominan bahkan nyaris sama, Hummairah berpikir ini tidak adil. Karena Ia yang mengandung dan melahirkan Kiano, tapi mengapa wajahnya lebih mirip kepada Kendra.
Ditengah lamunannya, Hummairah dikejutkan oleh Kendra yang telah bangun dari tidurnya.
" Sudah puas memandangi wajah suami mu yang tampan ini ? " Ucap Kendra membuyarkan lamunan Hummairah
Hummairah tersenyum, ketika Ia akan beranjak tangannya di tahan oleh Kendra.
" Sayang, kamu mau kemana ? "
" Mau mandi Mas, udah waktunya sholat ashar. "
" Bareng aku yaa !! "
" Nggak... Mandi sendiri sana "
" Mempersingkat waktu sayang kan lebih cepat jadinya. "
" Gak ada yang nama nya cepat, kalo udah mandinya barengan sama kamu. Yang ada malah makin lama " Jawab Hummairah yang tau apa bila Ia mandi bersama Kendra akan menjahilinya.
Hummairah segera berlari ke kamar mandi dan menutup pintunya.
Kendra tersenyum puas telah berhasil menggoda istrinya.
bersambung
seperti biasa thor minta komen di setiap eps nya
jangan lupa vote
kasi lima bintang
biar author semangat nulisnya.
__ADS_1
LOVE U ALL