
"Mi, Zavira aneh." ucap Kiano mengadu pada Ummi nya.
"Zavira aneh? Aneh gimana maksud kamu?" tanya Hummairah heran.
"Tadi malam dia mau nya tidur bareng Kiano, sampai-sampai Kiano gak mandi sore kemaren. Pas bangun pagi, setelah Kiano mandi, eh... dia muntah lagi liat Kiano keluar dari kamar mandi."
Hummairah tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa Ummi tersenyum, apa ada yang lucu?" tanya Kiano lagi.
"Itu arti nya dia suka bau keringat kamu, dan gak mau bau cium bau yang lain dari badan kamu." jelas Hummairah.
"Maksudnya?" Kiano bingung.
"Maksudnya, untuk saat ini kamu jangan pake wangi-wangian dulu, dan kalau perlu setiap sore kamu gak usah mandi jadi kamu malamnya bisa bobok bareng dia." goda Kendra yang tiba-tiba datang dari luar.
"Udah pulang Mas." sambut Hummairah dengan senyum dan mencium tangan suaminya.
Kendra duduk bersama dan ikut dalam pembicaraan mereka.
"Itu seperti Ummi waktu hamil Kirana, setiap sore pulang kantor Daddy gak mandi, kamu tau kenapa?"
Kiano menggeleng.
"Supaya Daddy bisa tidur sama Ummi kamu." jelas Kendra.
"Serius Dad?" tanya Kiano terkejut.
"Ya.... gak setiap hari sih, kadang kalau kelewat gerah Daddy mandi dulu di kantor. Lalu olah raga sebentar untuk ngeluarin keringat, dan ngilangin bau sabun." kekeh Kendra.
"Oh, jadi kamu bohongin aku ya." Hummairah mencubit lengan suaminya.
"Maaf sayang, mau bagaimana lagi kamu kan tau sendiri aku paling gak bisa gak mandi. Dan aku paling gak suka kalau keringetan." jelas Kendra cemas telah membohongi istrinya dahulu.
Kiano hanya menggeleng melihat kedua orang tuanya masih seperti anak remaja yang dilanda kasmaran. Kiano pun berlalu pergi meninggalkan pasangan itu dan naik ke atas menemui istri nya yang sedang dikamar.
Zavira baru selesai mandi dan masi mengenakan jubah mandinya, dengan handuk yang melilit dikepala menutupi rambutnya.
Kiano memperhatikan istrinya.
Zavira tersenyum melihat Kiano masuk, ia pun duduk didepan meja riasnya.
.....
"Assalamualaikum Kirana." sapa seseorang.
"Waalaikumsalam." jawab Kirana.
Salim berjalan mendekati Kirana dengan senyum yang selalu terbit diwajahnya.
"Mau pulang?" tanya Salim.
"Iya, kamu sendiri?"
__ADS_1
"Mau ku antar?" Salim menawarkan.
"Ehmmmm....." Kirana nampak berpikir.
"Ayolah..." pinta Salim.
Kirana pun menganggukan kepalanya.
Mereka pun berjalan menuju parkiran, dan masuk perkarangan asrama.
"Baiklah, sudah sampai." ucap Salim.
Kirana tersenyum.
"Kirana, apa boleh aku mengajak kamu makan malam dirumah ku." tanya Salim.
Kirana terdiam dan membulatkan matanya.
"Bagaimana Ki, kamu mau kan?" lanjutnya.
"Ehmmm...." Kirana tidak tahu harus bagaimana.
"Aby dan Ummi ku ingin bertemu dengan mu, mereka penasaran sama kamu."
"Baiklah, aku akan lihat kapan jadwal ku kosong. Kamu tau kan akus sedang menunggu sidang."
"Baiklah, aku akan menunggunya. Oh ya, boleh aku minta nomor kontak mu?" tanya Salim.
"Ehmmm.... untuk apa ya?"
Sebenarnya Kirana tidak mau memberikan nomor ponselnya kapada sembarangan orang yang baru dikenal nya, tapi menolak permintaan Salim juga membuat hatinya merasa tidak enak. Kirana pun memberikan nomor kontaknya pada Salim. Setelah nya mereka pun berpisah di depan pintu asrama.
Tiba di kamarnya Kirana segera meletakan tas dan atributnya, ia segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
.....
Fachri baru saja pulang dari Colorado bersama kedua orang tuanya, tapi mereka belum kembali ketanah air. Fachri segera masuk ke kamar nya untuk mandi dan beristirahat sejenak melepas lelah, selesai mandi seperti biasa ia mengecek ponselnya, untuk memeriksa pesan atau telpon dari Kirana.
Wajah lelah Fachri hilang saat sebuah pesan dari Kirana, ia pun tersenyum dan segera menghubungi gadis yang dicintainya. Tapi sayangnya Kirana tidak menjawab panggilannya, Fachri pun mengernyitkan dahinya. Ia pun menatap jam di dinding, dan mencocokan dengan waktu pesan dari Kirana. Fachri pun kembali tersenyum, ia tahu saat ini Kirana baru saja kembali dari kampusnya, dan seperti kebiasan pasti saat ini Kirana sedang melaksanakan kewajibannya, Fachri pun meletakan kembali ponselnya.
....
Kayla baru saja kembali dari rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya, saat ini usia kandungan Kayla sudah empat empat bulan, perutnya yang datar pun perlahan mulai terlihat membuncit.
Ia berjalan menyusuri koridor rumah sakit, ia bahagia mendengar penjelasan Dokter jika kandungannya tidak ada masalah dan janinnya pun berkembang secara normal.
Saat kaki tiba diparkiran rumah sakit, ia pun dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang menghadangnya.
"Kayla." sapa Kai Zhou lembut.
Mata Kayla membulat, senyum di wajahnya serta merta sirna dalam sekejap, saat ia melihat Kai Zhou telah berdiri dihadapannya.
Kayla tidak menghiraukannya ia melanjutkan langkah menuju mobilnya, tapi Kai Zhou masih terus mengikutinya.
__ADS_1
"Kay, kamu mau kemana?" tanya Kai Zhou yang sedang menahan lengan Kayla.
"Apa urusan mu, terserah aku mau kemana." Kayla kembali melangkah kan kakinya, tapi lagi Kai Zhou menahannya.
"Aku aka mengantarkan mu, katakan kau mau kemana?"
"Aku tidak butuh bantuan mu, pergi dari hadapanku." usir Kayla.
Hingga Kai Zhou pun menyadari perubahan pada Kayla.
"Kai, kamu.... hamil?"
"Bukan urusanmu." Kayla masuk kedalam mobil dan mengunci nya, ia tidak memperdulikan Kai Zhou yang terus menggedor kaca mobilnya. Kayla pun melajukan kendaraannya meninggalkan Kai Zhou yang menatap kepergian nya.
"Apa benar kamu hamil Kay. Apa itu anak ku Kay, aku akan cari tau. Jika benar itu anak ku, aku akan bertanggung jawab untuk mu Kay." ucap Kai Zhou lirih.
Kayla tiba di rumahnya, ia berjalan cepat masuk dan mengunci pintu. Kayla begitu ketakutan, ia memegang perutnya yang tiba-tiba keram. Ia duduk dan mulai mengatur napasnya, setelah merasa tenang ia pun tidur dan beristirahat.
......
"Aku mau kalian mencari tahu tentang gadis bernama Kayla." titah Kai Zhou pada orang suruhannya.
Orang suruhan Kai Zhou pun mulai berangkat mencari keberadaan Kayla.
"Apa itu alasanmu meninggalkan aku Kay, kenapa kamu tidak cerita jika kamu sedang mengandung anak ku, aku pasti akan membatalkan pernikahan ku Kay dan aku akan mempertahankanmu meskipun aku harus menentang keputusan Mama." gumam Kai Zhou.
Tiga hari kemudian Kai Zhou pun mendapat laporan dari orang-orangnya tentang keberadaan Kayla, Kai Zhou pun segera bergegas mendatangi Kayla di kediaman nya.
.....
"Ummi, Zavira kok jahat sih." adu Kiano lagi.
"Ada apa lagi Nak?" tanya Hummairah lembut.
"Zavira nyuruh Kiano pulang ke Swiss."
"Kok bisa, memangnya disana ada apa?" tanya Ummi nya terkejut.
"Zavira gak mau liat muka Kiano Mi."
Hummairah menarik napas lega, ia mengira sesuatu yang serius telah terjadi.
"Ikuti saja Ki, dari pada anak kamu nanti ileran." sambung Daddy nya.
"Masa si Mas! Waktu aku hamil Kiano, aku juga pengen ketemu kamu. Tapi gak bisa, Kiano gak ileran tuh." sanggah Hummairah.
"Memang kemaren Daddy kemana Mi, hingga Ummi gak bisa ketemu sama Daddy." tanya Kiano.
Hummairah terdiam, ia kemudian menatap ke arah suaminya.
"Daddy saat itu keluar negeri untuk urusan kantor, dan Ummi kamu pun saat itu kuliah diluar juga. Jadi kami terpisah jarak dan juga waktu, tapi akhirnya kami dipersatukan dan bahagia hingga kini dan nanti." jawab Kiano.
"Aamiin." jawab Hummairah tersenyum kearah suaminya.
__ADS_1
Kiano pun tersenyum menatap kedua orangtuanya.
Bersambung...