
Beberapa bulan kemudian, setelah kejadian hari itu Kiano tidak pernah lagi menemui Kayla. Bahkan ia juga telah memblok semua akses yang berhubungan dengan Kayla, Kiano benar-benar takut kehilangan istri dan juga amukan dari keluarganya, terutama Ummi dan adiknya.
Hari ini jadwal Kiano akan mengantarkan Zavira, untuk memeriksakan kandungannya. Saat ini kandungan Zavira telah memasuki bulan kesembilan, ia hanya tinggal menunggu detik-detik untuk bersalin.
Ummi dan Kirana juga sudah tidak sabar lagi untuk menunggu kehadiran malaikat kecil dirumah mereka.
"Sudah siap sayang?" tanya Kiano.
"Sudah, ayo!" aja Zavira.
Mereka pun turun kebawah dan bergabung dan bersama keluarga yang lain.
"Kalian jadi pergi hari ini?" tanya Ummi Hummairah.
"Jadi Mi, kita udah bikin janji tadi malam sama dokternya." jawab Kiano yakin.
"Tapi dokternya perempuan kan?" tanya Ummi Hummairah lagi.
"Iya Mi, katanya dia temen sekolahnya Kak Kiano." jawab Zavira.
"Siapa Ki?" tanya Daddy Kendra.
"Itu Dad, si Sarah... yang dulu sering kesini, anak temennya Daddy." jelas Kiano.
"Oh... si Sarah yang dulu demen ama lu kan? yang setiap hari kesini ngambil hatinya Ummi, tapi lu cuekin." sambar Kirana.
"Oh... yang itu, Ummi ingat sekarang. Waah.. hebat ya, dia bisa jadi dokter spesialis kandungan." puji Ummi Hummairah.
"Dia gak kaget saat pertama liat lu Kak?" celetuk Kirana.
"Pertama sih iya, tapi saat dia lihat siapa istri gue dia gak banyak omong lagi." jawab Kiano.
"Dikiranya lu merid sama si dia kali ya!" Kirana tertawa geli.
Kiano pun tersenyum, membuat yang lain bingung arah pembicaraan mereka.
"Ya udah yuk, nanti kesiangan!" ajak Zavira.
"Ya uda... Ummi jadi ikut gak?" tanya Kiano.
"Gak usah deh, soalnya siang ini Daddy ngajakin makan siang diluar." ujar Ummi Hummairah.
"Lunch ya Mi, ikut yaa!" rengek Kirana.
"Apa sih, udah gede juga." jawab Ummi Hummairah.
"Ya... gak apa-apa, kan sekali-sekali. Boleh ya Mi!" Kirana mulai mengeluarkan jurus merayu nya.
"Ummi mau makan berdua sama Daddy aja, nikmati waktu berdua."
Tapi bukan Kirana nama nya jika tidak bisa membujuk Ummi nya, Kiano dan Zavira menggelengkan kepalanya. Kirana jika kumat manjanya maka sifatnya akan seperti anak kecil umur lima tahun. Kiano akhirnya membawa istrinya ke klinik milik Sarah.
.....
Kiano tiba di klinik milik Sarah, setelah menunggu sesaat untuk menunggu giliran, akhirnya mereka pun masuk kedalam.
Setelah Sarah selesai memeriksa kandungan Zavira, Sarah pun menjelaskan bahwa kandungan Zavira baik-baik saja. Dan dalam waktu dekat kemungkinan ia akan melahirkan, Sarah juga memberitahu Kiani bahwa istrinya akan melahirkan anak laki-laki. Zavira tersenyum sembari mengelus perutnya, Kiano mengecup kening istrinya.
Setelah mengucapakan terima kasih pada Sarah, mereka pun pamit undur diri. Sarah juga berpesan agar Zavira banyak bergerak, melihat dari kondisi kaki Zavira yang telah membengkak. Memang akhir-akhir ini Zavira lebih malas untuk bergerak, dan lebih banyak tidur. Hingga mertuanya menegurnya, tapi Zavira tidak tetap tidak mengindahkannya.
Zavira seakan tidak bisa melawan rasa kantuknya.
.....
"Mi, Nana ikut ya!! masa Nana tinggal dirumah sendiri." Kirana masih merengek pada Ummi nya.
"Gak boleh sayang, Daddy kamu bisa ngambek sama Ummi. Kamu tau kan kalau Daddy ngambeknya bagaimana!"
__ADS_1
"Kan Ummi bisa bujukin Daddy, supaya gak ngambek lagi." Kirana masih terus saja merengek hingga Daddy nya datang bersama Fachri.
"Assalammu'alaikum..." ucap Daddy Kendra dan Fachri.
"Waalaikumsalam." jawab Ummi Hummairah dan Kirana yang masih merengut.
"Sayang... kamu belum siap juga, padahal aku kira kamu udah siap!" tanya Kendra.
"Gimana mau siap Mas, liat nih anak perawan satu ini, dari tadi merengek pengen ikut juga." ucap Hummairah sembari melirik kearah Kirana.
"Gak kok... siapa bilang?" Kirana mengelak.
"Alaaah... tadi yang merengek pengen ikut makan siang sama Ummi siapa?" goda Hummairah, ia tahu Kirana pasti akan mengelak.
"Ummi udah deh, jangan dibahas lagi." ucap Kirana dengan wajah memerah karena malu.
"Udah Ummi siap-siap sana, Kirana gak akan ikut kita." ucao Daddy Kendra.
"Kok gitu?" protes Kirana.
"Karena Daddy udah bawain Fachri untuk kamu." jawab Daddy Kendra tersenyum.
"Apa hubungannya? Kirana bingung.
"Fachri akan ajak kamu makan siang sama Mama dan Papa nya, calon mertua kamu." goda Daddy Kendra.
Kirana memuncungkan bibir bawahnya, Fachri hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Ia tidak menyangka jika Kirana yang biasanya bersikap dewasa dan bijak, bisa juga manja.
"Udah sana ganti baju, kasian Mama, Papa Fachri nungguin kamu." ucap Ummi Hummairah.
Kirana pun naik ke kamarnya untuk menggant bajunya.
Dua puluh menit kemudian, Kirana pun turun dan ia mendapati hanya tinggal Fachri sendiri.
"Udah berangkat, baru aja." jawab Fachri.
Kirana hanya menganggukan kepalanya.
"Kamu udah siap?" tanya Fachri.
Kirana menganggukan kepalanya kembali.
"Ayo kita berangkat." ajak Fachri.
"Ayo..." Kirana pun berjalan dibelakang Fachri.
......
Tepat pukul setengah tiga pagi, Zavira membangunkan Kiano. Ia baru saja selesai sholat tahajud, tiba-tiba ia merasakan nyeri pada perutnya. Ia dari tengah malam tadi sudah bolak balik kekamar mandi, tapi nyeri nya semakin lama semakin terasa kuat.
Hingga ia pun tidak punya pilihan lain selain membangunkan suaminya.
"Kak... Kak, bangun Kak." Zavira menepuk pipi suaminya.
Kiano mengerjapkan matanya, mengumpulkan kembali kesadarannya.
"Ada apa sayang?" tanya Kiano lembut dengan suara serak.
"Perut ku nyeri Kak." jawab Zavira meringis.
Mata Kiano membesar dan rasa kantuknya tiba-tiba hilang, ia pun segera mengelus perut istrinya.
"Coba kamu bawa ke kamar mandi dulu." usul Kiano.
"Aku udah lebih dari sepuluh kali bolak balik kamar mandi, tapi gak mau pup Kak." wajah Zavira kembali meringis.
__ADS_1
"Sayang, jangan-jangan kamu akan.... Aku panggil Ummi dulu ya." Kiano pun meraih baju dan celananya kemudian menghambur keluar dan berlari ke kamar Ummi dan Daddy nya.
Saat ini Kendra baru menyelesaikan pekerjaan kantor yang ia bawa pulang kerumah, Kendra melirik ke arah istrinya yang telah terlelap. Kendra pun berjalan mendekati istrinya dan akan beranjak tidur disampingnya.
Baru saja Kendra ingin menarik selimut dan memeluk istrinya, tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya di ketuk.
Tok... tok... tok..
Kendra segera bangun dan berjalan membuka pintu.
Ceklek...
"Ki, ada apa?" tanya Kendra.
"Ummi, udah tidur Dad?" tanya Kiano.
"Iya dari awal tadi.. kenapa?"
"Zavira, perutnya nyeri Dad. Dia udah bolak balik kamar mandi." jelas Kiano.
Mata Kendra pun membesar, ia segera masuk dan membangunkan istrinya.
"Sayang.... Ummi sayang." ucap Kendra lembut.
Hummairah perlahan membuka matanya.
"Ada apa Mas.... Mas perlu sesuatu?' tabya Hummairah dengan suara serak.
"Kamu liat Zavira, Kiano bilang kalau Zavira sakit perut, mungkin sudah mau melahirkan."
Hummairah pun langsung bangun, dan menyambar jilbabnya dan segera berlari keluar, di ikuti Kendra dan Kiano dibelakangnya.
"Za... apa yang sakit sayang?" tanya Hummairah saat tiba di kamar Kiano.
"Perut Zavira sakit Ummi, tapi kok gak mau pup ya." Zavira kembali meringis. "Dan tadi saat Zavira kekamar mandi, mau pipis. Dicelana ada darahnya Mi, itu gak apa-apa kan Mi?" tanya Zavira.
"Ki, cepat telpon Sarah suruh dia menunggu dirumah sakit. Mas, kamu siapin mobil." Hummairah mememberikan perintah.
Terdengar ribut diluar, Kirana pun keluar dari kamarnya.
"Ada apa sih?" tanya Kirana.
"Zavira sakit perut, kayak nya akan melahirkan." jawab Kiano.
Mata Kirana membulat dan segera berlari kamar Kiano dan Zavira.
"Zavira gak apa-apa Mi?" tanya Kirana.
"Gak, ini mau dibawa ke klinik." jawab Ummi Hummairah.
"Mi, Sarah bilang Zavira nya dibawa aja ke klinik. Dia udah nunggu disana.
Bersambung..
Nih yang penasaran sama Kiano dan Zavira..
aku kasih Visualnya...
ini versi halu ku, aku boleh nyomot soalnya..
jangan lupa tinggalin jejak yaa!!!
komen dan like disetiap epsd nya..
terima kasih..
__ADS_1
I LOVE U ALL