CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
79


__ADS_3

" Ma, Ilham akan batalin rencana untuk melamar Medinah minggu ini " Ucap Ilham


" Kenapa ? Apa kalian bertengkar ? "


" Bukan Ma, kemarin Ilham ngomong ke Medinah pengen kenal sama keluarganya. Jadi Ilham putuskan, Ilham akan menemui keluarganya dulu, setelah itu baru Ilham lanjutkan rencana Mama. " Terang Ilham


" Baiklah, tapi apa Medinah setuju kamu bertemu orang tuanya ? "


" Dia tidak bilang setuju atau tidak. Tapi Ilham yang memaksanya. "


" Baiklah semuanya Mama serahkan sama kamu, apa pun keputusan nya. Dan ingat jangan memaksanya kalau Dia tidak menginginkannya. "


" Baik Ma, Ilham tahu. "


Ilham segera keluar dari kamar Ibunya, dan kembali bergabung dengan yang lain di ruang tengah.


" Apa ada masalah serius Nak ? " Tanya Kakek


" Tidak Kek, semua aman terkendali "


" Ilham tidak jadi melamar Medinah minggu ini mas, " Ungkap Nanny


" Kenapa ? " Tanya Kakek


" Ilham akan pergi menemui orang tua Medinah dulu Kek, setelah dapat persetujuan dari orang tuanya, baru Ilham akan melamarnya. " Jelas Ilham


" Baiklah, keputusan ada ditangan mu, dan apa pun pendapat orang tuanya tentang kamu, kamu harus bisa menghormati nya. " Nasehat Kakek.


*****


" Hai, nona Olivia " Sapa seseorang


" Tuan Norman "


" Boleh aku duduk disini ? "


" Silahkan "


Norman menarik kursi dan ikut duduk bersama di meja Olivia.


" Mengapa nona Olivia ada disini ? Ini kan masih jam kantor ?"


" Saya ada urusan disekitar sini, karena sudah siang karena waktunya makan jadi cari makan dulu. " Jelas Olivia dengan tawa


" Urusan apa ? "


" Saya sedang mencari hunian yang sesuai budget, "


" Kamu mau pindah dari rumah itu ? "


" Iya, rasanya malu juga. Kan Tante Cristien sudah pulang, jadi rasanya malu juga jika harus terus bertahan disana. "


" Bukankah yang ku dengar kamu sangat menyukai Kendra ? "


Olivia tercegat dengan penuturan Norman.


Oki tersenyum getir, lalu menyeruput minumannya.


" Itu dulu, "


" Dulu ? "


" Ya, dulu. " Kembali menikmati minumannya " Sekarang aku menyerah, Kendra memang untuk Hummairah. Kendra sangat mencintai istrinya, tidak ada cinta wanita lain di matanya dan di hati Kendra, selain istrinya. " Olivia menghela nafas.


Norman tersenyum mendengar penjelasan Olivia.


" Apa kau pernah mencoba untuk memisahkan mereka " Tanya Norman lagi


" Tapi tak berhasil, ikatan hati mereka begitu kuat. Bahkan sebelum aku, juga ada wanita dimasa lalu Kendra yang hadir. Tapi harus menyerah kalah, keluarganya juga mendukung Hummairah. "


Tampak gurat kesedihan di wajah cantik Olivia.


" Mau ikut dengan ku ? " Tawar Norman


" Kemana ? "


" Menjemput putri pulang sekolah "


" Tapi.... "


" Ayolah, Dia pasti senang "


Olivia mengangguk dan beranjak dari duduknya.


" Kau bawa mobil sendiri ? " Tanya Norman


" Tidak, tadi aku pakai taxi "


" Baiklah, ayo naik " Norman membukakan pintu untuk Olivia.


Olivia masuk dan duduk didalam, Norman berlari kemudian masuk dan duduk di belakang kemudi.


" Sudah siap ? "


Olivia mengangguk dan tersenyum, kemudian mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan tempat mereka berjumpa.


Tak berapa lama mereka tiba, Norman turun dan membuka kan pintu untuk Olivia.


" Yang mana putri mu ? " Tanya Olivia


" Sebentar " Pandangan Norman mengitari sekitar taman bermain. Pandangannya menangkap sesosok mahluk mungil sedang berlari menghampiri mereka. " Itu Dia, ayo "


Norman menarik tangan Olivia.


" Papa ! " Ucap anak itu masuk dalam pelukannya.


" Putri Papa, apa tuan putri jadi anak baik hari ini ?"


" Tentu, Papa siapa Tante ini ? "


" Ini Tante Olivia, temen Papa. Ayo sapa Tante Olivia dulu " Norman menurunkan putrinya.


" Hai Tante, nama ku Nayla. Salam kenal " Nayla memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangannya.


" Hai Nayla, nama Tante Olivia. Senag berkenalan dengan mj " Olivia menyambut uluran tangan Nayla.


" Tante Oliv " Suara cempreng berteriak memanggil Olivia.


*****


" Kamu udah rapi, mau kemana sayang ? " Tanya Nanny yang melihat Hummairah turun dan berisiap untuk keluar rumah.


" Mau ke kantor mas Kendra Nanny, tadi udah janji mau jemput Kiano pulang sekolah. "


" Kamu diantar sopir kan ? " Tanya Mama


" Naik taxi Ma " Jawab Hummairah singkat sambil meghabiskan susu Ibu hamilnya.


" Tidak, pokoknya kamu harus diantar sama supir, " Ucap Nanny " Lusy, panggil supir untuk mengantar Nyonya muda ke kantor Tuan muda "


" Baik Nyonya sepuh " Lusy bergegas melaksanakan perintah.


Hummairah hanya bisa menurut.


Sopir telah siap menunggu di depan pintu dan mengantar Hummairah menuju kantor suaminya.


Hummairah tiba dikantor Hummairah, seorang security tersenyun membukakan pintu mobil sembari memberi salam.


" Selamat datang Nyonya, "


" Terimakasih, apa kabar mu ?"


" Baik, Nyonya terimakasih. Silahkan " Security itu pun membukan pintu dan kembali berjaga setelah Hummairah masuk kedalam.


Semua karyawan melihat kedatangan Hummairah menyapa nya.


Hummairah berhenti di meja receptionis.


" Apa Tuan sedang meeting ? " Tanya Hummairah


" Tidak Nyonya, tapi Tuan sedang keluar bertemu klien. " Jawab petugas receptionis yang ternyata masih muda.


" Pergi nya sama siapa ? "


" Sama Tuan Ifan Nyonya "


Hummairah mengangguk " Dimana Chila ?" Tanya Hummairah.


" Mbak Chila lagi rapat sama kepala bagian Nyonya. Ada yang bisa saya bantu Nyonya ? " Tawar gadis itu.


" Tidak, aku akan langsung keruangan Tuan. Kalau Tuan kembali bilang padanya aku menunggunya di ruangannya.


Hummairah menggunakan lift khusus, dan naik ke atas.


Ting.

__ADS_1


Denting pintu lift terbuka, Hummairah keluar dari dalam.


" Selamat datang Nyonya. " Sapa salah seorang staf suaminya.


" Terimakasih " Hummairah terus berjalan masuk kedalam ruangan.


Ia berhenti sejenak dan berbalik badan.


" Bisa aku minta tolong ? " Tanya Hummairah


" Silahkan Nyonya "


" Tolong belikan aku rujak yang mangkal di ujung jalan. " Perintah Hummairah sambari mengeluarkan uang pecahan 50ribu.


" Baik Nyonya saya akan menyuruh salah seorang OB. "


Hummairah mengangguk dan melanjutkan perjalanannya.


Tiba didalam Hummairah pun duduk di sofa kantor dan membujurkan kakinya.


Kendra telah kembali ke kantor bersama Ifan.


" Maaf Tuan, "


" Ada apa ? Sahut Kendra dingin


" Nyonya sudah menunggu di ruangan anda "


Mata Kendra membulat. " Apa Nyonya sudah sudah lama ? " Tanya Kendra


" Kurang lebih setengah jam Tuan "


" Apa Nyonya meminta sesuatu ? " Tanya Kendra lagi.


" Nyonya cuma minta di belikan rujak yang di ujung jalan Tuan "


Kendra bernafas lega " Fan, kamu belikan beberapa cake coklat dan minuma Ibu hamil kemasan, cepat Fan aku tunggu disini. " Perintah Kendra sembari memberi lima lembar uang pecahan 100ribu.


Ifan segera bergegas melaksanakan perintah Kendra.


*****


" Me, bagaimana kalau minggu depan kita bertemu dengan orang tua mu ? " Kata Ilham tiba tiba


Medinah hanya tersenyum dan menanggapinya dengan santai.


" Kamu serius mau bertemu dengan keluarga ku ? "


"Aku serius Me, apa selama ini aku pernah bercanda "


" Tapi, aku belum bisa kembali sekarang ini "


" Kenapa ? "


" Karena Hummairah belum melahirkan. "


" Me, kamu kan bisa menunjuk Dokter lain mewakili kamu untuk menangani Hummairah. "


" Tidak bisa Ham, sedari awal Hummairah periksa nya sama aku. Jadi aku yang harus terjun langsung menangani, kalau Dokter lain akan memakan waktu untuk menjelaskan lagi. " Medinah berusaha mengelak.


" Kamu bohong kan Me ? Kamu sengaja gak biarin aku bertemu dan kenal sama orang tua kamu ? "


" Bukan begitu Ham, aku hanya.... " Kata kata Medinah menggantung.


" Kamu masih belum yakin sama aku Me ? "


Medinah terdiam, matanya menatap lurus kedepan jendela apartment nya.


Ilham berjalan mendekati Medinah, Ia membalikkan tubuh Medinah hingga mereka berhadapan.


Ilham menangkup wajah Medinah, mata mereka bersitatap. Kemudian Ilham mengecup lembut bibir Medinah.


Medinah terkejut tapi tak bisa melawan, sebab Ilham telah menguasai tubuhnya.


Ilham memegang tengkuk Medinah dan memperdalam ciuman nya.


Kini Medinah pun terhanyut oleh permainan lidah Ilham. Merasa cukup Ilham pun melepas lumatannya.


Dengan nafas tersengal " Apa maksud dari semua ini Ham ? " Tanya Medinah


" Apa kamu masih tidak yakin pada ku Me ? " Ilham kembali mengecup bibir Medinah. " Aku telah membuka hati ku untuk mu Me, dan aku mengijinkan mu masuk dan mengisi nya. "


Serasa mimipi Medinah hampir tak percaya, kemudian dengan inisiatif nya sendiri Medinah memeluk tubuh Ilham.


" Aku akan membawa mu Ham, aku akan membawa mu bertemu mereka. " Medinah lembali terdiam " Tapi... " Ucapan Medinah tersendat.


" Tapi apa Me ? "


" Nanti setelah kamu tahu apa alasan ku tidak menginginkan mu bertemu mereka, apa kamu masih mau bersama dengan ku Ham ? "


" Tentu Me, aku janji "


" Terimakasih Ham. Terimakasih telah mengijinkan ku untuk mencintai mu "Mereka pun berpelukan.


*****


Kendra masuk kedalam ruangannya, Ia melihat sang istri tenga terlelap di sofa, Ia menghampiri dan duduk di dekat kaki istrinya.


Hummairah tersadar merasa seseorang meraba perutnya. Ia pun segera membuka matanya.


" Mas, kamu udah kembali ? " Ditengah masih mengumpulkan kesadarannya. Hummairah bangun dari tidur nya, kemudian duduk.


Kendra memberi bantalan di punggungnya, agar sang istri nyaman.


" Pulas sekai tidur nya " Kendra mengelus pipi chubby Hummairah. " Sudah makan ? "


Hummairah mengangguk ragu ?


" Kenapa ? "


" Aku cuma makan itu " Hummairah menunjuk wadah rujak yang telah ludes.


" Mau makan sesuatu ? "


Hummairah mengangguk senang dengan senyum terkembang di wajahnya.


Kendra menyerahkan bungkusan kepada istrinya, dan disambut dengan senyum kemudian menyantap nya.


" Mas kita jadi kan jemput Kiano ? " Ucap Hummairah di sela sela suapan nya.


" Jadi, aku susun ini dulu. Kamu makan dengan tenang oke ! "


Hummairah melanjutkan kegiatan makanya.


Kendra beranjak dari duduknya dan menghampiri sang istri.


" Sudah siap sayang ? "


" Sudah "


" Ayo " Mereka pun keluar meninggalkan kantor dengan bergandengan tangan.


*****


" Kiano ! " Ucap Olivia terkejut.


Kiano berlari menghampiri Olivia.


" Tante kenal Kiano ? " Tanya Nayla


" Hai, Nayla " Sapa Kiano


" Hai " Nayla melambaikan tangannya sambil tersenyum.


" Tante Oliv kok ada disini ? " Tanya Kiano


" Tante... " Berusaha menjelaskan


" Tante Olivia datang bersama Papa ku, kamu kok kenal Tante Olivia ? Tanya Nayla pada Kiano


" Tante Olivia saudaranya Daddy ku " Jawab Kiano polos.


Terjadilah obrolan kedua bocah, Norman dan Olivia hanya jadi pendengar.


" Kiano belum pulang ? " Tanya Olivia


" Sebentar lagi Tante, lagi nungguin Mang Diman "


" Bagaimana kalau kamu ikut mobil Papa ku, kita pulang bareng ? " Ajak Nayla


" Ide bagus, bagaimana Kiano ? " Tanya Olivia


" Tapi... "


" Kamu kan kenal sama Tante Olivia, jadi gak usah takut. " Jelas Nayla.

__ADS_1


Disaat Kiano sedang berpikir untuk memutuskan. Seseorang memanggil namanya.


" Kiano " Kiano menoleh ke arah suara orang yang memanggilnya.


" Ummi " Kiano berlari menghampiri Ibunya.


Olivia tampak ketakutan jika harus berhadapan dengan Hummairah lagi. Norman yang melihat Olivia gugup, Ia ingin bertanya, tapi kehadiran Kendra dan istrinya membuatnya mengurungkan niatnya.


" Hai Kendra, " Sapa Norman


" Hai, apa kabar mu ? " Kendra menjabat tangan dan saling berpelukan.


" Kalian saling kenal ? " Tanya Olivia


" Dia teman sekolah ku dulu, " Jawab Norman


" Perkenalkan ini istri ku " Kendra memperkenalkan Hummairah pada temannya. Hummairah hanya menangkupkan tangan dan tersenyum.


" Ini putri mu ? " Tanya Kendra lagi


Norman mengangguk dan tersenyum.


" Putri mu dan Naya ? " Kendra bertanya lagi


" Iya, Dia putriku bersama Naya " Jawab Norman. "


Kendra menatap Olivia. " Apa yang kau lakukan disini ? " Tanya Kendra


" Aku tadi tak sengaja bertemu dengan nya, " Norman menjelaskan.


" Jadi Kiano ini putra mu ? " Tanya Norman mengalihkan pembicaraan, melihat kecanggungan di wajah Olivia.


" Ya, Dia putra ku. Dan akan ada yang menyusul. " Kendra tersenyum sembari mengelus perut buncit Hummairah yang nyaris tak terlihat karena pakaiannya.


Hummairah kembali dengan mood tidak bagus nya.


" Ayo pulang, aku sudah lapar " Hummairah berjalan memimpin tangan Kiano dan meninggalkan Kendra.


" Baiklah, nanti kita lanjutkan lagi. Bumil ku sedang bad mood sekarang ini. Ini kartu nama ku, " Kendra memberikan kartu namanya dan berlari mengejar anak dan istrinya.


" Apa Kendra seperti itu dengan istrinya ? "


" Kan aku sudah bilang kemarin " jawab Olivia


" Kendra yang dingin, angkuh, galak, dan sombong itu harus tunduk sama istrinya. " Norman tak percaya.


" Sejak Kendra mengenalnya, Kendra banyak berubah. Tapi hanya pada istrinya, tidak dengan orang lain. " Jelas Olivia setengah menahan tawa.


" Papa ayo pulang, Nayla sudah lapar "


" Baiklah sayang, " Norman memimpin tangan putrinya.


" Tante Oliv ikut kita makan yaa " Ajak Nayla


Norman menatap Olivia, Olivia tersenyum dan mengangguk.


Senyum pun terkembang diwajah gadis kecil itu.


*****


" Ma, besok Ilham dan Medinah akan terbang ke Jerman. Untuk bertemu orang tua Medinah. " Ilham membuka pembicaraan di ruang makan.


Semuanya terkejut dengan langkah Ilham, terutama Kendra dan Hummairah.


" Wah, kabar gembira kalau begitu " Ucap Papa


" Ara bakalan punya teman sebaya dirumah " Timpal Hummairah


" Apa kamu sudah bosan berteman sama kami Ra ? " Tanya Kakek menggoda


" Bukan begitu maksud Ara Kek, kalau kak Ilham menikah sama Medinah, Ara kan gak perlu ke rumah sakit atau ke klinik nya lagi untuk periksa " Jelas Hummairah


Semua tertawa mendengar penuturan Hummairah.


" Kakek, saya juga mau ngomong " Olivia memberanikan diri membuka suara.


" Ada apa Olivia ? " Tanya Kakek.


" Mulai besok, saya pindah ke rumah saya sendiri " Ucap Olivia terbata.


" Kamu sudah menemukan yang cocok Liv ? " Tanya Nanny.


" Sudah Nanny, lokasinya tidak jauh dari kantor. Jadi saya tidak akan terlambat untuk pergi ke kantor. " Jelas Olivia penuh semangat


" Baiklah kalau begitu, ingat pesan Kakek jangan mengulang kesalahan terdahulu. Mulai lah hidup dengan benar, jika ada yang ingin mengajak serius jalani saja. Jika perlu bantuan datang lah kemari, kamu tidak punya siapa siapa disini. " Nasihat Kakek


" Iya Kek, pasti "


" Olivia kan lagi dekat sama Norman Kek ? " Celetuk Kendra


Wajah Olivia merah padam.


" Norman yang mana ? " Tanya Mama


" Teman sekolah Kendra dulu Ma, yang suka kerumah kalau lagi berantem sama Kayaknya. Lu ingatkan Ham, yang suka lu kerjain kalau Dia kesini. " Kenang Kendra


" Norman suaminya Naya ? " Tanya Ilham


" Iya benar "


" Tapi kan Naya ? "


" Naya udah meninggal saat melahirkan putri mereka, " Jelas Kendra


" Jadi, Norman itu seorang Duda ? " Tanya Mama.


" Iya Ma, Duda keren. Iya kan Liv ? " Goda Kendra


" Kami baru kenal Tante, Oliv juga tidak tau Dia tau Oliv dari mana " Jelas Olivia malu.


" Kalau Dia mai serius apa salah nya Liv " Ucap Mama


" Oliv masih bingung Tante "


" Bingung kenapa ?"


" Norman itu anak yang baik Liv, Tante kenal dengannya dan orang tuanya. " Ucap Mama meyakinkan Olivia.


" Tapi serius Tante saat ini hubungan kami hanya teman. " Jelas Olivia


" Nanti juga di tembak " Timpal Kendra.


" Mati dong Olivia nya " Celetuk Hummairah polos


Semua pun tertawa mendengar ucapan Hummairah.


*****


Hari ini Hummairah tinggal dirumah bersama pelayan.


Nanny dan Kakek mengantar Ilham dan Medinah ke bandara. Mama ikut Papa seminar keluar kota, Kendra pergi ke kantor, Kiano sekolah, dan Olivia sedang berada dirumah baru nya untuk berberes.


Hummairah berada di kamarnya, Ia sudah 10 kai bolak balik ke kamar mandi.


Perut Hummairah mulas sedari pagi.


Hummairah masuk kembali ke kamar mandi, Ia terkejut melihat ada bercak merah di celana dalamnya.


Ia segera mengganti pakaiannya, dan menyiapkan perlengkapan nya.


Hummairah turun dengan wajah meringis menahan nyeri.


Pelayan melihat Hummairah yang kepayahan.


" Nyonya. tidak apa apa ? " Tanya pelayan


" Tolong siapkan mobil, saya mau ke klinik. Perut saya mulas. " Ucap Hummairah


Pelayan itu segera berlari keluar, di depan pintu Ia berpas pasan dengan Olivia.


" Ada apa Bi ? Kenapa terburu buru " Tanya Olivia


" Itu Non, Nyonya Olivia sakit perut mungkin mau lahiran " Jelas pelayan itu panik


Olivia berlari masuk menghampiri Hummairah.


" Ra, kamu gak apa apa ? Ayo Ra aku bantu " Olivia memapah tubuh Hummairah.


Mereka tiba di depan mobil, Olivia membantu Hummairah masuk kedalam mobil.


" Bi, tolong telpon Kendra bilang Nyonya saya bawa ke klinik. " Ucap Olivia pada pelayan.


" Baik Nona " Jawab pelayan


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2