
Setelah mendapatkat selembar surat perwalian dari Ayah Medinah, Ilham memutuskan untuk kembali ketanah air.
" Selamat jalan Ilham, semoga kalian selamat sampai tujuan " Ucap perpisahan dari Zian.
" Terimakasih atas bantuan mu selama kami disini, dan jangan lupa ajak keluarga mu untuk hadir di acara pernikahan kami nanti. " Jawab Ilham
" Pasti, kalau tidak ada halangan kai pasti akan hadir untuk menemani Medinah. "
" Terimakasih Kak, Kakak sudah banyak membantu. Aku tidak ada Kak Zian mungkin aku tidak akan jadi seperti ini. " Suara Medinah lirih. " Titip salam untuk Papa, aku harap Papa bisa hadir disana. " Medinah menunduk.
Ilham mendekati dan merangkulnya.
" Aku titip adik ku Ham, jaga dia sebaik baiknya kau menjaga dirimu. Bahagiakan dia Ham, karena selama ini dia telah banyak menderita. Hanya itu pinta ku pada mu Ham " Pinta Zian
" Pasti..... Pasti aku akan menjaga dan membuatnya bahagia. " Jawab Ilham
Tak lama kemudian terdengar panggilan penerbangan
" Baiklah, sudah waktunya kami berangkat. Jangan segan untuk menelpon kalau kau sedang berada di negata ku " Ilham menjabat erat tangan Zian kemudian memeluknya.
" Tentu, sekarang aku jadi punya tujuan liburan bersama keluarga kecilku, yaitu mengunjungi kalian "
" Kak, aku pamit ya "
Zian memeluk saudara sepupu nya itu.
" Pandai pandailah menjaga diri, menurutlah pada suami dan keluarganya. Kalau ada apa pulanglah, rumah ku selalu terbuka dan menerima mu. " Ucap Zian.
Ilham dan Medinah pun berjalan masuk meninggalkan Zian.
Pesawat yang mereka tumpangi pun ,terbang kembali ketanah air.
*****
Keluarga Malik dan Norman telah tiba di kediaman Cristien, mereka disambut hangat disana.
Mama terlihat bahagia, karena hanya Mama yang jarang sekalo berkumpul bersama saudara yang lainnya. Sebab hanya Mama yang mendapat suami orang luar.
Terdengar perbincangan hangat mereka, dan Kiano disana menjadi rebutan. Sebab hanya Mama yang telah memiliki cucu yang masih kecil.
" Maya Dimana Kendra dan istrinya, kenapa mereka tidak ikut ? " Tanya Cristien
" Hummairah baru saja habis melahirkan, anaknya masih terlalu kecil untuk melakukan perjalanan jauh. Jadi, dia tidak bisa ikut bersama kami " Jawab Mama menjelaskan.
" Sayang sekali, kalau mereka ikut pasti akan semakin ramai " Jawab Viktor
" Viktor dimana Sakinah ? " Tanya Nanny
" Ada, lagi kangen kangenan sama Kiano di ruang depan sama Olivia dan yang lainnya. " Jelas Viktor
" Haah,,, ya, Hummairah pernah bilang Kiano adalah anaknya Sakinah. " Kenang Nanny
" Nanny dimana Kak Ilham ? " Tanya Viktor lagi.
" Ilham dan Medinah saat ini dalan perjalanan pulang, mereka pergi menemui orang tua Medinah. Mereka juga akan menikah, selepas Olivia dan Norman. "
" Benarkah, jadi Olivia telah menemukan jodohnya " Tawa Viktor terdengar renyah.
Para wanita sibuk berbincang di ruang tengah dan depan,
Sedangkan Kakek, Tuan Lucas Ayah Viktor, dan Norman sedang berbicara tentang bisnis mereka masing masing.
Di ruang depan, Sakinah Olivia dan para sepupu Viktor yang perempuan juga asyik dengan obrolan mereka seputar dunia perempuan. Tapi tetap Kiano lah yang menjadi pusat perhatian mereka.
" Sakinah, apa tante Cristien masih seperti dulu ? Tanya Olivia berbisik pada Sakinah
" Tidak Liv, tante sudah banyak berubah sejak meninggal nya Kak Vans. "
" Aku senang, ternyata banyak hikmah yang terjadi di balik kejadian itu ya "
" Benar Liv, aku juga tidak menyangka akan berada disini ditengah tengah keluarga ini. Aku mengira seliruh keluarga tante Cristien sama seperti tante Cristien yang dulu, judes dan cerewet. Ternyata tidak, mereka begitu menerima ku dengan tangan terbukan " Jelas Sakinah
__ADS_1
" Kau benar Sakinah, seperti nya kita harus banyak mengucapkan terimakasih pada Hummairah. "
Kamu benar Liv, Nyonya Hummairah memang baik. Tuan muda Kendra sangat beruntung memiliki istri seperti Nyonya. " Puji Sakinah pada mantan majikannya.
*****
" Sayang, nanti malam kita makan diluar ya. Sudah lama kita tidak pernah jalan atau menghabiskan waktu berdua diluar rumah. " Ajak Kendra pada istrinya. Mereka yang saat ini masih berada dikamar bersama Kirana.
" Kirana di tinggal sama siapa mas ? "
" Pelayan kan banyak sayang "
" Kirana itu minum ASI lho "
" Kamu tinggal pompa ASI kamu, masukin kedalam pendingin. "
" Kalau Kirana rewel gimana ? "
" Gak tih, setahu aku Kirana gak pernah rewel. Lihat aja asal dia sudah minum ASI nya dia pasti tidur. Boleh ya sayang ya, sejak kejadian kemaren kita gak pernah keluar berdua lho. " Mohon Kendra.
" Tapi mas,,,, "
" Ayo dong sayang, ya kita pergi ya.... " pinta Kendra merengek seperti anak kecil.
" Baiklah, tapi kalau pelayan nelpon Kirana rewel langsung pulang yaa. "
" Siap Nyonya. " Kendra melompat dari tempat tidur dan memindahkan putrinya yang tertidur kedalam box nya.
Saat Hummairah berjalan menuju pintu, Kendra menarik tangannya, kemudian mengurung tubuh istrinya dalam kungkungannya.
" Mau apa ? " Tanya Hummairah
" Sebelum pergi keluar aku mau kamu kasi kamu hadiah " Kendra lalu menghujani wajah Hummairah dengan ciuman.
" Mas, udah aku mau turun. Mau ngasi tahu Lusy, kalau jangan masak makan malam hari ini. "
" Nanti saja, kita lanjutakan yang tadi malam tertunda " Kendra kembali beraksi.
" Jangan teriak sayang, nanti Kirana bangun lho "
Dan mereka pun berlanjut dengan kegiatan mereka. Hingga kelelahan dan kembali tertidur.
*****
Medinah terheran melihat Ilham memesan tiket pesawat lagi.
" Ham, kita mau kemana lagi ? " Tanya Medinah.
" Kita ikut bergabung meramaikan pesta pernikahan Viktor dan Sakinah "
" Benarkah, mereka jadi menikah ? " Tanya Medinah antusias, selain Hummairah Medinah juga akrab dengan Sakinah.
" Ya, tadi aku mendapat pesan dari Nanny dan yang lain semua nya sudah berada disana. " Jelas Ilham
" Benarkah, apa Hummairah juga ada ? " Medinah terlihat antusias
" Kecuali mereka, Kendra dan Hummairah. Karena baby Kirana masih kecil jadi mereka tidak ikut. " Ilham kembali menjelaskan.
Wajah Medinah tampak sedikit kecewa.
" Tenang saja disana juga ada Olivia "
Medinah kembali tersenyum.
*****
" Apa mereka sudah kembali ? " Tanya Samuel pada Zian
" Sudah Paman, " Jawab Zian singkat
" Apa pria itu pria dari keluarga baik baik ? "
__ADS_1
" Nama nya Ilham Paman, dia berasal dari keluarga yang baik. Dia juga seorang pengusaha muda yang sukses, bahkan anak perusahaan nya telah tersebar di beberapa negara besar dan maju. Salah satu nya disini, disini dia memilik beberapa usaha yang bergerak dibidang jasa, properti, periklanan, dan beberapa usaha kecil lainnya.
Terbersit senyum di wajah samuel, Ia yakin Medinah akan bahagia bersama Ilham. Terlihat dari mata Ilham yay begitu menyayangi Medinah.
" Ia juga memiki usaha miliknya sendiri yang bergerak di bidang wedding organizers yang baru sudah setahun ini dirintis nya. " Zian masih menjelaskan tentang Ilham.
" Apa dia berhasil mendapat gelar Dokter spesialis nya ? "
" Ya paman, Medinah berhasil dengan nilai tertinggi. Dan sekarang Ia bekerja sebagai Spesilis kandungan dirumah sakit terbesar di Indonesia, dan Ia juga memiliki sebuah klinik disana "
Kembali semburat senyum kebanggan terpancar di wajah Samuel.
" Terus pantau dia dari kejauhan Zian, aku tak mau dia sampai menderita seperti disini. "
" Baik Paman "
Zian segera keluar meninggalkan ruangan Samuel.
Kini tinggal Samuel sendiri diruangan itu.
Maafkan Papa Dinah, Papa telah menjadi Papa yang kejam untuk mu. Hanya dengan cara inilah agar Papa bisa melindungi mu. Papa sayang kamu Dinah, hidup Papa hanya untuk mu. Tunggu lah beberapa saat lagi, setelah semua ini menjadi jelas Papa tidak akan menyembunyikan perasaan Papa lagi. Papa akan segera merangkul dan memeluk mu, menghabiskan hari tua Papa untuk bermain bersama putra putri mu, cucu Papa.
Papa sayang kamu Dinah sayang sekali.
*****
Hummairah telah berada di depan cermin, Ia tampak cantik dan anggun dalam balutan busana muslimahnya.
Begitu juga dengan Kendra, Ia memakai kemeja panjang berwarna senada dengan sang istri.
Baju yang mereka pakai adalah buatan tangan Hummairah sendiri.
" Sudah siap sayang ? " Tanya Kendra yang terpana melihat penampilan sang istri.
" Kamu cantik sekali sayang "Puji Kendra pada istrinya.
" Ayo kita berangkat, mumpung masih sora. Jadi pulang nya tidak kemalaman. " Ajak Hummairah.
Mereka berjalan beriringan dan bergandeng tangan. Berjalan keluar kemudian bergegas menuju sebuah hotel mewah yang telah mereka sewa.
Tiba disana mereka disambut oleh para pelayan.
" Selamat datang Tuan dan Nyonya Kendra "
Hummairah mengangguk tersenyum, Kendra tetap dengan wajah dingin. Ia tak suka seseorang memperhatikan istrinya dengan intens.
Mereka pun tiba di sebuah ruangan yang sudah di dekor sesuai permintaan Kendra.
Hummairah tampak kagum, senyum tak pernah luntur di wajahnya. Ia selalu mengembangkan senyum nya.
" Sudah puas tersenyum nya ?? Tanya Kendra ketus.
Hummairah mengerutkan keningnya.
" Sayang, aku perhatikan sedari tadi kamu terus tersenyum. "
" Mas, senyum itu ibadah lho. " Goda Hummairah pada suaminya, Ia tau kalau sedari tadi sang suami cemburu.
" Masih banyak ibadah yang lain, senyum mu itu hanya untuk ku "
" Mas, apa salah nya aku ramah kepada mereka. Mereka kan karyawan kamu, aku tidak mau ada kesan sombong yang melekat pada diriku. " Hummairah memberi pengertian pada sang suami.
" Baiklah, kita pesan makan malam dulu. " Ucap Kendra melemah.
Mereka pun memesan makanan dan kembali berbincang hangat, sesekali terdengar nada kesal Kendra dan senyum selalu mengembang di wajah istrinya.
*Bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak, komen, like vote dan boom bintang lima yaa....
**I LOVE U ALL***
__ADS_1