CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
66


__ADS_3

Hummairah tiba di depan ruangan suaminya


" Terimakasih Alvin, kemu boleh kembali bekerja " Ucap Hummairah


" Baik Nyonya, saya permisi. " Alvin pun pergi.


" Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam... " Jawab Kendra dan Ifan bersamaan.


" Upss,,, apa kami mengganggu ? " Tanya Hummairah


" Tidak sayang, masuklah. " Perintah Kendra


Hummairah pun berjalan masuk sambil memimpin tangan Kiano.


" Baiklah Fan, kita lanjutkan nanti. "


Ifan pun bergegas keluar


" Selamat siang Nyonya. " Sapa Ifan


" Selamat siang. "


Kendra beranjak dari duduknya untuk menyambut anak dan istrinya.


Kendra membawa mereka duduk di sofa kantor.


Kendra menatap wajah Hummairah.


" Ada apa ? " Tanya Hummairah


" Tidak... "


" Kenapa menatap ku seperti itu ? "


" Tidak... Apa perjalanan mu menyenangkan ? "


" Maksudnya ? "


" Pada saat datang kesini, apa kamu tidak menemui kesulitan ? "


Hummairah mengangguk paham.


" Ya, ada sedikit kesulitan. Tapi sudah diselesaikan oleh Chila, jangan khawatir. "


Kendra tersenyum, sembari mengusap pipi Hummairah dengan lembut.


" Ummi, aku lapar " Ucap Kiano.


" Ah, baiklah. Ayo kita makan. "


Hummairah segera menata rantang yang di bawa nya ke atas meja. Dan mereka pun mulai menyantap makan siang mereka.


" Brengsek... Brengsek... Brengsek.... Awas saja kamu Chila, kalau aku sudah berhasil menguasai Kendra dan perusahaan hotel ini. Orang pertama yang aku singkirkan adalah kamu. " Olivia bergumam sendiri, Ia benar benar tidak menyangka ada yang berani berbuat kasar terhadapnya.


Vans tampak berjalan tergesa gesa menuju ruangan Kendra.


" Maaf Pak Vans, anda mau kemana ? Tanya Ifan


" Aku mau ke ruangan Kendra. "


" Maaf Pak, saat ini Tuan tidak bisa diganggu. "

__ADS_1


" Kenapa ? "


" Saat ini Tuan sedang makan siang bersama Nyonya dan putranya. Dan Tuan berpesan kepada saya agar tidak ada yang mengganggunya. " Terang Ifan


" Tapi ini penting sekali, ini tender besar. "


" Berikan saja kepada saya, saya akan pelajari. Setelah itu saya sendiri yang akan menyerahkan nya kepada Tuan. "


" Tidak perlu aku sendiri yang akan menyerahkannya. "


Vans menerobos masuk kedalam ruangan Kendra.


" Maaf Tuan, Pak Vans memaksa masuk. " Ucap Ifan menyesal


" Pergilah Fan, biarakna dia masuk.." Perintah Kendra. Ifan pun menundukkan badan kemudian berjalan keluar.


" Ada apa ? " Tanya Kendra dingin


" Aku ingin menyerahkan ini. "


Kendra menerima map yang di bawa Vans, kemudian membacanya dengan seksama. Hummairah segera menyingkirkan perlengkapan makannya. Kemudian beranjak dari duduknya, dan menuju pantri yang ada di ruangan Kendra.


Kendra menutup map nya, dan menatap Vans dingin.


"Gara gara berkas seperti ini kau memaksa menerobos masuk ke ruangan ku, dan mengganggu waktuku bersama keluargaku ? "


Vans terkejut mulutnya setengah menganga


" Masalah seperti ini, asisten ku bisa menyelesaikannya. Kau tak perlu repot repot menemuiku." Kendra masih menatap dingin wajah Vans. " Tapi karena kau sudah masuk, baiklah aku terima. Dan sekarang apa ada lagi yang ingin kau sampaikan ? "


Vans menggeleng.


" Baik, sekarang keluarlah. Aku ingin menghabiskan waktu bersama keluargaku. " Perintah Kendra dengan nada dingin.


Vans berjalan keluar ruangan.


Vans berjalan sembari mengepalkan tangannya, Ia benar benar geram mendengar setiap kata yang keluar dari mukut Kendra.


Apalagi Ia di hina di depan Hummairah,


Aku akan membalas setiap perbuatan mu padaku Kendra, kau tunggu saja. Kebahagiaan mu akan ku renggut paksa dari mu, aku berjanji Kendra apa yang aku rasakan sekarang suatu saat nanti kau juga akan merasakannya. Vans berkata dalam hati.


Waktu menunjukan tepat pukul lima sore, Kendra tiba di apartemennya. Ia pulang bersama Kiano dan istrinya.


" Assalamualaikum " Ucap mereka serentak


" Waalaikumsalam " Jawab dua orang dari dalam.


" Viktor " Ucap Kendra menatap dingin ke arah mereka berdua


" Maaf Tuan saya... " Ucap Sakinah ingin menjelaskan. Tapi terpotong oleh Hummairah


" Sudah, ayo kita mandi dulu " Hummairah menggandeng tangan suaminya untuk berjalan masuk ke kamar.


" Sakinah, tolong mandikan Kiano. " Perintah Hummairah


" Dan Viktor, tetap duduk disana. Kau berhutang penjelasan pada ku. " Ucap Kendra menatap Viktor.


Kedua anka muda itu memucat.


Kendra keluar dari kamar nya, dengan menggunakan baju santai. Dan Kendra pun duduk di sofa bersama Viktor.


" Nyonya, bagaimana ini. Tuan sepertinya marah. " Sakinah cemas

__ADS_1


" Tenanglah Sakinah, tak akan ada yang terjadi. " Hummairah coba menenangkan Sakinah.


" Apa yang kau lakukan disini Viktor ? " Tanya Kendra memulai pembicaraan.


" Aku hanya ingin bertemu Sakinah Kak, " Jawab Viktor tertunduk


" Apa kau tau, tidak baik menemui wanita saat tidak ada satu orang pun dirumah ? "


" Maaf Kak, aku memang tidak mengetahui soal iti. Tadi juga sebenarnya Sakinah sudah melarang ku masuk, tapi aku memaksanya. Makanya pintu Ia biarkan terbuka. " Jelas Viktor menyesali perbuatannya.


" Apa maksud mu dengan datang menemuinya ? " Viktor terdiam Ia tak berani menjawab " Apa kau menyukai Sakinah ? " Tanya Kendra terus terang.


Viktor mengangakat wajahnya, terkejut dengan pertanyaan Kendra


" Kak, aku... Sebenarnya, aku... " Viktor terbata tak tau harus menjawab apa.


" Aku bertanya padamu, apa kau menyukai Sakinah ? " Nada Kendra terdengar tenang.


" Apa salah Kak ? "


" Tidak... Tidak salah, tapi apa kau mampu menghadapi Mama mu ? "


Viktor terdiam, Ia lupa kalau Ibunya menginginkan sesuatu yang lebih dari apa pun. Ibunya selalu memandang sesuatu dari segi materi.


" Kenapa kau diam Viktor ? Apa kau tau apa yang akan Ibu mu lakukan jika dia mengetahui kalau kau menyukai gadis biasa seperti Sakinah ? "


" Kak, selama ini Mommy tak pernah peduli denganku, Mommy hanya peduli dengan Kakak Vans, semua Kakak Vans. Bagi Mommy Kakak Vans adalah segalanya, Kakak Vans selalu menjadi kebanggan Mommy. " Viktor tertunduk lesu, ada gurat kesedihan dari nada bicaranya.


Hummairah dan Sakinah telah duduk bersama mereka. Hummairah tersenyum sembari mengusap punggung suaminya.


" Jadi, apa kamu sudah bilang pada Sakinah, kalau kamu menyukai nya Viktor ? " Tanya Hummairah memecah kesunyian.


Viktor dan Hummairah terkejut dan saling berpandangan.


" Sayang ? " Ucap Kendra heran


" Kenapa ? "


" Kamu to the poin sekali ? "


" Apa salahnya, aku kan hanya bertanya ? "


" Aku sudah bilang padanya Kakak Ipar, tapi Sakinah belum memberikan aku jawaban. " Jawab Viktor lesu.


" Aku hanya meminta waktu, ini bagiku begitu cepat. Aku tak tau harus berbuat apa ? " Jawab Sakinah gugup


" Kamu harus segera memberikan jawaban mu Sakinah, tidak boleh terlalu lama memberikan harapan pada seseorang. " Terang Hummairah


" Istri ku benar Sakinah, " Timpal Kendra


" Tapi Tuan Nyonya, saya... "


" Apa kau takut pada Mommy ku Sakinah " Viktor tiba tiba


Sakinah terdiam Ia menunduk kan wajahnya.


" Kau tenang saja Sakinah, aku akan meyakinkan Mommy ku untuk merestui hubungan kita " Terang Viktor


" Nah, Sakinah apa lagi yang kamu ragukan ? Segera berikan jawabannya. " Hummairah menambahkan lagi.


*bersambung


**VOTE, LIKE, KOMEN DAN BOOM LIMA BINTANG

__ADS_1


THANKS


I LOVE U ALL***


__ADS_2