CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
50


__ADS_3

Kendra berbalik badan melihat siapa yang menepuk pundaknya.


" Ilham ? "


" Hai.... Apa kabar ? "


" Baik,,, baik, ayo duduk disini. " Ilham pun duduk di bersama Kendra dan Olivia. " Udah lama banget kita gak ketemu. Apa kesibukan mu sekarang ? Aku dengar dari yang lain, kamu telah jadi pengusaha perhiasan yang sukses. "


" Ya, begitulah. Kamu sendiri ? "


" Biasa, masih meneruskan perusahaan keluarga. Kapan pulang dari Jerman ? "


" Aku sudah satu minggu di Indonesia. Dan sekarang sedang menjalin kerja sama dengan salah satu hotel besar di kota ini. "


" Benarkah ? Kakek juga kemarin baru saja meresmikan hotel baru nya. "


" Oh ya ? Ngomong ngomong apa kabar Kakek, Nanny, Om dab Tante ? "


" Semuanya baik baik saja, Kakek, Nanny, dan Papa mereka semua sedang berada di luar negeri. Kalau Mama ada di rumah, ngawasin kami yang tinggal. "


Ilham dan Kendra asyik dengan obrolan mereka dan melupakan Olivia. Ilham sebenarnya ingin bertanya tentang Olivia, tapi Kendra keburu pergi ke toilet.


Ilham akhirnya memberanikan diri bertanya langsung ke Olivia.


" Maaf, Nona ini siapa ? " Tanya Ilham


" Nama ku Olivia " Olivia mengulurkan tangannya.


Dengan sigap Ilham menangkup tangannya sambil tersenyum manis.


Senyum Olivia memudar mendapat perlakuan dari Ilham.


" Kamu siapa nya Kendra ? "


Dengan bangganya Olivia mengaku


" Aku calon tunangannya Kendra " Senyum bangga terpancar dari wajahnya.


Ilham tersenyum sinis


" Benarkah ? Bukankah yang ku dengar bahwa Kendra sudah berkeluarga ? "


" Memang, tapi Kendra tak pernah mencintainya. Mereka itu di dijodohkan."


" Benarkah ? "


" Iya, asal kamu tau aja yang jadi istrinya Kendra itu gadis kampung. Dandanan nya aja kampungan, pakai baju longgar, jilbabnya lebar, pakai kaos kaki. Dari ujung rambut sampai kaki tertutup semua, apa gak panas itu. " Terang Olivia panjang lebar, tanpa Olivia sadari Ilham yang sedari tadi mengepalkan tangannya menahan emosinya.


Tak lama kemudian Kendra datang


" Maaf, perutku mules banget. Ayo kita pesan makanan, kita makan siang dulu. " Ajak.Kendra


" Terimakasih, kalian saja. Aku undur diri. " Ilham berdiri dari duduknya


" Terburu sekali, kamu mau kemana Ham ? "


" Aku akan menemui rekan.bisnis ku. Aku permisi, semoga kita bisa bertemu lagi, secepatnya. " Ilham berlalu meninggalkan Kendra dan Olivia.


Sepanjang perjalanan Ilham menahan amarahnya, Ia tidak menyangka Kendra akan menduakan istrinya.


Di Hotel, Hummairah berada di ruangannya.


Ia masih memikirkan kejadian siang ini.


Tak lama kemudian.


" Maaf, Nyonya ada tuan Ilham. " Ucap Sakinah kepada Hummairah


" Suruh masuk aja, tapi kamu temani saya disini.

__ADS_1


Sakinah mengangguk dan mempersilahkan Ilham masuk dan mengikuti nya dari belakang.


" Assalamualaikum, " Ucap Ilham


" Waalaikumsalam, masuk Kak.. "


" Lihat aku bawa apa ? " Ilham memperlihatkan bawaannya.


" Apa itu Kak ? "


" Ini, makanan kesukaan kamu. Nasi luwet "


" Ah, tau aja. Aku belum makan. "


" Ayo kita makan sama sama "


" Sakinah.... Ayo sini, kita makan sama sama. " Ajak Hummairah


" Tapi, Nyonya...


" Tidak apa apa Sakinah, kemarilah kita makan sama sama " Ucap Ilham tersenyum


Sakinah pun menghampiri majikan dan teman majikannya itu, dan ikut makan bersama mereka.


Pukul tiga sore Hummairah tiba di rumah, Ia segera masuk Ke kamarnya untuk membersihkan diri dan menjalakan kewajibannya.


Tak lama kemudian pintu kamarnya di ketuk.


Tok... Tok... Tok


" Masuk "


Muncullah mahluk kecil dari balik pintu dan tersenyum.


" Ummi, "


Kiano pun masuk kedalam pelukan Ibu nya.


" Ummi, Daddy belum pulang ? "


" Belum sayang.... Kenapa ? Apa Kiano kangen sama Daddy ? "


Kiano mengangguk


" Kita telpon Daddy ya "


Hummairah segera meraih ponselnya dan mencari nomor suaminya. Ia melakukan panggilan video


Lama Hummairah menunggu akhirnya panggilannya dijawab. Tapi bukan Kendra yang menjawab telponnya, melainkan Olivia


" Mau apa ? " Ucap Olivia


" Dimana Kendra ? " Tanya Hummairah


" Apa urusannya dengan mu ? "


" Dia suamiku, aku berhak tau. Mengapa ponselnya ada padamu ? "


" Dia sedang meeting, ponselnya tertinggal di ruangannya. "


" Apa yang kamu lakukan disana ? Apa kamu tak punya malu ? "


" Bukan urusan mu, " Olivia memutuskan panggilan sepihak.


Hummairah benar benar kesal. Hummairah menunggu Kendra pulang, dari magrib isya. Hingga Hummairah tertidur.


Tepat pukul setengah tiga Hummairah terbangun, Ia terkejut melihat seseorang memeluk pinggangnya dengan erat dari belakang.


Hummairah berbalik menatap wajah suaminya, ada gurat lelah di wajah itu.

__ADS_1


Hummairah melepaskan tangan suaminya perlahan, dan beranjak ke kamar mandi.


Pagi hari Hummairah mempersiapkan pakaian yang akan di gunakan suaminya.


Kendra keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan dipinggang. Hummairah tersenyum. Setelah Kendra selesai berpakaian, Hummairah memasangkan dasi untuk suaminya, Kendra merapatkan tubuh mereka. Dan sesekali curi curi mencium istrinya.


" Mas, aku boleh nanya ? "


" Apa ? " Kendra kembali mengecup kening istrinya


" Kemarin Kiano kangen sama Daddy nya, jadi aku putuskan untuk menelpon kamu. Tapi yang jawab panggilan itu, Olivia. "


Kendra tampak terkejut mendengar penuturan Hummairah. Kendra melepaskan rangkulan dipinggang istrinya.


" Olivia bilang, kamu lagi meeting. "


" Iya benar, kemarin aku memang ada meeting di luar. Dan ponsel ku tertinggal di kantor. "


" Apa yang dilakukan Olivia di kantor ? "


" Tidak ada, Dia ingin belajar bekerja di kantor. "


" Tapi kan, gak mesti belajar sama kamu kan ? Sekretaris kamu kan ada, kenapa tidak belajar dari mereka. "


" Karena dia hanya percaya aku, "


" Tapi kan, dia gak boleh lancang menjawab telpon kamu. "


" Kamu, gak lagi cemburu kan ? Kamu tau kan antara aku dan dia tidak ada hubungan apa apa ? " Nada bicara Kendra mulai meninggi


" Kenapa kamu jadi marah ? Aku kan nanya nya baik baik. "


" Iya, kamu nanya baik baik tapi dari gaya bicara kamu itu seolah olah kamu curiga kalau aku dan Olivia itu ada hubungan. "


" Hubungan seperti apa Mas ? Apa dengan lancang menjawab ponsel suami dari seseorang itu wajar. Apa berada di ruang kerja suami seseorang itu wajar. Apa mengajak suami seseorang itu wajar. Apa membuat suami seseorang membatalkan janji kepada anak dan istrinya itu wajar ? Apa hubungan seperti itu bisa dibilang wajar mas ? "


" Jadi kamu masih curiga sama aku dan Olivia ? "


" Apa aku salah mas ? "


" Sudahlah Ra, aku mulai malas meladeni kamu, kau selalu curiga dengan semua yang aku lakukan bersama Olivia. "


" Mas perempuan dan laki laki itu punya batasan, perempuan yang boleh dekat dengan laki laki itu hanya istri, Ibu, adik dan anak perempuannya. Diluar dari itu haram mas, apa kamu lupa yang Ayah katakan dulu ?


" Seharusnya aku tidur saja di kantor, setiap pulang kamu pasti membicarakan masalah ini. "


" Jadi kamu menyesal Mas, jadi mas sudah mulai bosan dirumah ? Kamu berubah mas. "


" Kamu yang berubah Ra, kamu selalu mencari masalah dengan Olivia menjadi pelampiasan kamu. Kalau kamu lelaha dengan pekerjaan di hotel, lebih baik kamu dirumah. Urus Kiano dengan baik.


" Kiano selalu bersama ku mas, hampir 24 jam Kiano bersama ku. Aku tak pernah meninggalkannya sedetik pun. Maka dari itu aku membawa Sakinah bersama ku, untuk membantu ku disana. "


" Sudahlah Ra, jangan dibahas lagi. Aku akan ke kantor sekarang. Jangan tunggu aku makan malam, aku akan makan di luar. "


" Bersama Olivia ? "


" CUKUP RA !!! " Bentak Kendra yang membuat Hummairah terkejut. " Aku bilang cukup, aku udah muak dengan semua ini. Aku.... " Belum Kendra menyelesaikan kalimatnya tiba tiba pintu kamar terbuka memperlihatkan seseorang yang berdiri disana


" Kendra aku..... " Ucapan Olivia segera dipotong oleh Hummairah


" Apa kau tak.punya sikap sopan santu ? Apa ini yang kau dapat dari bersekolah di luar negeri ? Apa orang tua mu tidak pernah mengajari mu untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar seseorang yang telah berkeluarga ? " Hummairah menatap tajam ke arah Olivia.


Kendra terkejut dengan sikap Hummairah, Ia tak menyangka istrinya yang dulu lemah lembut bisa berubah.menjadi seperti singa yang ganas.


Hummairah keluar dari kamar dan menyenggol bahu Olivia yang membuat gadis itu meringis.


*bersambung


uuh... akhirnya*

__ADS_1


__ADS_2