CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
106


__ADS_3

Medinah telah sampai ditempat Rebeca ditahan, setelah memenuhi prosedur Medinah dan Ilham dibawa kesebuah ruangan dan menunggu disana.


Tak selang berpa lama, Rebeca pun muncul dengan seragam biru nya.


Rebeca sangat terkejut dengan kedatangan Medinah dan Ilham, Ia memutar tubuhnya untuk kembali.


Tapi dengan cepat Medinah mengejar dan memeluk Rebeca.


" Maa. Mama tunggu Ma, Dinah kangen sama Mama. Dinah mohon Ma "


Rebeca terdiam, ada rasa sakit di relung hatinya yang paling dalam mendengar panggilan itu.


Rebeca pun membalik badan nya.


Medinah menuntun Rebeca untuk duduk ditempat yang telah disediakan.


" Mama disini baik baik aja kan ? " Tanya Medinah.


Rebeca masih dalam kebisuan nya.


" Ma, Dinah bawaain Mama masakan rumah. Ini Dinah lho Ma yang masak, Mama cobain ya. Ilham bilang Dinah gak nisa masak dan kalau Dinah masak rasanya suka aneh " terdengar suara Medinah terkekeh.


Medinah pun mengambil sesendok dan mengarahkannya pada Rebeca.


" Mama cobain ya, ini pertama kali Dinah masak Ma. Mama cobain ya "


Lama Medinah membujuk Rebeca untuk membuka mulut, tapi belum juga berhasil.


" Ma.... Mama makan ya, Dinah suapin Mama. " Suara Medinah sudah terdengar parau.


Rebeca memejamkan matanya, kemudian dengan perlahan membuka mulut menerima suapan dari Medinah.


Air mata Rebeca berlinang membasahi pipinya.


Mengapa Dinah, mengapa kamu begitu baik. Apa Ibu mu sebaik ini, hingga Ia melahirkan seoarang anak berhati seperti malaikat.


Tuhan, aku menyesal telah menyia nyiakan nya. Apa dia akan memaafkan ku, kalau dia mau memaafkan aku. Aku berjanji Tuhan, aku kan menyayanginya seumur hidup. Aku tak mau kehilangan seorang anak yang baik seperti dia.


Rebeca menatap Medinah.


" Maafkan Mama Dinah " Serta merta Rebeca menarik Medinah dalam pelukannya.


Medinah pun menangis sejadi jadinya dalam pelukan Rebeca.


Rebeca menyeka air mata Medinah.


" Sayang, maafkan Mama ya. Karena selama ini Mama sudah memperlakukan kamu tidak baik selama ini. "


" Tidak Ma, Mama tidak salah apa apa. Dinah tau Mama ngelakuin ini semua karena Mama sayang sama Dinah, Mama ingin mengajari Dinah agar Dinah menjadi gadis yang kuat " Medinah kembali memeluk Rebeca.


Ilham tersenyum melihat Medinah dan Rebeca akur, Ilham tau di balik sikap keras dan galak yang di tujukan Rebeca pada Medinah terselip rasa sayang untuk Medinah.


Rebeca menoleh ke arah Ilham.


" Ilham, maafin Tante ya " Ucap Rebeca


Ilham tersenyum dan berjalan mendekati mereka.


" Tidak perlu Tante, Tante tidak punya salah apa pun pada saya. "


" Ilham, saat ini saya mau kamu memanggil saya dengan panggilan Mama, seperti Medinah. "


" Baiklah Mama " Ucap Ilham tersenyum.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memandang mereka penuh haru.


Tanpa mereka sadari Sam mengikuti mereka menemui Rebeca, dan menyaksikan sendiri bagaimana Medinah dan Rebeca saling memaafkan.


Kau lihat Laura, kebaikan hatimu telah kau wariskan kepada putri mu. Entah mengapa aku selalu melihat dirimu pada putri kita.


Entah kebaikan apa yang aku lakukan dimasa lalu, hingga aku bisa memiliki wanita yang luar biasa seperi kalian.

__ADS_1


Sam tersenyum bahagia. Ilham menyadari kehadiran Sam.


" Papa " Ucap Ilham


Medinah dan Rebeca pun menoleh.


Rebeca segea menyeka air matanya.


Medinah berjalan mendekati Papa nya, dan menuntun berjalan mendekat.


" Pa, Ma. Boleh Dinah meminta sesuatu "


Sam dan Rebeca saling pandang kemudian kembali menatap Medinah.


" Kamu mau minta apa sayang ? " Tanya Rebeca


" Dinah, mau kalau Papa dan Mama kembali bersama "


Sam dan Rebeca membulatkan matanya, Rebeca menatap Sam.


Jauh dilubuk hatinya Ia memang masih mencintai Sam, dan masih menerima Sam sebagi suaminya.


Tapi Ia menyadari bahwa sampai kapan pun, Sam tidak akan bisa menerimanya sebagai istri. Dan Ia tau sampai saat ini hanya ada Laura di dalam hati Sam.


" Bisa, meminta yang lain sayang "Rebeca kembali berucap.


" Tidak Ma, Dinah hanya mau itu. "


Sam masih tak bergeming, perlahan Ia melepaskan genggaman tangan Medinah dan berjalan mundur untuk pergi dari sana.


" Pa.... " Panggil Medinah


" Maafkan Papa Dinah, untuk saat ini Papa belum bisa. " Sam berlalu pergi meninggalkan mereka.


Rebeca hanya bisa menatap punggung pria yang Ia cintai seumur hidupnya.


******


Selama sarapan Kendra masih dalam mode diam, tanpa bicara sedikit pun.


Dan seolah olah tak terjadi apa apa, Hummairah tetap melayani suaminya dengan baik.


Tapi sang Ayah tahu apa yang telah terjadi antara anak dan menantunya.


Kendra menyelesaikan sarapannya, kemudian beranjak.


" Kendra duluan Yah, mau ngawasin para pekerja " Pamit Kendra kepada Ayah


" Iya, hati hati nak " Jawab Ayah.


Hummairah hanya diam, menatap punggung suaminya.


Ayah memperhatikan wajah putrinya.


" Ada masalah nak ? " Tanya Ayah


Hummairah tersenyum dan menggeleng.


" Tidak Yah "


" Jangan biasakan memecahkan masalah dengan diam, lebih baik di bicarakan. Kemudian di selesaikan bersama dengan tenang. "


Hummairah terdiam, senyum yang tadi menghiasi wajahnya pudar seketika.


" Memang ada sedikiy masalah Yah "


Ayah tersenyum " Kalau boleh, Ayah mau mendengarkan cerita kamu, sudah lama kamu tidak pernah berbagi cerita sama Ayah. "


Hummairah kembali terdiam, Ia baru sadar memang selama ini Ia tak pernah lagi bercerita tentang apa pun perihal rumah tangganya.


Akhirnya Hummairah memutuskan untuk bercerita pada Ayahnya.

__ADS_1


" Yah, kemarin Bi Ratna datang kemari. " Hummairah memulai ceritanya.


Aya mengerutkan kening.


" Mau apa dia ? " Tanya Ayah heran


" Bi Ratna bercerita tentang kesehatan Intan, yang semakin parah Yah "


" Semakin parah bagaimana ? "


" Bi Ratna cerita kalau Intan selalau saja menyebut nama mas Kendra Yah. "


" Lantas ? "


" Bi Ratna minta Hummairah untuk membujuk mas Kendra agar mau menemui Intan, Bi Ratna berpendapat kalau hanya mas Kendra yang bisa membuat Intan sembuh "


Ayah menggelengkan kepala.


" Ternyata Ratna masih belum menyadaru kesalahan yang dilakukan oleh Intan putrinya. "


Hummairah diam dan menundukan kepala.


" Dan kamu, meminta Kendra untuk menemui Intan ? " Tanya Ayah


Hummairah menganggukan kelapa.


Ayahnya kembali menggelengkan kepala.


" Nak, apa kamu pernah berpikir bagaimana perasaan Kendra ? Ia harus bisa melepaskan orang yang telah berani mengancam jiwa putra saat itu, masih beruntung tidak terjadi apa apa pada Kiano saat itu. Coba kamu bayangkan seandainya, Intan nekat karena kesal dan sakit hati karena Kendra menolak mentah mentah tawarannya. Apa kamu bisa menerima kenyataan bahwa kamu harus kehilangan ? "


Hummairah menundukan kepalanya mendengar penjelasan Ayahnya.


" Kalau Kendra marah sama kamu itu wajar, karena kamu saat ini memang bersalah. Ayah mau saat Kendra pulang nanti untuk makan siang, kamu harus bicara padanya dan minta maaf. "


" Baik Yah "


" Dan satu hal lagi, jangan pernah meminta Kendra melakukan hal yang tidak ingin Ia lakukan. "


HUmmairah menganggukan kepalanya mengerti.


" Maafkan Ara ya Yah, Ara tidak berpikir sejauh itu "


" Minta maaf bukan sama Ayah, tapi sama suami kamu. Meninta maaf duluan bukan aib nak, malah disitu lah letak keberanian kamu dan ketulusan hati kamu. "


" Iya Ayah, Ara mengerti "


" Jika Paman atau Bibi mu datang dan meminta bantuan yang tidak masuk akal, jangan pernah lakukan. Jika kamu masih ingin rumah tangga kamu damai. "


Hummairah berjalan mendekat, Ia memeluk Ayahnya.


" Terimakasih ya Yah, Ayah memang yang terbaik. " Rayu Hummairah.


Ayah hanya terkekeh.


Tak lama kemudian terdengar suara tangisan Kirana, dan Kiano pun keluar dari kamarnya.


" Cepat sana urus anak anak mu, setelah itu masak dan tak lama lagi suamimu akan pulang untuk makan siang. "


" Baiklah " Hummairah pun berjalan mendekati kedua anaknya, dan mulai dengan kegiatannya.



ini visual Ayah dan Hummairah


*Bersambung


jnagn lupa vote dan boom bintang lima nya yaaa


terimakasih


**I LOVE U ALL***

__ADS_1


__ADS_2