
Kendra menghela nafasnya, Ia mulai jengah dengan semua keluhan Olivia.
" Apa kau sudah selesai ? " Tanya Kendra
Mata Olivia membulat
" Kalu kau sudah selesai, silahkan kembali pekerjaan mu. Karea aku akan ada pertemuan diluar. "
" Aku ikut ya Kendra " Ucap Olivia antusias
" Tidak... Aku akan pergi bersam asisten ku Ifan, itu saja sudah cukup "
" Ayolah Kendra, aku bosan makan siang di kantor. Biarkan aku sesekali ikut dengan mu makan diluar dengan klien. "
" Tidak Olivia, aku tak mau orang orang berspekulasi yang tidak tidak kepada ku. "
" Apa aku tidak pantas untuk pergi dengan mu Kendra ? "
" Ini bukan masalah pantas dan tidak nya, cuma untuk sekarang ini, aku mohon jang terlalu dekat dengan ku. Aku tak mau terjadi kesalahpahaman lagi, antara aku dan istri ku. Hubungan kami baru saja membaik, dan aku tak mau kejadian lalu terulang lagi. " Terang Kendra panjang lebar.
" Maaf Tuan, apakah anda sudah siap ? Klien kita sudah menunggu. " Ucap Ifan
Kendra mengangguk dan berjalan menuju pintu meninggalkan Olivia di ruangannya.
awas saja kau Kendra, tak lama lagi aku akan membuat kau dan istri mu berpisah. tunggu saja apa yang akan aku lakukan terhadap istri tercinta mu itu.
Olivia meninggalkan ruangan Kendra dengan wajah kesal.
Olivia segera menuju ruangan Vans.
" Apa yang terjadi Nona Olivia, kenapa wajah mu di tekuk seperti itu " Ujar Vans menggoda nya
" Diam kau. Aku kesal sekali sama Kendra, dia nolak aku untuk ikut dengannya makan siang diluar dengan klien. "
" Lagi dan lagi, aku kemarin lebih parah dari pada kau. Aku di marahi nya didepan asistennya yang sok kuasa itu. " Ucap Vans
" Vans, ada baiknya kita lakukan sekarang juga rencana kita, aku sudah tidak tahan seperti ini. Melihat Kendra yang semakin dekat dengan istrinya. "
" Kau kira kau sendiri, aku juga sudah tidak tahan, jika sesekali Hummairah datang dan masuk kedalam ruangannya Kendra. Tak lama kemudian anaknya si Kiano tu dibawa keluar oleh asistennya. Aku tak bisa membayangkan apa yang mereka lakukan didalam sana selama seharian. Dan si Kendra itu selalu saja membuat ku merasa marah tiap kali aku melihatnya mengelus dan mencium Hummairah. " Vans mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
" Apa sebaiknya kita menjalankan rencana kita lebih cepat ?" Tanya Olivia
" Aku juga berpikiran seperti itu, tapi bagaimana caranya. "
" Sepulang kantor nanti sebaiknya kita menemui Tante Cristien, untuk meminta pendapatnya. "
" Baiklah "
Olivia keluar dari ruangan Vans dan kembali ke meja receptionis. Disana seseorang telah menunggunya.
" Dari saja kau ? " Tanya Chila
" Aku pergi makan siang diluar. "
" Kau kira kantor ini milik Ayah mu, kau pikir hanya kau yang ingin istirahat makan siang. "
" Apa salah ku ? Aku hanya keluar untuk makan, bukannya seluruh karyawan di berikan kebebasan saat jam istirahat. "
" Dengar ya Nona muda yang manja, kau itu bukan bos disini. Jadi jangan berlagak memiliki kuasa disini, sekali lagi aku jelaskan. Kau di berikan waktu setengah jam untuk istirahat makan, setelah itu kau pulang dan mengganti kan teman mu untuk menjaga meja ini. Kau paham Nona muda ? "
Olivia mengeratkan giginya.
__ADS_1
" Sekarang kembali bekerja, dan biarkan temanmu pergi istirahat. "
" Tunggu saja, saat aku sudah menjadi Nyonya pemilik perusahaan ini kau lah orang pertama yang akan aku singkirkan.." Ucap Olivia mengancam Chila
" Kau pikir aku takut ? Hei, Nona berhentilah bermimpi, karena saat itu terjadi kami semua akan mengundurkan diri terlebih dahulu. " Chial berbalik badan kemudian " Satu lagi, berhentilah menemui Tuan Kendra, dengan kau mengadukan semuanya apa kau pikir Tuan Kendra akan merasa kasihan padamu ? Tidur sana !!! " Chila berjalan menjauh dari meja receptionis dan kembali pada kesibukannya.
" Tante aku sudah tak sanggup lagi, aku lelah jika terlalu lama harus bekerja seperti itu. Aku mau Tante cari jalan agar aku bisa bersama Kendra. " Olivia mengeluh kepada Cristien.
" Tapi bagaimana caranya Oliv ? "
" Tante dong yang pikirin, masa aku. Aku udah capek kerja seharian. "
ALama Cristien terdiam, Ia memikirkan cara memisahkan Hummairah dan Kendra.
" Tante bagaimana kalau kita sewa orang untuk nyulik Hummairah kemudian membuangnya ke suatu tempat yang jauh dari sini. Dan tidak bisa dijangkau oleh siapapun termasuk keluarga Malik dan anak buahnya. "
" Bagus sayang, ide kamu memang hebat. Besok Tante akan menelpon teman tante yang punya banyak kenalan preman. "
Tanpa mereka sadari seseorang mendengar rencana mereka.
" Tak kan ku biarkan sesuatu yang buru menimpa Hummairah, aku akan membawanya. Aku harus menyiapkan semuanya sekarang. " Vans segera pergi dari rumah kemudian menyiapkan strategi untuk membawa Hummairah pergi bersama nya.
" Sayang baju kerja ku kok belum siap ? " Ucap Kendra
" Iya, ini lagi aku ambil. " Hummairah datang dengan membawa setelan jas dan dasi.
" Sayang kamu kenapa ? Kok pucat, kamu sakit ? " Kendra mengelus dan merasa kening istrinya " Gak panas, tapi kok kamu agak pucat ya ? "
" Aku gak pa pa, cuma agak pusing sedikit. Dan tadi perut aku terasa gak enak, mungkin masuk angin, atau asam lambung aku naik. Tapi sebentar lagi baik kok " Terang Hummairah tersenyum.
Hummairah memasangkan dasi suaminya,
Kepala Hummairah tiba tiba mendadak pusing dan pandangan matanya kabur, hampir tubuh Hummairah tumbang kalau tidak dengan sigap Kendra menahannya.
" Sayang kamu kenapa ? " Kendra panik. " Kita kedokter sekarang yaa ? " Ajak Kendra
" Aku gak pa pa " Hummairah tersenyum " Ayo kita turun sarapan. "
" Kamu benar gak pa pa ?"
" Iya, gak pa ap "
Selesai sarapan.
" Sayang kamu benar gak pa pa ? Mau aku temanu kedokter ? "
".Nyonya sakit Tuan ? " Sakinah kaget
" Gak Nah, cuma pusing aja, nanti juga sembuh sendiri. "
" Sakinah, hari ini bilang sama Viktor bawa Kiano kerumah Eyang Uyut nya, kamu temani Nyonya kedokter " Perintah Kendra
" Baik Tuan. "
Kiano telah berada dimension keluarga. Semua menyambut balita itu dengan kegembiraan.
" Viktor mau kemana lagi kamu ? Tanya Cristien ketus kepada putranya
" Aku mau antar Kakak Ipar kedokter Mom, "
" Manja sekali, sakit apa dia ? "
__ADS_1
" Itulah yang akan kita ketahui kalau sudah memeriksakannya. " Viktor berlalu masuk kedalam mobil.
" Nyonya masuk saja, saya dan Viktor akan menunggu disini. " Ucap Sakinah.
" Nyonya kendra ya ? " Tanya ramah seorang dokter wanita
" Iya, "
" Silahkan. Tadi Tuan Kendra sudah menghubungi saya.
Hummairah tersenyum
" Apa keluhannya Nyonya ? "
" Tiba tiba beberapa hari inis sering pusing, "
" Ada mual ? "
" Ada, dan akhir akhir lebih sering. "
Dokter tersenyum. " Kapan terakhir dapat tamu bulanan ? "
Jleb....
Hummairah menelan ludahnya, Ia teringat hampir 2 bulan belakangan ini Ia tak mendapat tamu bulanannya.
" Sekitar dua bulan yag lalu " Hummairah terbata.
" Kita lakukan tes dulu ya. " Dokter itu beranjak dari duduknya mengambil sesuatu di lemari obatnya, kemudian menyerahkannay kepada Hummairah.
" Coba tes dulu di kamar mandi. " Perintah dokter. Hummairah bangkit dan menuju kamar mandi.
Tak lama kemudian muncul dua garis merah di alat tes kehamilan tersebut. Hummairah menangis haru. Ia segera keluar dari kamar mandi.
Dokter tersenyum.
" Anda menangis Nyonya ? Pasti kabar gembira ya ? " Dokter mengambil hasil tes Hummairah kemudian memeriksanya.
" Selamat Nyonya, anda hamil. Dan usia kehamilan anda baru berusia 5 Minggu. Saya aka kasi anda resep penghilang mual, dan beberapa vitamin. "
Hummairah masih terdiam Ia masih tak percaya.
" Sebaiknya segera kasi tau Tuan Kendra kabar bahagia ini, beliau pasti senang. "
" Terimakasih Dokter. Saya permisi. " Hummairah meninggalkan rumah sakit dengan senyum di wajahnya.
Tiba tiba ditengah perjalanan mereka di hadang oleh sebuah mobil.
Penumpang mobil itu turun kemudian menyergap mereka.
" Mau apa kalian ? "Ucap Viktor mencoba melawan, tapi sia sia jumlah mereka terlalu banyak, akhirnya Viktor dihajar hingga babak belur.
" Lepaskan... Lepaskan.. Kalian mau apa ? " Tanya Sakinah
Dugh....
Sakinah pun tak sadarkan diri.
Hummairah mencoba melarikan diri, tapi naas, saat seseorang menangkap dan membekapnya. Tubuh Hummairah pun lemas tak berdaya.
bersambung...
__ADS_1