CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
176.


__ADS_3

Plaak...


Sebuah tamparan keras mendarat diwajah Fachri, pipi Fachri terasa panas. Kirana tersentak melihat itu tiba-tiba berdiri dengan tubuh bergetar. Mama Fachri hanya bisa menangis melihat hasil tes ditangannya yang mengatakan jika Andrew adalah anak Fachri, cucu mereka.


"Pa... ini pasti ada yang salah, aku bersumpah aku tidak pernah menyenyentuhnya." seru Fachri.


"Kalau kau tidak pernah menyentuhnya bagaimana ini bisa terjadi, apa kau pikir aku bodoh bisa kau bohongi?"


"Ma... mama tau Fachri kan, Fachri tidak mungkin berbuat seperti itu." ucap Fachri meminta pembelaan.


Sang Mama hanya menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir dipipinya.


"Sayang kamu percaya aku kan?" tanya Fachri lembut menetap Kirana.


Kirana tersenyum dan menganggukan kepalanya, Fachri tersenyum dalam hatinya setidaknya saat ini Kirana masih percaya padanya.


"Kamu masih mempercayainya? kamu bodoh atau apa?" ejek Luna.


"Terserah kau mau mengatakan aku bodoh atau bagaimana, tapi aku masih berpikiran jernih. Aku masih percaya padanya, mungkin kau lebih dulu mengenalnya, tapi aku lebih mengenal Fachri melebihi siapa pun." jawab Kirana tenang.


Jika diijinkan ingin rasanya Fachri memeluk Kirana saat ini, ia benar-benar takjub akan sikap dewasa Kirana. Mama dan Papa Fachri pun terkejut mendengar penuturan dari calon menantunya.


"Lebih baik kita pulang sekarang, dan membicarakan ini dirumah Disini terlalu ramai dan semua orang saat ini memperhatikan kita. Ayo ma, kita pulang." Kirana memapah calon mertuanya dan diikuti oleh yang lainnya.


....


Mereka tiba di rumah.


"Ma... Nana antar ke kamar ya, mama istirahat saja." Mereka pun naik keatas.


Tinggallah Fachri dan Papanya beserta Luna.


"Jadi bagaimana ini Om, semua sudah terbukti maka seharusnya Om menikahkan aku dengan Fachri kan." ucap Luna enteng.


"Tidak akan... aku tidak akan pernah mau." kecam Fachri.


"Semua sudah jelas Fachri, Andrew itu putramu, penerus keluarga ini."


"Dalam mimpi sekalipun aku tidak akan pernah mau menikah dengan mu." ucap Fachri tegas dan meninggalkan Luna.


"Om, bagaimana ini Om tidak mungkin membiarkan cucu Om menjadi anak yang tidak jelaskan?"


"Luna apa kau lupa apa yang telah aku katakan kemarin?" ucap Papa Fachri.


"Maksud Om yang mana?"


"Aku akan membawa Andrew tinggal bersama kami, dan kami akan memberikan imbalan untuk mu."


"Aku tidak mau." tolak Luna.


"Kami akan memberikan padamu 10% dari saham perusahaan yang ada di USA." pujuk Papa Fachri.


"Aku tetap tidak menolak, bagi ku kebahagian Andrew adalah segalanya." Luna pun berlalu meninggalkan pria paruh baya itu sendiri.

__ADS_1


Kirana datang dan menghampiri Papa Fachri dan membawakan segelas air.


"Minum dulu pa." ucap Kirana.


Pak Reza menerima pemberian Kirana kemudian menatapnya.


"Terima kasih... duduklah Nak." ucap Pak Reza.


Kirana tersenyum dan duduk dihadapannya.


Setelah menghabiskan minumnya, Pak Reza menatap Kirana teduh.


"Bagaimana Nak, apa tangapan kamu setelah kejadian ini?"


Kirana tersenyum kembali.


"Papa tenang saja, Nana tidak akan merubah keputusan Nana."


"Terima kasih Nak, Fachri memang tidak salah memilih mu untuk menjadi pendampingnya." ucap Pak Reza.


Fachri keluar dari kamarnya dan turun kebawah menghampiri Kirana dan papanya.


"Kamu mau pulang sekarang?" tanya Fachri.


Kirana menganggukan kepalanya.


"Fachri antar Kirana pulang dulu Pa." ucap Fachri.


Pak Reza hanya diam tidak menanggapi ucapan Fachri.


"Waalaikumsalam." jawab Pak Reza.


Kirana pun meninggalkan rumah Fachri dan kembali kerumahnya diantat oleh Fachri.


Dari balik jendela kamar atas, Mia tampak menatap haru kepada Kirana.


Betapa beruntungnya ia dan keluarganya bisa mendapatkan gadia sebaik Kirana sebagai menantunya.


Apa pun yang terjadi Kirana harus menjadi bagian dari keluarganya, ia akan memohon pada keluarga Kendra untui tetap melanjutkan hubungan ini, jika suatu saat nanti mereka mengetahui masalah ini.


.....


Mobip Fachri telah tiba didepan gerbang, satpam tersenyum saat melihat Kirana berada didalammya, ia pun membuka pintu gerbang dan membiarkan mobil Fachri masuk.


"Bagaimana ini Na, apa yang harus aku katakan kepada orang tua mu." tanya Fachri buka suara.


"Sebaiknya kita jangan memberitahu mereka." jawab Kirana.


"Kenapa?"


"Kak, kita akan merahasiakannya dari mereka untuk saat ini. Kita akan menghadapi sama-sama masalah ini Kak, Nana percaya ada sesuatu dibalik ini semua."


"Maksud kamu?"

__ADS_1


"Kak, apa kamu pernah mikir kenapa Luna kembali?"


Fachri menggelang.


"Kenapa Luna kembali sekarang, kenapa gak dari dulu sebelum menyebarnya berita pernikahan kita. Dan Luna kembali bersama seorang anak yang ia yakini sebagai anak kamu.


Fachri masih mendengarkan penuturan Kirana.


"Kak, jika kita hitung rentang waktu antara hubungan kamu dan anak itu, kayak nya ada yang janggal deh Kak."


"Janggal?"


"Gini, katakanlah Andrew adalah putra mu. Menurut cerita kamu waktu kita kenal dan dekat pertama kali, kamu sudah satu tahun ditinggal oleh Luna, dan kehilangan kontak sama sekali. Lalu Luna bercerita kalian berhubungan dimalam tahun baru, itu kejadiannya kalau dihitung keseluruhanya sekitar enam tahun lalu, jika memang benar Andrew putra kamu bearti umur Andrew sekarang sekitar lima tahunan."


Seketika Fachri tersadar, apa yang dikatakan Kirana benar. Saat ini umur anak Luna baru empat tahun, jadi bagaimana bisa berhubungan enam tahun lalu dan anak umur empat tahun.


"Kamu benar Na, kenapa aku tidak kepikiran seperti itu. Pantas saja kamu terlihat tenang saat Luna mencoba memprovokasi kamu dan aku kemarin."


Kirana tersenyum. "Nana kan cerdas bawaan Kak." celetuk Kirana kemudian terkekeh.


Fachri pun tersenyum saat mendengar ucapan Kirana. Hanya Kirana yang mampu mengubah dunia Fachri yang semula suram, dan Kirana mampu menarik Fachri kembali menjadi pribadi nya yang dulu. Kirana juga mampu mengembalikan senyum diwajah Fachri.


Fachri menatap dalam wajah kekasih yang sangat ia cintai, gadis yang hanya akan menjadi satu-satunya dalam hidupnya, yang akan menemaninya hari-harinya dimasa depan. Yang akan selalu memberi kebahagian padanya dan seluruh keluarganya nanti.


"Untung gak boleh sentuhan, kalau boleh.. aku pasti udah peluk kamu eraaaat banget." ucap Fachri sembari mendekap tangannya sendiri di dadanya.


"Buat apa?" tanya Kirana.


"Buat ucapin makasih, kamu udah percaya sama aku."


Kirana tersenyum manis.


"Mau masuk gak?" tanya Kirana.


"Gak deh, mau langsung ke kantor aja. Salam buat Ummi ya.. oh ya, Na Kiano sama Zavira udah pulang?"


"Belomlah... kan baru pergi kemaren, masa iya pulang sekarang." rungut Kirana.


"Oh iya..."


"Ya udah Nana masuk dulu ya..."


Fachri menganggukan kepalanya dan tersenyum sembari melambaikan tangannya dan berlalu pergi.


Bersambung...


jangan lupa tinggalin jejak yaa...


like dan komen di setiap part nya...


vote dan boom lima bintang nya yaa...


terima kasih

__ADS_1


salam sayang author selalu


I LOVE U ALL


__ADS_2