CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
145.


__ADS_3

Hummairah sedang merajuk dengan suami, pasalnya Kendra memulang paksakan putranya ke Swiss. Padahal waktu libur Kiano masih satu minggu lagi, Hummairah tidak bicara pada suaminya saat Kendra mengantarkan putranya ke bandara.


Hingga pagi ini Hummairah masih mendiamkan suaminya.


"Sayang, dimana kaos kakinya." seru Kendra.


Hummairah berjalan ke arah lemari dan mengambil sepasang kaos kaki, sapu tangan, dan arloji, serta sepatu dan meletakan nya di depan suaminya. Masih tanpa bicara pada suaminya.


Kendra menghela napas panjang, ia tahu sang istri masih marah kepadanya.


"Sayang udah dong marahnya, aku minta maaf ya!" rengek Kendra.


Hummairah masih diam


"Sayang, aku minta maaf! Oke, aku salah udah maksa Kiano pulang. Tapi semua itu ada alasannya sayang, oke. Aku akan cerita semuanya padamu." Kendra akhirnya menyerah pada istrinya, sejujurnya ia sungguh tidak bisa jika sehari saja di diamkan istrinya.


Hummairah pun membalikan tubuhnya jadi menghadap ke arah suaminya dengan wajah kesal.


"Sebenarnya kemarin aku mendapati Kiano bertemu Kayla di cafe." Kiano memulai ceritanya.


"Kayla? Kok bisa, emang Kayla udah pulang?" tanya Hummairah heran.


"Dengerin dulu, aku belum selesai ceritanya." Kendra membawa istrinya duduk di sofa kamar. Kiano pun mulai menceritakan kejadiannya hingga alasan ia tidak memberitahukan kepada ini kepada istrinya.


"Kok Kayla jadi gitu sih Mas?" tanya Hummairah.


"Kan udah aku bilang, dia peralat oleh keluarga Yan."


"Tapi kan Kayla itu calon istri dari putra mereka, berarti menantu keluarga mereka. Kok ada keluarga seperti itu?" Hummairah mulai dengan semua pertanyaannya.


"Maka dari itu aku meminta Kiano memutuskan semua yang berhubungan dengan Kayla, ternasuk mengganti nomor ponsel dan semua sosial media milik Kiano. Aku gak mau kalau sampai Kiano terlibat masalah dengan keluarga mereka." Kendra menjelaskan kembali pada istrinya.


Hummairah terdiam sejenak kemudian.


"Maafin aku ya!" pinta Hummairah pada suaminya.


Kini giliran suaminya yang merajuk padanya.


"Mas, aku kan udah minta maaf. Masa kamu gak mau maafin sih." rayu Hummairah.


"Gini nih, waktu kemaren marah aku minta maaf, lamaaaaa banget baru maafin udah aku. Sekarang udah tau semuanya, gampang banget minta maaf dan dimaafkan." ujar Kendra nampak kesal.


"Oh, jadi kamu gak mau maafin aku. Oke, aku tarik balik permintaan maaf aku." Hummairah pun berjalan keluar kamar.


Kendra kelimpungan saat tahu istrinya kembali merajuk.


"Sayang, jangan marah lagi. Iya, ke aku maafib kamu." Kendra menarik tangan istrinya hingga masuk kedalam pelukannya.


"Lepasin gak!" berontak Hummairah.


"Gak akan, sebelum kamu maafin aku." Kendra semakin memeluk erat.


"Mas, aku sesak." ucap Hummairah memukul-mukul pundak suaminya.


Kendra pun melepas pelukannya, tapi masih mengurung tubuh istrinya.


"Kamu mau bunuh aku." ucap Hummairah protes.


"Ya gak lah, aku sayang kamu. Maafin aku ya." Kendra mengecup kening istrinya.


Hummairah tersenyum ia pun kemudian mencium tangan suaminya. "Maafin aku juga ya!"


"Serasa lebaran ya, kalau kita habis bertengkar gini." ucap Kendra.


Sudah biasa terjadi jika mereka bertengkar, masalah mereka selesai. Hummairah selalu mencium tangan Kendra dan meminta maaf.


"Udah buruan, hari sudah siang. Kamu harus ke kantor, lagi pula aku juga mau bangunin Kanayah. Tuh anak kalau pulang liburan pasti kerjaannya tidur sepanjang hari." Hummairah pun keluar dari kamar di ikuti Kendra.


....


Kayla sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke Jepang. Misi nya membujuk Kiano tidak berhasil, apa yang harus ia katakan pada Ibunya Kai Zhou. Saat ia termenung di dalam kamarnya, ibunya pun mendekatinya.


"Sayang, kamu akan kembali ke Jepang?" tanya sang Mama.


Kayla tersenyum. "Iya Ma, besok pagi." jawab Kayla pelan.


"Sayang, apa tidak lebih baik kamu kembali ke rumah ini saja." ucap sang Mama.


" Tidak bisa Ma, Kayla kan kerja." tolak Kayla halus.


"Disini juga banyak pekerjaan yang sama Nak, apa lagi kamu lulusan terbaik, dan punya pengalaman kerja yang lumayan, pasti lebih mudah mendapatkan pekerjaan disini." pujuk Ibunya.


"Tidak bisa Ma, Kayla di kontrak disana. Lagi pula perusahaan milik keluarga Kai Zhou, lebih besar dan luas dari pada perusahaan disini." ucap Kayla berbohong.


"Lalu bagaimana hubungan mu dengan Kiano Nak, apa dia tidak merasa keberatan karena kamu tinggal terlalu lama?" tanya Mama lagi.


"Kiano dan Kay sudah memutuskan untuk berpisah Ma." akhirnya Kayla jujur pda Mamanya.


"Kenapa Nak?" tanya Mama Kayla terkejut.


"Kiano tidak bisa menunggu Kayla Ma, dan Kayla juga tidak bisa menuruti kemauannya. Kayla ingin maju Ma, Kayla ingin punya karir yang bagus. Dan hanya disana Kayla bisa mewujudkan semua impian Kayla."


"Tapi kan, kalian tidak semestinya harus nerpisahkan. Kalian masih bisa saling mengunjungi. Lagi pula di jaman sekarang perkara jarak dan waktu tidak tidak akan jadi kendala."


"Tidak Ma! Bagi Kay karir lebih penting dari apa pun." Kayla menutup kopernya dan keluar dari kamarnya.


"Kamu kenapa Nak, kenapa kamu berubah sekali. Mama tau ada yang kamu sembunyikan dari kami semua, terutama Mama." gumam Mama Kayla.


.....


Kayla telah tiba di Jepang, ia memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu sebelum menemui Ibunya Kai Zhou besok.


Saat Kayla tiba di apartemennya, alangkah terkejutnya ia melihat Ibunya Kai Zhou sudah berada didalam apartemennya.


Kayla sudah tidak bisa lagi mengelak, ia hanya bisa memikirkan cara untuk menjawab pertanyaan dari wanita ini.


"Kamu sudah pulang?" tanya Nyonya Yan.


"Iya Nyonya." jawab Hummairah singkat dan lemas. Ia sengaja memperlihatkan wajah letihnya didepan Ibunya Kai Zhou, agar wanita ini tidak memberondonginya dengan pertanyaan.


"Bagaimana, apa kamu berhasil membujuk Kiano?" tanya Nyoanya Yan to the poin.


Mata Kayla membulat, wajah lelahnya berubah jadi tegang.


"Maaf Nyonya saya..."


"Ada apa, dari ucapan mu sepertinya kamu tidak berhasil." ucap wanita tua dihadapan Kayla.


"Maaf Nyonya, sebelumnya saya hampir berhasil membujuk Kiano. Tapi Tuan Kendra datang dan menghentikan semuanya."


Plaak....


Sebuah tamparan keras mendarat kembali dipipi mulus Kayla, wajahnya tiba-tiba panas. Perih masih terasa saat darah mengucur disudut bibirnya.

__ADS_1


"Perempuan tidak berguna, kau bermimpi menjadi istri dari putra ku, jadi bagian dari keluarga ku, ingin meneruskan garis keturunan ku. Hal sepele seperti ini saja kau tidak bisa menyelesaikannya, apa yang putra ku lihat dari dirimu. Tidak ada yang bisa dibanggakan, bagaimana cara ku memperkenalkan mu dihadapan keluarga besar dan seluruh rekab bisnis ku." Nyonya Yan menjambak rambut Kayla.


"Lebih baik, aku menikahkan putra ku pada wanita yang terhormat dan dari kalangan yang sama seperti kami." Nyonya Yan melepaskan tangannya dari rambut Kayla.


"Aku akan menemui kembali nanti, aku mau kau memberikan aku berita gembira." Nyonya Yan pun keluar dari apartemen Kayla meninggalkannya sendirian yang masih terduduk dilantai.


Kayla menangis pilu, ia meratapi nasibnya kini. Lalu ia mencoba menghubungi Kai Zhou, tapi sayangnya Kai Zhou sedang berada diluar negeri bersama Papanya untuk perjalanan bisnis.


Kayla hanya bisa berendam di dalam bak mandi, untuk menangis. Berharap besok akan ada secercah harapan untuknya.


......


Kiano berada di apartemen mewahnya di Swiss, hari ini Kiano tidak ada kelas jadi ia memutuskan untuk dirumah dan berselancar didunia maya.


Tiba-tiba Kirana mengirimkannya sebuah pesan lewat ponselnya.


Kiano pun berhenti sejenak dan berpaling ke ponselnya.


Kiano membuka pesan, ia pun terkejut dan tidak percaya. Kirana mengirimkannya photo Zavira, hanya Zavira tidak ada satu orang pun disana. Gadis itu tampak tersenyum manis menghadap ke kamare.


Kiano pun mengirimkan seribu emoji gambar hati kepada Adiknya.


Ia pun memindakan photo Zavira dari ponsel ke laptopnya kemudian menjadikannya sebagai wallpaper, mengganti photo yang sebelumnya adalah gambar ia dan Kayla.


Senyum Kiano terbit diwajahnya, ia sungguh tidak mengerti mengapa ia jadi begitu penasaran dengan sikap pendiam milik Zavira.


Tidak lama kemudian Kiano mendapat balasan dari Kirana.


my sister


Jangan lu ilangin ya! itu gue dapetin nya dengan penuh perjuangan, lu kira gampang minta dia berphoto, apa lagi pose senyum lepas gitu.


Kiano tersenyum membaca pesan dari saudaranya, lalu membalas kembali pesan Adiknya.


Me


Iya, gue janji.


Makasih ya!


Jadi makan sayang deh sama kamu.


send


*My sister


Preeet....


Ada mau nya lu bilang sayang ama gue.


Me


Heheheeee.....


Jangan marah dong, lu kan adek gue yang paling pengertian.


Oh... by the way


lu lagi apa, dan calon


makmum gue ada disitu gak*?


send


*My sister


Jadi gue di bolehkan pegang ponsel.


Barusan gue nelpon Ummi, tapi Daddy lagi keluar kota gak bisa di hubungin.


Me


Hemmmm....


gue video call ya, pliss...


gue pengen liat calon makmum gue*.


send


*My sister


Dia lagi gak ada, dia ada kegiatan diluar kampus."


Me


Sama siapa?


Gak sama cowok kan,


khawatir gue*!!


send


*My sister


Hahahaaa....


Disini gak ada cowok,


dosennya aja cewek semua.


Namanya juga asrama putri


ya, isinya cewek semua.


Lagi pula kalau pun ada cowoknya, pastu juga dipisah.


Me


Oh... lega gue denger nya*.


send.


*My sister


Lebay lu...


Hahahaaa....


cieee... cemburu ni yeeh.


Hahaaaaaa..

__ADS_1


Me


Udah ah, males gue ladenin lu.


nantiu kasi tau ya, kalau makmum gue udah balik*


send.


Kiano pun menutup ponselnya, dan kembali duduk menghadap laptopnya.


.....


"Nayah, bangun Nak! Ya Allah, udah jam berapa ini." Hummairah masuk kedalam kamar anak bungsunya.


Kanayah hanya mengerang dan kembali menggulung diri kedalam selimut, saat Ummi nya membuka tirai kamarnya.


"Ya Allah Nayah..." seru Hummairah mendekati putrinya.


"Mi, Nayah ngantuk banget." jawab Kanayah dengan suara seraknya.


"Ngantuk, kamu udah tidur hampir seharian Nak." ucap Hummairah.


"Mi, disana Nayah gak bisa tidur nyenyak."


"Maksud kamu?"


"Mi, dimana-dimana yang namanya sekolah asrama itu ya begitu, tidur paling lambat bangun paling cepat."


"Memang begitu ya?"


Kanayah menepuk wajahnya. "Mi, di asrama kami tidurnya hanya 6 jam. Dari pukul 10 malam, dan bangunnya pukul 4 pagi." jelas Kanayah.


"Kasian anak Ummi, ya udah sekarang kamu bangun makan dulu ya sayang." ucap Hummairah.


"Iya deh Mi, Nayah mandi dulu."


Hummairah pun memandang punggung putri bungsunya, sebenarnya ia kurang setuju Kanayah melanjutkan pendidikannya di akademi militer. Tapi semua itu sudah jadi pilihan putrinya, mereka hanya bisa mendukung.


Kanayah turun dan langsung menuju meja makan.


"Daddy kemana Ummi." tanya Kanayah.


"Daddy lagi diluar kota sayang, mungkin malam pulangnya.


"Mo, Nayah kangen deh sama Mama Medinah dan Papa Ilham." ucap Kanayah tiba-tiba.


Hummairah terdiam, ia pun jadi teringat dengan sahabatnya Medinah.


Medinah dan Ilham memutuskan untuk kembali ke Kanada, saat semua aset milik Nanny Ilham kembalikan.


Mereka kembali ke tanah kelahiran Medinah, dan akan mengelolah perusahaan milik Papa Medinah. Tapi semenjak mereka memutuskan untuk pindah, sampai saat ini mereka belum juga memberikan kabar mereka.


Hummairah pun mempunyai ide untuk menelpon mereka, Hummairah sempat melirik jam kemudian meraih ponselnya dan menelpon rumah Medinah.


"Hallo, assalamualaikum Me. Ini aku Hummairah."


"Hallo, mau cari siapa?" jawab suara dari seberang.


"Maaf, saya Hummairah. Saya ingin berbicara dengan Medinah, ini benar rumah keluarga Samuel kan?"


"Maaf Nyonya, ini memang dulu rumah keluarga Samuel. Tapi sekarang...." suara itu terputus saat terdengar suara bentakan dari belakang.


"Hallo.. Hallo... Hallo..." Hummairah mencoba menghubungi kembali, tapi orang yang berbeda.


"Hallo... siapa ini?" jawab suara itu ketus.


"Hallo... saya Hummairah, saya ingin berbicata sama Medinah. Apa dia ada?" tanya Hummairah.


"Medinah tidak ada, dia sudah tidak tinggak disini lagi." jawabnya ketus.


"Dimana mereka, apa boleh saya tau alamatnya?" tanya Hummairah.


"Aku tidak tau, dan apa peduli ku mereka tinggal dimana." suara itu pun menutuptelponnya.


Hummairah terkejut saat suara bantingan telpon, ia lun segera mencoba menelpon Ilham melalui ponselnya.


Tapi sayangnya, nomor Ilham sudah tidak aktif lagi. Hummairah pun tiba-tiba merasa khawatir akan keadaan mereka.


Hummairah menunggu Kendra pulang dari luar kota. Sudah tiga hari Kendra berada diluar kota untuk memeriksa proyek baru yang baru saja ia dan tim nya dirikan.


Tepat tengah malan Kendra tiba dirumah, Kendra terkejut melihat istrinya masih duduk menunggunya, biasanya Hummairah sudah tertidur lelap.


"Sayang, kamu belum tidur?" tanya Kendra yang menghampiri istrinya. "Kok belum tidur sih, kenapa gak bisa tidur ya, kalau gak ada aku?" goda Kendra.


"Aku nungguin kamu pulang." jawab Hummairah.


"Kenapa, kamu kangen sama aku ya?" Kendra mengecup kening dan pipi istrinya.


Hummairah tersenyum dan memeluk suaminya, ia menghirup aroma mint yang tersebar diseluruh tubuh Kendra.


"Kamu udah makan?" tanya Hummairah.


"Sudah tadi dijalan, makan sama Ifan di resto siap saji." Kendra membelai rambut istrinya.


"Aku akan siapkan air hangat untuk kamu mandi." ucap Hummairah.


"Mandi bareng ya!" ajak Kendra.


Hummairah tersenyum dan menganggukan kepalanya. Hummairah berjalan ke arah kamar mandi, sedangkan Kendra membuka bajunya dan menggantinya dengan jubah mandi.


Kendra menyusul istrinya yang sudah berada dikamar mandi, Kendra tersenyum saat melihat istrinya sudah mengenakan jubah bajunya. Kendra berjalan mendekat dan menghampiri Hummairah dan berbisik.


"Daddy kangen sama Ummi." bisik Kendra parau kemudian memeluk istrinya erat.


Hummairah tersenyum dan membalas pelukan suaminya.


"Kita masuk yuk!" ajak Kendra.


Mereka pun berjalan masuk kedalam bak mandi dan berendam didalamnya.


........


"Sayang bagaimana kalau kita jodohkan Kai Zhou putra kita dengan anaknya Tuan Kendra." usul Nyonya Yan.


"Maksud kamu?" tanya Tuan Yan


"Ya, kamu tau sendiri jika perusahaan kita bergabung dengan perusahaan Tuan Kendra, maka kita tidak akan perlu repot lagi mencari investor untuk perusahaan kita. Dan kita bisa dengan mudah memenangkan tender manapun." ucap Nyonya Yan.


"Ide kamu sangat bagus, tapi bagaimana dengan Kayla. Kai Zhou sepertinya sangat mencintainya."


"Perempuan tidak berguna itu, tinggal kita pecat dan suruh dia kembali ke Indonesia." jawab Nyonya Yan.


"Tapi kita tidak punya alasan untuk memecatnya, ia sangat rajin dan pintar."

__ADS_1


"Biar aku yang akan mengurusnya. Tugas kamu hanya membujuk Kai Zhou." ucap Nyonya Yan.


Bersambung....


__ADS_2