CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
o57


__ADS_3

Akhirnya Hummairah juga pergi bersama Kendra membawa Kiano jalan jalan.


" Daddy Kiano mau naik itu " Tunjuk Kiano pada salah satu wahana.


Setelah puas bermain keluarga kecil itu memutuskan untuk makan siang disebuah tempat makan siap saji.


Hummairah belum menyentuh makanannya, Ia terlebih dahulu menyuapi putranya terlebih dahulu.


Melihat hal itu Kendra memutuskan memberanikan diri untuk menyuapi Hummairah.


Kendra mengambil piring yang berisi makanan dihadapan Hummairah dan membawanya ke hadapannya.


Dengan perlahan Kendra menjemput makan tersebut dengan tangannya, kemudian mengarahkannya ke mulut Hummairah.


Hummairah terkejut melihat tindakan Kendra. Ia menatap Kendra dan sesekali mengalihkan pandangan nya ke tangan Kendra yang telah berada didepan mulutnya.


" Buka mulut mu ! " Perintah Kendra


Hummairah yang tidak menyangka dengan perbuatan Kendra, masih terdiam dengan sesekali mengalihkan pandangan kepada Kendra dan tangan yang telah berisi makanan yang terarah ke mulutnya.


" Ayo buka mulutnya Ummi " Pinta Kendra dengan suara yang hampir tidak bisa terdengar.


" Daddy menyuapi Ummi, Ummi nyuapin Kiano. Kiano suapin Daddy yaa ? " Ucap Kiano polos.


Hummairah yang tersadar segera menoleh ke arah putranya.


" Ayo Mi, kasian Daddy pasti pegal . " Lanjut Kendra lagi.


Akhirnya Hummairah membuka mulutnya, dan Kendra pun mulai menyuapi Hummairah.


Tak berapa lama.


" Cukup ! Aku sudah kenyang . " Ucap Hummairah


" Sedikit lagi Ummi, sesuap lagi " Ucap Kendra memohon.


Hummairah akhirnya membuka kembali mulutnya, untuk menghabiskan sisa makanannya.


" Cukup, aku kenyang sekali. " Hummairah memohon.


Kendra tersenyum, sudah lama Ia tak melihat wajah polos Hummairah.


" Besok aku akan pergi ke Singapura, untuk mengurus proyek dari Kakek. " Kendra memulai pembicaraan. " Kamu mau pesan sesuatu saat aku kembali. "


Hummairah menggeleng sembari tersenyum.


Senyuman itu yang selama ini dirindukan Kendra. Saat senyuman itu terbit, tatapan mata Hummairah kembali teduh dan menenangkan.


" Aku tak ingin apa apa. Aku sudah memiliki segalanya. " Jawab Hummairah.


Kiano mengajak kedua orang tuanya bermain di tempat lain.


Saat Kendra sedang asyik bercanda bersama keluarga kecilnya, tiba tiba ponselnya berbunyi.


Kendra merogoh saku celananya meraih ponsel dari dalamnya.


Tertera nama si pemanggil " Olivia ", Kendra menghela nafas malas. Memutuskan untuk membiarkannya.


Ponsel Kendra terus menerus berdering, hingga akhirnya.


" Mas, angkat ponsel mu. " Ucap Hummairah


" Biarkan saja, tidak penting "


Ponsel Kendra kembali berdering.


" Mas, angkat telponnya siapa tau penting. "


Lagi dan lagi Kendra hanya mengacuhkan panggilan telponnya.


" Mas, angkat telponnya atau aku yang jawab telpon kamu. " Ancam Hummairah


Kendra tersenyum dan memberikan ponselnya kepada Hummairah.


" Apa ? " Tanya Hummairah


" Jawab, kata nya mau jawab telponnya. " Jawab Kendra. " Ambil, "


Hummairah memuncungkan bibirnya.


Kendra tersenyum geli.


" Jangan seperti itu, aku jadi gemes. " Kendra kembali tersenyum sambil menggigit bibir bawah miliknya. " Kalau aku gemes, nanti aku gigit bibir kamu. "


Hummairah spontan mengatupkan bibirnya. Tingkah Hummairah itu membuat Kendra tertawa geli.

__ADS_1


" Aku ke toilet dulu yaa. " Ijin Kendra


Hummairah mengangguk, dan Kendra pun berjalan meninggalkan Hummairah sendiri.


Kembali terdengar ponsel Kendra menyanyi.


Hummairah menatap layar ponsel " Olivia "


Awalnya Hummairah membiarkan ponsel itu. Tapi lama kelamaa, Ia juga merasa terganggu. Akhirnya Ia memberanikan diri menjawab telpon itu.


" Kendra, kamu dimana ? Aku dari tadi menghubungi kamu, aku lagi di salon kamu jemput aku ya... Habis dari salon kamu temani aku belanja, ada sesuatu yang mau aku beli. Aku mau kamu temani aku ke toko pakaian dalam, kamu mau kan temani aku. " Olivia terus saja mengoceh sedangkan Hummairah hanya mendengarkan.


" Kendra kamu masih disana kan ? Hallo, Kendra. Kamu dengerin aku gak sii ? "


" Kendra gak ada " Jawab Hummairah singkat


" Hummairah ? " Ucap Olivia


" Iya , ini aku. Ada apa ? Apa kamu kaget dan bertanya tanya kenapa ponselnya Kendra bisa ada sama aku ? "


" Dimana Kendra ? "


" Kendra dimana bukan urusan mu. "


" Berikan ponselnya kepada Kendra ! " Suara Olivia terdengar menahan marah


" Aku sudah bilang Kendra tidak ada disini. "


" Kalau Kendra tidak ada disana, kenapa ponselnya ada pada mu ? "


" Mana aku tau, aku menemukan ponsel ini tergeletak begitu saja. Karena sangat mengganggu akhirnya aku jawab panggilan ini. " Jawab Hummairah setengah mengejek


" Kamu..... "


" Iya, kau kenapa. Suda, kalau sudah tidak ada yang mau kamu omongin, aku tutup. " Hummairah memutuskan sambungan telpon Olivia dan tersenyum puas telah mengerjai Olivia.


Tanpa Hummairah sadari Kendra sedari tadi memperhatikan ulah Hummairah yang mengerjai Olivia, Kendra tersenyum sembari menggeleng gelengkan kepalanya.


Setelah puas bermain, Kendra membawa istri dan anaknya pulang ke apartemen istrinya.


Kendra menggendong Kiano yang tertidur karena kelelahan.


Hummairah membuka pintu apartemen nya, terlihat Nanny dan Kakek sedang duduk menonton televisi, disana juga ada Ilham.


" Assalamualaikum " Hummairah memberi salam.


Semua menoleh kearah pemilik suara.


" Sudah pulang Ra ? " Tanya Nanny.


Hummairah menganggukkan kepalanya.


" Kiano udah tidur Ra, ? " Tanya Ilham


" Iya Kak, mungkin kecapekan seharian bermain. " Jawab Hummairah berjalan masuk, Hummairah ingin mengambil alih Kiano dari Kendra untuk membawanya ke kamarnya.


" Biar aku aja " Ucap Kendra


Hummairah tersenyum dan berjalan di depan Kendra menuju kamar Kiano.


Hummairah membuka pintu kamar Kiano.


Kendra meletakan tubuh Kiano diatas kasur nya. Sedangkan Hummairah segera mengambil baju ganti untuk putranya.


Hummairah segera mengganti pakaian Kiano dengan baju tidur. Kendra masih duduk di samping ranjang Kiano.


Setelah selesai Hummairah beranjak dari tempatnya duduk, tapi Kendra menahan tangannya.


" Aku ingin ngomong " Ucap Kendra menatap wajah Hummairah.


Hummairah duduk kembali.


a" Besok aku akan pergi ke Singapura. Aku mau nanya sama kamu, setelah aku pulang dari sana apa kamu mau pulang bersama ku ? "


" Pulang kemana ? Kerumah itu, dan bertemu lagi dengan orang orang itu ? Gak, aku gak mau. Aku akan pulang kesana setelah orang orang itu pergi dari sana. " Jawab Hummairah tegas penuh penekanan


" Tidak... Kita tidak akan pulang kerumah itu, tapi kita akan pulang ke rumah kita. " Ucap Kendra menjelaskan. " Rumah yang telah aku bangun untuk kita, kamu, aku dan Kiano. "


" Tidak, aku tidak akan ikut. Selama mereka masih berada disini, aku tidak akan pergi dari sini. "


" Ra, aku mohon ngertiin aku sedikit " Pinta Kendra memelas sembari menggenggam tangan Hummairah.


" Ngertiin kamu ? Apa kamu pernah mengerti aku ? Apa kamu pernah ngerti bagaimana perasaan aku saat liat kamu dekat sama wanita itu, ditempeli terus terusan. Selalu ada di dekat kamu, seolah olah dia adalah istri kamu. Apa kamu pernah mengerti bagaimana rasanya, disaat kamu mencari dukungan dari orang yang selama ini ngedukung kamu, orang itu seolah tidak mengerti bagaimana rasanya jadi aku. " Hummairah setengah menahan tangisnya.


Kendra terdiam, Ia coba mencerna apa yang dikatakan oleh Hummairah.

__ADS_1


" Kamu tunggu aku kembali, sekembalinya aku dari sana aku akan menyelesaikan masalah ini. Tapi aku mohon, tunggu aku. Aku mohon,,, aku mohon,, mohon sama kamu. " Pinta Kendra memelas


" Baik, aku akan memberikan mu kesempatan. Tapi, sekali ini kamu membuat aku kecewa, jangan harap apa apa lagi dari hubungan ini. " Hummairah akan beranjak dari duduknya.


Kendra kembali menahan lengannya.


" Ra, aku minta sesuatu boleh ? " Tanya Kendra


Hummairah duduk kembali.


" Mau minta apa ? "


" Kamu, selama aku disana jangan terlalu dekat sama Ilham ya ! "


Hummairah membulatkan matanya.


" Maksud kamu ? "


" Aku lihat Ilham sering datang kemari, bermain bersama Kiano. Aku gak mau kalian terlalu dekat dengannya.


Hummairah menahan senyum.


" Kamu..... Cemburu ? " Tanya Hummairah menahan tawa.


" Nggak... Masa aku cemburu sama orang kaya Dia ! "


" Oh ya ?.... "


" Iya, "


" Oh oke, baiklah.... Tapi Ilham lumayan juga " Goda Hummairah


" Jangan pancing aku Ra, " Jawab Kendra menahan malu. Wajahnya memerah menahan malu dan marah.


Hummairah tertawa lepas, hingga matanya berair.


" Sudah.... Sudah... Puas kamu ngerjain aku, seperti kamu ngerjain Olivia di telpon tadi.


Hummairah spontan menghentikan tawanya.


" Kenap diam, terus saja tertawa. "


" Dari mana kau tau, kalau aku ngerjain Olivia ? "


" Aku liat dan dengar sendiri. "


" Kenapa ? Kamu marah, tidak terima ? "


" Nggak,,, Cuma kaget aja, Hummairah yang dulu lemah lembut, sekarang udah berubah jadi singa betina yang galak. "


Hummairah terdiam mendengar penuturan jujur Kendra.


Kendra duduk mendekati Hummairah, mata mereka beradu. Semakin mendekat, hingga.


" Sudah malam, kamu harus pulang " Ucap Hummairah tiba tib


Kendra memejamkan matanya, menahan rasa di dadanya.


" Baiklah... " Kendra bergerak menyusul Hummairah yang telah dulu keluar dari kamar.


" Sudah mau pulang Ndra ? " Tanya Kakek


" Iya Kek, aku pamit ya. Ham, Lu ga pulang ? " Tanya Kendra menatap Ilham tajam.


" Belum, sebentar lagi. " Jawab Ilham singkat tanpa menoleh.


Kendra berjalan menuju pintu depan, diantar oleh Hummairah.


" Aku pulang ya " Ucap Kendra


" Iya, hati hati "


" Tunggu aku ya "


" Tergantung.... "


" Aku gak mu tau, pokoknya kamu harus nunggu aku. TITIK.


" Iya, " Jawab Hummairah singkat


" Satu lagi, jangan terlalu dekat dengan Ilham. Aku gak suka. "


" Iya. " Hummairah tersenyum geli.


Kendra berjalan meninggalkan apartemen Hummairah, dan kembali ke kediamannya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2