
" Semua nya lihat, Ilham mengirimkan photo nya yang sedang jalan jalan. " Seru Nanny antusias
" Benarkah, Ara mau lihat Nanny " Hummairah pun mendekati Nanny yang menunjukan photo yang dikirimkan Ilham.
" Waah, ini Kak Ilham lagi dimana ? "
" Sepertinya di salah satu pasar yang menjual aksesoris. " Jawab Nanny
" Apa Kak Ilham membeli untuk souvenir ? " Ucap Hummairah
" Tidak mungkin, aku sudah menyiapkan untuk souvenir mereka. " Nanny pamer
" Benarkah, apa itu Nanny ? " Hummairah penasaran
" Nanti saja, untuk kejutan " Nanny berjalan menjauhi Hummairah
Hummairah kembali sibuk bersama putrinya.
*****
" Setelah mendengar cerita ku, apa kau masih mau melanjutkan hubungan mu dengan Medinah ? " Tanya Jessica
" Tentu saja " Jawab Ilham santai
Jessica mengepal tangannya menahan kesal " Kau tak mempermasalahkan nya ? "
" Tentu saja tidak "
" Bagaimana dengan keluarga mu, mereka pasti keberatan "
" Tidak juga, aku akan meyakinkan keluarga ku "
" Apa yang kau lihat dari Medinah ? "
" Hati nya " Jawab Ilham singkat yamg langsung menohok jantung Jessica
" Maksudmu ? "
" Kau tak akan mengerti. Baiklah, aku ada janji dengan seseorang. Terimakasih untuk hari ini " Ilham berjalan keluar dari toko dan naik sebuah taxi.
Jessica menggeram kesal.
Aku akan merebut mu dari tangan anak tidak berguna itu, kau hanya pantas menjadi milik ku Ilham. Jessica pun meninggalkan toko itu.
Ilham menjemput Medinah di apartment nya.
Ting... Tung
Suara bel pintu apartment Medinah.
Medinah segera membuka pintu.
" Hai, sudah siap ? "
" Sedikit lagi. Masuklah " Ajak Medinah
Ilham berjalan menyusuri setiap sisi apartment itu.
" Apa yang akan kau lakukan dengan bangunan ini ? " Tanya Ilham
" Aku akan menjual nya " Jawab Medinah singkat
" Mengapa ? "
" Untuk apa lagi, toh aku sudah tidak akan tinggal disini setelah ini "
" Apa kau yakin ? "
" Tentu saja, jadi tidak jadinya kita menikah. Aku tidak akan kembali ke negara ini. " Jawab Medinah tegas
" Baiklah.... Berapa kau akan menjualnya ? "
" Aku sudah menyuruh seseorang untuk mengurusnya. "
Mereka kembali terdiam, berada dipikiran masing masing.
" Me, tadi sewaktu aku jalan jalan, aku bertemu dengan Jessica "
Sontak Medinah menghentikan kegiatannya " Apa yang dia lakukan disana ? "
" Entahlah, tiba tiba dia menghampiri ku "
__ADS_1
" Apa dia mengikuti mu ? "
Ilham hanya mengangkat bahu nya.
" Apa kau sudah selesai ? " Tanya Ilham lagi
" Kenapa ? "
" Apa kau lupa, kita ada janji untuk bertemu dengan Papa mu siang ini "
Medinah benar benar lupa " Baiklah.... Ayo kita pergi " Aja Medinah
" Kau semangat sekali ? "
" Papa tidak suka orang yang datang terlambat " Medinah meraih jacket nya dan berjalan menuju keluar.
Mereka pun meninggalkan apartment dan menuju kantor Ayah Medinah.
*****
Di kediaman keluarga Malik, mereka semua sedang berkumpul untuk makan malam.
" Ra, kamu yakin tidak mau ikut kami ke acara pernikahan Sakinah dan Viktor ? " Tanya Mama
" Yakin Ma, kasian sama Kirana masih terlalu dini untuk perjalanan jauh. " Jawab Hummairah
" Tapi kami tetap ngijinin Kiano untuk ikut kan ? "
" Iya, Kiano kan anaknya Sakinah mana mungkin dia tidak ikut di acara pernikahan Ibu asuh nya. " Jawab Hummairah
" Tapi kalian gak apa ap kan di tinggal bertiga " Tanya Nanny lagi
" Sudahlah, disini juga ada Kendra suaminya. Apa yang perlu kita cemaskan ? Imbuh Kakek
Semua pun terdiam.
" Jam berapa jadwal keberangkatan kami beso Ken ? " Tanya Kakek lagi
" Pukul sembilan Kek, tadi Kendra sudah konfirmasi sama pilot nya. " Ujar Kendra
" Baiklah, Nanny setelah makan siang trlpon Olivia dan Norman kita akan berangkat pukul sembilan pagi besok. " Perintah Kakek.
" Silahkan lanjutkan, aku sudah kenyang. Mau istirahat " Kakek pun beranjak dari duduknya.
Setelah bincang bincang sebentar, mereka pun berpamitan pada Hummairah dan Kendra serta baby Kirana.
Kemudian mereka semua berangkat meninggalkan rumah besar selama dua minggu.
*****
Medinah dan Ilham tiba di sebuah gedung tinggi, tempat dimana Samuel membuat janji bertemu.
Medinah segera mendekati meja receptionis.
" Permisi, saya ingin bertemu dengan Tuan Zian, apa Tuan Zian nya ada ? " Tanya Medinah kepada salah satu petugas receptionis
" Sebentar ya Nona... Oh ya ini dengan Nona siapa ? "
" Saya Medinah sepupunya. "
" Baiklah sebentar "
Tak lama kemudian Zian pun keluar dari sebuah lift.
" Sudah lama ? " Tanya Zian menyapa
" Belum Kak " Sahut Medinah
" Baiklah..... Ayo, paman sudah menunggu di ruangannya. " Ajak Zian pada Medinah dan Ilham.
Mereka tiba dis sebuah ruangan di lantai atas.
Tok.... Tok.... Tok...
Setelah di persilahkan masuk, mereka pun melangkah masuk kedalam.
" Paman, mereka sudah datang. " Zian memberitahu.
Pria paruh baya itu pun berbalik badan, dan menatap tidak suka ke arah Medinah dan Ilham. Ia berjalan mendekat dan duduk di sofa, Zian mengikuti, kemudian mempersilahkan Medina dan Ilham untuk duduk. Medinah dan Ilham pun ikut duduk disana.
" Ada urusan apa kalian ingin bertemu dengan ku ? " Tanya nya dengan suara dingin.
__ADS_1
Ilham memberanikan diri memulai pembicaraan.
" Begini Tuan, saya tidak akan berpanjang lebar. Saya akan langsung ke poin, sebelumnya saya akan perkenalkan nama saya Ilham. Saya teman dekatnya Medinah, maksud kedatangan saya ke sini ingin meminta restu kepada anda. Saya akan menikahi Medinah putri anda. "
Medinah membulatkan matanya, Ia tidak menyangka Ilham akan seserius ini.
" Apa dia tidak pernah bercerita pada mu, bahwa aku bahkan tak peduli pada hidupnya. ? "
" Sebelumnya saya tidak tahu, karena Medinah tidak pernah bercerita. Tapi, setelah saya berada disini saya jadi tahu. Kenapa Medinah setiap saya bertanya masalah tentang keluarganya, Ia selalu mengalihkanya dan mengganti topik pembicaraan. " Jelas Ilham
" Apa kau begitu malu untuk bercerita ? " Tanya Samuel pada putrinya.
" Bukan begitu Papa..... " Ucapan Medinah terpotong. Suara Medinah terdengar bergetar, menahan tangis dan takut.
Ilham menggenggam jemarinya, tangannya terass dingin seperti es. Ilham coba untuk membuatnya tenang.
" Sudah berapa kali aku bilang, jangan panggila aku dengan sebutan itu. Apa kau lupa, perlu aku ingatkan kembali ? "
" Maafkan aku Tuan, " Medinah menundukkan kepalanya.
" Apa istimewahnya dia dimata mu huuh ? " Tanya Samuel pada Ilham.
" Hatinya. Apa anda tidak tahu bahwa anda punya seorang putri yang baik hati ? " Jawab Ilham
" Ciih.... Aku merasa muak berada satu ruangan bersama dengan nya. "
Ilham menggelengkan kepalanya sembari tersenyum tipis.
" Baiklah, kalau pun anda tidak menyukainya. Tapi bisakah anda memberi kami restu dan ijin kami untuk menikah ? " Tanya Ilham.
" Aku tak peduli, terserah kau mau apa. Yang jelas aku tak akan pernah peduli dengan hidupnya. " Jawab nya dingin
Runtuh sudah pertahanan Medinah, air mata sudah membanjiri pipinya. Ilham kembali mencoba menenangkannya.
" Baiklah, kalau pun misal anda tidak peduli. Kami akan mengurus semuanya, sesuai dengan cara kami. Tapi bisa saya minta satu hal pada anda ? " Tanya Ilham lagi
" Cepat katakan, aku tidak punya waktu untuk manusia tidak berguna seperti dia. " Tunjuk nya pada Medinah.
Ilham tersenyum tipis.
" Bisakah anda membuat surat pernyataan, bahwa anda merestui kami, tapi karena jarak yang jauh dan suatu hal anda tidak dapat hadir dipernikahan itu dan meminta wakilkan sebagai wali untuk Medinah " Pinta Ilham
" Baiklah, Zian akan mengatur nya untuk itu. Sekarang keluarlah, aku sedang sibuk " Ucapnya kemudian kembali duduk di kursi kebesaran nya.
Ilham pun beranjak dari duduknya dan membawa Medinah keluar dari ruangan itu.
" Kalian pulanglah dulu, nanti aku akan buatkan surat itu. " Ujar Zian
" Terimakasih atas bantuan mu, kami permisi dulu. " Ilham melangkah membawa Medinah yang masih dengan tangisnya.
Aku akan membuat mu bahagia Me, tidak akan aku biarkan kau kembali menangis. Ini adalah hari terakhir kau menangis, setelah nya akan aku isi hari mu dengan senyum dan tawa di wajah mu. Itu janji ku Me....
Ilham menggenggam erat tangan Medinah.
*****
" Mas, bangun ini sudah siang " Seru Hummairah pada Kendra
Kendra mengegeliat sembari mengusap wajahnya.
" Ada apa ? " Tanya Kendra
" Bangun, udah siang "
" Aku ngantuk banget sayang " Jawab Kendra yang mulai menggulung tubuhnya kedalam selimut kembali.
" Memang tadi malam tudur jam berapa ? "
"Pukul 2 " Kendra mengacungkan dua jarinya
" Astagfiullah, ngapain aja semalaman ? " Tanya Hummairah
" Kamu lupa, kemarin kita olah raga malam hingga dini hari. Kamu lupa yaa ? "
Hummairah terdiam dengan wajah yang memerah.
" Ya sudah " Hummairah tidak mau membahasnya lagi.
Hummairah pun berjalan keluar meninggalkan kamar
" Sayang mau kemana ? " Teriak Kendra " Ini dedek junior ku udah bangun lho " Teriakkan Kendra tidak di dengarkan oleh Hummairah.
__ADS_1
Bersambung