
Keyzia dan Zavira telah kembali ke Kairo untuk melanjutkan study mereka, kini giliran Kiano pulang ke Swiss dan Fachri akan ke Colorado untuk menyusul kedua orang tuanya.
Hanya tinggal Kanayah yang menemani Ummi, itu kalau Kanayah keluar dari kamarnya.
Kanayah memang pribadi yang tertutup, ia lebih cenderung pendiam dari kedua Kakaknya.
Kanayah lebih betah dirumah, ia bisa menghabiskan waktu seharian dikamar.Ia hanya turun untuk makan mengobrol sebentar dengan orang sekitarnya, setelah itu ia akan kembali masuk ke kamarnya.
Hummairah hanya bisa menghela napas melihat sikap putri bungsunya ini.
"Kanayah kemana Mi?" tanya Kendra saat makan malam.
"Dikamar nya." jawab Hummairah singkat.
"Dia seharian disana?" tanya Kendra terkejut.
"Iya Dad, aku khawatir dengan anak bungsu kita itu. Dia lebih asyik dengan dunianya sendiri, dan dia mampu menghabiskan waktunya dikamar seharian dari pada menemani Ummi nya disini." Hummairah mengadu pada suaminya.
Kendra terdiam, tapi ia mengerti dengan kecemasan istrinya.
"Nanti Daddy akan coba bicara padanya." hibur Kendra.
Setelah makan malam selesai, Kendra pun mengaja istrinya menemui Kanayah dikamarnya.
Tok... Tok... Tok...
"Dek, boleh Daddy sama Ummi masuk?" tanya Kendra diujung pintu kamar Kanayah.
Kanayah tersenyum sumringah dan mempersilahkan kedua orangtuanya untuk masuk.
"Ada apa?" tanya Kanayah to the point.
"Kamu lagi ngerjain apa Dek, kok bisa tahan seharian gak keluar kamar. Ummi kamu sampai khawatir karena kamu gak mau menemaninya di bawah, Ummi kira kamu udah gak sayang Ummi lagi." ungkap Daddy Kendra.
Kanayah tersenyum berjalan maju dan memeluk Ummi nya.
"Maaf ya Ummi, Nayah lupa sama Ummi." Kanayah memeluk dan mencium pipi Ummi nya.
"Kamu tuh bikin Ummi takut, Ummi kira kamu udah gak sayang Ummi lagi." ucap Ummi Hummairah manja pada Kanayah.
Kanayah tersenyum sembari memeluk Ummi dan Daddy nya.
"Sebenarnya Kanayah tu lagi daftar akademi militer di Inggris, dan daftar nya secara online. Dan juga ada sesi tanya jawabanya, ini rekomendasi dari guru Kanayah Mi." ucap Kanayah menjelaskan pada kedua orangtuanya.
"Kamu mau ke Inggris setelah ini?" tanya Hummairah lesu.
Kanayah mengangguk dan tersenyum.
"Jadi yang bakal nemanin Ummi dirumah siapa?" lanjut Hummairah lagi.
"Daddy kan ada!" jawab Kanayah santai.
"Makanya Mi, Daddy kan udah bilang kemaren kita bikin lagi satu adik untuk Kanaya, jadi kamu ada temannya dirumah." celetuk Kendra.
"Kalau itu Kanayah gak setuju." sambar Kanayah.
"Lho kenapa?" tanya Daddy Kendra.
"Daddy, Kanayah udah segede ini masih harus punya adek bayi lagi, gak mau. Lagian kasian Ummi pasti capek mengurusnya, belum lagi musim Daddy ngebucinin Ummi, manja sama Ummi. Aduh... jangan lagi deh." jelas Kanayah panjang lebar.
"Tuh mas dengerin kata anak nya." ucap Ummi Hummairah.
__ADS_1
"Baiklah sayang, tapi kalau manja nya gak bisa di ilangin." celetuk Kendra.
"Mi, malam ini Kanayah boleh ya bobo' nya sama Ummi sama Daddy." pinta Kanayah.
"Boleh sayang." jawab Hummairah cepat.
"Gak boleh, katanya tadi udah gede tapi kok masih mau bobo' ama Ummi Daddy sih." protes Daddy Kendra.
"Ummi..." rengek Kanayah.
"Boleh kok sayang, sini Ummi peluk." pujuk Hummairah.
"Tapi sayang aku gimana? Nanti aku bakalan gak bisa peluk-peluk kamu sayang." protes Kendra lagi.
"Sudah Ummi putuskan Kanayah bobo' nya sama Ummi malam ini." seru Hummairah. membawa putri bungsunya ke kamarnya.
Kanayah menjulurkan lidahnya ke arah Daddy nya.
Kendra pun berhasil dikalahkan oleh putrinya, tapi ia tetap tidak mau mengalah, jadilah Hummairah tidur ditengah diantara putri dan suaminya.
.......
Dua minggu kemudian Kiano menyusul istrinya ke Kairo, tapi tanpa sepengetahuan sang istri. Kiano ingin memberikan kejutan pada istrinya, tapi lebih dahulu memberitahu Kirana adiknya tentang kedatangannya.
Kirana dan Zavira kini tidak tinggal di asrama lagi, sejak Zavira menikah mereka telah diizinkan untuk tinggal diluar asrama. Maka Kendra pun memberikan sebuah rumah untuk ditempati anak dan menantunya. Kendra pun tahu sewaktu-waktu Kiano akan datang mengunjungi istrinya.
Kiano telah tiba dirumah mereka, sedangkan Kirana dan Zavira belum pulang dari kampusnya.
Kiano berjalan menuju kamarnya, setelah meletakan bawaannya ia pun bergegas mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mandi Kiano iseng memphoto dirinya yang sedang berada dihalaman depan rumahnya, kemudian Kiano mengirimkannya kepada Fachri.
Dab benar saja Fachri langsung menelpon Kiano.
"Lu dimana Ki, jangan bilang lu lagi di Kairo." seru Fachri.
"Iya, gue lagi di Kairo, datangin istri gue. Kenapa lu ngiri sama gue?" ejek Kiano.
"Kok lu gak bilang gue sih mau kesana?" protes Fachri.
"Ngapain gue bilang sama lu, lu mau ikut gue bulan madu gitu? Gue kesini itu mau honeymoon sama istri gue. Kalau lu ikut gimana gue mau honeymoon."
"Tapi kan kasian Kirana ditinggal sendirian." elak Fachri.
"Emang kenapa kalau Kirana tinggal sendiri, dia bisa jaga diri kok. Lagian kalau ada lu malah gue yang was-was." ucap Kiano.
"Kenapa memangnya?" tanya Fachri
"Gue takut kalau Kirana terlalu dekat sama lu, gue kan *** siapa lu." Kiano terkekeh.
"Ki, mungkin gue dulu gitu. Tapi sekarang gue udah berubah, dan gue serius sama Kirana. Lu mau apa dari gue, agar bisa ngebuktiin bahwa gue serius sama Kirana adek lu." pungkas Fachri. Kali ini Fachri tidak main-main dengan ucapannya.
Kiano tersenyum mendengar pernyataan Fachri, ide jahil pun menempel di otak Kiano.
"Lu bilang lu serius sama adek gue." tanya Kiano.
"Gue serius Ki." jawab Fachri mantap.
"Dan mau lakuin apa pun untuk ngebuktiin nya?" lanjut Kiano.
"Iya gue siap." sambar Fachri.
__ADS_1
"Kalau gue suruh lu susul gue kesini besok bagaimana?" tantang Kiano.
Fac terdiam sejenak mengambil napas, kemudian ia pun harus menutup telponnya karena meeting akan segera dimulai.
Diseberang sana Kiano tersenyum, tidak memperdulikan ucapannya pada Fachri.
Kiano masuk kedalam kamarnya, untuk tidur beristirahat sambil menunggu istrinya pulang kuliah.
Tepat lepas ashar Zavira dan Kirana pulang kuliah, setelah selepas mandi dan sholat ashar, Zavira pu membangunkan suaminya untuk mandi dan sholat ashar dahulu.
"Kak.... Kak... bangun Kak, sudah sore, Kakak pasti belum sholat ashar kan?" tanya Zavira.
Kiano menggeliatkan tubuhnya, dan perlahan membuka matanya.
"Sayang kamu udah pulang?" tanya Kiano.
Zavira tersenyum meraih tangan suaminya kemudian menciumannya.
Kiano bangun dan merentangkan kedua tangannga, meminta sang istri untuk memeluknya.
Zavira tersenyum dengan wajah memerah karena malu, ia lun masuk kedalam pelukan suaminya.
"Aku kangen...." ucap Kiano pelan kemudian mencium rambut istrinya.
"Iya, aku juga kangen. Kapan kamu tiba Kak?" tanya Zavira.
"Sayang kamu lupa ya?" tanya Kiano.
"Lupa apa?" Zavira bingung.
"Aku kan minta kamu manggil aku sama seperti Ummi manggil Daddy."
"Oh..." Zavira terkekeh. "Iya aku lupa, maaf ya." ucap Zavira kemudian mencium pipi suaminya.
"Waah... sayang kamu ada kemajuan ya sejak aku tinggal."
Zavira mengerutkan keningnya bingung.
"Kamu udah berani godain aku ya, kamu tau gak aku udah nahan lama kayak apa rasanya?" pungkas Kiano.
"Godain suami sendiri gak masah Kak, yang gak boleh itu godain suami orang." Zavira kembali mencium pipi suaminya.
"Sayang kamu bikin Pak Ogah bangun nih." celetuk Kiano.
"Pak Ogah siapa?" Zavira bingung.
"Pak Ogah itu...." tunjuk Kiano ke arah sela kedua pahanya.
Mata Zavira membulat, kemudian segera berdiri menjauh.
"Sayang kamu harus tanggung jawab lho." pungkas Kiano.
"Gak mau, Kakak mandi dan sholat dulu sana. Aku mau siapin makan malam." seru Zavira.
"Jadi kita gak jadi main bola sekarang?" tanya Kiano.
"Nanti malam aja." seru Zavira keluar dari kamarnya.
"Janji lho ya.." teriak Kiano.
Kiano pun segera beranjak mandi dan segera menunaikan kewajibannya.
__ADS_1
Bersambung.