
"Sayang, ada yang ingin aku katakan." ucap Kendra.
"Ada apa Mas?"
"Ini mengenai masalah keluarga Medinah di Kanada."
"Ada apa dengan mereka Mas." Hummairah mulai cemas.
"Kemarin saat di luar kota aku mendapat telpon dari rekan bisnis yang disana, mereka bilang perusahaan milik Tuan Samuel Ayah Medinah sudah berpindah tangan. Dan saat ini bukan lagi Papa Medinah yang memegang kuasa penuh, melainkan istri dari Kakak sepupu Medinah."
"Istrinya Zian? Tapi kok bisa?"
"Nafsu akan kekuasaan mengubah sikap seseorang sayang."
"Jadi bagaimana bisa Tuan Samuel dengan mudah memberikan kepada mereka?"
"Saat Tuan Samuel sedang mendapat serangan Stroke, dan harus dirawat dirumah sakit selama dua minggu, dan Zian lah yang mengurus semua masalah perusahaan. Zian adalah orang kepercayaan Tuan Samuel, sebab Zian bukan hanya asisten dan tangan kanannya, tapi juga keponakan dari mendiang istrinya. Sebab itu lah Tuan Samuel sangat menyayangi Zian, begitu juga dengan Zian.
Tapi ternyata istri Zian memiliki pemikiran yang berbeda, diam-diam ia menyusun rencana untuk mengusai seluruh harta kekayaan yang seharusnya milik Medinah, pewaris satu-satunya."
"Jadi dimana mereka sekarang, dan Tuan Samuel dan Nyonya Rebecca bagaimana keadaan mereka?"
"Mereka saat masih berada di rumah besar itu, istri Zian menahannya. Nyonya Rebecca meninggal dalam kecelakaan, sedangkan Tuan Samuel terbaring tidak berdaya dikamar pembantu."
"Kenapa keluarga mereka selalu dirundung masalah seperti ini Mas, kemarin keluarga suami Nanny, sekarang ini. Tapi mengapa mereka tidak memberitahu kita."
"Kamu tau Ilham kan, dia tidak akan mau membebani kita lagi."
"Sekarang mereka tinggal dimana?" Hummairah semakin penasaran.
"Mereka saat ini tinggal di rumah Jessica, saat ini Jessica telah menikah dengan Dokter yang merawatnya dulu."
Hummairah mengangguk. "Kenapa Jessica dan suaminya tidak membawa serta orang tuanya?"
"Tidak bisa, sebab istri Zian selalu mengancam jika mereka berani membawa Tuan Samuel dan istrinya. Dia juga mengatakan bahwa selama dirumah mereka Tuan Samuel dan istrinya tidak akan menerima upah sepeserpun, sebab sudah dipotong biaya makan dan tinggal mereka."
"Ya Allah, kejam sekali. Mengapa ada orang seperti itu, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Hummairah.
"Aku kan ke Kanada malam ini, dan akan langsung menemui mereka di dirumah Jessica."
"Aku mengerti Mas." Hummairah menganggukan kepalanya.
"Tapi, aku belum bisa membawamu ikut serta."
"Sudha tidak apa-apa, aku paham. Yang penting kamu selesaikan dulu masalah mereka, mereka juga bagian dari keluarga kita Mas." tutur Hummairah.
"Baiklah, aku akan berangkat ke kantor. Siang aku kembali dan menyiapkan semuanya, kamu bantu aku ya!" pinta Kendra.
"Kan memang selalu aku kan yang menyiapkan semuanya." goda Hummairah.
"Iya, kamu yang terbaik. Aku mencintaimu." Kendra mengecup bibir istrinya.
"Mas, ini diluar banyak pelayan."
"Tidak masalah, biar mereka tau bahwa Tuan nya ini sangat mencintai istrinya."
"Ya sudah aku antar ke depan."
Hummairah pun mengantarkan suaminya hingga kedepan pintu.
__ADS_1
.....
Plaak...
Kembali sebuah tamparan mendarat dipipi Kayla, tapi kali ini bukan dari Ibunya Kai, tapi Kai Zhou sendiri.
"Kai, kamu...." mata Kayla mulai memanas.
"Ya, aku... kenapa? Berani-berani nya kamu pulang kerumah mu tanpa ijin dari ku, dan diam-diam pergi menemui Kiano." ucap Kai Zhou penuh amarah.
"Tapi, aku pulang sebab usulan dari Ibu mu Kai, dan aku juga menemui Kiano atas usulan Ibumu juga."
Plaak....
Kembali pipi Kayla mendapat tamparan, tapi kali ini lebih keras dari sebelumnya.
Sudut bibir Kayla kembali mengucurkan darah, air mata Kayla kini sudah tidak bisa lagi ia bendung.
"Menangis.. hanya bisa menangis, benar yang dikatakan Ibuku ka memang wanita yang tidak berguna." dan berbagi umpatan pun keluar dari mulut Kai Zhou yang saat itu sedang mabuk.
Kai Zhou pun semakin beringas merobek baju yang Kayla kenakan, dan Kai Zhou kembali melakukan hubungan badan bersama Kayla. Tapi kali ini ia melakukannya secara brutal, Kayla hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan Kai Zhou
Kayla kini hanya bisa menangis sejadi-jadinya, ia tidak bisa melawan.
Wajah dan tubuh Kayla kini penuh luka dan lebam, Kayla hanya bisa kembali menangis seperti biasanya. Sedangkan Kai Zhou, ia telah tertidur pulas setelah puas menyiksa Kayla.
Pagi harinya Kayla bangun dengan sekujur badan terasa perih, perlahan Kayla bangun kemudan tertatih berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Didalam kamar mandi Kayla kembali meringis, perih ia rasakan saat air mengguyur tubuhnya. Ia pun kembali menangis dan meratapi nasibnya, ingin rasanya ia pergi dan lepas dari semua ini. Tapi, ia masih beratnk
untuk pergi kesini, kini Kayla hanya bisa menunggu waktu dimana semua impiannya terwujud.
.....
Keesokan harinya, setelah sarapan Kendra pun segera keluar dari hotel dan menuju ke rumah Jessica, tidak sulit bagi seorang Kendra mencari
untuk mencari alamat seseorang. Dengan koneksi yang ia miliki dengan sekejap bisa ia temukan.
Kendra tiba di sebuah rumah sederhana yang sangat asri dipinggiran kota.
Kendra melihat sekeliling rumah, mata Kendra menangkap sosok si kembar yang sedang berjalan keluar untuk berangkat ke sekolah.
"Alif, Alfian." seru Kendra turun dari dalam mobil.
Sikembar pun segera menoleh mencari sumber suara.
"Daddy....." teriak si kembar dan berlari ke arah Kendra dan memeluknya.
"Daddy kok ada disini?" tanya Alfian.
"Daddy lagi nyariin kalian, dimana Papa dan Mama kalian?" tanya Kendra.
"Papa sudah berangakat kerja pagi-pagi sekali, sedangkan Mama ada dirumah bersama Mommy Jessie." jawab Alif.
"Baiklah, kalian akan akan kesekolah?" tanya Kendra.
"Iya Dad, kita berangkat dulu ya." seru Alfian.
"Tunggu kalian naik apa kesekolah?" Kendra menahan langkah si kembar.
__ADS_1
"Kita akan jalan kaki Dad." jawab Alif.
"Sudah kalian pakai ini saja." Kendra menunjuk taxi yang ia gunakan. "Pak tolong antar mereka sekolahnya, ini uang nya ambil kembaliannya." ujar Kendra.
"Terimakasih Daddy." Alif memeluk Kendra.
"Iya Nak, sekarang segera berangakt, nanti kalian akan terlambat."
Setelah berpamitan pada Kendra, si kembar pun masuk kedalam taxi dan taxi yang membawa si kembar pun berlalu.
Kendra mealngkah masuk kedalam pekarangan rumah.
Kendra mengetuk pintu.
Tok....Tok.... Tok....
Tidak lama kemudian terdengar seseorang membuka pintu.
Ceklek...
"Ya, cari siapa?" tanya orang didepan Kendra.
"Maaf, saya mengganggu. Saya ingin bertemu dengan Medinah, saya saudaranya Ilham suami Medinah." ucap Kendra memperkenalkan diri.
"Oh.. maafkan saya Tuan, mari silahkan masuk." orang itu pun mempersilahkan Kendra masuk kedalam rumahnya.
"Je... bilang pada Medinah ada keluarga suaminya." ujar Antony pada istrinya.
"Kendra." ucap Jessica dan berjalan mendekat ke arah Kendra.
"Kamu kenal dia?" tanya Antony.
"Iya, dia adalah saudaranya Ilham, dan Kendra kenalkan ini suamiku Antony."
Kendra dan Antony pun bersalaman.
"Apa kabar kabar kalian semua disini?" Kendra mengulurkan tangannya.
"Aku baik, sebentar aku akan panggilakan Medinah. Duduklah dulu."
"Je, aku akan langsung kerumah sakit sekarang." Antony pamit pada istrinya. "Maaf Tuan Kendra saya tidak bisa menemani anda, saya harus kerumah sakit sekarang."
"Tidak apa-apa Dokter, cukup panggil saya Kendra saja." ujar Kendra menjabat tangan Antony.
Setelahnya Antony pun berangkat kerumah sakit, sedangkan Jessica memanggilkan Medinah yang sedang berada di kamarnya.
Medinah begitu terkejut saat melihat Kendra.
Mereka telah duduk dan mulai berbicara.
"Kend, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Medinah.
"Aku sedang melakukan kunjungan kerja, dan aku pun kangen dengan kedua putra kembarnya Hummairah. Aku sudah pergi ke rumah lama mi, tapi mereka bilang kamu tidak disana."
"Ya... kamu sudah tidak tinggal disana."
"Apa kalian punya masalah?"
Medinah terdiam dengan wajah sedih ia pun mulai menceritakan semuanya.
__ADS_1
Bersambung.