CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
148.


__ADS_3

Hummairah mendapat telpon dari Kendra, ia pun menceritakan kejadian saat ia harus mewakili suaminya untuk menyambut tamu besar yang akan menginap di hotelnya.


Hingga rencana keluarga Yan yang ingin menjodohkan Kirana dan Kai Zhou.


"Jadi jawaban apa yang kamu berikan pada mereka sayang?" tanya Kendra tergelak.


"Aku tidak memberikan jawaban apapun Mas, malahan aku mengingatkan mereka tentang Kayla." jawab Hummairah.


"Lantas bagaimana reaksi mereka." Kendra masih tergelak.


"Wajah Nyonya Yan berubah kecut, setelah aku mengatakan bahwa mereka telah mengumumkan Kayla sebagai menantunya." tuturnya.


Tawa Kendra makin terdengar keras saat ia tahu bahwa istrinya yang selama ini diam dan lemah lembut, bisa juga berubah menjadi ketus dan galak.


"Kenapa kamu tertawa Mas, ada yang lucu?" tanya Hummairah heran.


"Kamu yang lucu sayang." jawab Kendra disela tawanya.


"Aku lucu? maksudnya?" Hummairah tambah bingung.


"Kamu itu kalau lagi marah ya lucu. " lanjut Kendra tertawa.


"Ish... kamu kok gitu sih!" ucap Hummairah kesal.


"Iya maaf sayang, gitu aja kok ngambek. Ya udah aku minta maaf ya!" pujuk Kendra.


"Oh ya Mas, kapan kamu akan pulang?" Hummairah mulai mengalihkan perhatian Kendra agar berhenti menggodanya.


"Mungkin besok sayang. Kenapa kamu udah kangen ya?" Kendra kembali menggoda istrinya.


Hummairah memutar bola matanya kesal.


"Bukan... aku udah lelah ke kantor Mas."


"Hemmm... baiklah, aku akan selesaikan secepatnya masalah disini. Dan akan langsung pulang, aku udah kangen sama kamu tau!" ujar Kendra.


"Baiklah, udah dulu ya. Ingat istirahat dan makan tepat waktu, oke!!! I love u." Hummairah menutup panggilannya.


....


Kayla telah bersiap akan ke kantor pagi ini, setelah menyantap habis sarapannya ia pun bergegas keluar dari apartemennya.


"Mau kemana Kamu?" sebuah tangan menahannya dan menarik secara paksa untuk ikut masuk kembali kedalam apartemennya.


"Nyonya, apa yang anda lakukan. Saya akan ke kantor sekarang." seru Kayla.


"Kantor? Kantor yang mana, kau sudah tidak perlu bekerja lagi disana karena kau sudah tidak berguna." ucap Nyonya Yan.

__ADS_1


"Tapi Nyonya, saya sudah tanda tangan kontak selama satu tahun. Jika saya melanggar saya mesti ganti rugi." Kayla memelas.


"Itu bukan urusan ku, yang jadi urusanku sekarang adalah aku akan menjauhkan mu dari putraku."


"Apa salah saya Nyonya, mengapa Nyonya begitu membenci saya, dan mengapa Nyonya tidak bisa menerima kehadiran saya." Kayla menangis tersedu.


Plaak...


Kembali sebuah tamparan keras mendarat kembali dipipi Kayla.


"Berani sekali kau menanyakan kesalahanmu, kau mau tau kesalahanmu, baiklah aku akan memberitahu apa kesalahanmu. Karena kau berasal dari keluarga miskin, kau tidak sederajat dengan ku. Bahkan pembantu lebih terhormat dari pada kau dan keluarga mu." dan berbagai hinaan dan cercaan yang Nyonya Yan lontarkan untuk Kayla.


Kayla hanya bisa menangis, mendengarkan semua hinaan untuk nya dan keluarga nya.


Setelah puas menghina Kayla, Nyonya Yan pergi meninggalkan gadis itu sendiri dengan kondisi berantakan.


Kayla mencoba menghubungi Kai Zhou, tapi tidak ada jawaban dari Kai Zhou. Berulang kali Kayla mencoba menghubunginya kembali, tapi tetap tidak menjawab panggilan Kayla.


Kayla pun melempar barang-barangnya, kemudian menangis sejadi-jadinya. Karena kelelahan menangis kayla pun tertidur.


Malam hari Kai Zhou datang, ia heran melihat keadaan apartemen Kayla gelap gulita. Saat Kia Zhou menghidupkan lampu ruangan, Kai Zhou pun terkejut melihat keadaan ruangan itu begitu berantakan. Tapi yang membuat Kai Zhou terkejut adalah kondisi Kayla yang tergeletak dilantai.


"Kay..... Kayla bangun Kay." Kai Zhou cemas melihat keadaan Kayla. Ia pun segera menelpon keamanan, Kai Zhou mengira Kayla baru saja mengalami perampokan.


Setelah membereskan semuanya, Kai Zhou pun meneami Kayla di kamarnya.


Kai Zhou tersenyum melihat Kayla telah sadar.


"Kamu sudah sadar?" Kai Zhou membantu Kayla bangun dan duduk diatas tempat tidur.


"Katakan padaku apa yang terjadi, kenapa saat aku masuk keadaan rumah ini berantakan, dan aku menemukan kau pingsan didepan pintu kamar."


Kayla terdiam dan memalingkan wajahnya menghadap jendela kamarnya.


"Kay apa yang terjadi, cerita kan padaku. Apa kau baru saja mengalami perampokan, tapi aku memeriksa tidak ada barangmu yang rusak." tutur Kai Zhou.


Kai Zhou masih terdiam menatap kosong kearah luar.


Kai Zhou mendekati Kayla, dan duduk disampingnya.


"Katakan padaku Kay, apa yang terjadi?"


"Apa kalau aku mengatakan yang sebenarnya kamu akan percaya padaku Kai Zhou?" Kayla mulai bersuara.


"Tentu saja, aku pasti percaya padamu." jawab Kai Zhou.


"Ibu mu." jawa Kayla singkat.

__ADS_1


Kai Zhou terkejut hingga mulutnya ternganga.


"Itu tidak mungkin." jawab Kai Zhou tidak percaya.


"Kamu bertanya padaku, dan aku menjawabnya. Dan aku juga mengatakan ,apa kau akan percaya padaku jika aku mengatakannya, kau juga menjawab kau akan mempercayaiku. Tapi setelah aku bicara dan mengatakan yang sebenarnya, kau malah tidak percaya" jawaban Kayla mulai meninggi.


"Aku akan percaya jika kau mengatakan orang lain, sekarang kau mengatakan semua ini adalah ulah Mama. Aku tidak akan pernah percaya." jawab Kai Zhou tidak kalah sengit.


"Jadi untuk apa kau bertanya, toh kau juga tidak akan percayakan?" nada bicara Kayla lebih meninggi lagi.


"Aku tau siapa Mama, dia tidak mungkin berbuat seperti itu. Mama adalah pribadi yang baik, anggun dan sangat bermartabat. Tidak seperti yang kau ceritakan."


"Apa kau bilang? Ibu mu baik dan martabat, cuih." Kayla meludahi lantai saat ia mendengar Kai Zhou memuji Ibunya.


Melihat hal itu membuat Kai Zhou berang dengan penuh kemarahan Kia Zhou berjalan menghampiri Kayla kemudian.


Plaak... Plaak...


Kali ini dua kali pipi Kayla mendapat tamparan, kedua sudut bibirnya kembali pecah dan berdarah kembali. Tubuh Kayla pun tersungkur, dan jatuh menabrak ujung tempat tidur.


"Aku tidak akan pernah bisa menerima seseorang menghina Ibu ku Kay, siapa pun itu. Termasuk kau." hardik Kai Zhou.


"Lalu apa kau pikir aku akan mengarang cerita dan melukai diri ku sendiri sepeti ini." bentak Kayla.


"Kaylaaa..... kau berani membentak ku?" Kai Zhou sudah mulai hilang kesabaran.


"Kau sudah sering melakukannya padaku, apa yang takut kan lagi?" Kayla berteriak menggila.


"Kayla..." Kai Zhou pun menjambak rambut Kayla kemudian menariknya naik ke atas tempat tidur. "Kau akan tau akibat dari perbuatan mu, karena telah menghina Ibuku."


Kai Zhou kembali menyiksa Kayla, merobek pakaian yang ia kenakan. Kayla hanya bisa menangis pilu.


....


Fachri berada di Swiss, karena ikut Mamanya untuk perjalanan bisnis. Fachri kini mulia belajar bisnis saat mendapat sentilan dari Kirana. Gadis itu mengatakan ia menginginkan pria tidak hanya sholeh tapi juga mapan untuk jadi calon suaminya. Kirana juga mengatakan bahwa ia akan berada dirumah mengurus suami dan anak, sementara suaminya lah yang akan menafkahinya.


Sejak saat itulah Fachri mulai tertarik pada dunia bisnis. Sebenarnya ia tidak tertarik pada bisnis, tapi saat Mama nya menjelaskan ia pun perlahan mencoba belajar.


Fachri pun menghubungi Kiano.


"Hallo adik ipar, apa kabar? Tumben." sapa Kiano.


Fachri tersenyum. "Gie lagi sedang berada di Swiss, apa lu bisa jemput gue sekarang?" tanya Fachri.


"Benarkah, baiklah. Nanti jam dua aku akan menjemput, saat ini aku sedang di kampus."


"Baiklah, aku tunggu." Fachri pun menutup telponnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2