CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
188.


__ADS_3

Reza begitu murka saat menerima hasil tes DNA. Ia benar-benar tidak menyangka jika Luna sudah berani menipu keluarganya.


"Aku akan memberinya pelajaran." ucap Reza.


"Kita tunggu saja dia kembali, dan langaung bertanya padanya."


"Aku akan langsung mengusirnya." ucap Reza tegas.


Saat Reza dan Mia sedang berbicara, tiba-tiba Siti salah satu pelayan dirumah, menghampiri mereka.


"Nyonya, saya ingin mengatakan sesuatu." ucap salah satu pelayan yang bekerja dirumah Fachri.


"Kamu mau ngomong apa Siti?" tanya Mia sang majikan.


"Begini Nyonya, sebelumnya saya minta maaf karena sudah lancang ikut campur urusan keluarga Nyonya."


"Katakan saja Ti."


"Nyonya saya tidak tau harus memulainya dari mana. Tapi saya tidak sengaja mendengar pembicaraan antar Tuan dan Nyonya."


"Pembicaraan yang mana Ti?" tanya Mia.


"Itu yang tentang hasil tes DNA, den Andrew."


"Kenapa Ti?"


"Saya ingin bertanya, kalau kita ingin melakukan tes itu. Kita harus bagaimana ya Nyonya?"


"Kita harus ambil sampel Ti, misalnya darah, kuku, dan rambut. Kamu kanapa tanya itu?"


"Kemaren saya tidak sengaja melihat Mbak Luna masuk ke kamar Den Fachri dan mengambila beberpa helai rambut dari sisir den Fachri." ucap Siti.


"Kamu yakin Ti?" tanya Mia.


"Saya yakin Nyonya, soalnya saya sedang berada di kamar mandi den Fachri saat itu."


"Apa yang kamu lakukan disana?" tanya Reza.


"Hari itu giliran saya yang membereskan kamar den Fachri."


Mia fan Reza saling berpandangan.


"Saya liat, Mbak Luna masuk kedalam kamar den Fachri, tidak lama setelah den Fachri keluar dari kamarnya." lanjut Siti.


"Baiklah... kamu rahasiakan ini dulu, nanti jika sudah saatnya kami akan memanggil kamu."


"Baik Tuan, Nyonya. Kalau begitu saya permisi kebelakang lagi." Siti pun keluar dari kamar majikannya dan kembali ke dapur.


Reza semakin geram dengan ulah Luna, ia benar-benar akan mengusir Luna dari rumah itu saat ini juga.


....


Keluarga Kendra sedang mempersiapkan acara pernikahan Kirana dan Fachri, acara akan diadakan kediaman Kendra, dan akan diselenggarakan seceara sederhana. Hanya keluarga inti yang akan hadir di acara itu.

__ADS_1


"Cieee... yang mau nikah." gida Kiano.


"Apaan sih lu Kak?" ucap Kirana.


"Akhirnya setelah penantian panjang, salut gue sama si Fachri bisa tahan selama itu."


"Itu namanya komitmen." jawab Kirana.


"Eh... tapi gue penasaran, kapan si Fachri nembak lu sih. Kok gue gak tau, gue taunya lu berdua udah jadian aja."


"Kita gak ada tembak-tembakan, kita hanya jalanin aja. Karena merasa nyaman, ya kita terusin."


"Keren...."


"Ya dong..."


"Selama LDRan, apa kalian biasa saling berhubungan?"


"Bisa dong.."


"Gimana?"


"Nih... lewat dia." ucap Kirana menunjuk Zavira.


"Maksudnya?"


"Fachri selalu mengirimkan pesan untuk Kirana melalui aku, dan Fachri selalu berpesan padaku untuk selalu mengawasi dan menjaga Kirana." jawab Zavira.


"Waaah.. sayang, sepertinya kamu berperan penting dalam hubungan mereka." ucap Kiano.


Hingga tanpa sadar Kendra dan Hummairah masuk ke kamar.


"Pada ngumpul disini?" ucap Kendra.


"Daddy, Ummi." ucap mereka serentak.


Hummairah dan Kendra berjalan masuk mendekati mereka.


"Kamu sudah siap sayang?" tanya Kendra mendekati Kirana, menangkup wajah putrinya dan mengecup kening putrinya.


Kirana mengangguk dan tersenyum pada Daddy nya.


"Kamu tau sayang, aku sangat bahagia saat aku mendengar kamu hamil saat itu. Aku membayangkan rumah kita akan rama dengan gelak tawa Kiano dan adiknya nanti, aku merasa baru saja kemarin, aku memimpin tangannya untuk mengajarinya berjalan. Tapi hari ini, aku akan menyerahkan tangan itu pada orang lain untuk menuntunnya. Dia adalah tuan putri di rumah ini." ucap Kendra pada istrinya.


Hummairah berjalan mendekati suaminya.


"Sekarang tuan putrinya Daddy sudah dewasa, dan akan ikut pangerannya tinggal di kastil impiannya." ucap Hummairah.


Mata Kirana berkaca-kaca dan memeluk kedua orang tuanya.


"Kalian sudah siap?" tanya Kanayah yang sudah tiba dua hari yang lalu. Ia segera meminta ijin pada dosennya, saat Ummi nya menelpon dan mengatakan kalau Kakaknya nya Kirana akan menikah.


"Iya.. kami sudah siap." jawab Kiano.

__ADS_1


"Keluarga Kak Fachri sudah datang, dan lagi nunggu di bawah. Penghulunya juga udah datang."


"Kalau gitu, kita turun sekarang ya." ucap Hummairah. "Tapi kalian tetap disini, temani Kirana."


Kendra, Hummairah, dan Kiano pun turun menemui keluarga Fachri dan beberpa tamu.


Setelah berbincang-bincang sejenak, tibalah waktunya Fachri mengucap ijab qabul.


Kendra sendiri secara langsung yang menikahkan Kirana.


"Ya, Fachri Syah Reza bin Reza Maulana saya nikah dan kawinkan engkau, kepada putri kandung saya yang bernama Kirana Dewi binti Kendra Adi Utama dengan mas kawin sebentuk cincin emas dan seperangkat alah sholat dibayar Tunai." ucap Kendra menggenggam tangan Fachri.


"Saya terima nikah dan kawinnya putri bapak yang bernama Kirana Dewi binti Kendra Adi Utama dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." dengan lancar dan fasih Fachri melafadzkan nya.


Sah... sah...sah..


Ucap semua yang hadir disana. Kirana pun dijemput turun untuk menemui tamunya.


Fachri terpana melihat Kirana yang turun dari kamarnya, dalam balutan serba putih Kirana bak ratu.


Fachri menyematkan cincin di jari Kirana, kemudian mencium kening Kirana istrinya. Kirana pun mencium tangan Fachri sebagai baktinya kepada suaminya.


Mereka pun mendekati orangtua mereka mencium tangan dan memeluknya. Kendra dan Hummairah menangis haru, saat Kirana memeluknya.


"Tuan Kendra, mulai saat ini Kirana adalah putri kami." ucap Reza.


"Dan kami juga akan membawanya tinggal dirumah kami." sambung Mia.


"Kalau Kirana putri kalian, lalu aku anak siapa?" celetuk Fachri.


"Kamu bagian dari kami." jawab Hummairah.


"Tidak Ummi... Kiano tidak terima, jika


dirumah ini Kiano ada saingannya." ucap Kiano.


"Kenapa?" tanya Hummairah.


"Ummi, Kiano gak mau nambah satu saingan lagi. Cukup Daddy dan Zaki, Kiano mau tetap jadi kesayangan Ummi."


"Apa? Kamu bilang Daddy saingan kamu? Dengar ya, Daddy ini kesayangannya Ummi tau."


"Tapi, lu seakarang harus terima kenyataan Kak. Kalau sekarang saingan lu nambah satu, dan perhatian Ummi bakal terbagi buat lu." celetuk Kanayah.


Semuanya pun tertawa bahagia, tapi tanpa mereka sadari sepasang mata mengintai mereka dari kejauhan, dan menahan amarahnya.


"Aku tidak bisa menerima kekalahan ini, kamu harus jadi milik ku Kirana. Aku pastikan kamu akan jadi milik ku." gumam Lucas mengepalkan tangannya.


Lucas pergi meninggalkan kediaman Kendra dan menuju kembali ke apartemennya dengan perasaan marah. Ia berjanji akan merebut Kirana dari tangan Fachri, dan akan ia bawa Kirana pergi jauh dari negeri ini.


Bersambung...


maaf atas keterlambatan up nya, aku sibuk sekali akhir-akhir ini..

__ADS_1


tinggal beberapa part lagi maka cerita ini akan end...


__ADS_2