
Pagi hari di kediaman Kendra, Nyonya rumah itu sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk seluruh keluarganya. Di tambah kedatangan Kakek, Ilham dan si kembar di rumah mereka menambah ramai suasana kastil mereka.
Semuanya telah siap, Hummairah segera memanggil anggota keluarganya.
Hummairah naik ke atas untuk memanggil Kendra yang masih berada di kamarnya.
Hummairah tersenyum saat melihat suaminya sedang berdiri di depan cermin, ia pun masuk dan menghampirinya.
"Sarapan sudah siap, ayo kita turun dan sarapan bersama." ajak Hummairah sembari memasangkan Kendra dasinya.
Kendra menarik Hummairah dan merapatkan tubuh mereka hingga tidak ada lagi jarak diantara mereka. Hummairah tersenyum pada suaminya.
"Ada apa, apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" tanya Hummairah sembari melingkarkan tangannya di leher Kendra, kemudian menggesekan hidung mereka.
Kendra tersenyum. "Sudah berani menggoda ku sepagi ini?" ucap Kendra.
Hummairah hanya tersenyum.
"Itu buku tabungan milik mereka, sebaiknya kamu kembalikan pada mereka." ucap Kendra menunjukan buku tabungan milik ketiga anaknya di atas meja.
"Kamu tidak jadi memakainya?" tanya Hummairah.
"Tidak, uang hasil dari hotel sudah lebih dari cukup."
"Baiklah, tapi mas menurut aku lebih baik kamu simpan dulu deh buku tabungan mereka."
"Kenapa?"
"Mereka kan bermaksud membantu Daddy nya, jadi sebaiknya kamu hargai niat mereka." ujar Hummairah mengecup pipi suaminya dan tersenyum manis.
Kendra mengecup bibir istrinya. "Baiklah, tapi sebaiknya kamu yang simpan ya." pinta Kendra yang kembali mengecup bibir istrinya. Kecupan yang awal nya lembut dan manis berubah menjadi ciuman membakar gairah Kendra di pagi hari, disaat Hummairah membalas setiap kecupannya.
Kendra melepas sejenak pagutan nya dan membiarkan Hummairah mengambil napas.
Kemudian melanjutkannya kembali aktifitas nya menikmati manisnya bibir sang istri.
"Aku tidak jadi ke kantor." ucap Kendra.
"Kenapa?" tanya Hummairah bingung.
"Karena kamu sudah menggodaku pagi ini, membuat si Jhordy kecil terbangun."
"Jhordy? Siapa?" tanya Hummairah bingung.
"Itu, si Jhordy kecil yang di dalam." ujar Kendra menunjuk ke arah celananya yang mulai terlihat lebih ketat.
Hummairah mengangakan mulutnya, kemudian bergeser sedikit agak menjauh dari Kendra.
Tapi terlambat Kendra kembali menariknya kembali mendekat dan ******* kembali bibir milik istrinya, kini lebih lembut dan lebih dalam. Dengan rakus Kendra melahap bibir Hummairah, hingga wanita itu kesulitan bernapas.
Hummairah menepuk pundak Kendra agar ia berhenti dari kegiatanya. Setelah Kendra melepaskan tautan bibir mereka, Hummairah pun mencoba menstabilkan napasnya yang tidak beraturan.
Kendra tersenyum puas setelah mengerjai istrinya.
"Baiklah, ayo kita turun sarapan. Kasian Kakek dan yang lain sudah menunggu." ujar Kendra setelah merapikan pakaiannya.
Hummairah pun mengikuti langkahnya setelah merapikan penampilannya.
Dibawah mereka telah memulai sarapan terlebih dahulu.
"Maafkan kami Ken, kami terpaksa memulai sarapan tanpa kalian." ucap Ilham.
"Tidak apa-apa, aku juga minta maaf karena terlambat turun. Tadi ada urusan yang harus aku selesaikan." ujar Kendra melirik Hummairah.
"Sudah cepat sarapan, nanti kesiangan berangkat ke kantornya." ucap Hummairah sembari menyiapkan sarapan untuk Kendra.
Setelah semuanya berangkat, selain Hummairah tinggallah kiano,Kakek dan Ayah Hummairah.
Kiano sengaja tidak kesekolah hari ini, sebab ia hanya tinggal menunggu hasil kelulusan.
Jadi memutuskan untuk tetap dirumah.
"Sayang, kamu gak ada acara kan hari ini?" tanya Hummairah pada Kiano.
"Gak, kenapa Mi?"
"Temani Ummi ke supermarket ya, ada yang mau Ummi beli." jawab Hummairah.
"Sekarang Mi?"
"Iya, Ummi ganti baju dulu." ujar Hummairah.
"Kiano siapin mobil ya." Kiano pun berjalan pergi menemui supir untuk memintanya menyiapkan mobil.
Hummairah turun dan segera menemui Kakek dan Ayahnya.
"Kek, Yah Arah ke pasar sebentar ya. Kalau mau sesuatu bilang aja sama pelayan." ujar Hummairah.
"Iya, Nak. Hati-hati." ucap Ayah.
__ADS_1
"Hati-hati dijalan Ra, Kiano jaga Ummi kamu ya." ucap Kakek memperingatkan.
"Siap Opa, Kek Kiano pergi dulu ya!" Kiano pamit pada kedua orang tua itu.
"Bi, titip mereka ya, tolong tanya sama mereka, kalau Ayah atau Kakek butuh sesuatu." ucap Hummairah.
"Baik Nyonya." kawab pelayan.
Hummairah dan Kiano akhirnya berangkat diantar oleh supir.
Setelah tiba disana Hummairah pun memerintahkan Kiano mengambil troli dan mereka pun mulai berburu apa yang ia cari.
Saat sedang asyik menemani Ummi nya berbelanja, Kiano melihat Kayla yang juga sedang mendorong troli.
Kiano pun menghampiri Ummi nya.
"Mi, Kiano kesana sebentar ya." ijin Kiano.
"Ngapain sayang?" tanya Hummairah.
"Ada calon mantu Ummi." Kiano asal.
"Apa sayang?"
"Maksud Kiano ada temen Kiano Mi." Kiano cengengesan.
"Iya, hati-hati ya sayang."
Kiano segera berlari mencari sosok yang ia lihat tadi, mata Kiano mengitari setiap sudut tempat itu tapi belum juga ia bisa menemukannya.
Hingga tiba-tiba seseorang menghampirinya.
"Kiano...." sapa nya.
"Sarah! ngapain lu kemari?" tanya Kiano.
"Nemenin nyokap belanja, lu sendiri ngapain disini?" Sarah kembali bertanya.
"Sama, gue juga lagi nemenin Ummi gue tuh." tunjuk Kiano pada sosok wanita yang berbalutkan busana muslimah, tapi mata Kiano tidak hanya melihat Ummi nya saja, tapi Kayla. Kayla tampak bercengkrama ria bersama ummi nya, dan gadis itu tampak lebih nyaman disana. Entah apa yang mereka ceritakan yang jelas Kiano menyukai pemandangan ini. Kiano masih larut dalam lamunannya, hingga Sarah menyadarkan nya.
"Kiano, kamu liat apa sih?" tanya Sarah penasaran.
"Gue lagi ngeliat Ummi tuh disana, gue samperin dulu ya bye." Kiano pun berlari mendekati Ummi nya dan Kayla.
"Mi...." panggil Kiano.
"Eh, sayang." jawab Ummi nya.
"Sudah, eh tapi Ummi ketemu Kayla. Dia juga lagi belanja untuk keperluan Mamanya, dia bilang dia bisa bikin cake coklat kesukaan kamu. Jadi Ummi order dari dia untuk cemilan kamu nanti malam."
Kiano tersenyum melihat Kayla yang mulai salah tingkah.
"Kamu tau Kay, Kiano itu suka banget bangun di tengah malam karena lapar kayak zombie. Dia suka ngemil di tengah malam." cerita Hummairah.
Kini giliran Kiano yang salah tingkah.
"Ummi, jangan bikin Kiano malu." ucap Kiano salah tingkah.
Kini giliran Kayla yang berusaha untuk tidak tersenyum.
Tanpa mereka sadari Sarah mengepalkan tangannya kesal, saat melihat Kayla bersama Kiano dan Ummi nya. Sarah pun mendekati mereka dan menyapa, tapi ia tidak menyapa Kayla.
"Hai Tante, apa kabar?" sapa Sarah ramah.
"Baik, kamu?" Hummairah mencoba mengingat.
"Aku Sarah Tante, temannya Kiano SMP dulu. Tante lupa ya, aku juga anaknya rekan bisnis Om Kendra." Sarah mencoba menjelaskan kepada Kayla bahwa ia adalah orang yang paling dekat dengan Kiano.
"Oh ya, maaf Tante lupa." jawab Hummairah.
"Tante lagi belanja, mau aku temani?"
"Iya, Tante belanja bulanan." jawab Hummairah.
Karena Kayla merasa canggung, akhirnya ia pamit mengundurkan diri.
"Tante, maaf saya sudah selesai belanjanya. Saya duluan ya." pamit Kayla.
"Iya sayang, terimakasih ya."
"Iya Tante, permisi. Duluan ya Sar." Kayla pun menganggukan kepalanya saat menoleh k arah Kiano.
Setelah kepergian Kayla, Sarah dan Hummairah akan melanjutkan belanjanya.
"Mi, Kiano ke toilet sebentar ya. Kebelet nih." ucap Kiano pamit.
"Iya, nanti kamu Ummi tunggu di mobil ya." Hummairah tahu sebenarnya Kiano bukan ingin pergi ka toilet, tapi pergi mengejar Kayla.
Kiano pun memutar jalan, mencari jalan alternatif terdekat yang langsung ke parkiran motor. Kiano tahu Kayla kemana-mana pasti menggunakan motor.
__ADS_1
Kiano tiba diparkiran, dan mulai memeriksa setiap parkiran motor. Hingga mata Kiano tertuju pada ujung koridor parkiran.
Kayla baru saja menyalakan mesin motornya, dan siap melaju bersama kuda besinya.
Tapi dengan sigap Kiano menghadang nya.
"Mau apa lagi?" tanya Kayla.
"Kamu mau ke mana?" tanya Kiano.
"Mau pulang, kenapa pengen ikut?"
Tanpa dua kali Kiano pun langsung berlari k arah motor Kayla, dan duduk dibelakangnya.
"Lu ngapain?" tanya Kayla heran.
"Ikut kamu." jawab Kiano
"Kemana?"
"Pulang."
Kayla bingung sendiri.
"Pulang kemana?" tanya Kayla lagi.
"Kerumah, tapi kerumah kamu ya!" jawab Kiano tersenyum polos.
Kayla membulatkan matanya.
"Gak boleh!" jawab Kayla cepat.
"Lho tadi nanya mau kemana, ya pulang. Tapi pulang nya kerumah kamu ya!"
"Gak,,,,, gak boleh."
"Ayolah Kay, Ummi aku udah pulang duluan. Aku ditinggal." Kiano memohon dengan wajah memelas.
"Lu kan bisa telpon supir, minta di jemput."
"Aku gak mau repotin orang Kay."
Tapi kamu ngerpotin aku tau.
Gerutu Kayla dalam hati.
"Ayolah Kay, Ummi aku bilang kita harus banyak berbuat baik kepada sesama. Terutama kepada orang yang lagu butuh bantuan."
Kayla menarik napas dan mengembuskannya.
"Ya udah naik."
"Kamu bonceng aku?" tanya Kiano.
"Iya."
"Gak mau ah, lebih baik aku yang bonceng." pinta Kiano.
"Memang apa salah nya?"
" Ummi aku bilang, kalau cowok sama cewek lagi jalan, si cowok harus jalan didepan."
"Terserah lu deh." Kayla malas meladeni Kiano lagi. Kiano tersenyum penuh kemenangan.
Akhirnya mereka pun meninggalkan supermarket.
Di tempat lain, Sarah sedang gelisah menunggu kedatangan Kiano.
"Tante, Kiano nya mana ya?" tanya Sarah.
"Kiano,,,,,, mungkin udah pulang." jawab Hummairah.
"Pulang? Kok dia gak nungguin Tante, lagi pula dari mana Tante tau kalau dia udah pulang." tanya Sarah lagi.
"Dia memang suka gitu, kalau udah bosan nemanin Tante belanja dua bakalan bilang mau ke toilet." jawab Hummairah.
Sarah pun terdiam menahan kesal terhadap Kiano.
"Sar,.kamu mau pulang ikut Tante gak?" tanya Hummairah.
"Iya Tante, boleh." jawab Sarah yang mengikuti langkah Hummairah.
*Bersambung...
berikan tanda cinta kamu untuk author nya
dengan boom like, vote dan rate lima bintang.
terimakasih
__ADS_1
**I LOVE U ALL***