CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
96


__ADS_3

" Sayang, aku berangkat dulu ya " Kendra pamit pada Hummairah.


" Hati hati mas, cepat pulang ya Daddy " Hummairah sedang menggendong Kirana.


" Baiklah, secepatnya, setelah selesai semuanya Daddy akan langsung pulang " Kendra mencium gemas putrinya.


Hummairah mencium tangan Kendra.


Kendra berjalan masuk kedalam mobil, sambil menelpon seseorang.


" Awasi masion keluarga ku, cukup kalian awasi dari kejauhan. Jika ada yang mencurigakan, segera bertindak. " Perintah Kendra pada seseorang di telpon.


*****


" Paman, aku dapat pesan dari Ilham. Dia memberitahu kalau saat ini Jane tinggal di sebuah rumah di pinggiran kota, dia membuka sebuah warung makan kecil disana. " Jelas Zian panjang lebar.


" Utus seseorang kesana untuk mengawasinya, sebelum Rebeca mengetahui nya. " Perintah Samuel.


" Baik Paman. " Zian segera bergarak memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi rumah Jane.


******


Sebuah mobil berhenti disebuah tempat makan kecil, seorang wanita cantik nampak turun dari mobil tersebut.


Wanita itu berjalan masuk ke dalam tersebut.


" Selamat siang Nyonya, mau pesan apa ? " Tanya pelayan.


" Selamat siang, aku ingin bertemu pemilik tempat " Ucap wanita itu.


" Sebentar Nyonya " Pelayan itu tampak berjalan memanggil bos nya.


Tak lama kemudian.


" Maaf, anda ingin bertemu dengan saya ? "


Wanita itu menoleh, seketika itu juga Jane mematung.


" Nyo..... Nyonya " Jane tergagap


" Hallo jane, apa kabar mu ? "


" Aku baik Nyonya " Jane masih gugup


" Apa kau tidak mempersilahkan aku duduk Jane ? " Tanya Rebecca


" Si.... Silahkan Nyonya. "


Mereka pun duduk.


" Ada apa Nyonya mencari saya ? "


"Aku ada hal yang akan aku tanya kan pada mu "


" Apa itu Nyonya ? "


" Apa kau ingat kejadian 20 tahun lalu ? "


Jane membatu, Ia selama ini telah berusaha melupakan kejadian itu. Sekarang Ia harus mengingat kembali kejadian itu.


" Maaf Nyonya, saya sudah tidak mau terlibat lagi... "


" Benarkah ? Bagaimana kalau aku bilang pada polisi bahwa kau adalah orang yang telah mengirim pesan kepada Laura ? Apa kau masih bisa menghindar ? "


" Tapi Nyonya sungguh saya, sudah tidak mau lagi terlibat apa pun lagi. "


" Tapi kau sudah terlibat Jane, sedari awal. Saat kau menerima uang dari ku, kau sudah terikat pada ku. "


" Maaf Nyonya, saya tidak bisa membantu. "


Jane segera meninggalkan Rebeca.


" Tunggu Jane, aku akan membayar mu sepuluh kali lipat. "


Jane masih terdiam.


" Aku tahu, suami mu sedang dirawat dirumah sakit dan membutuhkan biaya besar. Aku akan membanti mu. " Ucap Rebecca


" Maaf Nyonya, sekali lagi saya tidak bisa membantu. Maaf saya harus melayani pelanggan. " Jane berjalan meninggalkan Rebeca.

__ADS_1


Aku akan membuatmu menyetujui permintaan ku, lihat saja Jane.


Rebecca berjalan keluar meninggalkan tempat makan tersebut.


Rebecca berhasil mengetahui rencana Sam dan Zian untuk menemui Jane, sebelum mereka bergerak Rebecca telah lebih dahulu menemui Jane.


Tapi Ia harus menerima penolakan tegas dari Jane.


Sebenarnya Zian telah terlebih dahulu menghubungi Jane, Zian pun berjanji akan menanggung semua biaya perawatan suami Jane yang saat ini sedang terbaring dirumah sakit.


Jane pun berjanji akan membantu Sam dan Zian dalam mengungkap kejadian dua puluh tahun lalu.


" Hallo Tuan, " Jane menelpon Sam


" Ada apa Jane ? "


" Tadi Nyonya Rebecca kesini, dia meminta saya membantunya untuk menutupi kejadian dua puluh tahun lalu. "


" Apa kau bersedia membantu nya ? "


" Tidak Tuan, sesuai janji saya akan menolak nya. "


" Bagus Jane, aku percaya pada mu "


" Terimakasih Tuan, " Jane menutup telpon nya.


*******


Jessica kembali mendatangi mansion, tapi Ia tak berhasil masuk.


Ia dicegat oleh bodyguard yang di perintah oleh Kendra, untuk menjaga keluarganya.


Ilham dan Medinah sedang sibuk mempersiapkan pernikahan mereka.


Hummairah hanya bisa membantu sedikit, sebab Kirana sedang tidak enak badan.


" Me, lihat ini " Hummairah menunjukan contoh baju pernikahan mereka, sebab permintaan dari Nanny semua baju akan di buat oleh Hummairah.


" Yang ini bagus Ra, tapu aku mau ini nya dijadikan seperti ini ya "


" Oke, siap. Ayo kita ukur dulu yaa "


Sementara diluar gerbang, Jessica kembali mengamuk dan berteriak memanggil nama Ilham.


" Ilhaaaaam, aku datang. Aku mau bertemu dengan mu, Ilhaaaaam aku tau kamu ada di dalam. Medinah biarkan Ilham keluar menemui ku, kau perempuan tidak tahu malu. Kau merebut calon suami ku. "


Jessica berteriak seperti orang gila. Ditangar keributan itu, Ilham baru pulang dari kantor.


" Jessica, dia lagi dia lagi. " Ilham turun dari mobil dan berdiri bersidekap tangan di dada.


Jessica melihat Ilham segera menghampiri, bergelayut manja di lengan Ilham.


" Ham, ayo bawa aku masuk, aku akan kedalam membantu mu mempersiapkan pernikahan kita "


Jessica terus saja berbicara tanpa jedah hingga Ilham jengah.


" Apa kau sudah selesai ? "


" Ham, aku.... " Jessica terdiam melihat tatapan mata Ilham.


" Apa kau punya sedikit rasa malu ? Aku sudah beberapa kali melarang mu datang. Mengapa kau tak menyerah saja, dan kembali ke pulang ke nagara mu. " Ucap Ilham ketus.


Jessica tampak terkejut mendengar pernyataan Ilham, Ia tidak menyangka mendapat penolakan dari Ilham.


Karena selama ini Ia selalu bisa menarik perhatian pria manapun yang Ia sukai, tak ada satu pria pun mampu menolak daya tarik dan pesona Jessica.


Mengapa Ilham menolaknya, ini sebuah penghinaan bagi Jessica.


" Aku akan membuat mu berlutut di hadapan ku Ham " Teriak Jessica pada Ilham yang berjalan meninggalkan nya.


********


Rebecca pulang ke mansion nya, Sam dan Zian sudah menunggunya.


" Kau sudah pulang ? "


Rebecca terperanjat mendengar suara Sam menyapa nya.


" Sam, apa yang kau lakukan disini ? "

__ADS_1


" Ini rumah ku, aku bisa berada dimana pun aku mau "


" Tante ada hal yang ingin kami bicarakan " Ucap Zian.


Rebecca pun duduk dihadapan Sam dan Zian, dengan kepala tertunduk Rebecca mulai mendengarkan apa yang akan Zian dan Sam bicarakan.


" Tante, tau dengan nomor ponsel ini ? "


Rebecca terkejut melihat selembar kertas yang bertuliskan sebuah nomor ponsel.


" Apa Tante ingay sesuatu ? "


" Apa... Maksudmu Zian, Tante tidak mengerti. "


" Cukup Rebecca.... " Teriak Sam " Sudah cukup kau berpura pura dan menutupi semua kesalahan mu. " Sam sudah tak bisa menahan amarah yang selama ini Ia pendam.


" Sam aku..... " Rebecca tak bisa melanjutkan ucapannya yang serta merta dipotong oleh Sam.


" Kau... Kau yang telah menyebabkan kematian istri ku, kau juga yang penyebab aku harus kehilangan wanita yang sangat aku cintai. Kau juga penyebab putri ku tidak memiliki Ibu, kau penyebab penderitaan yang putriku alami selam dua puluh tahun. Kau juga membuat aku dan putri ku menjauh, putri ku membenci ku. Kau lah penyebab semua penderitaan yang keluarga ku alami, aku tak akan memaafkan mu. " Ucap Sam menggeram.


Rebecca mengepalkan tangannya.


" Ya, memang aku yang merencanakan semua itu. Aku yang menghubungi istri mu agar menemui mu di kantor, aku juga yang membubuhi minuman mu dengan obat tidur, dan aku juga yang menelpon mu agar kau lengah saat itu. Kau tahu kenapa, sebab aku tidak bisa menerima kebahagian kalian. Kau begitu mencintai Laura, kau dan Laura memiliki apa yang aku inginkan. Aku iri dengan apa yang dimiliki Laura. "


" Melihat kebahagiaan kalian membuat ku semakin iri, aku tak pernah diperlakukan oleh suami ku seperti kau memperlakukan Laura. "


" Jadi kau iri ? Bukankah kau yang memutuskan untuk menikahi pria pilihan mu, karena kau menginginkan pria yang mapan. " Tanya Sam.


" Ya, aku memang menginginkan itu semua. Tapi semua itu, hanya ada dalam mimpi ku. Aku tak pernah mendapatkan apa yang aku impikan, tapi mengapa Laura menikah dengan mu Ia bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. "


" Bukankah sebelumnya aku juga pernah minta pada mu untuk menunggu ? "


Rebecca terdiam, Sam memang pernah meminta nya menunggunya yang sedang meniti karir hingga sukses.


" Kenap kau terdiam, apa kau ingat aku pernah mengatakan itu pada mu ? "


" Aku ingat, tapi aku tak bisa menunggu lama saat itu. " Rebecca mengelak.


" Tapi, Laura dengan sabar menemani ku disaat kau memutuskan untuk menikahi pria pilihan mu. Ia juga memberikan aku kekuatan disaat aku terpuruk, dan saat itulah aku memutuskan bahwa Laura adalah wanita yang tepat untuk ku. "


" Aku berjanji padanya, aku akan menikahinya saat aku sukses. Dan akan aku limpahkan seluruh cinta dan sayang ku padanya. "


" Tapi, kau datang dan merenggut itu semua. "


" Ya, memang aku pelaku nya, bahkan aku juga memberi sekretaris mu uang untuk membantu ku. Tapi, kau tak punya bukti apa pun untuk melaporkan atau menangkap dan menjebloskan aku kepenjaran. " Rebecca tertawa puas.


" Sudah cukup Paman " Ucap Zian tiba tiba.


Rebecca terkejut.


" Kita sudah memiliki apa yang kita inginkan. " Ucap Zian mematikan ponselnya.


" Apa maksudmu Zian ? " Suara Rebeca melemah.


" Tanpa Tante sadari, sedari tadi kami telah merekam segala ucapan Tante. Dan kami juga telah bekerja sama dengan polisi, dan dengan bukti ini kami akan menangkap dan menjebloskan Tante kepenjara. "


Rebecca terdiam, tak lama kemudian polisi pun datang dan menangkap Rebecca.


Rebecca tak bisa melakukan perlawanan dan hanya bisa menurut dan mengikuti polisi untuk masuk ke dalam mobil patroli.


Sam tersenyum puas, kini Ia bisa sedikit lebih tenang.


" Paman sepertinya besok kita harus segera berangkat ke Indonesia, untuk menghadiri pernikahan Ilham dan Medinah. "


" Persiapkan semua nya Zian, aku percaya padamu. "


" Tapi, Paman kita juga harus bersiap dengan kemungkinan Jessica akan mengamuk disana. "


" Aku tahu, Ilham tidak akan membiarkan kekacauan dipernikahan nya. "


" Paman benar, Ilham pasti sudah melakukan antisipasi. "


*Bersambung


jangan lupa **VOTE like dan boom bintang lima ya, agar rating nya naik.


terimakasih


I LOVE U ALL***

__ADS_1


__ADS_2