
Ilham dan Medinah telah pulang ke mansion, mereka disambut oleh seluruh anggota keluarga.
Semua tampak bercengkrama dengan hangat, seluruh anggota keluarga berkumpul, kecuali Kendra.
Hummairah tampak terus melihat ke arah pintu masuk, tapi Kendra belum juga menampakan batang hidung nya.
" Kamu kenapa Ra ? " Tanya Mama
" Mas Kendra Ma, katanya mau pulang cepat dan makan malam bersama. Tapi ini kok belum datang yaa "
" Sudah kamu hubungi Ra ? " Tanya Papa
" Sudah Pa, tapi nomornya gak aktif. " Ujar Hummairah khawatir.
" Jangan khawatir Ra, mungkin dia lagi diproyek, yang lokasinya krisis sinyal. " Ucap Kakek menenangkan.
Tidak lama kemudian, terdengar sebuah mobil datang. Kiano yang sedang bermaik di depan bersama salah satu pelayan, langsung saja berteriak menyebut seseorang yang paling dekat dengan Hummairah.
" Daddy... Kakek... " Teriak Kiano yang berlari menghampiri.
Mendengar itu Hummairah langsung saja berlari keluar.
Hummairah tersenyum dan segera berjalan mender.
" Ayah... " Ucap Hummairah mencium tangan dan memeluk sang Ayah untuk melepas kerinduan nya.
" Kamu baik baik saja kan ? " Tanya Ayah.
Hummairah menganggukan kepalanya, dan melepaskan pelukan. Hummairah kemudian menatap mata Kendra dan tersenyum.
" Mau kasi aku hadiah ? " Kendra membuka lebar tangannya, agar Hummairah memeluknya.
Hummairah mendekat Kendra dan langsung masuk dalam pelukannya.
" Terimakasih... " Hummairah hampir menangis.
" Kamu berhutang sesuatu Ummi " Bisik Kendra ditelinga Hummairah.
Hummairah terkejut dan ingin segera melepaskan diri, tapi dengan cepat Kendra menahannya.
Ayah hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingakah anak dan menantunya.
" Kalian mau tetap disini ? Ayah akan masuk, ayo Kiano temani Kakek " Ujar Ayah yang telah melenggang masuk sambil memimpin tangan Kiano.
Dan akhirnya Kendra dan Hummairah juga ikut masuk kedalam dan bergabung dengan yang lain.
*****
Hari ini Kendra akan membawa keluarga kecil nha untuk pindah ke kediaman mereka.
Setelah semuanya siap, mereka pun berangkat.
Semua anggota keluarga turut ikut mengantar, mereka juga penasaran seperti apa istana yang telah Kendra bangun dan persiapkan untuk keluarganya.
Sesampainya mereka disana, mereka di begitu takjub melihat suasana sekitar rumah yang begitu sejuk.
Mereka pun berjalan masuk, bangunan berlantai tiga itu tampak begitu mewah.
Semua fasilitas tersedia disana, dari kolam renang, taman bermain, lapang golf mini dibelakang rumah, tempat gym, dan berbagai fasilitas lainnya.
" Waah, nak Kendra rumah sebesar ini bagaimana cara bikinnya ? " Tanya Ayah polos.
Kendra hanya tersenyum " Jangan terlalu di fikirkan Ayah, Kendra membangun ini untuk mereka. " Kendra menunjuk kepada anak dan istrinya yang sedang asyik bermain di taman bermain buatan.
Firman tampak tersenyum haru dan bangga dengan kasih sayang menantu kepada putrinya.
" Ayo Yah, kita bergabung bersama mereka.. " Ajak Kendra.
__ADS_1
Mereka pun berkumpul di belakang rumah yang sulap menjadi mini garden, dan juga taman bermain untuk Kiano dan Kirana nanti.
Hari menjelang sore, semua anggota keluarga pamit untuk pulang. Kini tinggallah Ayah, Kendra, Hummairah dan kedua buah hati mereka.
Setelah selesai makan malam, Kendra yang memangku Kirana tampak berbincang ringan bersama Ayah dan Kiano.
Sedangkan Hummairah sibuk di dapur membereskan sisa makan malam, mereka memang belum memutuskan menggunakan asisten rumah tangga.
Pagi hari dirumah baru.
Setelah sarapan Kendra segera berangkat ke kantor, dan membawa serta Kiano kesekolah.
Ayah tampak sedang duduk termenung di taman belakang rumah, tanpa sadar Hummairah menghampirinya.
" Ngelamun Yah ? " Tanya Hummairah sambil terkekeh.
" Tidak Nak, Ayah hanya sedang menikmati suasana pagi disini. Sejuk kayak di kampung. " Ucap Ayah.
" Iya Yah, serasa duduk diteras rumah kita ya Yah "
Ayah tersenyum.
" Ra, Ayah lihat sepertinya Kendra banyak berubah ya ? "
" Berubah ? Berubah bagaimana Yah ? " Hummairah bingung.
" Ayah bisa merasakan bahwa Kendra sangat menyayangi keluarganya. "
" Iya Yah, alhamdulillah. Mas Kendra jadi lebih bertanggung jawab, lebih taat lagi, lebih sayang keluarga. "
" Alhamdulillah, Ayah senang mendengarnya. Ayah berharap kalian selalu rukun, saling menjaga, saling menyayangi satu sama lain."
Hummairah kembali tersenyum.
" Oh ya Yah, ada sesuatu yang mau Ara omongin. Ini juga usuan dari mas Kendra. "
" Begini Yah, Ayah kan dikampung tinggal sendiri. Ara suka khawatir, jadi bagaimana kalau Ayah juga ikut tinggal disini bersama kami. "
Ayah terdiam, wajahnya yang semula menatap Hummairah dengan bahagia kini kembali muram dan menatap lurus kedepan.
" Ara tau, Ayah sangat mencintai rumah itu. Karena rumah itu banyak kenangan tentang Ibu, tapi Ara suka khawatir kalau Ayah sendirian disana. Kalau disini, ara bisa mengurus semua keperluan Ayah. Dan Ayah tidak perku kerja lagi, sudah saatnya Ayah istirahat dirumah menikmati masa tua Ayah, bermain bersama cucu cucu Ayah. "
" Bagaimana dengan rumah kita Ra, siapa yang akan menjaganya "
" Ayah tidak perku khawatir, itu semua sudah mas Kendra pikirkan. "
" Maksud kamu "
" Mas Kendra berencana ingin merenovasi rumah itu "
" Jangan Nak, Ayah tidak mau. Nanti merepotkan nak Kendra, lagi pula rumah itu banyak kenangan Ibu mu dan kita. "
Hummairah tersenyum Ia tau bakalan dapat penolakan dari sang Ayah.
Hummairah menggegam tangan Ayahnya.
" Ayah jangan khawatir, rumah itu akan di renovasi. Tapi tidak akan merubah bentuk nya, rumah itu hanya akan di perkokoh di bagian bagian yang sudah lapuk dimakan usia. Ayah tau kan dimana saja bagian yang harus dibetulkan. "
Ayah terdiam.
" Apa yang Ayah pikirkan ? "
" Kalau Ayah tinggal sama kamu, siapa yang akan menjaga dan merawat rumah kita dikampung ? "
" Sudah Ara katakan Ayah jangan khawatir, mas Kendra sudah memikirkan semuanya. Ayah hanya duduk dirumah menikmati masa tua Ayah, bermain bersama cucu Ayah. "
" Tapi, Ayah tidak biasa berdiam diri nak. "
__ADS_1
Hummairah kembaki tersenyum.
" Ayah tak akan berdiam diri jika bersama cucu Ayah nanti. "
Mereka pun tertawa. Hummairah kembali bercerita tentang kenakalan Kiano dan cerita keseharian nya.
*****
Suasana sepi menyelimuti mansion keluarga Malik.
" Biasanya pagi pagi begini terdengar suara teriakan Kiano, tangis Kirana. " Kenang Papa
" Tawa Hummairah, didapur bersama para pelayan. " Kakek menambahkan.
" Dan dia akan menggedor satu persatu kamar untuk menyuruh kita sarapan. " Ucap Nanny.
Ilham dan Medinah tersenyum dan menggelengkan kepala.
" Kira kira mereka lagi apa yaaa ? " Tanya Mama
" Lagi sarapan, sama seperti kita " Jawab Ilham menahan senyum.
Medinah melotot kepada Ilham, Ilham hanya tertawa.
" Semua nya, bagaimana kalau hari ini kita mengunjungi mereka ? " Usul Ilham
Semua serentak menoleh ke arah Ilham.
" Ayo kesana " Kakek berjalan mendahului disusul yang lainnya.
" Kamu serius nyuruh mereka semua kesana Ham ? " Medinah bingung.
" Serius laah... " Ilham tersenyum penuh arti.
" Ham, Kendra dan Hummairah baru saja kemarin pindah. Kalau pun mereka kangen sama Kiano atau Kirana, kan bisa telpon " Medinah dengan polos menjelaskan.
" Kamu tuh yaa, gak peka banget si " Ilham mencubit hidung mancung Medinah.
" Peka ? Maksudnya ?"
Ilham berjalan mendekat.
" Kalau mereka semua berada disana, kita bisa menghabiskan waktu bersama seharian ini. " Ucap Ilham mengecup kilas bibir Medinah.
Akhirnya Medinah paham.
" Aku akan kerumah sakit " Medinah mencari alasan.
" Kamu gak ada jadwal praktek sayang " Ilham masih menahan tubuh Medinah.
" Aku akan ke klinik "
" Klinik kamu masih belum selesai direnovasi sayang. " Ilham tersenyum licik.
" Aku.... "
" Nyari alasan apa lagi ? Ayo ikut " Ilham membopong tubuh Medinah dan membawanya keatas menuju kamar mereka.
*Bersambung
tinggal beberapa bab lagi cerita Hummairah akan tamat yaa...
jadi terus kasi dukungan untuk author nya.
Terimakasih...
**I LOVE U ALL***
__ADS_1