CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
108


__ADS_3

Ratna kembali mendatangi Hummairah, agar Hummairah mau membujuk Kendra menemui Intan.


" Ra, " Ratna menghampiri Hummairah yang sedang berbelanja.


" Bi Ratna, Assalamualaikum Bi " Sapa Hummairah memberi salam dan mencium tangan Ratna


" Ra, bagaimana ? Apa kamu udah bicara sama Kendra, apa dia mau menemui Intan. "


" Maaf Bi, mas Kendra tidak mau menemui Intan. Setelah apa yang Intan lakukan pada keluarga kami, terutama pada Kiano. Mas Kendra masih belum bisa melupakan semuanya. " Ujar Hummairah


" Tapi , Ra apa kamu tidak kasihan sama Intan. Dia saudara kamu Ra, dan juga kamu tidak boleh lupa, kalau bukan karena Intan menolak menikah kemarin kamu gak mungkin bisa seperti ini. " Ratna memperingatkan Hummairah


" CUKUP !!!! " Ucap seseorang dari belakang Ratna.


" Mas Kendra " Ucap Hummairah tertunduk


Ratna terkejut dan wajahnya menjadi pucat.


Kendra berjalan mendekati istrinya.


" Apa anda sudah selesai bicara ? " Tanya Kendra


Ratna terdiam, Ia tiba tiba membisu.


Semua mata tertuju pada mereka terutama pada Ratna.


" Apa anda tidak bosan harus terus menerus memanfaatkan istri saya untuk kepentingan anda dan keluarga anda ? Apa anda masih belum puas dengan apa yang anda dan keluarga anda lakukan pada istri dan keluarga saya ? " Tanya Kendra sinis


" Tapi den Kendra, saya hanya meminta aden untuk menemui Intan sekali saja. Itu untuk kesembuhan Intan, karena selama ini Ia selalu menyebut nama aden. "


Kendra tersenyum sinis.


" Anda kira saya percaya ? Dan anda kira setelah apa yang putri anda lakukan pada anak saya, saya bisa melupakan itu semua ?


Masih beruntung saya tidak menuntut keluarga anda dan menjebloskan putri anda di penjara. "


Wajah Ratna memucat, tubuhnya bergetar ketekutan.


" Kalau sekali lagi anda berani menemui istri saya, dan kembali memanfatkan kebaikan istri saya. Saya berjanji akan membuat hidup anda dan keluarga anda akan menderita. " Ucap Kendra penuh ancaman.


" Ayo sayang kita pulang " Ajak Kendra pada sang istri.


Mereka pun meninggalkan Ratna terdiam membisu, musnah sudah harapan Ratna untuk kesembuhan Intan. Ia sudah tidak punya cara lagi untuk menyembuhkan penyakit Intan.

__ADS_1


Dengan langkah gonta Ratna kembali pulang ke rumahnya, Ardi yang melihat istrinya pulang segera mendekati nya.


" Ibu dari mana saja, kita hari ini harus menemui Intan. Dokter yang merawatnya bilang kalau Intan kembali mengamuk, dan melukai seorang perawat wanita " Ucap Ardi cemas.


" Apa yang harus kita lakukan Pak, aku sudah tidak punya cara lagi untuk memulihkan keadaan Intan. " Ujar Ratna


" Apa maksud Ibu ? "


" Aku tadi pergi menemui Hummairah, "


" Apa Bu ? Ibu pergi menemui Hummairah, untuk apa Bu ? " Tanya Ardi pada istrinya


" Aku ingin meminta bantuan nya, agar Ia mau membujuk den Kendra untuk menemui Intan dan menghibur nya. Tapi, mereka tidak mau bantu kita Pak, padahal kalau bukan karena kita yang menjodohkan mereka, mereka tidak mungkin bisa bertemu. "


" Apa Bu, jadi mereka tidak mau membantu "


" Iya, Pak. Bahkan den Kendra dengan lantang memberikan aku peringatan agar tidak lagi mengganggu Hummairah dan memanfaatkannya. "


" Sombong sekali Hummairah, mentang mentang sudah kaya jadi lupa daratan. Apa mereka lupa kalau kita sangat berjasa pada mereka, keluarga kita yang memperkenalkan mereka. Ibu tenang saja, aku akan pergi menemui mas Firman dan memberitahu perlakuan anak dan menantunya, biar mas Firman memberi mereka hukuman, terutama Hummairah "


Ardi segera menemui Ayah Hummairah.


Ayah yang saat ini berada di rumahnya, untuk melihat sudah sejauh mana perbaikan nya, tiba tiba dikejutkan oleh kedatangan adik iparnya.


" Ada apa Ardi ? "


" Kita bicara disana saja " Ardi menunjuk ke sebuah kursi dibawah pohon, tak jauh dari rumah itu.


Firman duduk dengan tenang Ia sudah tau apa yang akan di bicarakan Ardi.


" Mas, aku mau mas memberitahu Hummairah dan suaminya agar mereka tidak kurnag ajar pada Ratna. "


" Memang apa yang mereka lakukan Ardi ? "


" Menantu mas Firman itu si Kendra, sudah berani mengancam Ratna. "


" Mengancam ? Apa maksud kamu Ardi " Ayah masih tetap tenang.


" Ratna menyuruh Hummairah untuk meminta Kendra menemui Intan dirumah sakit, tapi apa si Kendra itu malah mengancam Ratna akan membuat keluarga kami hidup susah. " Ardi bercerita dengan berapi api


Firman hanya menggeleng kepala dan tersenyum.


" Ardi, kamu bilang Kendra mengancam Ratna istri kamu. Apa kamu sudah bertanya apa sebabnya ? " Tanya Firman

__ADS_1


Ardi terdiam sejenak.


" Ratna bercarita Ia hanya ingin meminta bantuan pada Hummairah mas. "


" Ardi, apa kamu tidak bertanya pada istri mu, apa sebab Kendra menolaknya dan apa sebab Kendra harus memberi peringatan pada istri mu ? " Firman kembali bertanya


Ardi terdiam, Ia tampak berfikir sejenak. Ia memang tidak bertanya penyebab Kendra marah dan mengancam Ratna.


" Apa kamu sudah menemukan jawabnya Ardi ? "


Firman berdiri dan berjalan perlahan di samping Ardi, dan kembali memberitahu Ardi cerita yang sebenarnya.


" Ardi, apa kamu masih ingat kejadian dimana Intan melakukan penculikan terhadap Kiano, putra Hummairah dan Kendra ? "


Ardi terdiam sesaat, Ia mengingat kembali bagaimana marah nya Kendra yang saat itu datang kerumah mereka untuk mencari Intan.


Kendra menggeledah setiap sisi rumah, mencari keberadaan Intan.


" Apa kamu sudah mengingat nya Ardi ? "


Ardi terdiam tanpa kata.


" Itulah penyebab Kendra tidak mau, dan menentang keras Hummairah untuk menuruti kemauan kamu dan istri kamu. Asal kamu tau Ardi, gara gara hal ini Kendra dan Hummairah sempat berselisih paham. Apa yang dilakukan Kendra itu semuanya benar, Ia hanya ingin melindungi anak dan istrinya. Dan Hummairah juga ingin menyelamatkan rumah tangganya, maka dia menolak membantu kalian. "


" Tapi mas, mereka jangan lupa kalau bukan karena kami, mereka tidak mungkin bersama kan "


" Bukan, itu bukan karena kamu. Tapi itu kehendak Allah, Dia lah yang mempertemukan meraka. Dan kamu hanya perantara, dan asal kamu tau, aku juga tau semua perihal kamu dan istri kamu yang memaksa dan memperalat Hummairah untuk keuntuangan dan kepentingan keluarga kamu. Seandainya kamu tidak memperdaya Hummairah, mungkin putri kalian Intan tak jadi seperti ini. "


" Tapi mas, bukan hanya kamu yang memperalat Hummairah. Juragan Malik.juga seperi itu. Juragan Malik membohongi kami, mereka tidak bilang mereka mencari jodoh untuk cucunya, tapi juragan Malik bilang ingin mencari istri "


" Itu kamu dan istri kamu yang terlalu serakah, kalian silau akan hadiah yang akan kalian peroleh jika usaha kalian berhasil. Kalian tidak pernah bertanya lebih jelas terlebih dahulu. Seandainya kalian lebih jeli menerima perintah, mungkin Intan akan bernasib baik dan beruntung seperti Hummairah. "


Ardi terdiam, Ia tak mampu lagi berkata kata. Semua yang di ucapkan Firman semaunya benar.


Firman berjalan meninggalkan Ardi yang masih merenungi kata kata Firman.


Firman hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan Ardi dan kembali kerumahnya dan kembali mengawasi para tukang.


*Bersambung...


jangan lupa Vote dan Boom lima bintang


terimakasih

__ADS_1


**I LOVU U ALL***


__ADS_2