CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
125.


__ADS_3

Kiano mengantarkan Kayla pulang ke rumahnya, dirumah Mama Kayla sudah menunggu dengan cemasnya.


Saat mendengar bunyi suara motor putrinya, wanita paruh baya itu segera menghambur keluar membuka pintu.


"Kayla, kamu tidak apa-apa kan? Kamu dari mana aja sayang, Mama cemas nungguin kamu." dan banyak lagi pertanyaan yang membrondongi Kayla.


"Aku langsung pulang deh." ucap Kiano pada Kayla. "Tante Kiano pamit pulang dulu ya, maaf terlambat bawa pulang Kayla." Kiano pun mencium tangan Mama Kayla kemudian menghidupkan motor dan pulang.


Kiano membawa motor Kayla pulang kerumahnya, dan besok pagi Kiano yang akan menjemput Kayla ke sekolah.


Kayla dan Mama nya masuk kedalam rumah setelah bayangan Kiano raib dari pandangan mata mereka.


"Kay, kamu kemana aja tadi. Pelanggan yang memesan kue mengatakan kamu tidak mengantarkan pesanan mereka, dan mereka men cancel pesanan. Dan tadi kenap kamu bisa pulang bersama Kiano." Mama Kayla penasaran.


Kayla pun mulai menceritakan kejadian yang ia alami hari ini kepada Mama, hingga Mama nya terharu.


"Ternyata Kiano itu anak yang baik ya Kay, buktinya dia selalu bantuin kamu. Tapi Mama heran kenapa kamu selalu ketus dan jutek sama dia." ucap Mama Kayla.


"Kayla istirahat dulu ya Ma, capek." Kayla pun masuk kedalam kamarnya.


Didalam kamar setelah membersihkan dirI, Kayla bukannya langsung tidur melainkan duduk merenung.


****


Ditempat lain Kiano juga sedang menatap ke arah jendela kamarnya, Kiano mengingat setiap waktu yang berjalan saat ia dan Kayla.


Kiano tersenyum sendiri jika mengingat tingkah jutek Kayla saat pertama kali mereka kenal.


Lelah dengan renungan nya, Kiano pun berjalan menuju tempat tidur, berharap segera terlelap. Dan saat bangun nanti ia sudah tidak sabar untuk bertemu Kayla lagi.


Dibawah para orang tua sedang melakukan rapat keluarga, membahas masalah perusahaan milik Nanny yang di klaim oleh keluarga alm. mantan suaminya.


Anak-anak semuanya sudah masuk kedalam kamar mereka masing-masing, begitu pula dengan Ayah Firman.


"Jadi bagaimana menurut kalian masalah ini?" tanya Kakek.


"Kendra pernah membahasnya bersama Hummairah Kek, menurut kami lebih baik perusahaan yang disana berikan saja pada mereka. Biarkan mereka mengelolahnya, percayakan pada mereka." Kendra menjedah ucapannya,dan kemudian melanjutkan ucapannya. "Tapi itu semua tergantung keputusan Nanny dan Ilham lagi, bagaimana baiknya." ujar Kendra.


Semua terdiam setelah mendengarkan pendapat Hummairah dan Kendra. Nanny menatap wajah sendu Ilham, wanita tua itu tahu kalau Ilham tidak merelakan perusahaan itu jatuh ketangan orang lain. Sebab Ilham tahu bagaimana Ibu angkatnya itu berjuang membesarkan perusahaan itu hingga bisa seperti sekarang.


"Bagaimana Ma?" tanya Ilham buka suara.


Nanny masih membisu, ia masih belum mampu memutuskan. Ia juga tidak rela hasil jerih payah nya di kuasi orang lain.


"Nanny, kami semua akan mendukung apa pun keputusan yang Nanny ambil nantinya. Karena kami tau itu adalah keputusan yang terbaik. " hibur Hummairah.


Mendengar penuturan Hummairah akhirnya Nanny pun mengambil keputusan nya.


"Baiklah, aku sudah mengambil keputusan." Nanny kembali diam, tak lama kemudian Nanny melanjutkan. "Aku akan menyerahkan seluruh aset perusahaan yang ada di Swedia kepada mereka. Dan mulai saat ini juga mereka bukan lagi bagian dari keluarga ku, dan apa pun yang terjadi pada perusahaan itu aku tidak akan ikut campur lagi." setelah mengucapkan itu Nanny pun pergi dari sana dan masuk kedalam kamarnya.


Semua terdiam, Ilham beranjak dari duduknya kemudian naik ke atas dan masuk kedalam kamarnya. Melihat hal itu, Hummairah mendekati Medinah.


"Me, lebih baik kamu ke kamar, temani Kak Ilham. Disaat begini dukungan dari kamu sangat ia butuhkan."


Medinah pun segera berjalan menuju tangga, masuk kedalam kamar. Tinggallah Kendra, Hummairah, dan Kakek yang masih berada di ruang keluarga.


"Kek, lebih baik Kakek juga istirahat ya. Hari sudah malam, besok kita bahas lagi masalah ini." ujar Hummairah.


"Ayo Kek, Kendra dan Hummairah antar ke kamar."


"Tidak perlu, aku masih bisa jalan sendiri menuju ke kamar. Kalian lebih baik istirahatlah, besok kalian masih ada tugas negara yang menunggu." Kakek berjalan menuju kamarnya. Kamar Kakek dan kamar Ayah Firman berhadapan, Kendra sengaja memberikan mereka kamar dibawah agar mereka tidak kerepotan turun naik tangga.


Kiano terbangun setelah alarmnya bernyanyi, ia mandi kemudian menjalankan kewajibannya sebagai Muslim. Hummairah selalu menanamkan nilai keagaman kepada Kiano dan adik-adiknya sejak usia mereka masih dini.


Setelah itu Kiano turun menuju meja makan, Kakek Firman dan Opa sudah duduk di meja dan berbincang ringan. Mereka membahas masalah perjalanan Ibadah Haji mereka, yang seharusnya tahun depan menjadi tahun ini, disebabkan banyak nya jemaah yang tidak bisa berangkat tahun ini. Jadi jadwal mereka pun dimajukan.


"Selamat pagi semua." sapa Kiano.


"Pagi sayang." Hummairah Medinah menjawab serentak.

__ADS_1


"Pagi sekali!" Kirana berujar.


"Suka-suak gue dong." ejek Kiano.


Mereka yang ada disana hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua Adik Kakak ini, mereka tidak pernah cocok jika bertemu, akan saling merindukan jika mereka berada jauh.


"Makan dulu sayang, Mama Medinah buat nasi goreng kornet kesukaan kamu." Hummairah memberikan sepiring nasi goreng untuk Kiano.


"Gimana ya Mi, Ma Kiano udah janji mau sarapan bareng Kayla."


"Ya sudah Mama bekalkan saja boleh?" tanya Medinah.


"Boleh Ma, yang banyak ya Ma."


Medinah pun menyiapkan bekal untuk Kiano.


"Ini sayang." Medinah menyerahkan kotak bekal kepada Kiano.


"Makasih ya Ma, dan Kiano berangkat dulu." Kiano pun berpamitan pada semua nya kecuali Kendra dan Ilham yang masih berada di kamarnya.


*****


Kiano tiba dirumah Kayla, dan gadis itu telah menunggu didepan rumahnya.


Senyum Kayla mengembang saat Kiano mengunjukan kotak bekal yang ia bawa.


"Kamu bekal?" tanya kayla senyum.


"Mama Medinah yang menyuruh aku bawa ini, dan makan sama kamu nanti." Kiano tersenyum sambil menaikan kedua alisnya.


"Sudah siap?" tanya Kiano. Kayla menganggukan kepalanya dan segera pamit kepada Mama nya.


"Ma, Kayla berangkat dulu ya." teriak Kayla dari depan pintu.


"Kiano udah datang sayang?" Mama Kayla berjalan keluar menghampiri Kayla. Kiano turun dari motor dan bersalaman kepada Mama Kayla.


Sikap ini lah yang membuat sang Mama menaruh rasa simpatik pada Kiano.


Kiano membantu Kayla memasang helm, setelah itu mereka pun berangkat kesekolah.


Sati sekolah heboh saat melihat Kiano berboncengan bersama Kayla, ada yang mengatakan mereka cocok dan mendoakan mereka segera jadian. Bahkan ada juga yang membenci dan menghujat Kayla dengan sebutan cewek matre dan munafik.


Berita itu pun sampai ke telinga Sarah.


Gadis itu segera menghampiri Kayla yang sedang sendirian di taman sekolah, Kayla sedang menunggu Kiano untuk pulang bersama.


"Eh cewek gatel lu gak ada kapok ya, udah gue bilang jangan deketin Kiano masih aja lu deketin. Lu berani melawan perintah gue." ucap Sarah penuh emosi.


"Apaan si lu, datang-datang ngomel. Gak jelas banget." Kayla masih tidak memperdulikan ocehan Sarah.


"Jangan pura-pura gak ingat dengan omongan gue yang kemarin, gue bilang sama lu untuk jauhin Kiano. Sebab Kiano itu milij gue, gak ada satu pun yang berhak milikin dia selain gue."


"Oh jadi lu mau Kiano, ambil sana. Kenapa lu datang ke gue. "


"Lu ngeyel ya, gue akan kasi lu pelajaran agar lu tau lu sedang berhadapan dengan siapa."


Sarah pun menyerang Kayla, tapi tanpa Sarah ketahui Kayla sangat mengusai ilmu beladiri tae kwon do dan wu shu. Dengan mudah Kayla menghindari serangan Sarah. Berulang kali Sarah menyerang Kayla, berulag kali juga ia mendapati pukulan telak di badannya.


Merasa tidak mampu menghadapi sendirian, Sarah pun meminta bantuan kepada teman-temannya.


Namun tidak ada yang berani maju untuk membantu. Sarah yang terpojok akhirnya menyerang Kayla secara tiba-tiba gadis itu tidak siap, ia mengira Sarah telah menyerah. Kayla yang di serang dalam keadaan yang tidak siap, membuatnya tumbang, dan disana Sarah berhasil menampar dan menjambak rambutnya.


Mendengar keributan Kiano yang sedang berjalan menuju taman untuk menemui kayla, segera melajukan langkahnya setelah mendengar keributan yang terjadi di taman.


Kiano melihat Kayla sedang di pukul oleh Sarah dan teman-temannya.


Kiano berlari menghampiri mereka dan menyingkirkan mereka satu persatu teman Sarah. Kiano melihat Sarah yang menggila memukuli Kayla segera memanggil keamanan sekolah untuk membawa Sarah untuk diaman kan.


Setelah sarah dibawa oleh pihak sekolah untuk diamankan, Kiano pun membantu Kayla bangun, dan membawanya ke UKS.

__ADS_1


Kiano membantu Kayla mengobati lukanya, Kayla sesekali meringis kesakitan.


"Maaf ya." ucap Kiano tiba-tiba.


Kayla terkejut mendengar ucapan Kiano.


"Ini pasti karena aku kan?"


Kayla tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Ini bukan karena kamu, tapi memang Sarah sudah punya dendam sama aku." jawab Kayla lembut.


"Aku akan pastikan mereka menerima hukumannya." ujar Kiano.


"Biarkan pihak sekolah yang memberi mereka hukuman."


"Tapi kamu jadi begini gara-gara mereka."


"Aku baik-baik aja. Ki, aku anak seorang tentara, kedua Kakak ku juga abdi negara. Luka seperti ini bagi ku bukan apa-apa".


"Itu bagi kamu, tapi bagi ku. Aku gak rela ada orang yang nyakitin kamu. Sebab aku..." aku Kiano.


"Sebab apa Ki?" tanya Kayla penasaran.


"Sebab aku, aku sayang kamu Kay. Aku juga tidak paham dengan perasaan ku Kay, tapi yang aku tau aku sangat menyayangi kamu kay. Aku ingin kamu selalu berada disisiku."


Kayla tersenyum mendengar pengakuan Kiano. Kiano menggenggam jemari Kayla dan mengecupnya.


"Jadilah bagian dari hidup ku Kay, aku mau kita bersama setelah ini dan seterusnya. Kay mungkin aku bukan orang yang romantis tapi percayalah Kay, aku mengumpulkan semua keberanian ini hanya untuk saat ini." jelas Kiano.


Kayla tertawa kecil. "Ki, kamu gak lagi nembak aku di UKS kan?" kekeh Kayla.


"Menurut kamu?"


"Gak romantis banget."


"Kan aku udha bilang, aku tuh orangnya gak romantis."


"Iya, tapi gak mesti di UKS juga kan. Nanti kalau nembak cewek lain cari tempat yang bagus ya."


"Gak akan ada lagi, selain kamu gak akan ada lagi. Hanya kamu." Kiano mengelus pipi Kayla.


"Masa?" goda Kayla.


"Serius Kay." Kiano mengacungkan dua jarinya.


"Gak percaya, nanti juga akan ada......" Kayla tidak bisa lagi melanjutkan bicaranya, sebab saat ini bibir Kayla telah di bungkam oleh Kiano dengan bibirnya.


Kayla yang masih shock tidak bisa berbuat apa-apa. Kiano masih ******* bibir Kayla, hingga perlahan ia melepaskan pautannya.


Kiano menyapu bibir Kayla dengan ibu jarinya, dan tersenyum.


"Aku sayang kamu Kay, aku gak akan lakukan ini selain sama kamu Kay, hanya kamu. Sekarang kamu percaya aku Kay?" tanya Kiano.


Kayla tersipu malu dan menundukan kepalanya. Kiano tersenyum dan memeluknya.


"Istirahatlah, aku akan keluar sebentar." Kiano mengecup kening Kayla dan berjalan keluar setelahnya.


Kayla masih terdiam ia tidak percaya bahwa dia dan Kiano telah memutuskan untuk berpacaran.


*Bersambung


berikan tanda cinta kalian untuk author dengan komen disetiap epsde nya


Like disetiap up


Vote dan boom rate lima bintang


terimakasih

__ADS_1


**I LOVE U ALL***


__ADS_2