
Hummairah mengerjipkan matanya, mengumpulkan kembali kesadarannya. Samar Ia memandang sekeliling, pening masih terasa mendera kepalanya.
Ia coba mengingat kejadian yang dilaluinya, tiba tiba terdengar suar
" Kau sudah sadar ? " Hummairah mencari sumber suara.
" Vans ? "
" Kejutan !!! " Vans tertawa terbahak.
" Apa yang kamu lakukan ? Ini... Ini dimana ? "
" Ini istana kita, aku merancang bangunan ini sudah lama. Sambil mencari bidadari calon penghuni istana ini. " Vans mendekati Hummairah. " Kau tau, aku telah berkelana berkeliling dunia untuk mencari bidadari, ternyata bidadari yang aku cari selama ini ada disini. " Vans ingin menyentuh wajah Hummairah tapi Ia mengelak.
" Ah, aku lupa. Kau tak mau bersentuhan dengan seorang pria yang bukan suamimu kan ? Maaf, aku tak akan menyentuh mu sekarang. Tapi, nanti setelah kita menikah, kau tak kan bisa menolak ku. " Vans tertawa puas, suaranya membahana diseluruh ruangan.
" Aku akan pergi sebentar, untuk melihat keadaan diluar. Aku yakin suamimu yang kau cintai itu sedang brusaha keras mencarimu.
Hummairah mencoba melepaskan diri, tapi nihil ikatan itu begitu kuat.
Hummairah berdoa agar Kendra segera mencarinya.
" Maaf Tuan, ada telpon dari rumah sakit. " Ucap Ifan.
Kendra mengangguk.
" Hallo, " Kendra terdiam mendengar suara dari seberang. Bergegas Kendra berlari keluar meninggalkan kantornya menuju rumah sakit.
Kendra tiba dirumah sakit, Ia melihat Viktor tebaring tak berday, Sedangkan Sakinah mengalami memar di bagian wajah dan lehernya.
" Assalamualaikum. " Ucap Kendra
" Waalaikumsalam, Tuan.... Maafkan saya tuan saya tidak bisa menjaga Nyonya dengan baik. " Tangis Sakinah pecah saat itu juga.
" Apa yang terjadi Sakinah ? " Tanya Kendra tenang.
" Saat kami pulang dari rumah sakit, di tengah perjalanan kami di hadang sebuah mobil jenis minibus. Saya duduk disamping Viktor, mereka langsung meyerang mobil kami, Viktor turun mencoba untuk melawan mereka, tapi jumlah mereka terlalu banyak, akhirnya Viktor di pukul sampai pingsab. Saya juga mencoba melindungi Nyonya, naas saya juga dapat pukulan. Setelah itu saya tak sadarkan diri lagi, ketika saya membuka mata saya sudah berada disini " Jelas Sakinah panjang lebar.
Kendra mengepalkan tangannya,
" Siapa yang berani mengusik kedamaian keluargaku, aku akan cari tahu. Akan aku habisi mereka satu persatu.
__ADS_1
" Tuan, ada yang ingin saya katakan. " Langkah Kendra terhenti. " Nyonya... Nyonya sedang mengandung Tuan.." Ucap Sakinah terbata
" Apa ? " Kendra hampir tak percaya. Ada rona bahagia di wajahnya, tapi seketika itu juga menghilang dari wajah tampannya " Kamu tenang disini, aku akan mengurus semuanya. "
Kendra keluar meninggalkan ruang rawat Sakinah dan menemui Viktor yang masih koma di unit gawat darurat.
Kondisi Viktor sungguh memprihatinkan, Ia terbaring lemah tak berdaya, dengan selang yang menempel hampir di sekujur tubuhnya.
" Tuan saya sudah melaporkan masalah ini kepihak yang berwajib, mereka sedang melakukan upaya pencarian. " Ifan datang melapor. " Polisi hanya akan menunggu Viktor siuman untuk dimintai keterangan. "
" Amankan Sakinah dan Viktor, perketat penjagaan di rumah sakit ini. Aku akan pulang kerumah, untuk memberitahu Kakek. " Kendra berjalan meninggalkan rumah sakit dan pulang.
" Apaa ??? Siapa yang berani berbuat demikian ? " Mama histeris
" Tenang lah Ma, Kendra sedang mengupayakan yang terbaik untuk mencari keberadaan Hummairah. "
"Nak adakah dalam beberapa waktu ini kamu melakukan kesalahan dengan seseorang, maksud Papa dalam bisnis ? "
" Tidak Pa, Kendra tidak merasa punya musuh. Kalaupun ada yang memusuhu Kendra, mereka hampir semua tidak mengenal Hummairah. Karena Hummairah jarang tampil di depan publik bersama Kendra kecuali acara tertentu. "
" Tapi Nak, coba lagi kau ingat. Mungkin ada kau terselip kata menyakiti hati saingan mu " Nanny menambahkan
" Kendra sedang berusaha mengingat Nanny. "
" Tenang lah Nak, Kakek sudah menelpon orang orang Kakek untuk menyebar mencari istrimu. Mereka akan meneyisir setiap pelosok negeri ini. " Kakek mendekati Kendra dan merangkulnya.
Kendra pun luruh pertahanannya, Ia seperti anak kecil yang menangis tersedu ketika kehilangan mainannya.
" Hummairah sedang hamil Kek, Kendra takut sesuatu terjadi pada Hummairah dan juga bayinya. "
" Apa ? Jadi maksud kamu Hummairah hamil Kendra ? " Tanya Mama dan Nanny serempak.
Kendra hanya mengangguk. " Itu Kendra dengar dari pengakuan Sakinah, mereka baru pulang dari rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Karena beberapa hari ini Hummairah terlihat pucat dan sering pusing, Ia juga kadang memuntahkan apa yang telah masuk kedalam perutnya. " Kendra mengambil nafas panjang. " Seandainya saja Kendra tidak ke kantor, dan lebih memilih menemaninya, mungkin tidak akan jadi seperti ini. " Sesal Kendra.
" Kamu tenang saja, Kakek akan melakukan yang terbaik untuk mencari keberadaan menantu Kakek. Sekarang lebih baik kamu istirahat dan membersihkan diri. "
Kendra pun beranjak naik kelantai atas dan masuk kedalam kamar.
Suasana kamar itu kental dengan aroma istrinya, setiap sudut Ia membayangkan istri tersenyum menyambutnya. Kendra terduduk tak berdaya disisi ranjang dan menatap photo istrinya yang tersenyum.
" Bagaimana ini Tante, siapa yang menculik Hummairah ? Kita bahkan belum menyewa orang untuk melakukannya, jadi siapa yang berada selangkah di depan kita. " Ucap Olivia frustasi.
__ADS_1
" Kamu tenang lah Olivia, kalau kamu mondar mandir seperti itu tante jadi pusing. Lagi pula baguslah kalau misal ada yang melakukannya, jadi kita tidak perlu repot repot menyingkirkan wanita kampung it. "
" Tante, apa Tante tak mau menjenguk Viktor. Seperti yang Kendra bilang, Viktor saat ini sedang koma dirumah sakit. "
" Itu kita urus nanti, yang penting sekarang kita harus cari tahu dulu siapa dalang dibalik penculikan Hummairah. "
Viktor telah sadar dari koma nya, tapi belum sepenuhnya pulih. Ia masih memerlukan perawatan secara intensif. Viktor hanya bisa membuka matanya, tapi belum bisa bicara dan menggerakkan anggota tubuhnya.
" Saudara Viktor mengalami cidera di kepala, beberapa tulang retak dan patah. Kemungkinan untuk pulih lebih cepat itu mistahil, tapi kami akan berusaha semampu kami mengembalikan keadaan saudara Viktor secepatnya. " Terang dokter yang menangani Viktor kepada Kendra.
" Kira kira berapa lama Dok ? " Tanya Kendra
" Kalau saudara Viktor cepat merespon setiap perawatan.yang kami berikan, beliau akan pulih lebih cepat dari yang kami jadwal kan. "
" Baiklah, saya percayakan semuanya kepada Dokter dan para medis. Saya mohon undur diri, permisi. "
Kendra berjalan keluar dari ruangan, Ia melangkahkan kakinya, menuju mobil dan meninggalkan halaman parkir rumah sakit.
Kendra tiba di mansion Kakek, disana telah menunggu seseorang
" Ayah " Ucap Kendra terkejut
Kendra berlari dan berlutut dihadapan mertuanya. " Maafkan Kendra Yah, Kendra tidak bisa menjaga Hummairah dengan baik. "
Ayah menepuk pundak Kendra dan tersenyum.
" Bangunlah Nak, kamu tidak perlu minta maaf. Ini semua sudah menjadi takdir, tak ada yang dapat lari dari takdir. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Sekarang kita hanya menunggu waktu sembari berdoa, supaya dimanapun Hummairah berada Dia baik baik saja. " Ayah setengah menahan tangisnya.
" Kendra janji Yah, Kendra akan secepatnya menangkap pelakunya dan membawa Hummairah kembali bersama kita. " Ucap Kendra
Seseorang menahan senyum mendengar pernyataan Kendra.
*kalau kalian bisa berhasil menemukannya, kalau tidak ? Aku akan secepatnya membawa bidadari ku keluar dari negara ini. Agar aku tak mendapat kesulitan untuk membuatnya menjadi milik ku. Vans
Bersambung
hanya bisa segini
tetep jangan lupa like, vote, dan boo bintang lima
supaya author dan novelnya naik level
__ADS_1
terimakasih
**I LOVE U ALL***