
"Ki, kamu mau gak ngadzanin anak aku?" tanya Kayla.
Semua yang berada disana terperangah setelah mendengar ucapan Kayla.
"Tapi kan seharusnya itu tugas Papanya, bukan orang lain. Lagi pula kan nanti ada Kakek dan Om nya, yang akan datang kesini." tolak Kiano.
"Mereka gak mungkin datang Ki." ujar Kayla lirih.
Kiano menatap wajah Zavira, berniat meminta izin. Tapi Zavira diam, tidak memberikan jawaban.
"Aku mohon Ki.... aku yakin Zavira tidak keberatan."
Tapi Zavira masih berdiam diri, Kiano masih terus menatap wajah istrinya.
"Za, kamu gak keberatankan, kalau Kiano yang ngelakuinnya?" tanya Kayla.
Zavira tersenyum kecut.
Setelah merasa mendapat persetujuan dari sang istri, Kiano pun berjalan menghampiri box bayi Kayla. Lama Kiano berdiam diri, ia menatap wajah bayi yang tertidur pulas didalam box.
Pada saat Kiano ingin mengangkat bayi Kayla, tiba-tiba saja Zavira beranjak dari duduknya dan berjalan keluar.
"Za.. kamu mau kemana?" seru Kirana saat melihat sahabat sekaligus kakak ipar nya.
"Ki, lebih baik lu pulang sekarang." sambung Fachri yang sedari tadi hanya diam.
"Yang di bilang Kak Fachri benar Kak, lebih baik lu kejar istri lu dan jelasin semuanya. Gua gak mau kalau sampai lu nyakitin sahabat gue." cecar Kirana.
"Tapi, aku ingin putra ku ada yang mengadzani nya." ucap Kayla lirih.
"Pihak rumah sakit bisa melakukannya." jawab Kirana ketus.
"Tapi Kirana, aku ingin Kiano yang mengazani nya." pinta Kayla.
"Sudah jangan berdebat lagi, aku akan melakukannya." ucap Kiano.
"Tapi lu gak bisa gitu dong Kak, Kayla masih punya keluarga, dan Ayah dari anak itu lebih berhak dari pada lu." tutur Kirana geram.
"Tapi Kirana, Ayahnya sedang tidak ada disini. Begitu pula dengan keluargaku yang lain, mereka sudah tidak mau lagi menerima dan menganggap aku bagian dari mereka." sela Kayla.
"Sudahlah Na, ini kan cuma bantuin dia buat ngazanin anaknya kan, kenapa jadi masalh besar." tukas Kiano.
"Kak, lu bukan bapak dari si bayi. Jadi ini bukan tanggung jawab lu." seru Kirana.
"Maaf Ki, kalau gue ikut campur. Tapi apa yang dikatakan Kirana ada benarnya, lebih baik minta dari pihak rumah sakit yang melakukannya." ujar Fachri.
Terjadilah perdebatan panjang, antar Kiano dan adiknya Kirana. Zavira hanya diam melihat kedua saudara itu berseteru, Fachri hanya bisa menengahi.
"Pokoknya gue gak setuju kalau sampai lu yang ngazanin anaknya Kayla." ucao Kirana lantang.
"Apa salahnya Na."
"Ya tetap salah Kak, setidaknya lu pikirin perasaan istri lu. Lu gak liat dia sedari tadi diam aja, apa lu pernah nanya apa pendapat nya?" seru Kirana lagi.
Kiano menoleh kembali ke arah istrinya, ia pun baru teringat memang sejak tadi Zavira tidak berbicara apa pun.
__ADS_1
"Lebih baik sekarang kita tanya sama Zavira, apa dia keberatan kalau suami nya mengazani anak dari mantan kekasih suaminya." ucap Kayla penuh penekanan.
Kirana dan Fachri terbelalak mendengar ucapan Kayla, mereka pun menatap wajah teduh Zavira. Wanita itu sedari tadi hanya diam dan menjadi penonton setia.
"Bagaimana Za, apa kamu keberatan?" tanya Kayla menatap Zavira.
Zavira tersenyum kemudian menatap Kiano dalam, penuh arti dna hanya Zavira saja yang mengetahui maksud dari tatapannya pada suami nya.
"Aku yakin Zavira pasti tidak keberatan, sebab dia juga wanita dan juga calon Ibu, pasti dia akan lebih mengerti." tutur Kayla.
"Bilang jangan Za..." seru Kirana.
"Aku mau pulang, aku capek." ucap Zavira yang beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar rawat Kayla.
"Za... tunggu, aku ikut." Kirana berlari mengikuti Zavira keluar.
"Pikirkan sebelum lu bertindak Ki, ingat luka hati dan kecewa lu. Dan lu juga harus ingat perjuangan lu buat ngedapetin Zavira, hingga ia mau menerima lu jadi suaminya. Jadi jadi jangan pernah kecewain orang yang benar-benar tulus sayang sama lu, lu pernah ngerasainnya kan?" Fachri pun keluar dari kamar rawat Kayla, meninggalkan Kiano bersama Kayla dan mengejar Kirana dan Zavira.
"Ketemu Zavira nya sayang?" tanya Fachri saat bertemu Kirana di parkiran.
Kirana menggeleng. "Mungkin dia udah pulang pakai taxi."
"Kita pulang kerumah ya, yuk!" ajak Fachri.
Kirana mengangguk. "Tapi kita jangan bicara sama orang-orang dirumah ya Kak!" pinta Kirana.
Fachri mengangguk dan tersenyum, mereka pun meninggalkan parkiran rumah sakit dan kembali kerumah.
.....
"Waalaikumsalam.." jawab mertuanya yang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Za, kamu udah pulang sayang, dimana yang lain?" tanya Hummairah.
"Masih disana Mi, saya pusing maka nya pulang duluan." jawab Hummairah.
"Ya sudah, kamu istirahat saja."
Zavira pun naik ke kamarnya, Kendra menghampiri istrinya dan merangkul bahunya.
"Pasti telah terjadi sesuatu disana." ujar Kendra.
"Maksudnya?" tanya Hummairah bingung.
"Kamu lihat saja nanti." lanjut Kendra.
Tidak berapa lama Kirana dan Fachri pun tiba disana, Kirana masuk dan langsung menanyakan keberadaan Zavira.
"Zavira kemana Mi?" tanya Kirana pada saat sampai.
"Kalau masuk tuh kasih salam dulu, cium tangan." omel Hummaira.
"Maaf Mi... Assalamualaikum" ucap Kirana.
"Gitu dong.." ujar Ummi nya.
__ADS_1
Fachri dan Kendra saling berpandangan.
"Ya udah, Nana keatas dulu ya." Kirana pun berlari menaiki tangga.
"Apa ada yang terjadi? Dimana Kiano?" tanya Hummairah.
"Kiano.. masih di klinik Mi, nungguin Kayla." jawab Fachri.
"Apa! tapi kenapa, dimana keluarga Kayla?" tanya Hummairah.
"Disana hanya ada Mbak Jihan Kakak iparnya Kayla, istrinya Mas Reno." lanjut Fachri.
"Jadi apa yang dilakukan Kiano disana, bukannya dia seharusnya pulang bersama istrinya dan kalian. Kita kan sudah mengantarkan Kayla ke klinik, jadi biar nanti jadi urusan keluarganya kenapa jadi Kiano yang mesti menemani dia." Hummairah mulai berang, ia tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan.
Ia pun segera mengambil ponselnya dan menelpon Kiano, tapi tanpa di duga Kayla yang mengangkat ponsel miliknya.
"Hallo... Assalamualaikum." ucap suara diseberang sana.
"Waalaikumsalam.. Kayla?" mata Hummairah menatap Fachri dan Kendra yang juga tampak terkejut.
"Iya Mi, maaf..." jawab Kayla.
"Dimana Kiano? dan kenapa ponselnya bisa ada sama kamu?" tanya Hummairah.
"Maaf Mi, Kiano nya lagi diluar beliin aku makanan. Aku lapar banget solanya." ujar Kayla.
Hummairah memejamkan matanya menahan kesalnya. "Bilang, sama Kiano suruh dia pulang sekarang juga. Istrinya lemas lagi, mungkin kecapean." Hummairah langsung menutup telponnya.
"Apa yang terjadi Fachri?" tanya Kendra.
Fachri pun mulai menceritakan semua kejadian di klinik tadi, Hummairah tampak geram dengan ulah Kiano. Fachri pun bercerita kalau Kiano dan Kirana sempat bersitegang, dan finalnya Zavira kembali kerumah sendiri.
"Ummo harus bicara serius sama Kiano, kan sudah Ummi bilang setelah anggota keluar ga nya datang dia harus membawa kalian pulang." ucap Hummairah berang.
"Tenang sayang, kita tunggu Kiano pulang dan kita dengarkan penjelasan dari dia." Kendra mendinginkan istrinya.
Tidak lama kemudian Kiano pulang kerumah.
"Assalamualaikum..."
Semuanya menoleh ke sumber suara.
"Waalaikumsalam.." jawab mereka serentak.
"Kamu dari mana aja Ki?" tanya Hummairah tanpa menunggu lagi.
"Mi, sabar biarkan Kiano duduk dulu." ujar Kendra.
Hummairah diam menahan kedongkolan hatinya.
"Zavira mana Mi?" tanya Kiano.
"Zavira ada di kamarnya sama Kirana, coba kamu temui dulu." ujar Daddy nya.
Kiano mengangguk dan segera naik ke kamarnya menemui istrinya.
__ADS_1
Bersambung...