CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
62 jangan lupa VOTE


__ADS_3

" Tidak, Kakek tidak setuju kalau kamu mesti kembali tinggal di apartemen. " Ucap Kakek tegas.


" Disini sudah terlalu ramai Kek, lagi pula jarak antara apartemen dan kantor tidak terlalu jauh. " Hummairah menjelaskan.


" Tapi Kakek tidak tenang kalau kamu hanya berdua Kiano di sana. "


" Ara akan ajak Sakinah juga Kek. "


" Tapi tetap membuat Kakek tidak tenang Nak, lagi pula kalau kamu ke kantor dan Sakinah harus ke kampusnya, Kiano akan tinggal dengan siapa ? " Nanny menambahkan


" Kiano biasanya Ara bawa k kantor Nanny. "


" Pada saat kami meeting, Kiano pasti kesepian. " Sahut Mama


" Begini saja, apabila Sakinah harus ke kampus Ara akan bawa Kiano ke sini. Ayolah, Ara mohon " Hummairah sudah mengeluarkan jurus manja kepada semuanya.


" Baiklah, " Ucap Kakek. " Tapi, kamu harus janji, kalau Sakinah tidak ada dirumah Kiano akan berada bersama kami disini. "


" Siap Kek, " Hummairah berlari menghampiri Kakek dan memeluk nya " Kakek memang terbaik. Ara sayang Kakek. "


" Dengan kami kau tidak sayang Ra, ? " Tanya Nanny memperlihatkan wajah sedihnya.


Hummairah pun berlari menghampiri kedua wanita yang sangat Ia sayangi.


" Ara juga sayang sama Nanny dan Mama " Hummairah memeluk dan mencium keduanya. " Ara siap siap dulu yaa " Hummairah berjalan keluar dari kamar Kakek.


" Aku tau, anak itu menghindari sesuatu. " Ucap Kakek


" Maksud Mas ? " Tanya Nanny


" Salah satu penghuni rumah ini ada yang membuatnya tidak nyaman. " Jelas Kakek


" Tapi siapa ? " Tanya Mama dan Nanny bersamaan


" Nanti kalian juga akan tau " Jawab Kakek meninggalkan kedua wanita itu.


Viktor membantu Sakinah memasukkan barang kedalam mobil.


" Kamu benar mau pergi dari sini Nah ? " Tanya Viktor sedih


" Seperti yang kamu lihat, Nyonya sudah memutuskan. Jadi saya harus patuh " Ucap Sakinah santai.


" Kenapa kamu tidak tinggal disini saja Nah, jangan ikut Kakak Ipar. "


" Tidak bisa, aku kan tugasnya menjaga Kiano. Jadi kemanapun Kiano berada, aku harus disana. "


Viktor menundukkan kepalanya. Hummairah yang melihat semua itu, jadi merasa tak tega.


" Sudah semua Sakinah ? " Tanya Hummairah memecah kebisuan mereka


" Sudah Nyonya, " Jawab Sakinah


" Viktor, kamu mau ikut mengantar kami ? Tanya Hummairah


Serta merta senyum Viktor mengembang


" Boleh Kak ? "


" Tentu saja, kamu kan supir kami "

__ADS_1


" Jadi aku masih boleh menjadi supir mu Kak ? " Tanya Viktor antusias


Hummairah menganggukkan kepala sembari tersenyum.


" Ayo jalan, nanti macet " Perintah Hummairah


Hummairah segera berpamitan kepada semua.


" Siap Nyonya. " Viktor berlari masuk kedalam mobil. " Sudah siap semuanya ? Kita jalan " Viktor melajukan kendaraannya meninggalkan mansion dan menuju apartemen.


Didalam kamar


" Akhirnya gadis kampung itu pergi juga dari sini. " Ucap Cristien


" Tante benar, tanpa di usir dia udah tau diri dan pergi dari sini. " Sambung Olivia


" Kalau si gadis kampungan itu sudah tak ada lagi disini, maka para orang tua itu juga akan pergi dari rumah ini. "


" Maksud Tante, Kakek dan Nanny ? "


" Siapa lagi, karena mereka ada disini karena gadis kampungan itu. "


Kedua wanita itu masih asyik berbincang, tapu hanya Vans yang terlihat murung.


" Vans, kamu kenapa ? Tanya Cristien


" Iya, apa kamu bersedih karena Hummairah pergi dari sini. " Olivia menambahkan


" Kau benar, aku jadi tidak memiliki pemandangan yang menyejukkan. " Jawab Vans


" Maksud kamu ? Kamu menyukai gadis kampungan itu Vans ? " Tanya Cristien


" Apa aku salah ? "


" Iya, apa dia tidak gerah dengan baju yg longgar tertutup dari kepala sampai ujung kaki, alasan menutup aurat. Apa dia pikir orang akan menyukai penampilannya, aku heran kenapa Kendra dan keluarga nya begitu sayang padanya. " Tambah Olivia


" Disitulah keunikannya, aku jadi makin penasaran. Bagaimana bentuk tubuhnya di balik pakaiannya, " Vans membayangkan wajah Hummairah yang tersenyum. " Sial sekali, aku tak bisa membayangkan tubuhnya tanpa pakaian itu. " Ucap Vans kesal


" Jangan gila Vans, kamu tau kan bagaimana sifat Kendra bila dia sudah marah. Lagi pula masih banyak gadis lain yang lebih baik dari gadis itu. " Terang Cristien


" Mom, kau kira aku akan menjadikannya istri yang mengikat aku selamanya ? Aku hanya akan bersenang senang, setelah bosan aku akan buang. " Seringai Vans


Cristien dan Olivia tertawa.


" Kamu memang anak Mommy Vans, " Ucap Cristien bangga


" Mendengar perkataan Vans, aku jadi punya ide Tante. " Ucap Olivia


" Ap itu sayang ? Tanya Cristien


" Aku ingin memiliki Kendra, dan Vans ingin memiliki Hummairah. Mengapa kami tidak bekerjasama saja untuk memisahkan keduanya. " Terang Olivia


" Hei, kau pintar sekali. Vans akan mendekati Hummairah, dan aku akan mengompori Kendra. " Jawab Olivia.


" Kamu memang hebat sayang " Ucap Cristien


Dan mereka pun tertawa lepas


Sementara itu

__ADS_1


Hummairah sudah tiba di apartemennya.


" Kalian mau makan apa siang ini ? " Tanya Hummairah


" Apa saja Nyonya " Jawab Sakinah


" Iya, Kak apa saja "


" Baiklah, kita akan memesan makanan. " Hummairah pun meraih ponselnya dan memesan beberapa macam makanan.


Setelah memesan makanan ponsel Hummairah berbunyi.


" Nyonya... Tuan Kendra menelpon. " Sakinah memberitahu


Hummairah keluar dari kamarnya dan meraih ponselnya, " sebentar ojol nya sampai, ini uangnya, kalian makan dulu. " Hummairah meninggalkan Sakinah dan Viktor di ruang tivi.


" Sakinah, aku boleh nanya ? Viktor memulai pembicaraan


" Boleh, mau tanya apa ? "


" Kamu udah lama ikut Kakak ipar ? "


" Dari sejak Den Kiano lahir. Kenapa ? "


" Kakak Ipar itu orangnya seperti apa ? "


" Nyonya itu cantik, baik, sayang sama keluarga, yang terpenting Nyonya itu orangnya sabar banget. "


" Maksudnya sabar ? "


" Ya, sabar. Eh, tapi kamu jangan ngomong k orang lain lagi yaa. "


" Soal apa ? "


" Tuan Kendra itu, udah beberapa kali nyakitin Nyonya. Tapi, Nyonya selalu memaafkan nya. Dan yang terakhir ini sampai Nyonya keluar dari rumah dan tinggal di sini, itu juga karena Tuan Kendra sama Nona Olivia. "


" Memang kenapa Kak Kendra dan Olivia. Mereka itu udah temenan dari kecil, dan Kak Kendra sendiri sudah menganggapnya seperti adiknya. "


" Itu perasaan Tuan Kendra ke Nona Olivia, tapi perasaan Nona Olivia ke Tuan Kendra beda. Semua orang beranggapan kedekatan mereka hanya sebatas teman kecil yang seperti saudara, tapi Nyonya tahu itu tidak demikian. "


" Jadi mereka bertengkar dong ? "


" Bertengkar besar si tidak, cuma yaa,,, seringkali mereka beradu argumen. Tuan masih kekeh bilang kalau mereka tidak ada apa apa, tapi Nona Olivia nya sendiri seperti ingin merebut posisi Nyonya dirumah ini. " Jelas Sakinah panjang lebar


" Aku mengerti sekarang, baiklah aku akan berada di pihak Kakak Ipar. Lagi pula aku tidak suka dengan Olivia, terlalu sombong. " Ucap Viktor


" Iya, aku juga menyukainya. Apa lagi Nyonya Cristien, mereka berdua itu sama. Gaya nya seperti yang punya rumah. " Sakinah mengeluarkan semua kekesalannya, Ia lupa bahwa Viktor adalah anak dari Cristien.


" Kamu benar Sakinah, Mommy ku memang sombong. Ia juga tega meninggalkan Daddy ku disaat Daddy ku bangkrut. " Ucap Viktor menundukkan kepalanya sedih.


Sakinah yanh sadar ucapannya telah menyinggung perasaan Viktor pun terdiam.


" Viktor, aku minta maaf. Kalau ucapan ku tadi menyakiti perasaan mu, " Sakinah menggigit lidahnya.


" It's okey, itu memang kenyataannya. Tapi mulai sekarang, aku akan berada di pihak yang membela Kakak Ipar, aku akan melindungi Kakak Ipar dan aku akan ada selalu ada didekat kamu. " Jelas Viktor yang membuat rona merah di wajah Sakinah yang tertunduk malu.


*bersambung


jangan lupa Vote dukung Author nya dengan Rating bintang lima

__ADS_1


terimakasih


**I LOVE U ALL***


__ADS_2