
Ilham dan Medinah baru tiba di mansion, tiba tiba...
Pluk.... Sebuah bantal sofa mendarat mulus diwajah Ilham. Terdengar suara tertawa terbahak.
Ilham terkejut, dan mencari sumber suara.
Kendra tertawa lepas, puas setelah mengerjai Ilham.
" Kendra, apa apaan kamu ? "
Perlahan berhenti tertawa " Dasar brengsek, disini kau mengatakan akan menikahi Medinah. Tapi diluaran kau masih belum memberi harapan, pada seseorang "
Ilham terkejut " Apa maksudmu ? "
" Ya..... tadi pagi seseorang datang kesini, dia mengaku sebagai wanita mu. "
Medinah tertegun kemudian menatap Ilham, dengan sigap Ilham menggelengkan kepala cepat.
" Jangan percaya Me, aku gak punya wanita lain diluar. "
Kendra tersenyum mengejek " Benarkah ? "
" Kendra, awas kamu " Ilham mengejar Kendra keliling rumah, seperti bocah berumur 5 tahun mereka berlari dan berteriak.
Hummairah baru saja turun dari atas, memimpin Kiano.
" Waah.... Daddy dan uncle main lari lari, aku ikut yaaa.... " Kiano pun berlari dibelakang kedua pria dewasa itu.
Setelah lelah berlari mereka memutuskan untuk duduk disofa ruang tengah.
" Sayaaanh..... Ambilin air dingin dong ! "
" Untuk aku juga Ra ! "
Pluk... Bantal sofa kembali terbang kewajah Ilham.
" Enak aja nyuruh nyuruh istri ku, suruh calon istri mu. " Teriak Kendra.
Tak lama kemudian, Hummairah datang membawa dua gelas air dingin.
Kendra menerima dengan tersenyum.
" Terimakasih sayang, " Ucap Kendra
" Terimakasih Ra " Ilham tersenyum.
Kendra memperhatikan tingkah Ilham.
" Berhenti memandang istri ku seperti itu " Teriak Kendra dengan wajah masam.
" Aku hanya mengucapkan terimakasih, apa salahnya " Ucap Ilham
" Tapi tatapan mata mu itu, aku tidak suka ! "
Hummairah hanya menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan dua pria dewasa dihadapan nya.
Ilham baru teringat dengan ucapan Kendra.
" Ken, apa maksud ucapan mu tadi ? "
" Yang mana ? " Tanya Kendra
" Yang tentang wanita diluar ? "
Kendra coba mengingat.
" Oh, aku ingat. " Kendra pun bercerita tentang kedatangan Jessica ke mansion, dan mengaku sebagai calon istri Ilham.
Mereka bercerita sembari tertawa.
Didapur Hummairah dan Medinah penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan dua pria dewasa itu.
*****
" Hallo, Ma.. " Ucap Jessica pada Ibunya
" ...... "
" Aku baik baik saja Ma, tidak perlu khawatir "
" .... "
" Ma.... Aku sudah bilang, bahwa aku sudah sembuh. Jadi Mama tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diri ku. "
__ADS_1
" ..... "
" Sudahlah Ma, aku bilang jangan khawatir. Aku akan tetap disini sampai aku mendapatkan Ilham, setelah itu aku akan kembali ke Kanada bersama Ilham. " Jessica membanting ponselnya.
" Aku akan membalas perbuatan mu Medinah. Berani berani nya kau bermain dengan calon suaminku. Aku akan membuat mu menyesal telah melakukan nya. "
Jessica mengepalkan tangannya kuat, tiba tiba kepalanya sakit tak terkira. Hingga Ia membongkar tas nya, dan mengeluarkan sebuah tas kecil berisi obat obatan.
Jessica segera mencurahkan air, dan mengambil beberapa jenis obat kemudian meminumnya.
Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
" Aku harus rilex, tidak boleh banyak tekanan. Kalau sampai aku banyak pikiran, aku akan tertekan. Kalau aku tertekan, aku akan kambuh, dan akan kembali kerumah sakit itu. Aku tak mau kembali kesana, aku harus berusaha untuk rilex, agar aku tak kembali lagi kesana. "
Jessica bergumam sendiri.
******
" Paman, aku menemukan petunjuk baru " Ucap Zian yang tiba tiba masuk kedalam ruang kantor Sam.
Melihat keponakan nya tiba tiba datang, Sam segera menyuruh sekretaris nya untuk keluar.
Setelah sekretaris itu keluar dan memerintahkan nya untuk menutup pintu.
Sam segera mendekati Zian.
" Apa yang kau temukan Zian ? "
" BeginI Pama, tadi aku baru dapat laporan dari orang yang aku suruh menyelidiki kasus ini. Mereka mengatakan bahwa Tante Rebeca tidak bekerja sendiri pada saat itu . "
" Maksud mu ? "
" Ada seseorang yang membantu nya. "
" Siapa ? "
" Itu yang akan aku tanya kan sama Paman, pada hari itu, selain Tante Rebeca siapa saja yang berada di ruangan ini ? "
" Tidak, disini hanya ada aku dan Rebeca saja..... " Tiba tiba Sam teringat. " Aku ingat, selain kami berdua, saat itu sekretaris ku yang lama juga berada disini. Tapi dia hanya mengantarkan berkas. "
" Itulah Paman, saat itu Paman lengah karena harus meladeni sekretaris itu. Dan saat itu lah Tante menjalankan aksinya. "
" Tapi, dia masuk hanya sebentar. "
" Paman, kalau seseorang sudah nekat Ia akan menggunakan waktu sedikit mungkin untuk menjalankan aksinya. "
" Apa Paman tahu dimana sekretaris Pamn yang lama ? "
" Dia sudah berhenti. Bekerja setelah kejadian naas itu, aku tidak tahu dia berada dimana sekarang. "
Zian mengusap wajahnya kasar.
" Aku akan menyuruh orang ku untuk mencari tahu. "
" Baiklah, lakukanlah yang terbaik Zian. Paman hanya bisa mengandalkan mu. "
" Aku juga akan meminta bantuan Ilham. "
" Baiklah, Paman yakin jika kalian bekerja sama, kalian bisa menyelasaikan masalah ini. "
"Baiklah Paman, aku permisi "
Zian pun keluar dari ruangan..
Aku harus menelpon Ilham sekarang
Zian segera menelpon Ilham.
" Hallo Ham, bisa kau membantu kau ? "
" Ya Zian, ada apa ? "
" Aku perlu bantuan mu untuk melacak keberadaan seseorang. "
" Kirimkan padaku data data nya "
" Aku akan mengirimkan data nya padamu sekarang. "
" Baiklah, aku akan menunggu mu "
Zian segera menurup telponnya, kemudian mengirimkan data mantan sekretaris Sam.
*****
__ADS_1
Ilham menerima email dari Zian, Ia tersenyum dan membawa laptop nya ke kamarnya.
Ilham tersenyum saat Medinah menatap nya.
" Me, bantuin kupas bawang dong " Pinta Hummairah yang saat itu berada di dapur untuk menyiapkan makan malam.
" Me, kamu dengar aku kan ? " Ucap Hummairah menepuk bahu Medinah.
Medinah terkejut, dari lamunannya.
" Ya Ra, kamu bilang apa ? "
" Kamu kenapa Me ? l Tanya Hummairah curiga.
" Gak Ra, aku gak apa apa " Jawab Medinah gelagapan.
" Aku minta kamu potongin bawang " Hummairah mengulang ucapannya.
" Baiklah " Medinah pun mulai mengupas bawang.
Saat mereka asyik memasak, Kendra masuk kedapur.
" Sayang, kamu lihat Ilham gaka ? " Tanya Kendra pada istrinya.
" Gak tahu mas, aku akn di dapur "
" Ilham diruang kerja " Jawab Medinah.
" Baiklah, terimakasih Me " Ucap Kendra kemudian berjalan meninggalkan dapur.
Kendra masuk kedalam ruang kerja.
" Ngapain Ham ? "
" Astagfiullah.... Kendra, kamu ngagetin aku tau gak " Protes Ilham
Kendra terkekeh " Apaa si, kayak cewek aja kagetan " Ucap Kendra
Kendra melihat Ilham masih asyik dengan layat dihadapan nya, dari pada berbicara pada Kendra.
" Lagi apa si, serius amat "
.
" Aku lagi ngelacak seseorang berdasarkan data riwayat hidupnya. "
" Siapa ? Coba aku lihat "
Kendra pun mendekati Ilham dan membaca data tersebut.
" Siapa dia Ham ? "
" Mantan sekretaris Papa nya Medinah "
" Kenapa dengan nya ? "
" Zian curiga, kalau dia terlibat kejadian naas yang menimpa Mama nya Medinah. Dia mengundurkan diri dari pekerjaan nya, setelah kejadian itu. " Jelas Ilham
" Kalau begitu, aku yang akan mengajari mu " ;Kendra mengambil alih laptop di tangan Ilham, Ia membawanya duduk di sofa kantor.
Jemari Kendra dengan cekatan memencet tombol.
" Selesai " Ucap Kendra
Ilham mengernyitkan dahi, hampir tak percaya.
Setelah Ia melihat, barulah Ia yakin bahwa Kendra memang pintar.
" Kamu hebat Ken,.aku salut "
Kendra tersenyum sombong " Tentu saja, aku selalu lebih pintar dari mu dulu "
" Sialan... " Ucap Ilham sembari melempar bantal sofa.
Kendra tertawa terpingkal pingkal.
*Bersambung
maaf agak terlambat, soalnya authornya lagi sibuk bantuin dirumah sepupu nya author yang anak nya barusan meninggal.
Tapi jangan khawatir aku akan berusaha untuk up.
jangan lupa vote, like, komen, dan boom bintang lima nya yaa, biar retting aku naik lagi...
__ADS_1
terimakasih.
**I LOVE U ALL***