CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
173. Happy reading


__ADS_3

Kayla mempersilahkan tamu nya untuk masuk kedalam, ia masih terpaku dan terkejut serta tidak menyangka jika akan bertemu kembali dengan seseorang yang paling ingin dia hindari.


"Anda mau sesuatu Nyonya?" tanya Kayla gugup.


"Tidak perlu, aku hanya ingin mampir dan membicarakan sesuatu padamu." ucap Nyonya Yan masih dengan sikap angkuhnya.


Kayoa terdiam, dan mulai menerka apa yang akan Nyonya Yan bicarakan.


"Aku akan langsung ke inti permasalahannya." Nyonya Yan menatap Kayla dengan tatapan menyudutkan.


"Rumah Kai Zhou dan istrinya diambang kehancuran, mereka selalu dituntut untuk segera memeliki keturunan. Tapi sampai saat ini mereka belum juga bisa memiliki anak, dan apa kau tau. Kai Zhou telah divonis mandul oleh keluarga dari istrinya."


Mata Kayka terbelalak, ia begitu terkejut mendengar cerita dari Nyonya Yan.


Dengan mengumpulkan keberanian, akhirnya Kayla memberanikan diri untuk bertanya.


"Maaf Nyonya, kenapa masalah ini anda ceritakan kepada saya, memangnya apa hubungannya dengan saya?" tanya Kayla.


Nyonya Yan kembali menatap Kayla.


"Saat Kai Zhou divonis mandul oleh keluarga istrinya, aku teringat akan satu hal."


Kayla semakin bertambah bingung, lalu Nyonya Yan kembali melanjutkan.


"Kau pernah bilang padaku saat malam terakhir kali kau datang kerumah ku, dan pada saat itu Kai Zhou bertunangan dan pada saat itu juga kau bilang pada ku bahwa kau hamil."


Sekali lagi mata Kayla dibuat terbelalak pada ucapan Nyonya Nyan.


"Maksud Nyonya?" tanya Kayla.


"Aku ingin menunjukan bukti pada mereka bahwa mereka telah salah menuduh putraku, dan untuk itu aku ingin kau membantuku membuktikan nya." ucap Nyonya Yan lantang.


"Saya membantu Nyonya... bagaimana caranya?" Kayla masih belum mengerti.


"Aku ingin kau memberikan pada ku anak yang kau lahirkan."


"Tidak...." ucap Kayla spontan.


"Kenapa, dia juga putranya Kai Zhou cucu ku. Penerus keluarga ku, aku berhak memilikinya. Kau hanya Ibu yang mengandung dan melahirkan, aku yang lebih berhak atas diri anak itu." ucap Nyonya Yan. "Lagi pula aku bisa memberikan yang terbaik untuknya dari pada kau, dan kau jangan khawatir aku akan membayar setiap sen yang kau keluarkan untuknya. Serta aku akan mengembalikan semua biaya persalinanmu, dan ASI yang kau berikan."


Kayla mengambil napas panjang mencoba menjawab setiap ucapan Nyonya Yan.


"Maaf Nyonya mungkin pernyataan saya akan membuat Nyonya kecewa." Kayla kembali mengatur napasnya.


"Anak yang Nyony maksud, sudah tidak ada. Saya mengalami keguguran saat kandungan saya berusia enam bulan"


Nyonya Yan tertawa sinis. "Kau pikir aku bodoh dan mudah untuk kau tipu seperti yang lain, terutama Kai Zhou."


Kayla kembali terkejut dengan ucapan lawan bicaranya.


"Maksud Nyonya?"


"Aku tau anak itu masih hidup saat ini, dan ada bersama mu. Tapi kau selalu mengatakan pada orang-orang termasuk Kai Zhou bahwa itu adalah putra dari Kakak mu, tapi kau tidak akan bisa membodohi ku dengan kebohongan receh mu. Apa kau tau, aku selalu mengawasi mu dan keluarga mu, terutama cucu ku."


Kayla tersentak dengan ucapan Nyonya Yan, ia tidak menyangka jika selama ini ia selalu diawasi oleh orang suruhan keluarga Yan.


"Sekarang katakan padaku, dimana dia? Aku tau saat kau bekerja kau selalu menitipkannya pada Kakak iparmu, dan aku juga mengenal dengan baik setiap langganan mu. Aku bisa saja menyuruh mereka untuk berhenti berlangganan dengan mu, dan itu mudah bagi ku." ucap Nyonya Yan dengan pongah.


"Anda mengancam saya?" tanya Kayla, ia sudah tidak bisa lagi berdiam diri jika hal itu menyangkut putranya.


"Lakukan apa yang anda mau lakukan, saya tidak akan menyerahkan putra saya kepada anda. Apa pun yang terjadi dia anak saya, dan saya akan mempertahankannya. Silahkan anda boikot tokoh saya, sampai kapan pun saya tidak akan menyerahkan putra saya. "


"Kamu tidak akan bisa melawan saya, saya memiliki segalanya. Bahkan saya bisa menuntut kamu dengan tuduhan telah menculik cucu saya." ancam Nyonya Yan.


"Silahkan Nyonya, saya tidak takut. Saya akan mempertahankan anak saya, dan saya tidak akan pernah menyerahkannya kepada anda. Sekarang anda pergi dari sini, dan jangan pernah datang atau menunjukan wajah Nyonya di rumah ini." Kayla benar-benar hilang kesabaran menghadapi Nyonya Yan.


"Kamu akan menyesal, saya akan melakukan apa yang saya ucapkan tadi." ancam Nyonya Yan yang langsung melangkahkan kakinya keluar meninggalkan kediaman Kayla.


Kayla luruh kelantai, ia menangis sejadi-jadinya, Leon menghampiri Kayla kemudian mengusap air matanya.


Kayla tersenyum dan memeluk putranya.


.....

__ADS_1


Kediaman keluarga Kendra kedatangan keluarga besar dari Fachri, mereka datang untuk menetapkan tanggal pernikahan Fachri dan Kirana. Dan jatuhlah keputusan, Fachri dan Kirana akan menikah dua bulan kedepan.


Semua sibuk mempersiapkan pesta, mulai dari EO, katering, hingga undangan.


"Ngapain kesini." tanya Kirana pada Fachri yang datang kerumah.


"Ketemu kamu lah.." jawab Fachri santai.


"Mau apa?"


"Nanya lagi, kangen tau."


Kirana bergidik ngeri.


"Kok saat aku bilang kangen, kamu ekspresinya gitu?"


"Geli.." Kirana terkekeh.


"Geli... tunggu aja dua bulan kedepan, aku akan bikin kamu gak geli lagi." Fachri pun tertawa lepas.


"Ngomong apa sih? gak jelas." Kirana ingin beranjak dan Fachri menghentikannya.


"Eh sayang... Alif mana?" tanya Fachri.


"Ada tuh, lagi dikamar." tunjuk Kirana.


"Aku samperin ya!" ucap Fachri berjalan menaiki tangga.


"Pergi aja... Eh tapi, emang tau kamarnya yang mana?" tahan Kirana.


"Tau lah.. itu yang di pojokan?"


"Oh... baguslah, jadi kamu gak nyasar."


"Nyasar juga palingan aku ke kamar kamu." celetuk Fachri yang berlari menuju kamar Alif.


"Dasar orang aneh..." ucap Kirana sambil menggelengkan kepalanya.


Tidak lama kemudian Fachri dan Alif keluar dari kamar, dan turun kebawah.


"Iya Ummi, nih jemput Alif mau bawa dia ke bengkel lagi." jawab Fachri.


"Alif pergi ikut Kak Fachri ya Ummi." ucap Alif meminta ijin.


"Iya sayang, hati-hati ya. Fachri ingat Alif nya jagain."


"Alif udah gede Ummi ngapain di jagain." celetuk Alfian.


"Dia gak kayak lu." sambung Kirana.


Salah melulu gue.." ujar Alfian.


Semua tersenyum mendengar ucapan Alfian.


....


Kiano sedang meeting diluar, saat melintasi sebuah toko ia teringat akan Zavira dan Zaki yang sangat menyukai kue pie. Kiano pun memutar mobilnya dan kembali ke toko yang telah ia lewati tadi.


Kiano turun dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam toko.


Ting...


Bunyi bel saat pintu terbuka.


"Selamat datang." ucap salah satu karyawan.


Kiano tersenyum. "Saya mau pie susu dan cup cake aneka warna ya. Masing-masing 10picies."


"Baik Tuan, tunggu sebentar." pelayan itu pun bergegas menyiapkan pesanan Kiano.


Kiano duduk memainkan ponselnya, ia sedang mengawasi putranya dari ponsel yang terhubung langsung ke cctv di kamarnya. Sesekali Kiano terseyum melihat tingkah putranya yang aktif.


Saat Kiano sedang asyik menonton aktifitas putranya, ia dikejutkan dengan kedatangan seorang salah satu pelayan yang bekerja di toko itu.

__ADS_1


Pelayan itu tampak berusaha menahan tangisnya, samar Kiano mendengar percakapan mereka tentang pembatalan pemesanan. Dan Kiano juga mendengar nama Kayla ikut disebut.


Hingga salah satu dari bergegas masuk kedalam ruangan dan menemui bosnya.


Tidak lama kemudian seorang wanita muda keluar dari ruangan, dan menghampiri karyawannya. Itu Kayla, Kiano hapal betuk dengan sosok Kayla.


"Kay..." sapa Kiano berjalam mendekati.


Mata Kayla menoleh ke arah suara.


"Kiano, kamu ngapain disini?" tanya Kayla heran.


"Tuan ini pesanan anda." ucap salah satu pelayan ny.


"Aku beli ini, anak dan istriku suka. Kamu bekerja disini?" tanya Kiano.


"Ini toko milik ku."


Kiano menganggukan kepalanya. Lalu mata Kiano menatap kearah pelayan yang sedang menangis.


"Ap kalian ada masalah?" tanya Kiano.


"Bukan masalah serius Ki, biasa konsumen membatalkan pesanan." jawab Kayla mencoba menutupi, padahal ia tau ini pasti ulah dari Nyonya Yan.


"Oh ya, kenapa begitu?"


"Terlambat dalam pengantaran, tadi kurir ku terjaring razia." Kayla menghela napas panjang.


Kiano menatap Kayla simpati, akhirnya Kiano pun mengambio keputusan.


"Baiklah, berapa banyak yang mereka pesan?" tanya Kiano.


"500 buah Tuan." jawab sang kurir.


"Baiklah, aku akan membelinya. Berapa total semuanya?" Kiano mengeluarkan kartu sakti dari dalam dompetnya.


"Gak usah Ki, kamu gak perlu kayak gini." tolak Kayla.


"Gak ada penolakan, kita masih berteman kan?" tanya Kiano.


Kayla terdiam dan menganggukan kepalanya sembari tersenyum.


"Sekarang terima ini dan bawa itu kemobil ku, kebetulan dirumah lagi rame, dan sisa nya bakal aku bagiin dijalan nanti. Kamu pisahin aja, 50 buah dalam kotak terpisah. Sisa nya tetap biarkan seperti ini " ucap Kiano.


Senyum terpancar diwajah karyawan Kayla saat mendengar ucapan Kiano.


Setelah semuanya telah masuk kedalam mobil, Kiano pun menutup mobilnya.


"Makasih ya Ki." ucap Kayla.


"It's oke, kalau ada masalah seperti ini lagi, jangan sungkan untuk menelpon ku." jawab Kiano yang langsung masuk kedalam mobil, dan tancap gas untuk segera pulang.


*Bersambung..


Hai..hai...


Aku Icha Mawik, mau ngasi tau..


kalau cerita Kanayah nanti akan aku pisah dengan Ummi dan saudaranya.


Tapi kalau aku nulisnya di Noveltoon, ada yang keberatan???


terus berikan dukungan untuk aku ya...


Jangan lupa tinggalkan jejak..


komen dan like di setiap part nya..


Vote yang banyaaaaak...


Boom like lima bintangnya..


terima kasih

__ADS_1


salam sayang autor selalu.


**I LOVE U ALL***


__ADS_2