
jangan lupa VOTE untuk dukung author naik ranking.
ajak yang lain baca juga yaa !!!
Kakek dan Nanny menginap di apartemen Hummairah untuk beberapa hari sebelum memutuskan untuk pulang ke mansion nya.
" Apa yang akan kita lakukan Kek ? " Tanya Ilham pagi itu yang datang ke apartemen Hummairah untuk menemui Kakek.
" Kita harus secepatnya membereskan masalah ini, tapi bagaimana caranya. " Ucap Kakek
Nanny yang baru datang dalam ikut duduk bersama dengan Ilham dan Kakek memberiakn saran.
" Lebih baik, kita kirim Kendra keluar dengan alasan pekerjaan. Setelah Kendra pergi kita pulang, baru lah kita memberi pelajaran pada mereka semua. " Ucap Nanny geram.
" Tapi, Ilham juga mikirin Tante, Dia pasti sedih kalau kita mengusir Tante Cristien dan keluarga nya. Karena bagaimanapun juga Tante Cristien adalah Kakak Tante. " Ucap Ilham
" Begini saja, kita urus Kendra dulu. Buat Kendra tidak berada di rumah beberapa hari, setelah Kendra pergi baru kita pikirkan bagaimana caranya menghadapi mereka. " Ucap Nanny memberi usul.
" Ilham sekarang telpon Kendra, suruh Dia datang kemari Kakek. " Perintah Kakek
Ilham segera menelpon kendra.
Hummairah datang sambil memimpin tangan Kiano, dan duduk disebelah Nanny.
Tak lama kemudian Ilham juga ikut bergabung duduk dengan mereka, dan sesekali bercanda bersam Kiano.
Ditengah gelak tawa Kiano dan senyum Hummairah Kakek menghela nafas.
" Kenapa Mas ? " Tanya Nanny
" Seharusnya dulu kita menikahkan Hummairah dan Ilham. " Kakek kembali menarik nafas. " Tapi kita malah menjodohkan nya pada Kendra. "
" Kamu benar Mas, kalau seandainya Hummairah yang menikah dengan Ilham, pasti mereka sekarang bahagia. Terlihat seperti sekarang. "
" Aku tidak menyangka Kendra akan jadi begini. Seandainya bisa mengulang, aku tak akan menikah kan Hummairah dengan Kendra. " Ucap Kakek menyesali
" Ilham sudah menyukai Hummairah sedari pertama kali melihat Hummairah. Tapi mengapa Dia tidak bilang pada kita. " Ucap Nanny
Kedua orang tua itu larut dalam lamunan mereka, sambil melihat tiga orang yang sedang bercanda layaknya sebuah keluarga yang bahagia.
Lamunan mereka buyar ketika mendengar bell pintu.
Hummairah bergerak membuka pintu sambil tersenyum.
Ceklek....
Senyum Hummairah pudar di ganti dengan tatapan dingin.
" Siapa Ra ? " Tanya Nanny
Tanpa menjawab Hummairah membuka pintu. Tampak sosok yang mereka tunggu telah tiba.
" Masuklah, " Ucap Kakek
Kendra berjalan perlahan menghampiri Kakek. Hummairah masuk kedalam menuju dapur, untuk membuatkan minum.
" Duduklah, " Kendra duduk didepan Kakek. " Ada yang Kakek ingin bicarakan dengan mu.
Sesekali Kendra melirik Hummairah yang tampak tidak memperdulikan nya.
Saat Kakek dan Kendra serius berbicara, tiba tiba Kiano keluar dari kamarnya, dan berlari menghampiri Kendra.
" Daddy... " Ucap Kiano terus masuk kedalam pelukan Kendra. Kendra langsung memeluk dan mencium putranya, hanya dirinya yang tau betapa Ia sangat merindukan buah hatinya.
Tapi tak selang berapa lama, tiba tiba Ilham muncul keluar dari toilet. Kiano pun berlari mendatangi Ilham dan langsung naik kegendongan.
__ADS_1
Kiano tampak tertawa lepas.
Kakek yang melihat hal itu, berusaha menghibur Kendra dengan mengalihkan perhatiannya.
Mereka kembali membicarakan tentang rencana perusahaan. Tapi sesekali Kendra melirik kearah Ilham dan Kiano yang sedang asyik bermain.
Hingga akhirnya Kendra memberanikan diri buka suara.
" Kek.... " Ucap Kendra terbata
" Ya, ada apa Nak ? "
" Bolehkah.... Bolehkah Kendra meminjam Kiano untuk membawanya bermain ke arena bermain ? " Ucapan Kendra serasa tercekal tenggorokan.
" Kamu tanyakan pada Ibunya, Dia yang berhak menentukan. " Ucap Kakek.
Kendra terdiam.
Ia merasa tak punya nyali untuk berbicara pada Hummairah. Nyali nya menciut melihat kilatan mata Hummairah. Mata itu tak lagi memancarkan keteduhan dan ketenangan, kini tatapan itu berubah menjadi penuh dengan kewaspadaan.
Akhirnya Kendra memberanikan diri menghampiri Hummairah yang berada di balkon.
" Ra... " Ucap Kendra terbata
Hummairah membalikkan badannya. Dan menatap wajah pria di depannya.
Sesaat Hummairah terpaku pada sosok di depannya, masih dalam diamnya Hummairah memperhatikan setiap detail wajah pria yang telah banyak membuatnya kecewa.
" Ra, aku pengen membawa Kiano keluar bermain hari ini. " Ucapan Kendra kembali terputus, Ia terus menatap wajah Hummairah tanpa berkedip.
" Aku janji akan menjaganya dengan baik, ini anggap saja aku.... membayar hutang janji ku pada nya kemarin " Kendra benar benar tak tau lagu harus mengatakan apa.
Lama Hummairah terdiam, dan akhirnya.
" Kamu yakin bisa menjaganya ? "
" Aku janji, " Ucap Kendra cepat
" Kamu yakin, gak bakalan ada yang tiba tiba hubungin kamu,terus kamu pergi dan ninggalin Kiano begitu saja. Seperti sebelumnya. " Jawab Hummairah setengah menyindir.
Kendra tercegat lagi, Ia menelan ludah nya.
" Aku janji Ra, aku gak akan kecewain Kiano kali ini "
" Baiklah.... " Hummairah pergi meninggalkan Kendra sendiri di balkon. Kendra hanya bisa menatap punggung istri yang sangat dicintainya.
Kemudian mengikutinya dari belakang.
Hummairah menghampiri Kiano yang sedari tadi asyik bermain bersama Ilham.
" Kiano, sayang.... Daddy ngajak jalan mau ? " Tanya Hummairah kepada putranya.
" Serius ? Kan Ummi bilang Daddy selalu sibuk " Ucap Kiano polos
" Iya, kali ini Daddy gak akan sibuk lagi. " Jawab Kendra yang muncul dari belakang tubuh Hummairah
Kiano pun beranjak dari Ilham dan menuju kedalam pelukan Kendra.
" Ayo Daddy kita let's go ! " Ucap Kiano
" Ayooo.... " Jawab Kendra
Ketika mereka akan beranjak menuju ke pintu depan. Hummairah menghentikan langkah mereka.
" Hei.... Mau kemana ? "
__ADS_1
" Mau berangkat Ummi " Ucap Kendra dan Kiano serentak.
" Kiano, ganti baju dulu. Ayo !! " Hummairah memimpin tangan Kiano menuju ke kamarnya, untuk menggantikan bajunya.
Diluar tampak Kendra dan Ilham sedang berbincang hangat.
"Apa kau sering kesini ? " Tanya Kendra pada Ilham.
" Ya... Hampir setiap hari " Jawab Ilham santai
" Apa kau tidak malu, mengunjungi istri seseorang ketika suaminya tidak ada ? " Ucap Kendra setengah emosi.
" Aku punya malu, tapi aku ingin bertanya padamu. Apa urusannya dengan mu ? "
" Aku masih suaminya, dan kami belum memutuskan untuk berpisah. "
" Kamu yakin Hummairah ingin kembali padamu ? "
" Apa maksudmu ? "
" Setelah apa yang kau lakukan padanya selama ini, Dia akan menerima mu kembali ? "
" Aku yakin, Hummairah masih mencintai ku "
" Jangan bermimpi terlalu tinggi, nanti kalau kau sadar dan kembali ke dunia nyata, kau akan kecewa. " Jawab Ilham menahan tawa.
" Aku akan buktikan, kalau Hummairah masih mencintai ku, dan kami akan bersama sama lagi. "
" Aku tunggu, tapi kalau kau menyakitinya lagi. Jangan harap bisa memilikinya, karena aku akan merampasnya dari mu. " Ilham berlalu meninggalkan Kendra
" Aku akan bukti kan Ham, aku tidak akan biarkan kau merebutnya dari tangan ku. " Ucap Kendra penuh tekad.
" Aku menunggi " Jawab Ilham tanpa menoleh.
Tak lama kemudian Kiano keluar dari kamarnya.
" Sudah siap ? " Tanya Kendra
" Siap " Jawab Kiano
" Kamu tidak ikut Mi ? " Tanya Kendra memberanikan diri
Hummairah terkejut, Ia tidak menyangka Kendra akan memanggilnya dengan sebutam itu.
" Ayo Mi, kita pergi " Ajak Kiano
Hummairah masih berat mengiyakan ajakan putranya.
" Ayo Mi, jangan kecewakan Dia. Please ! " Ucap Kendra penuh harap
Tiba tiba Nanny datang.
" Pergilah sayang, manfaatkan momen ini untuk kalian memperbaiki semuanya. " Ucap Nanny
Hummairah tersenyum dan mengiyakan ucapan Nanny.
*Bersambung
jangan lupa vote dukung autor naik ranking
komen di setiap eps nya
**BOOM BINTANG LIMA
Terimakasih
__ADS_1
I LOVE U ALL***