
" Mas, tadi Mama telpon. Mereka batal kembali minggu ini. " Ucap Hummairah memberitahu suaminya.
" Kenapa ? Apa disana ada masalah ? "
" Tidak, semuanya lancar. Cuma, mereka alan berada disana selama dua minggu lagi. "
" Haah,,, itu lama sekali. Ap yang mereka lakukan disana dengan waktu selama itu ? "
" Setelah selesai resepsi Viktor dan Sakinah, mereka juga akan menghadiri pernikahan Olivia dan Norman, minggu depan. " Hummairah mendengus kasar.
Kendra yang tau istrinya sedang kesal, tersenyum dan segera menghampirinya.
" Kenapa Ummi,,,, Ummi merindukan si sulung ? " Tanya Kendra yang memeluk pinggang istrinya.
Hummairah menganggukan kepalanya.
" Kenapa tidak menelpon nya ? "
" Sudah, tapi Kiano selalu tidak ada dirumah. Mereka selalu membawa Kiano bersama mereka kemana kemana. " Hummairah sedih.
Kendra mengecup kening istrinya.
" Sabar ya.. Atau kalau kamu, kita yang menyusul mereka besok. Bagaimana ? " Kendra memberi usul.
Hummairah diam dan menimbang.
" Ayolah, kita bisa sekalian jalan jalan dan sekalian bulan madu " Kendra bersemangat
Hummairah melongo kebingungan.
" Bulan madu apa ? Anak udah dua, masih mau bulan madu. "
" Ayolah sayang, dari pertama kita menikah kita kan belum pernah bulan madu. "
" Salah sendiri, kamu terlalu gengsi "
" Lhaa, kok aku ? "
" Iya, kemarin yang sok sok an gak mau sama aku, jual mahal. Siapa ? kamu kan "
" Iya si, aku jadi nyesel "
" Sekarang yang gak mau lepas, dan gak bisa jauh siapa ? " Goda Hummairah pada suaminya.
" Kamu jangan ingatkan aku lagi peristiwa itu dong. " Ucap Kendra sedih.
" Maaf, " Ucap Hummairah menangkup wajah Kendra.
Tiba tiba Kendra pun menangkap tangan Hummairah dan membanting tubuh istrinya ke atas kasur.
" Maaaas, "
" Jangan teriak, nanti Kirana bangun batal lagi rencana olah raga malam kita. "
Mereka pun memulai aktifitas nya.
*****
" Zian, masuk ke ruangan paman sebentar " Perintah Samuel pada Zian
Tak lama kemudian Zian masuk.
" Paman memanggil ku ? "
" Apa kau bisa menyelidiki sesuatu ? "
" Menyelidiki apa Paman ? "
" Kecelakaan Laura, Bibi mu "
Zian terkejut.
" Maksud Paman ? "
" Aku mau kamu menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpa Bibi mu, dua puluh tahun yang lalu. "
" Apa Paman mencurigai seseorang ? "
" Lakukan saja. Tapi ingat, jangan sampai ada yang tahu masalah ini. "
" Aku mengerti Paman. "
" Zian lakukan dengan sangat hati hati, aku tak mau ini sampai bocor. Utus anak buah mu yang paling kau percayai.
" Baik Paman, aku permisi "
Saat Zian akan melangkah keluar meninggalkan ruangan.
" Zian.... Kapan rencana pernikahan Medinah dan pemuda itu. "
" Bulan depan Paman, mereka belum menentukan tanggalnya. Sebab saat ini Medinah sedang berada di Berlin bersama keluarga besar Ilham. "
Samuel tampak tersenyum tipis.
" Baiklah kau boleh pergi. "
Zian pun meninggalkan ruangan.
Papa akan berusaha menyelesaikan masalah ini sebelum resepsi pernikahan mu Dinah.
Setelah semua ini terkuak, Papa akan hadir disana dan meminta maaf pada mu atas semua yang telah Papa lakukan pada mu selama ini.
Papa janji sayang, setelah ini Papa akan mencurahkan semua kasih sayang dan cinta Papa hanya untuk mu.
Bersabarlah Dinah, waktu itu akan tiba.
******
Acara pernikahan Viktor dan Sakinah telah usia, para tamu dan keluarga telah pulang kerumah masing masih.
Hanya pasangan pengantin baru itu, yang menginap di hotel selama beberapa hari.
" Lelah sekali ya, aku mau ke salon. Memanjakan diri. " Ucap Nanny
Tiba tiba ponsel Nanny berdering
" Hey, Kendra menelpon " Ucap Nanny semangat.
Kendra melakukan panggilan video.
" Hai... " Nanny melambaikan tangan nya.
__ADS_1
" Nanny dimana Kiano ? "
" Haah... " Pekik Nanny " Kamu tidak merindukan kami Kendra ? "
" Ayolah Nanny, Hummairah sangat merindukan putranya. "
" Baiklah, baiklah. Kiano sayang Daddy dan Ummi menelpon " Teriak Nanny.
Tak lama kemudian wajah Kiano hadir mengiasi layar ponsel Kendra.
" Daddy... " Sapa Kiano
" Sayang kamu baik baik saja.? "
" Iya Daddy "
" Kamu tidak nakal kan ? "
" Tidak Daddy "
Terdengar suara seseorang memanggil Kiano.
" Sayang Ummi ingin bicara "
Kendra memberikan ponselnya pada Hummairah.
Tangis Hummairah pecah begitu melihat putra nya.
" Opa, Oma, Ummi nangis. Pasti di jahilin Daddy lagi " Teriak Kiano pada Opa dan Oma nya.
Kendra pucat.
Mereka pun menghampiri Kiano.
" Kenapa Ra ? Apa Kendra melakukan sesuatu pada mu ? " Tanya Nanny
Masih dengan isak nya " Tidak Nanny, Ara hanya merindukan Kiano. " Hummairah terisak.
" Sayang, tenang saja kami akan menjaga putra mu dengan baik disini. " Ucap Mam
" Ara tahu, tapi Ara kangen Kiano Nanny. "
" Tenang setelah menghadiri pestanya Olivia, kami akan langsung pulang. " Jawab Nanny.
" Kamu berada dimana sayang ? " Tanya Mama
" Kami sedang berada dirumah kami Ma, " Kendra yang menjawab.
" Rumah kalian, sudah jadi ? "
" Sudah Nanny, beberapa malam ini kami menginap disini.
" Baiklah, "
" Ra, sayang. Keluarga besar Mama ingin berkenalan dengan kamu. Mereka penasaran gadis seperti apa yang bisa menaklukan si balok es Kendra. "
Kendra memeluk istrinya.
Satu persatu keluarga besar Mama secara bergantian ngobrol dengan Hummairah.
*****
" Sayang, bisa buatkan aku kopi pahit. Aku akan meeting di ruang kerja ku, tolong bawa kesana. " Pinta Kendra.
" Iy mas, sebentar ya "
Kendra berjalan masuk ke ruang kerjanya.
Menyalakan laptop nya, dan memulai rapat.
Hummairah masuk perlahan membawa kopi, dan meletakkan nya di meja. Setelah itu Hummairah keluar lagi, Ia tak mau mengganggu pekerjaan suaminya.
Beberapa hari kemudian, Hummairah mendapat sebuah paket besar.
Hummairah terheran, Ia tak pernah membeli atau memesan barang apa pun.
Tapi Hummairah tetap menerima nya.
Hummairah masuk kedalan.
" Mas, kamu ada pesan barang ? "
Sambil memakaikan dasi pada Kendra.
" Paket apa ? "
" Itu, didepan tadi aku nerima paket. "
" Masa sih, aku gak ada pesan lho ? "
Ditengah kebingungan pasangan suami istri itu.
Ponselsel Kendra berbunyi notifikasi pesan.
*Nanny.
Kendra, apa paket nya sudah sampai ?
Nanny
Itu kain untuk membuat baju keluarga kita, dihari pernikahan Ilham nanti Nanny mau kita memakai pakaian selaras.
Nanny
Dan itu tugas Hummairah,
nanti Nanny hubungi lagi*.
Kendra menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
" Kenapa mas "
" Paket itu milik Nanny, sayang "
" Besar sekali ? "
" Kain, untuk baju bridesmaid pernikahan Ilham dan Medinah. Nanny menyuruh kamu yang menjahit nya. "
" Tapi kan gak bisa sekarang, aku palingan bisa nya buatin baju kamu, aku Kiano dan Kirana. "
" Kenapa ? "
__ADS_1
" Kan harus di ukur dulu mas, "
" Ya, udah kamu buat untuk kita aja dulu. Setelah mereka pulang baru ukur dan buat untuk mereka. "
" Ya, baiklah "
" Aku berangkat ya " Kendra mengecup kening istrinya.
Hummairah mencium tangan Kendra.
*****
Tok.... Tok.... Tok...
" Paman, boleh aku masuk ? " Tanya Zian
" Masuklah, " Samuel menyuruh Zian masuk. " Ada kabar ? " Tanya Samuel
" Setelah beberapa hari aku menyelidiki, ternyata kecelakaan yang Bibi alami murni kecelakaan. "
Wajah Samuel tampak murung.
" Tapi, "
" Tapi apa ? "
" Sebelum kecelakaan, apa Bibi datang kemari ? " Tanya Zian
Samuel terdiam, Ia kembali mengingat. Kemudian bercerita kepada Zian.
" Bibi mu datang menemui ku di kantor ubtuk membawakan makan siang untuk ku.
Tapi sebelumnya, Rebeca terlebih dahulu menemuiku.Ia bercerita tentang kehidupan rumah tanggannya yang tinggal di ujung tanduk, Ia akan bercerai dengan suaminya.
Tapi, Ia meminta ku untuk menikahi nya, aku yang menolak permintaan nya saat itu, membuat Rebeca murka. Ia berjanji akan melakukan apa pun untuk merebut aku dari tangan Bibi mu. "
" Lantas, apa yang Tante lakukan Paman ? "
Samuel menghela nafas, kemudian Ia melanjutkan ceritanya.
" Pagi itu, seperti biasa aku akan berangkat ke kantor. Bibi mu selalu mengantar makan siang untuk ku, dan kami menghabiskan waktu makan siang bersama di kantor.
Tapi pagi itu, tanpa sepengetahuan Bibi mu, Rebeca mengirim pesan singkat padaku yang isi Ia menunggu ku di kantor. Ada sesuatu yang akan Ia bicarakan pada ku, dan aku tak mau sampai Bibi mu tau kalau aku menemui Rebeca. Jadi aku terpaksa merahasiakan pertemuan itu.
Samuel kembali menghela nafas, ada ras sesak di dadanya.
" Tiba di kantor, Rebeca tiba tiba langsung memeluk ku sambil menangis. Ia bercerita kalau mantan suaminya telah memukul nya, aku yang merasa iba mencoba untuk menenangkan nya.
Ia menceritakan semua masalh rumah tangganya pada ku, hingga Ia bilang ingin minum kopi. Aku pun bergegas membuatkannya, tak lama setelah itu aku mendapat panggilan masuk dari seseorang. Yang sampai saat ini tak ku ketahui siapa, setelah nya aku kembali duduk.
Ia menyuruh ku meminum kopi dan kami pun melanjutkan obrolan, karena kulihat Ia mulai tenang dan tertawa. "
" Tak lama kemudian aku mendadak sakit kepala, dan setelahnya, aku tak ingat apa pun.
Aku tersadar saat itu dan Rebeca berada dalam pelukan ku, tanpa busana. "
" Apa yang terjadi Paman ? Apa Paman dan Tante melakukan sesuatu ? " Tanya Zian penasaran
" Aku tak yakin, tapi aku merasa tak melakukan apa pun pada nya, disaat aku dan Rebeca betangkar. Bibi mu datang, Ia histeris melihat kondisi kami saat itu. Aku berusaha mengejar nya, tapi Ia telah mengendarai mobilnya dengan kencang.
aku kembali ke ruangan ku, dan bertanya padanya semua
yang terjadi. "
" Apa Tante menjelaskan ? "
" Ia bercerita kalau aju telah melakukan nya. "
Samuel kembali menghela nafasnya.
" Lalu apa yabg terjadi pada Bibi ? "
" Tak selang berapa lama, aku mendapat telpon dari rumah sakit, kalau Bibi mu mengalami kecelakaan dan dalam keadaan kritis. Mendengar itu aku langsung bergegas kerumah sakit, tak ku hiraukan teriakan Rebeca meraung memanggil nama ku. "
" Tiba, dirumah sakit aku langsung menemuinya di ICU, Ia tampak kesakitan. Dokter memanggil ku ke ruangannya. "
" Apa yang dikatakan Dokter Paman ? "
" Dokter bilang, mereka harus segera melakukan operasi untuk menyelamatkan bayi yang ada di kandungan nya. Karena saat itu hanya alat bantu pernapasan yang menopang kehidupan Bibi mu.
Aku pun mengijinkan mereka untuk melakukan operasi, walau dengan berat hati aku akan kehilangan sebagian dari jiwaku."
" Operasi berjalan lancar, setelah Medinah lahir Bibi mu masih memperlihatkan tanda tanda kehidupan. Ia bisa merespon setiap sentuhan. Aku bahagia sekali aku membayangkan kami akan membesarkan putri kami bersama "
" Keesokan harinya, kesadaran Bibi mu menurun, Ia kembali koma. Dan tak selang berapa lama, Dokter mengatakan Bibi mu meninggal.
Aku terhenyak dari duduk ku, dunia ku seakan runtuh. Dada ku sesak, hati ku hancur, aku kehilangan separuh dari jiwa ku.
" Paman, apa yang terjadi setelah nya dan mengepa Paman jadi membenci Medinah. "
" Aku tak membenci nya, aku hanya melindunginya. "
" Maksud Paman ? "
" Rebeca mengancam ku, akan menceritakan semua apa yang telah terjadi hingga Bibi mu meninggal. Dan Rebeca juga akan membawa Medinah pergi jauh dari ku. Aku tak mau lagi kehilangan kenangan yang di tinggalkan oleh istriku. "
" Apa paman setakberdaya itu ? "
" Ya, saat itu aku memang tak berdaya. Aku kehilangan seseorang yang selama ini menemani dan mengisi hari hari ku. Pikiran ku kacau, yang aku inginkan hanya ingin menyusul istri ku. Tapi, Medinah kecil masih membutuhkan seseorang yang menyayanginya. Jadi aku memberikan Medinah kepada seorang pelayan untuk mengasuhnya, aku lakukan itu untuk menghindarkan Medinah dari Rebecca.
Setelah remaja, aku sengaja mengirim Medinah untuk masuk sekolah asrama. Aku menghindarkan nya dari Jessica yang selalu menyakitinya.
" Sekarang aku mengerti Paman, dulu aku mengira Paman membenci Medinah, hingga tak mau memandang wajah nya. "
" Aku tak mau memandang wajahnya, sebab setiap aku menatapnya wajah Ibunya tergambar jelas. Aku merasa bersalah. "
" Baiklah jadi apa yang akan kita lakukan sekarang ? " Tanya Zian
" Kamu selidiki nomor ponsel ini " Samuel memberi secarik kertas pada Zian, yang tertera nomor telpon.
" Nomor itu lah yang menelpon ku saat bersama Rebeca, dan nomor itu juga yang mengirimkan pesan pada Bibi mu. "
*Bersambung
Capek juga ya,
tolong kasi aku vote, boom like, komen penyemangat.
Terimakasih...
I LOVE U ALL*
__ADS_1