
Tenga malam Hummairah merasa tenggorokan ny kering, Ia terbangun melihat tempat air minum di meja samping tempat tidurnya kosong. Akhirnya dengn langkah go
ntai Ia bangun dari tidurnya, dan berjalan turun menuju dapur.
Sampai di dapur Ia segera minum dan mengisi kembali tempat air minumnya.
Saat akan meninggalkan dapur, Ia dikejutkan dengan kehadiran seseorang.
" Astagfiullah... Anda mengagetkan saya " Ucap Hummairah mengelus dadanya.
" Maaf, aku dari kamar Mommy kulihat ada bayangan orang. Aku penasaran jadi aku ikuti, rupanya bidadari rumah ini. " Jelas Vans
Vans memperhatikan Hummairah dari ujung kepala hingga kaki, Hummairah yang saat itu hanya menggunakan piyama tidur panjang dan jilbab ukuran mini, merasa risih di perhatikan.
" Saya permisi. " Hummairah bergegas meninggalkan dapur dan kembali ke kamarnya tanpa menoleh kebelakang. Vans masih menatap punggung Hummairah yang akhirnya hilang.
" Menarik, gadis itu memang cantik. Aku jadi semakin menyukainya, aku harus merebutnya dari Kendra. Aku tak peduli Mom menyukainya atau tidak, yang pasti aku akan memilikinya. Bagaimanapun caranya. " Tekad Vans dalam hati.
Pagi hari setelah selesai sarapan Hummairah bergegas pergi ke kantor, hari ini Sakinah masuk kuliah.
Saat Hummairah menunggu Mang Diman, mobil yang biasa di kendarai nya sudah ada di pintu depan.
" Sudah siap Kakak Ipar ? " Ucap seseorang yang duduk dibelakang kemudi
Hummairah dan Sakinah melotot heran.
" Viktor ? Kamu ? "
" Iya Kak, mulai sekarang aku yang akan menjadi supir mu. Mengantarkan mu kemana pun. Ayo naik Kak ! " Seru Viktor
Hummairah pun masuk kedalam mobil bersama Kiano dan Sakinah.
" Sakinah duduk lah di depan " Pinta Viktor
Sakinah diam dan menatapa wajah majikannya. Hummairah mengangguk kan kepala.
Sakinah pun menurut dan duduk di sebelah Viktor.
" Sudah siap semua ? " Tanya Viktor
Hummairah dan Sakinah mengangguk kan kepala.
" Kita berangkat " Viktor pun mulai melajukan mobilnya
Selama perjalanan Viktor bercerita, dan sesekali melirik ke arah Sakinah yang sedari diam.
" Viktor apa boleh saya bertanya ? Ucap Hummairah
" Iya Kak, Kakak mau tanya apa ? "
" Sejak kapan kamu jadi supir ? "
" Mulai hari ini Kak. Setelah kejadian kemarin, berpikir kenapa tidak aku saja yang menggantikan Mang Diman untuk mengantar Kakak ke kantor. Jadi sepulang dari mengantar Kakak kemarin, aku memberanikan diri menghadap Tuan Malik. Aku meminta agar aku bisa jadi supir Kakak, hitung hitung balas budi selama aku tinggal disini. Aku tak mau tinggal disini secara gratis Kak, aku juga pengen berguna untuk orang lain, tak hanya duduk diam sambil berpangku tangan menikmati semua fasilitas milik keluarga kalian. " Jelas Viktor.
Ada rasa kesal, kesadihan hadir di setiap cerita yang Viktor ungkapkan. Hummairah jadi merasa simpatik pada remaja di hadapannya ini. Umurnya mungkin tak berbeda jauh darinya, tapi pemikirannya sangat jauh kedepan untuk anak seumurannya. Hummairah tersenyum mendengar setiap cerita Viktor.
Sesampainya di depan halaman kantor, Hummairah turun dari mobil.
" Baiklah, Viktor antar Sakinah ke kampusnya. Jangan sampai terlambat. Sakinah, saya duluan ya. " Pamit Hummairah
" Iya Nyonya. " Jawab Sakinah dan Viktor serentak.
Mereka berdua berpandangan, dan menundukkan kepala karena malu.
__ADS_1
Hummairah tertawa.
" Waah,, apa ini yang dinamakan jodoh ? Kalian kompak sekali, baiklah saya masuk dulu. Kalian hati hatinya. " Hummairah melambaikan tangan dan melangkah masuk kedalam kantor.
Mobil yang kendarai Viktor berjalan menuju kampus Sakinah.
Sementara itu di Singapura, Kendra tampak sibuk menatap monitor didepan nya.
Seharian kemarain Ia tak menelpon Hummairah, Ia benar benar di sibuk kan oleh pekerjaannya.
Tok... Tok.... Tok
" Masuk " Ucap Kendra
" Selamat siang Tuan, perwakilan dari perusahaan XX sudah tiba. " Ucap Sekretaris nya.
" Suruh mereka masuk. " Perintah Kendra.
"Tapi Tuan,,, " Ucapan sekretaris itu menggantung.
" Ada apa lagi ? "
" Tuan harus hati hati ya " Perintah nya
" Kenapa ? "
"Sebab, perusahaan XX sering menggunakan wanita cantik untuk merayu para rekan bisnis mereka untuk meraih keuntungan. " Jelas wanita yang seumur dengan Mamanya. Kendra sengaja menjadinya sekretaris untuk menghindari kejadian yang akan menghancurkan rumah tangganya.
" Anda tidak perlu khawatir, di dunia ini bagiku hanya hanya ada 4 orang wanita yang paling cantik. Pertama Mama ku, kedua istriku, ketiga Nanny, dan terakhir dirimu.
" Anda bisa saja Tuan. " Ucapnya tertawa.
" Baiklah, suruh mereka masuk. "
" Selamat siang Tuan Kendra. " Ucapnya
Kendra menyambut tamunya, dan mempersilahkan duduk.
Tepat dugaan mereka memang mengajak seorang gadis yang sexy, Kendra hanya tersenyum kecil.
Mereka pun berbincang masalah perusahaan, dan sesekali wanita itu melirik dengan gaya genit kepada Kendra.
Kendra mengalihkan pandangan nya, Ia tetap fokus pada berkas yang ada di hadapannya.
" Baiklah Tuan Kendra, untuk merayakan kerja sama kita, bagaimana kalau Anda ikut saya ke salah satu tempat huburan malam ini. "
Kendra tersenyum.
" Nona Stefani tentu tidak akan keberatan menemani Anda. Bagaimana Nona Stefani ? " Pria itu mengedipkan matanya pafa wanita di sebelahnya.
" Tentu saja, dengan senang hati, saya akan melayani Tuan Kendra hingga puas. " Jawab wanita itu
Kendra tersenyum kecut.
" Maaf, saya menolak. Saya ada janji pada istri saya, untuk menelponnya malam ini. " Jawab Kendra
" Itu pasti tak memakan waktu lama, setelah itu Anda bisa bergabung bersama kami "
" Oke,,, tapi saya tidak janji, karena biasanya saya memakan waktu lama kalau sudah berbincang dengan istri saya. "
" Baiklah, tapi segera beritahu saya jika Anda berubah pikiran. Kami semua akan dengan senang hati menunggu Anda disana. "
Tamu itu pun pulang dengan rasa kecewa,
__ADS_1
Kendra menghempaskan tubuhnya kesofa, Ia benar benar lelah, Ia meraih ponselnya. Ia memperhatikan photo yang Ia jadikan wallpaper ponselnya.
Photo istri dan anaknya.
" Daddy merindukan kalian " Ucap Kendra kemudian mencium photo yang ada di ponselnya.
Kembali kekediaman Malik, Viktor baru tiba dari menjemput Hummairah. Sedangkan Sakinah sudah pulang dari siang tadi.
Setelah menyapa seluruh keluarga, Hummairah masuk ke kamarnya, untuk membersihkan diri. Dan seperti biasa Hummairah merasa Vans selalu memperhatikan nya, itu membuatnya merasa tidak nyaman.
Setelah selesai mandi, Hummairah mendapat panggilan video dari Kendra.
Setelah berbicara panjang lebar, Hummairah akhirnya memutuskan memberitahu Kendra
" Mas, aku mau ngomong. " Ucap Hummairah. " Kamu dengerin dulu ya, jangan di potong kalo aku belum selesai bicara. " Hummairah memperingatkan suaminya.
" Besok,,,, aku mau pulang lagi ke apartemen. "
" Kenapa ? Apa ada yang nyakitin kamu lagi ? Atau ada yang bikin kamu gak nyaman ? " Tanya Kendra curiga
" Ya,, gitu. Jadi lebih baik aku pulang dulu ke apartemen, Kalau kamu udah pulang nanti, aku balik lagi. Itu pun kalau keadaan masih kayak sekarang, aku gak akan pulang ke mansion Kakek. "
" Iya aku ngerti, tapi siapa yang bikin kamu gak nyaman ? "
" Ada... "
" Ada siapa aja dirumah ?
" Kakek, Nanny, Mama, Papa,,,, "
" Maksud aku penghuni baru mansion itu. "
" Tante, Olivia, Viktor, dan ..... "
" Vans ? "
Hummairah terdiam, mendapat suaminya tahu siapa saja yang berada dirumah.
" Benar Vans juga ada disana ? "
Hummairah mengangguk
" Apa dia mengganggu kamu ? "
" Secara langsung si gak, cuma aku suka risih kalau ada Dia disekitar aku. "
Kendra mengepalkan tangannya, menahan kekesalannya.
" Boleh ya, aku pulang ke apartemen. " Pinta Hummairah
" Baiklah, boleh "
Senyum Hummairah langsung terlihat di wajahnya.
" Ya sudah, sudah malam. Kamu istirahat ya. " Ucap Kendra pada istrinya.
" Iya, kamu juga "
Mereka pun memutus panggilan setelah saling memberi salam.
Tanpa mereka sadari seseorang mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu.
Orang itu mengepalkan tangannya.
__ADS_1
bersambung