
Kirana di bawa pulang oleh Hummairah dan Kendra, dan akan dirawat dirumah. Sedangkan Kiano sendiri pulang ke Swiss dan membawa serta istrinya, Kiano kini sudah tidak bisa lagi jauh dari sang istri. Fachri pun telah kembali ke Colorado, dan akan kembali ke tanah air minggu depan. Ia berjanji pada Kirana setelah kepulangan nya, ia akan datang kembali bersama orangtuanya dan akan menghadap Kendra dan Hummairah, untuk melamar Kirana. Sejak kehadiran Salim, Fachri semakin takut akan kehilangan Kirana, mengingat semua kriteria calon suami impian Kirana ada pada diri Salim.
Kendra dan Hummairah baru saja membawa Kirana kembali dari terapi untuk Kakinya, kecelakaan itu membuat cidera serius pada kaki Kirana. Hummairah dan Kendra pun melakukan yang terbaik untuk kesembuhan kaki putrinya. Dirumah Hummairah sendiri lah yang merawat putrinya, mengingat Kirana adalah gadis yang mandiri dan tidak mau merepotkan orang lain.
Ilham dan Medinah datang mengunjungi Kirana, tapi kali ini tanpa si kembar karena mereka sedang melakukan penelitian untuk skripsi mereka.
"Gimana keadaan kamu sayang?" tanya Medinah memeluk Kirana.
"Kirana baik Ma, Mama lihat sendiri kan." jawab Kirana. "Papa kemana Ma?" lanjut Kirana bertanya.
"Papa ke kantor menemui Daddy, biasalah." jawab Medinah.
Mereka pun mengobrol panjang lebar, hingga Kirana tertidur di sofa bed nya.
Hummairah dan Medinah pun pergi dari sana, mereka pindah ke atas untuk bicara.
"Bagaimana disana Me?" tanya Hummairah.
"Alhamdulillah, berkat bantuan kalian semuanya lancar. Dan perusahaan Papa kini maju pesat, dan Papa pun sudah mau menjalani terapi pengobatan."
"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Dan si kembar bagaimana, aku sangat merindukan keduanya." ujar Hummairah.
"Mereak sekarang sedang melakukan penelitian untuk skripsi mereka. Bagaimana dengan Kirana, bukankah ia juga seharusnya sudah selesai tahun ini."
"Kirana sudah menyerahkan tugasnya, dan tinggal sidang. Sedangkan Zavira telah selesai lebih dahulu, itulah kenapa Kiano langsung membawanya kembali ke Swiss."
"Aku mengerti... Ra, aku dengar dari cerita mu sepertinya Kiano akan seperti Kendra." ujar Medinah.
"Maksudmu?"
"Ya... Kamu lihat sendiri Kiano sudah tidak bisa jauh dari istrinya, sama seperti Kendra yang tidak bisa jika tidak ada kamu." goda Medinah.
"Kamu Me.... tapi apa yang kamu katakan ada benarnya, Kiano jadi semakin bergantung pada istrinya. Aku senang Kiano bisa menemukan gadis seperti Zavira, dan Zavira lah yang berhasil mengobati luka dihati Kiano setelah mendapat pengkhianatan." kenang Hummairah.
"Oh, ya... Bagaimana sekarang kabarnya Kayla, dan dimana dia sekarang?" tanya Medinah.
"Aku tidak tau, aku dengar dia bertunangan dengan anak bossnya di Jepang, tapi ada juga yang mengatakan ia pulang ke Indonesia. Aku tidak mau terlalu megurus hidupnya, kau benar-benar kecewa padanya." sesal Hummairah.
"Aku mengerti." ucap Medinah.
Dan mereka pun melanjutkan percakapan mereka seputar kehidupan mereka kembali
...
Fachri merasa kesal, sebab sudah berulang kali ia mencoba menelpon Kirana tapi gadis itu tidak menjawab panggilannya.
Fachri pun seperti biasa, ia uring-uringan sendiri.
"Tenanglah Fachri, mungkin ia sedang terapi dan tidak bisa menerima telpon." hibur Mama Fachri.
Fachri baru teringat Ummi, ia pun segera menelpon Ummi Kirana.
Lama Fachri menunggu hingga akhirnya panggilannya pun di jawab.
__ADS_1
"Assalamualaikum Mi, ini Fachri." ucap Fachri.
"Waalaikumsalam Nak, iya ada apa? jawab Hummairah.
"Mi, tadi Fachri nelponin Kirana kok gak diangkat ya. Kirana dimana ya, apa sedang terapi atau..." Fachri tidak berani melanjutkan kata-katanya.
"Kirana tidur Nak, hari ini dia tidak ada jadwal terapi."
Fachri menggigit jarinya. "Oh gitu, ya udah nanti Fachri telpon lagi, terimakasih Mi. Assalamualaikum." tutup Fachri.
"Ada apa? Dimana Kirana?" tanya Mama.
"Kirana tidur Ma." jawab Fachri pelan.
"Tuh kan, Mama bilang apa kamu nya aja yang terlalu cemas." ujar Mama.
Fachri pun terdiam mendengar ucapan Mama nya.
....
Kayla sedang melakukan pemeriksaan rutin untuk kandungannya, saat ini usia kandungan Kayla menginjak bulan ke lima. Perut Kayla mulai terlihat, ia pun sangat antusias melihat perkembangan janinnya saat melakukan USG. Kayla pun lega saat Dokter mengatakan bahwa bayi nya dalam keadaan sehat.
Kayla telah melupakan semua kejadian yang menimpanya dan ingin menjalani kehidupannya bersama anaknya kelak tanpa bayangan dari masa lalunya, terutama keluarga Yan. Kayla tidak dendam dengan apa yang keluarga Yan lakukan padanya, Kayla malah bersyukur dengan kejadian ini. Kayla bisa membuka matanya dan bisa membedakan siapa saja orang-orang yang tulus kepadanya.
.....
"Ka, bangun Kak sudah pagi." kejut Zavira.
Kiano menggeliat dan mulai membuka matanya.
Zavira yang sudah hapal kelakuan suaminya pun tersenyum dan menyambutnya.
Kiano memeluk istrinya dan mencium puncak kepalanya.
"Kak, ini bau apa ya?" tanya Zavira.
"Bau apa sayang, aku gak bau apa-apa." Kiano melihat ke arah Zavira yang mulai pucat.
"Sayang kamu gak apa-apa?" Kiano cemas.
"Aku gak tahan lagi." Zavira pun berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua yang ada di perutnya.
Kiano segera menyusul istrinya di dalam kamar mandi dengan cemas.
"Sayang kamu kenapa? kamu baik-baik aja kan?" tanya Kiano khawatir sembari menyeka keringat istrinya.
"Aku gak apa-apa." jawab Zavira yang kembali mengeluarkan isi perutnya.
"Kita ke Dokter." ucap Kiano yang langsung membopong tubuh istrinya keluar dari kamar mandi.
Kiano pun segera mengantar istrinya ke sebuah Klinik kesehatan yang tidak jauh dari apartemennya.
Sampai disana, mengambil nomor antrian dan menunggu sejenak. Tapi Zavira telah berulangkali bolak balik kamar mandi, Kiano yang tidak tahan melihat istrinya seperti itu pun meminta untuk didahulukan.
__ADS_1
Saat didalam.
"Anda sudah menikah?" tanya Dokter wanita itu.
Zavira mengangguk.
Dokter itu tersenyum. "Kapan terakhir datang bulan?" lanjutnya.
Zavira tampak berpikir, kemudian mata Zavira membulat dan menatap Dokter yang tersenyum menatapnya.
"Ayo kit lakukan beberapa tes." ucap Dokter itu.
Kiano menunggu diluar dengan cemas, ia bolak-balik, berdiri duduk. Ia sangat tidak tenang sebelum ia melihat istrinya keluar dari ruangan Dokter.
Tidak lama kemudian Dokter pun memanggil Kiano untuk masuk kedalam. Kiano berdiri dengan langkah gontai ia masuk kedalam.
Ia duduk disamping istrinya.
"Ini hasil lab nya udah keluar Tuan." Dokter itu memberikan selembar kertas.
Kiano yang ketakutan dengan apa isi kertas tersebut tidak berani mengambil dan membacanya.
"Anda tidak mau tau apa yang terjadi hingga istri anda seperti ini Tuan?" tanya Dokter itu heran dengan Kiano yang masih bengong.
Zavira mengambilnya dan menyerahkannya kepada Kiano.
Perlahan Kiano membuka dan membacanya, mata Kiano membulat kemudian menatap Zavira dan Dokter secara bergantian, kemudian kembali membaca kertas ditangannya berulang kali.
"Selamat ya Tuan, istri anda sedang hamil." ucap Dokter itu memberi selamat pada Kiano.
Kiano menatap Zavira dan melihat kearah perutnya yang masih datar, ia berjalan mendekati Zavira kemudian memeluknya. Tapi lagi-lagi Zavira merasakan pergolakan didalan perutnya, dan berlari menuju kamar mandi.
Kiano bingung melihat istrinya kembali muntah seperti tadi.
"Dokter apa itu normal?" tanya Kiano.
Dokter itu tersenyum. "Itu normal Tuan, tapi sepertinya kasus anda berbeda. Coba anda dekati istri anda, jika ia mual setiap berada didekat anda bearti anda sedang menghadapi cobaan terbesar dalam hidup anda."
"Maksud Dokter?" Kiano bingung.
"Istri anda dalam fase mengidam, jadi kadang aneh. Sekarang anda tidak bisa dekat dengannya, jika anda lakukan maka dia akan kembali mual dan muntah." jelas Dokter.
Kiano tampak terkejut. "Berapa lama Dokter?"
"Biasanya di trimester pertama, tapi tergantung juga, ada yang mengalami fase ngidam hingga tiba ia melahirkan."
Mata Kiano membulat, itu artinya ia akan melihat istrinya mual hingga 9 bulan kedepan kalau ia terus berada di dekat istrinya.
Dalam perjalanan pulang pun Kiano masih memikirkan ucapan Dokter tadi.
Tapi dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat bahagia dan bersyukur tanpa menunggu lama ia telah diberi kepercayaan.
Tiba di rumahnya ia pun segera mengirim photo hasil lab dan alat tes kehamilan dengan dua garis warna biru kepada Kirana adiknya.
__ADS_1
Berambung