
Kendra tersadar dari lelapnya setelah mendengar suara ketukan pintu. Perlahan Ia beranjak dari pembaringannya, Ia tak mau mengganggu lelapnya tidur sang istri. Ia segera menutup tubuh polos wanita yang dicintainya dengan selimut hingga kepala.
Kendra memakai boxernya dan berjalan membuka pintu.
Ceklek...
" Ada apa ? "
" Maaf Tuan ditunggu Tuan besar dibawah. "
" Heemmm... Aku akan turun sebentar lagi. "
Pelayan itu mengangguk dan pergi. Kendra masuk kembali ke kamarnya.
Dibawah anggota keluarga sedang berkumpul diruang tengah, mereka sedang membahas masalah kecelakaan Medinah.
" Jadi menurut Mas bagaimana ? " Tanya Nanny
" Setelah Medinah pulih, lebih baik Ia dibawa kemari, kalau Ia kembali ke kost an nya Ia akan sendirian. Siapa yang akan merawatnya. " Jawab Kakek
" Iya, lagian kasian selain keluarga kita Medinah tidak punya siapa siapa lagi yang Ia kebal disini. " Tambah Mama
" Baiklah, kalau memang semua sudah setuju. Maka Medinah akan kita bawa kesini. " Imbuh Kakek.
" Apa disini sudah terlalu ramai Tuan Malik ? Celetuk Cristien tiba tiba.
Nanny dan Mama saling berpandangan.
" Apa maksudmu ? " Tanya Kakek
" Ya, maksudnya Medinah. Kalau dibawa kesini, rumah ini akan semakin ramai dengan orang luar. Apa itu tidak akan menimbulkan masalah ? "
" Masalah apa ? " Tanya Kakek lagi
" Ya masalah, kita kan tidak tau asal usul keluarga Medinah, bagaimana kalau.... "
Ucapan Cristien terpotong oleh Kendra yang tiba tiba datang.
" Apa Tante takut Kalau Medinah dibawa kesini ? "
Semua terkejut dengan pernyataan Kendra
" Takut mengapa ? " Tanya Nanny
Kendra duduk dan mulai bercerita " Tadi polisi kesini, dan menyampaikan laporan kalau yang pelakunya sudah tertangkap. "
" Palaku penabrak mobil Medinah ? " Tanya Nanny lagi.
" Iya, Nanny. Pelaku itu Mengaku bahwa mereka adalah orang suruhannya Vans. "
" Tapi, apa masalah Vans dan Medinah ? Bahkan mereka tak saling mengenal " Nanny bingung.p
" Karena Medinah yang melapor pada Ilham tentang keberadaan Hummairah. "
" Jadi kecelakaan itu di dalangi oleh Vans ? Tanya Kakek geram.
Kendra mengangguk.
" Perluas pencarian aku mau Vans tertangkap hidup hidup " Ucap Kakek memberi perintah pada asisten nya. "
****
Sementara itu dirumah sakit.
" Kamu mau sesuatu ? " Tanya Ilham
" Aku bosan berbaring disini "
"Jadi mau apa ? "
Bisa bawa aku keluar, jalan jalan " Pinta Medinah
" Tidak ! Kondisi mu belum sepenuhnya pulih. "
__ADS_1
" Tapi aku bosan kalau terus terusan berada di dalam kamar " Rengek Medinah
" Tidak, aku bilang tidak, tidak. Setelah kamu pulih dan diperbolehkan pulang pun, kamu akan ikut tinggal di rumah Kakek. "
Medinah terdiam.
" Kenapa ? "
" Aku akan kembali ke negara ku, aku tak mau merepotkan keluarga mu dengan keadaan ku. " Medinah tertunduk.
Ilham pun terdiam, Ia menatap wajah gadis yang ada dihadapannya.
" Aku akan mengijinkan mu pergi setelah keadaanmu membaik, tapi selama kamu masih seperti ini kamu akan ikut tinggal dirumah Kakek. " Jelas Ilham dengan lembut
Medinah hanya bisa menurut.
*****
Polisi sedang melakukan pengejaran terhadap Vans yang berhasil kabur, dari tempat persembunyiannya.
Polisi di bantu oleh orang orang Kendra dan Tuan Malik, memburu Vans.
" Sepertinya kita harus memberitahu Tuan Kendra, masalah ini. Saya takut pelaku kembali kerumah itu dan membuat ulah disana. " Ucap salah seorang perwira polisi.
Akhirnya salh satu dari mereka menelpon Kendra.
Kendra sedang bermain bersama Kiano dan juga keluarga lainnya di taman belakang.
Mendengar ponselnya berbunyi, Kendra segera menjauh dan menerima telpon.
" Hallo... "
" ..... "
" Apaa !!! "
" ... "
" Baik saya mengerti " Kendra menutup telponnya.
Hummairah mendekati suaminya.
" Mas, ada apa ? "
" Vans berhasil melarikan diri "
" Apa !! Bagaimana bisa " Kakek terkejut
" Polisi itu berpesan agar kita semua jangan ada yang keluar rumah, Vans bisa saja ada disekitae rumah ini. " Jelas Kendra
" Perketat penjagaan sekitar rumah, aku tak mau kecolongan lagi. " Ucap Kakek sambil menatap tajam kearah Cristien.
" Ayo semuanya masuk kedalam. " Perintah Kendra. " Sayang ikut masuk kedalam, aku akan menelpon Ilham untuk memberitahu agar Dia tidak meninggalkan Medinah sendiri dirumah sakit. " Kendra menuntun istrinya berjalan masuk kedalam.
Sementara itu Vans sudah berada disekitar kediaman Malik, Ia melihat bagaimana ketatnya penjagaan dirumah itu.
" Sial, aku tak bisa masuk. Rumah itu dijaga ketat, si brengsek Kendra pasti sudah dapat laporan dari polisi dan anak buahnya. " Vans tampak menggerutu. "
" Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tak punya apa pun, bahkan rekening bank ku di bekukan. "
" Aku harus segera meninggalkan negara ini, terutama tempat ini. Tak ada lagi tempat untuk ku berlindung disini. Aku harus telpon Mommy, aku akan meminta bantuannya untuk mengalihkan perhatian Kendra. " Vans berbicara sendiri.
Ia segera menelpon Ibunya.
*****
Di kediaman Malik tampak semua keluarga sedang makan malam.
Olivia tampak berwajah masam saat melihat kemesraan yang di tunjukkan Kendra kepada Hummairah.
Selesai makan malam saat semuanya sedang berkumpul, ponsel milik Cristien berdering.
Cristien melirik sekilas, tiba tiba matanya membulat setelah tau nama si penelpon.
__ADS_1
Dengan perlahan Cristien menghindar dari kerumunan, dan berjalan menuju kamarnya.
Tapi tanpa Cristien sadari Olivia mengikutinya.
" Hallo Vans, kamu dimana sayang " Tanya Cristien cemas
" Mom, aku berada disekitar rumah ini Mom. Aku lapar Mom, bisakah kau keluar memberiku sedikit makanan ? " Suara Vans terdengar menyedihkan.
" Baik baik sayang Mommy akan memberimu sesuatu untuk dimakan, katakan kamu dimana sayang. "
" Aku ada di jaga komplek yang tak terpakai. Cepat Mom, aku lapar sekali. "
" Baik sayang Mommy akan datang kamu jangan kemana mana, tunggu Mommy. "
Cristien menutup telponnya dan berlari menuju dapur.
Olivia keluar dari persembunyiannya, lalu mengirim pesan pada Kendra.
*aku ada berita untuk mu
tentang Vans.
Send
Tit.... Tit*...
Kendra membuka pesan, senyum tipis di bibir nya.
*Tunggu aku dirung kerja
Send*
Kendra beranjak dari duduknya,
" Mau kemana ? " Tanya Hummairah
" Keruang kerja ada urusan yang belum aku selesaikan, kamu disini saja yaa " Kendra mengelus lembut pipi istrinya, dan mencium keningnya.
Kendra naik keatas menuju ruang kerjanya.
Olivia sudah menunggunya di dalam.
Melihat Kendra datang Olivia langsung menyerbu masuk kedalam pelukannya.
Kendra hanya diam tak membalas pelukannya.
" Aku merindukan mu Kendra, aku cemburu melihatmu memperlakukan wanita kampung itu dengan mesranya. " Olivia berucap manja.
Ia tidak tau tangan Kendra mengepal keras kala Ia mendengar istrinya disebut wanita kampung.
Tapi Ia tahan demi informasi yang akan Ia dapat dari wanita tidak tau malu ini. Ia berjanji pada dirinya sendiri, jika Ia sampai harus mencium wanita ini lagi, maka sebagai gantinya Ia tidak akan melepaskan istrinya malam ini. Senyum iblis tersungging tipis di wajahnya.
Perlahan Kendra melepas pelukannya
" Katakan padaku, informasi apa yang kau dapat hari ini untuk ku. "
" Aku tau Vans ada dimana, tadi aku mendengar Tante Cristien berbicara di telpon. " Olivia kembali masuk dalam pelukannya.
Ada rasa jengah berlama lama dengan wanita ini, tapi Kendra harus sabar demi ini semua.
" Dimana ? " Tanya kent lembut menatap wajah Olivia.
" Dia berada di pos penjaga yang sudah tidak terpakai. Tante Cristien akan menemuinya, untuk mengantarkan makanan pada nya. "
Kendra segera bergerak menelpon penjaga, agar meloloskan Tante nya keluar untuk menemui Vans, tapi tetap mengintainya dari jarak aman.
Kendra turun dan memberitahu semua.
" Sakinah bawa Nyonya dan Kiano ke kamarnya, jangan ada yang keluar rumah. "
Kendra segera berjalan keluar rumah.
" Nyonya Cristien sudah keluar ? " Tanya Kendra pada penjaga
__ADS_1
" Sudah Tuan, beberapa orang kami mengikutinya, tapi tetap dengan jarak aman.
bersambung